Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pengamat:Kejahatan Demokrasi Jika Lembaga Survei Manipulasi Opini

Ambar Adi Winarso

Pengamat:Kejahatan Demokrasi Jika Lembaga Survei Manipulasi Opini

Ilustrasi | Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Jomplangya elektabilitas hasil survei dengan quick count yang dilakukan lembaga survei sangar terlihat di Pilgub Jateng 2018. Pengamat politik sekaligus Dosen FISIP Universitas Wahid Hasyim (Unwahas ) Semarang Joko Prihatmoko berharap, agar tidak terjadi lagi pada Pemilu 2019 mendatang.

Dari hitung cepat (quick count) lembaga survei, usai pencoblosan 27 Juni 2018 kemarin, hanya selisih sedikit diangka 10 persenan (60 - 40 persen). Berbeda jauh dari hasil survei elektabilitas lembaga survei yang merek gelar sebelum pemilihan.

Dimana menempatkan paslon Ganjar - Yasin unggul diatas 60 persen, berbanding jauh dengan penantangnya Sudiman - Ida yang mengantongi hanya 20 persen saja.

baca juga:

"Pada Pilgub 2013 hal yang sama, meleset, kesalahan itu dilakukan beberapa lembaga survei yang sama, yang sangat terkenal di Indonesia," ucap Joko saat dihubungi, Minggu (1/7).

Diakui Joko, memang tak bisa disalahkan dari hasil survei oleh lembaga survei itu karena telah bekerja memegang prinsip-prinsip ilmiah khususnya metodologi riset.

Kendati demikian, tidak adanya standar operasional prosedure (SOP) terkait batasan sampling dan sebaran, serta belum adanya asosiasi lembaga riset, beresiko hasilnya terlalu subyektif.

"Lembaga survei harus berpikir bahwa hasil survei sebelum pemilihan bisa jadi menjadi rujukan masyarakat dalam menilai para kandidat. Edukasi demokrasi, bisa berawal dari situ. SOP memang belum ada, hanya bekerja pada metodologi riset," terangnya.

Akan menjadi fatal, hasil survei sebelum pemilihan berpeluang memiliki power menggiring opini masyarakat untuk 'memaksa' masyarakat memilih kandidat seperti dalam karung.

"Mereka (lembaga survei) akhirnya mengabaikan etika. Mereka tidak peduli dengan pembangunan demokrasi. Untuk bermaksud mengedukasi (politik) masyarakat," kata Joko.

Dalam analisanya, Joko menyatakan melesetnya hasil elektabilitas itu dikarenakan tidak ada kode etik hubungan atau kerjasama lembaga-lembaga dari Jakarta dan dari daerah.

Ditambah belum adanya asosiasi lembaga survei yang sehat dan profesional, yang bisa mengikat dan memandu etika mereka. Kalaupun ada asosiasi, kata Joko hanya untuk kepentingan mereka sendiri.

"Yang paling nampak dari itu adalah mereka (lembaga yang sama) melakukan survei Pemilu (Pilgub) lalu memplublikasinya dan melakukan survei exit poll dan mempublikasikan juga, yang biasa disebut quick count," jelasnya.

Karena tidak ada aturan itu, kata Joko mereka bebas menjadikan hasil survey sebagai iklan paslon yang memesannya. Sedangkan publikasi hasil survei exit poll digunakan untuk menutup kesalahan dan ketidak validan survei terdahulu plus untuk iklan lembaga itu sendiri.

Seharusnya, disampaikan Joko tidak dibolehkan survei dan exit poll dilakukan lembaga yang sama. Dengan cara itu, menjadikan hasil survei yang tidak valid dan akurat alias asal-asalan ditutup dengan survei exit poll.

"Hasil survei exit poll hampir selalu valid karena dilakukan terhadap pemilih setelah menggunakan hak pilih. Sungguh, itu kejahatan demokrasi dengan cara memanipulasi opini" tandasnya.

Untuk itu, menjadi catatan untuk pemilu 2019 mendatang, Joko mengharapakan para lembaga survei pemilu membuat kode norma atau aturan bersama yang mengatur relasinya dengan user (paslon, pengusaha dll), masyarakat, dan lembaga survei di daerah.

"Lembaga survei harus bisa menjadi pilar edukasi demokrasi dalam masyarakat," ucapnya.

Joko juga menyarankan, harus ada larangan lembaga yang sama melakukan survei Pemilu (pra pemungutan suara) dan survey exit poll.

"Jika itu masih terjadi pada Pemilu 2019, maka itu cara liar memanipulasi persepsi masyarakat kembali. Itu kejahatan demokrasi," tukas kembali.

Diinformasikan sebelumnya, hasil survei sebelum pemilihan menurut LSKP-LSI, elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh 54,0 persen, sedangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah memperoleh 13,0 persen.

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas pasangan sebelum pemilihan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebesar 76,6 persen, sedangkan keterpilihan Sudirman Said-Ida Fauziyah didapat 15 persen.

Survei harian PDIP oleh Pandawa Research mencatat Ganjar -Yasin meraih 74,5 persen suara dan Sudirman-Ida 25,5 persen.

Semua perhitungan hasil itu meleset dimana hampir semua lembaga survei yang sama usai pemilihan pada Rabu (27/6/2018), mencatat quick count (exit poll) Ganjar Pranowo-Taj Yasin 59 persen dan Sudirman Said-Ida Fauziyah 41persen. 

Editor: Bismarc Lesmana

berita terkait

Image

News

Langgar Kode Etik, DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Panwaslu Serahkan ke KPU Terkait Aksi Sengketa Pilkada Cirebon

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Khofifah Beberkan Hal yang Jadi Penyemangat Dirinya Terus Ikuti Pilgub Jatim

Image

News

Pilkada Serentak 2018

KPU Sahkan Kemenangan Pasangan RINDU di Pilgub Jabar 2018

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Pilgub Lampung, KPU Sahkan Kemenangan Paslon Arinal-Nunik

Image

News

Pilkada Serentak 2018

KPU RI Apresiasi Adanya Peningkatan Partisipasi Pemilih pada Pilgub Jabar

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Rekapitulasi 38 kab/kota, Khofifah-Emil unggul 10,465 juta Suara

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Kotak Suara 38 Kab/kota Terkirim, Besok KPU Jatim Rekapitulasi

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Tak Rekap Penghitungan Suara, Legislator Papua Ingin Bawaslu Tindak Tegas PPD

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pilkada Kota Surabaya, Eri Cahyadi Dapat Dukungan Kyai-kyai NU

Eri Cahyadi juga orang NU dan ibunya juga keluarga besar Pondok Sidoresmo.

Image
News

'Wine Toilet hingga Bir Testis Paus', Menu Tambahan Museum Swedia yang Bikin Merinding

Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, ternyata selalu sukses menyedot perhatian dunia

Image
News

Polisi Amankan Ratusan Kayu Olahan tanpa Dokumen

Kayu olahan tanpa dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH) diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas, Kalimantan Tengah.

Image
News

Dua Pekan PSBB, Anak Buah Anies Tutup Paksa 96 Kantor 

Perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Image
News

Wanita 14 Tahun Tewas Nabrak Trotoar dan Tiang di Gambir

RS (14) tewas di lokasi kejadian.

Image
News
DPR RI

PBB Diminta Ikut Selidiki Asal-usul Virus Covid-19

Penyelidikan bisa membuktikan apakah virus Covid-19 itu berasal dari fenomena alam atau malah sengaja dibuat oleh manusia.

Image
News

Potensi Gempa Megathrust, BMKG Imbau Warga Tidak Panik

Informasi mengenai potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli sebenarnya ditujukan sebagai acuan mitigasi.

Image
News

LaNayala Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju

LaNyala mendesak Kapolri Idham Azis untuk memberi perhatian khusus pada kasus pembunuhan wartawan.

Image
News

Pengkhianatan G30S/PKI, Adi Prayitno: Saya Tidak Melihat Ada Propaganda

Sejarah pengkhianatan PKI terhadap bangsa Indonesia harus menjadi pelajaran bagi anak-anak muda.

Image
News

Pemprov DKI Kremasi Ratusan Jenazah yang Diduga Terpapar Corona 

September ini jenazah yang dikuburkan dengan protap Covid-19 di Jakarta mencapai 1.372.

terpopuler

  1. Tayangkan Film G30S/PKI, Mustofa: Hallo SCTV Mohon Siap-siap Jika Nanti Dibully

  2. Arief Poyuono: Nobar Film G30S/PKI Harus Dilarang Keras Saat Pandemi

  3. Paranormal Kicau '20201122 Tragedi', Warganet Kaitkan dengan Potensi Tsunami 20 Meter

  4. Minta Jokowi Siarkan Film G30S/PKI, Ferdinand Sebut Deklarator KAMI 'Caper'

  5. Kerap Diberi Dana, Komisi A DPRD DKI Sarankan Anies Baswedan Libatkan Ormas Tangani Corona

  6. Sukses! Vaksin Corona Johnson & Johnson Mampu Produksi Imun Kuat

  7. 5 Kuliner Khas Gunungkidul yang Patut Dicoba, Belalang Goreng hingga Mata Lembu

  8. Meghan Markle Berambisi Jadi Presiden AS, Pengamat: Dia Akan Dimakan Hidup-hidup!

  9. Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 26 September 2020, Kesempatan Emas Menunggu Cancer!

  10. Putra Din Minimi Lulus Secaba TNI AD: Ini Harapan Baru Bagi Saya

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Shanaya Arsyila Pramana, Cucu Pramono Anung yang Menggemaskan

Image
News

5 Gaya Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Pakai Kebaya, Memesona!

Image
News

Ulang Tahun Pernikahan ke-35, KSP Moeldoko Beri Kejutan Manis Kepada Istri