image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Halal Bihalal

Image

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (keempat kanan) menyapa Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kanan) beserta keluarga besar di acara Silahturahmi Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/6). | ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

AKURAT.CO, Hari raya Idul Fitri 1439 H sudah selesai dilaksanakan. Hari kemenangan tersebut telah membawa arus pergerakan orang dan barang dari Jakarta ke seluruh pelosok tanah air. Mudik pun telah berakhir. Begitu juga dengan arus balik yang telah usai kemarin. Hari ini adalah hari masuk kerja bagi para pekerja Ibu Kota dan sekitarnya. Dan diawal masuk kerja pasca lebaran biasanya diisi dengan absensi dan halal bihalal.

Menurut M. Quraish Shihab, kata halal diambil dari kata halla atau halala yang artinya menyelesaikan masalah atau kesulitan atau meluruskan benang kusut atau mencairkan yang membeku atau melepaskan ikatan yang membelenggu. Berdasarkan makna harfiah tersebut, halal bihalal dimaknai sebagai bentuk menyambungkan kembali apa-apa yang putus.

Di hari pertama kerja kantor, seperti biasa instansi-instansi pemerintah maupun swasta tidak luput mengadakan halal bihalal untuk bersalam-salaman saling memaafkan satu sama lain. Tradisi halal bihalal merupakan tradisi orisinil khas bangsa Indonesia. Setelah sebelas bulan bekerja bersama dan sebulan melakukan ibadah puasa, maka halal bihalal merupakan penyempurna ibadah dan silaturrahmi.

baca juga:

Sejatinya halal bihalal harus menjadi tradisi yang bukan hanya terjadi setahun sekali pasca idul fitri. Namun budaya baik halal bihalal harus terjaga dan terjalin setiap hari, kapanpun, dimanapun, dan sampai kapanpun. Halal bihalal dapat menjaga silaturrahmi dan menjadikan kita sebagai makhluk sosial yang utuh dan bersih. Jauh dari saling curiga dan pecah belah. Dengan halal bihalal akan mempersatukan yang berbeda dan akan merukunkan yang berseteru.  

Halal bihalal harus dimaknai dengan hati yang bersih dan suci. Dengan halal bihalal kita juga dapat memperbaiki hubungan yang kusut dan renggang. Dapat mempersatukan yang putus dan berkonflik. Dapat mempererat persaudaraan. Dapat menjaga kesatuan dan persatuan. Dan dapat menikmati indahnya kebersamaan dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Namun harus diingat. Halal bihalal jangan hanya dijadikan seremonial kantor-kantor pemerintah dan swasta semata. Jangan sampai halal bihalal dilakukan. Tapi gontok-gontokan tetap dilestarikan, dibudayakan, dan ditumbuhkan. Jangan sampai pasca halal bihalal pergujingan (gibah) dimulai, konflik dikembangkan, dan perebutan jabatan dan kekuasaan dilakukan dengan cara-cara kotor dan kejam.

Jangan juga halal bihalal dilakukan. Namun budaya menjilat, tradisi upeti (setor-menyetor) antara bawahan ke atasan masih terjadi, pat gulipat terlembagakan, budaya saling injak tak terelakan, saling jegal dan saling sikut masih mewarnai budaya kerja di kantor-kantor tempat kita bekerja. Halal bihalal dilaksanakan, namun esensi dan makna halal bihalal ditinggalkan. Halal bihalal dibudayakan, namun permainan kotor dan curang juga dilembagakan.

Halal bihalal harusnya menjadikan kita manusia yang penuh kasih, cinta, dan kedamaian. Memaafkan orang lain adalah bagian dari tugas kita sebagai manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Tak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, tradisi saling memaafkan dalam halal bihalal menjadi suatu keniscayaan. Keniscayaan karena kita perlu memaafkan dan dimaafkan.

Dihari kerja pertama pasca lebaran ini pula. Kita harus bersyukur dapat beraktivitas seperti biasa. Kerja. Kerja. Kerja merupakan idealisme pemerintahan Jokowi-JK untuk menanamkan jiwa semangat kerja dengan total. Kerja. Kerja. Kerja juga jangan hanya menjadi slogan yang tanpa makna dan arti. Kerja. Kerja. Kerja harus dapat termanifestasikan dan terimplementasikan dalam budaya kerja sehari-hari rakyat Indonesia. Kerja. Kerja. Kerja jangan sampai hanya menjadi omong kosong yang tak berarti dan berguna.

Kerja. Kerja. Kerja juga jangan hanya dimaknai bekerja hanya sekedar bekerja. Bekerja tidak dengan hati, jiwa dan raga. Bekerja hanya ingin dilihat dan dipuji orang lain. Bekerja tidak profesional. Bekerja asal-asalan. Bekerja tanpa kecerdasan. Bekerja tanpa visi dan misi. Bekerja tanpa perencanaan yang matang. Dan bekerja tanpa semangat dalam membangun bangsa dan negara.

Buya Hamka pernah menulis, “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja”. Oleh karena itu, kerja, kerja, dan kerja bukan hanya sekedar bekerja. Kerja harus penuh semangat dan disertai dengan rasa penuh tanggung jawab atas tugas dan dalam rangka untuk ibadah hanya kepada Allah SWT. Sehinga apapun yang kita lakukan, akan dilakukan dengan yang terbaik. Kerja, kerja kerja yang terbaik. Berkarya, berkarya dengan terbaik. Dan berbuat, berbuat yang terbaik.

Ramadan, idul fitri, dan halal bihalal harus menjadi momentum menumbuhkan semangat kerja dan memupuk kesholehan sosial. Tak akan ada gunanya jika puasa ramadan kita lakukan dengan sempurna, zakat kita tunaikan, idul fitri kita laksanakan, hahal bihalal kita lakukan, namun dalam diri kita masih tersimpan dendam dan kebencian kepada sesama anak bangsa.

Momentum hari pertama kerja dan momentum hahal bihalal adalah momentum perbaikan kita sebagai umat manusia. Perbaiki hubungan dengan sesama, perbaiki sholat, perbaiki kinerja, perbaiki hidup, perbaiki citra diri, perbaiki cara berpakaian, perbaiki bisnis, perbaiki masa depan. Memperbaiki diri untuk esok dan masa depan tidaklah rugi. Yang rugi adalah orang yang tidak mau berubah dan memperbaiki diri. Dan perbaiki hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Halal bihalal merupakan tahap awal kita dalam membangun silaturrahmi dan relasi dengan sesama manusia. Indah jika hidup ini saling memaafkan. Indah hidup ini jika kita saling bekerja sama. Indah hidup ini jika kita dapat membangun kebersamaan. Indah hidup jika saling mencintai dan mengasihi. Dan halal bihalal menjadi titik awal untuk kita saling berbagi senyuman dan kebahagiaan.

Semangat kerja dihari pertama pasca lebaran merupakan berkah tersendiri. Karena bagaimanapun kerja adalah ibadah. Jangan nodai dengan cara membolos kerja atau bermalas-malasan. Karena apapun yang kita kerjakan dan lakukan akan dimintai pertanggung jawabannya baik di dunia dan akhirat kelak.

Dengan halal bihalal kita diajarkan untuk saling memaafkan, menjaga, mengasihi, mencintai, menyayangi, berbagi, saling mendoakan, menghargai, mendukung, menasehati, mendekatkan, membanggakan, membesarkan, mangayomi, membahagiakan, berbagi kebaikan, mengikhlaskan, bertegur sapa, memberdayakan dan menggerakan, dan juga saling melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Selamat bekerja & selamat melakukan halal bihalal. Sebuah tradisi yang tak lekang oleh zaman.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Diduga Tebar Ranjau di Jalan, Pria ini Disikat Ojol

Diduga pria berbaju cokelat pelaku yang menyebarkan ranjau di jalan.

Image
News

Polisi Ungkap Penyebab Mobil Neno Warisman Terbakar

Saksi menyatakan bukan dibakar tapi terbakar.

Image
News

Meski Sudah Dipasang Jaring, Anies Masih Endus Bau di Kali Item

"Bagi teman - teman yang dateng ke sini mungkin merasa bau, coba datang 2 atau 3 bulan lalu, jauh lebih kuat. Ini sudah jauh lebih menurun,"

Image
News

Apes, Diduga Nyuap Kalapas Sukamiskin, Suami Inneke Koesherawati Terjaring OTT KPK

Fahmi diduga sebagai pihak pemberi suap kepada Wahid.

Image
News

Hina Peserta Audisi, KPID DKI Jakarta Akan Tindak Tegas Program KDI

KPID DKI Jakarta menghimbau kepada seluruh Lembaga Penyiaran (LP) dan pengisi program untuk tetap mengedepankan keramahan dan kesantunan.

Image
News

Sopir Ngantuk, Truk yang Nyemplung di Kali Ancol Sudah Dievakuasi

"Tadi sopirnya ngantuk, terus menabrak pembatas jalan, lalu nyemplung ke kali."

Image
News

Rumah Mardani Dilempar Bom Molotov, Habib Rizieq Instruksikan Laskar FPI Bantu Keamanan

Mardani mengaku banyak yang mengirim pesan ke nomor telepon genggamnya.

Image
News

Diduga Terima Suap dari Napi, Ternyata Segini Harta Kekayaan Kalapas Sukamiskin

Tercatat Wahid terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 2 Maret 2015 dengan jumlah total kekayaan mencapai Rp 608.006.859 dan USD 2.752.

Image
News

Gaza Memanas, Israel Tembak Mati Empat Warga Palestina

Pada saat yang sama beredar kabar bahwa pemerintah Israel sedang membahas keputusan untuk melakukan operasi besar-besaran di Gaza.

Image
News

Mobil Neno Warisman Terbakar, Ini Keterangan Penjaga Rumah

Awalnya Rayan mendengar suara seperti ban mengeluarkan angin.

Image
News

Mahasiswa Indonesia di Selandia Baru Ikuti Pembekalan Bela Negara

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya.

Image
News

Anies: Kita Harap Bukan Hanya Kampungnya Indah, tapi Juga Warganya Ramah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengecat kampung-kampung di sekitar wisma atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/7).

trending topics

terpopuler

  1. Ruhut: Usut Kasus Bom Molotov di Rumah Mardani, Biar Tidak ada Dusta di Antara Kita

  2. PA 212: Intruksi HRS Jelas, Gulingkan dan Tenggelamkan Banteng

  3. Angkot Halangi Damkar, Warganet: Coba Aja Aku di Lokasi Sudah Ku Libas Sopir Angkotnya!

  4. Ketum PAN Klaim Miliki Bukti Transfer NasDem ke Lucky Hakim

  5. DPRD DKI: Penundaan LKPJ 2017 Bukan Karena Politik

  6. Rizky, Pengamen Cilik Blok M: 8 Tahun di Jalan, Duit Hasil Ngamen Buat Jajan Doang

  7. Pengamat: Prabowo-AHY Pasangan Tua-Muda yang Linier dengan Dunia Global

  8. Enggak Bisa Melaut, Ketua DPR Pinta KKP Terbitkan SIPI Bagi Nelayan

  9. Pengemudi Ojol Ngamuk, Pukuli Pengendara Motor yang Lawan Arah

  10. SK Lahan Eks HGU Dibatalkan Atas Perintah Kejagung

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan