image
Login / Sign Up

Moeldoko: Pertemuan Kim Jong Un-Trump Kemajuan bagi Perdamaian Dunia

Dedi Ermansyah

Image

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjalan di taman setelah makan siang di Hotel Capella di pulau Sentosa di Singapura, 12 Juni 2018. | REUTERS

AKURAT.CO, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un di Singapura sebagai langkah kemajuan bagi perdamaian dunia.

Terlepas dari keseriusan dan tindak lanjut penjabaran pertemuan AS-Korut, menurut Moeldoko, peristiwa tersebut adalah momentum yang sangat bersejarah dan niat Presiden Kim menghentikan program nuklirnya harus dihargai.

"Bagi sebuah negara, yang perlu kita lihat adalah niatnya," kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (13/6).

baca juga:

Pertemuan telah mencapai klimaks yang ditandai kedua pemimpin tersebut sudah mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi empat poin.

Dalam hal politik luar negeri, dikatakan Moeldoko, niat sebuah negara adalah hal yang sangat perlu diperhitungkan, misalnya, mengukur niat sebuah negara untuk menginvasi negara lain atau niatan untuk perdamaian.

"Ketika mau berperang, niat itu yang perlu kita kenali," ujar purnawirawan jenderal bintang empat TNI AD itu.

Diceritakannya, ketika masih aktif menjadi Panglima TNI, ia pernah menghadiri pertemuan di AS.

Pada kesempatan itu, dirinya diminta agar Indonesia turut aktif menjaga keseimbangan keamanan akibat aktivitas pengayaan nuklir di semenanjung Korea.

"Karena harus diakui, pengembangan senjata nuklir Korea Utara ini berimplikasi pada psikologis negara-negara tetangganya," ungkap Moeldoko.

Setelah mengenali niat sebuah negara, sambung Moeldoko, langkah selanjutnya adalah komunikasi.

Sebagai contoh, ia menceritakan tentang ketegangan yang pernah terjadi antara Indonesia dengan Malaysia dalam hal perbatasan di Kalimantan.

"Saya tetap segaris dengan pemerintah, bahwa Malaysia harus membongkar fasilitasnya di perbatasan." Di sisi lain, sebagai panglima, ia juga berdiplomasi dengan militer negara tetangga itu.

Diplomasi agar tak terjadi gesekan pada masa mendatang, sebelum ada keputusan politik dari negara, menurutnya, tentara tidak boleh bertindak sendirian.

Bersyukur Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyatakan, masyarakat internasional perlu bersyukur pertemuan Trump-Kim berjalan positif dan memberi suatu harapan bagi perdamaian abadi di semenanjung Korea.

"Hanya saja dunia tidak seharusnya larut dalam kegembiraan," tulis Hikmahanto melalui keterangan tertulis.

Hikmahanto membeberkan masih ada sejumlah langkah yang harus dilakukan agar denuklirisasi Korut terwujud.

Presiden Trump pun tidak sepantasnya merasa keluar sebagai pemenang perang usai pertemuan kemarin, karena perilaku itu bisa memprovokasi Kim Jong Un, bahkan rakyat Korut, untuk bereaksi negatif dan berdampak pada perundingan teknis.

Selanjutnya yang menjadi tantangan adalah merumuskan kesepakatan yang lebih teknis, semisal penarikan mundur tentara AS di Korea Selatan atau Jepang, seiring dengan program denuklirisasi Korut.

"Tentu masih banyak lagi isu-isu yang menjadi tantangan bagi tim teknis untuk dapat dirumuskan," ujar Hikmahanto.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang menjadi hal bersejarah.

Kim Jong Un sebagaimana diberitakan Antara, mengundang Trump untuk mengunjungi Korea Utara selama KTT bersejarah mereka, dan Presiden AS itu menerimanya.

Pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu di Singapura pada Selasa (12/6), menjadi saksi pemimpin negara demokrasi paling kuat di dunia itu bersalaman dengan generasi ketiga pemimpin Korea Utara, yang berdiri di depan bendera negara mereka.[]

Editor: Bismarc Lesmana

berita terkait

Image

News

Pengendalian Senjata Jadi Prioritas Utama Pertemuan Trump dan Putin

Image

News

Sanksi AS untuk Iran Hantam Industri Minyak, Perbankan, dan Pengiriman Barang

Image

News

Tembaki Demonstran, Tentara Nigeria Terinspirasi Donald Trump

Image

News

Obama: Rencana Pengerahan Tentara ke Perbatasan oleh Trump Hanya Atraksi Politik

Image

News

Oprah Winfrey Berkompetisi dengan Donald Trump dalam Pemenangan Pemilu Georgia

Image

News

Trump Tak Puas dengan Pengakuan Saudi Terkait Kematian Khashoggi

Image

News

Kim Jong-un Undang Paus Francis Kunjungi Pyongyang

Image

News

5 Momen 'Luar Biasa' Trump Saat Berbicara di Depan Publik

Image

News

Trump Sambut Positif Pertemuan Duo Korea di Pyongyang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mencoba Kabur Saat Diperiksa, Salah Satu Pembegal Motor Santap Timah Panas

Modus pelaku begal itu dengan menyamar sebagai anggota polisi, dan mencari kesalahan para pengendara sepeda motor.

Image
News

Heboh Kartu Nikah Poligami, Kemenag: Bukan Kartu yang Kita Keluarkan, Itu Hoaks

"Itu bukan bentuk kartu nikah yang kami keluarkan. Itu hoaks,"

Image
News

Alumni 212 Bakal Gelar Reuni Akbar, Undang Jokowi?

"Ya kan kita justru ada untuk memang mengkritisi Jokowi selama ini ada. Iya nggak diundang,"

Image
News

Golkar NTB 'Pede' Raih 50% Suara di Pemilu dan Pilpres 2019

"Kalau bisa untuk NTB kita targetkan jangan 20%, tapi 50% di Pemilu dan Pilpres 2019,"

Image
News

Ketum PBB Berlabuh ke Jokowi, Novel: Pengurus Pusat-Daerah Dukung Prabowo

"Seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) anak cabangnya semuanya adalah keputusan DPP PBB adalah ke Prabowo,"

Image
News

Kerap Curi Kotak Amal, Pria Asal Banjarmasin Bakal Huni Hotel Prodeo Selama 7 Tahun

"Pelaku sebelumnya juga pernah mencuri di Masjid As-Syuhada Jalan Kinibalu, Banjarmasin Tengah, pada 31 Oktober 2018,"

Image
News

Hasto Ungkap Alasan Demokrat Bolehkan Kadernya Dua Kaki di Pilpres

Hasto mengaku yang membuat orang tertarik untuk bergabung ke Jokowi-Ma'ruf karena kepemimpinannya mampu merangkul dan menghargai rakyat.

Image
News

Awas! Bandung Akan Berlakukan Cabut Pentil Kendaraan Jika Kedapatan Parkir Liar

"Beberapa kajian menyebutkan, salah satu yang membuat Bandung macet, ketika masyarakat sembarangan parkir,"

Image
News

Pesan Fahri Hamzah untuk Peserta Kirab Pemuda 2018

Membangun imajinasi tentang Indonesia tidak diperlukan trust, tetapi diperlukan kehidupan.

Image
News

Cendekiawan Muslim Nilai Korban Pertama Perda Syariah adalah Perempuan

Cendekiawan Muslim Luthfi Assyaukanie mengungkapkan, korban pertama dari Perda yang berdasarkan syariah adalah kaum perempauan

trending topics

terpopuler

  1. Hari Ini, PPP Muktamar Jakarta akan Putuskan Dukungan Pilpres 2019

  2. Demi Ronaldo, Juventus Harus Lakukan Sejumlah Perubahan

  3. Formasi: Enrique Turunkan Jordi Alba Sejak Menit Pertama

  4. Lontarkan Istilah 'Sontoloyo' dan 'Genderuwo', Pakar: Itu Bentuk Protes Jokowi

  5. TNI AL Mencoba Kendaraan Tempur Listrik Karya Anak Bangsa

  6. Formasi: Rooney Dibangku Cadangkan pada Laga Perpisahan

  7. Faizal Pesimis Reuni 212 Dihadiri Jutaan Jiwa, Warganet Malah Pilih Reuni SMA

  8. Makin Religius, 5 Artis Ini Dinikahi Ustaz

  9. Polrestabes Medan Berhasil Ringkus Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi

  10. AS Umumkan Hukuman pada 17 Warga Saudi Terkait Pembunuhan Khashoggi

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Ancaman Pemilu Serentak, Kekhawatiran Yusril yang Belum Menemukan Jawaban

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer

Image
Gaya Hidup

Sibuk Banget, Bagaimana Soal Olahraga dan Liburan Arzeti Bilbina?

Image
Ekonomi

Tragedi Lion Air

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa