image
Login / Sign Up

Lukman: Mari Kita Akhiri Saling Cerca terkait Ikhtiar Kyai Yahya Cholil Staquf

Siswanto

Image

Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Staquf (Gus Yahya) | Screen capture

AKURAT.CO Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk mengakhiri sikap saling bermusuhan terkait keputusan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri acara yang diselenggarakan American Jewish Committee  Global Forum di Yerusalem pada 10 -13 Juni 2018.

"Mari kita akhiri saling cerca terkait ikhtiar Kyai Yahya Cholil Staquf. Boleh jadi sebagian kita tak bersetuju dengan cara pendekatannya. Namun tujuan kita sama, ingin wujudkan damai di Palestina. Ia telah sampaikan "rahmah" kepada semua mereka. Itu pesan utama agama," tulis Lukman Hakim di twitter.

Lukman Hakim memuji sikap yang mampu membalas cercaan dengan pujian dan penghargaan.

baca juga:

"Cercaan dan hinaan itu dibalasnya dengan pujian dan penghargaan. Sungguh mulia akhlaknya. Pelajaran untuk diteladani. Ramadan Mubarak," tulis dia.

Lukman mengatakan seandainya setiap pengguna sosial media bersikap demikian, betapa damainya dunia maya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid tetap pada pendirian, tidak setuju dengan kehadiran Yahya Staquf ke Israel. Dia menegaskan apapun klarifikasi Ketua Umum PBNU yang tetap membela Palestina dan menolak Israel jajah Palestina, juga sikap Rais ‘Am Syuriyah NU yang menolak dialog Yahya Staquf di Israel, tetap dipentingkan.

"Apalagi pihak pejuang Fatah, Hamas, dan Kemenlu Palestina, juga tolak keras. cc @nahdlatululama @nu_online," tulis Hidayat Nur Wahid di Twitter.

"Sekalipun pihak Israel/America Jewish Committee dan lain-lain mengklaim macam-macam, tapi penegasan dan penolakan KH Ma’ruf Amin, Ketum MUI dan Rais ‘Am Syuriyah PBNU, terhadap yang dilakukan oleh Gus Yahya di Israel, semoga jadi nasehat,  koreksi, dan tak diulangi  lagi," Hidayat menambahkan.

Pesan penting

Dosen Monash Law School Nadirsyah Hosen mengajak publik memahami pesan Yahya Staquf ketika menghadiri acara yang diselenggarakan American Jewish Committee Global Forum di Yerusalem pada 10 -13 Juni 2018.

"Tiba-tiba dunia mafhum peranan apa yang bisa dimainkan oleh kyai, NU, dan Indonesia. Konsisten membawa pesan yang melampaui keadilan yang diperebutkan dan perdamaian yg dipertarungkan, yaitu pesan Rahmah. Rahmah tidak hanya menuntut, tapi memberi keadilan. Pesan untuk pihak yang bertikai," tulis Nadirsyah Hosen di Twitter.

Nadirsyah Hosen mengajak merenungkan betapa sering orang menuntut atas nama keadilan, tapi tanpa Rahmah. Hanya akan menuntut, dan lupa untuk juga memberi keadilan. Ini pesan yang menohok, tulis Nadirsyah Hosen.

"Anda menuntut hak atas tanah, tapi sudahkah anda juga memberi keadilan pada pihak lain. Pahamkah anda apa yang dituju Kyai Yahya?" tulis dia.

Disampaikan pula, pesan Rahmah disampaikan dengan cara yang Rahmah. Tak ada caci-maki; tak ada penghakiman pada pihak yang bertikai, tapi semua yang paham bisa merasakan pembelaan yang jelas pada perdamaian dan rekonsiliasi.

"Yang berharap akan keluar cacian pada pihak tertentu, pasti kecewa. Inilah Rahmah!" tulis Nadirsyah Hosen.

Nadiryah Hosen menambahkan I stand with Palestine dimaknai lewat pesan Rahmah. Bukan dipahami secara literal “saya berdiri” karena pesan Rahmah disampaikan dengan kalem dan duduk santai. Mendukung Palestina, kata Narisyah Hosen, bukan karena membenci Israel, tapi karena perwujudan Rahmah.

"Itupun disampaikan tanpa nada heroik. Kalem!" tulis dia.

"Dunia telah melihat seorang kyai dari Rembang, datang atas nama pribadi ke Yerussalem, bicara dengan datar dan kalem, mencari titik temu (kalimatun sawa) lewat konsep Rahmah yang merangkul, bukan memukul. Aku menyebutnya suara adem dan kalem dari Rembang menyampaikan pesan langit," Nadirsyah Hosen menambahkan.

Nadirsyah Hosen menjelaskan peradaban dunia saat ini terancam oleh konflik global. Tiga jantung persoalan harus ditembus untuk menyampaikan pesan Rahmah. Sebelumnya, Kyai Yahya sudah ke Gedung Putih ketemu Wapres Amerika, lantas ke Yerusalem.

"Tinggal satu lagi: ketemu putra mahkota MBS di Saudi Arabia," tulis dia.

"Anda boleh tidak setuju dengan apa yang dilakukan Kyai Yahya. Tapi jangan meremehkan pesan Rahmah yang dibawanya untuk perdamaian dunia. Ini adalah pesan langit. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi Kanjeng Nabi ada di sana saat pesan Rahmah itu diucapkan Kyai Yahya," Nadirsyah Hosen menambahkan.

“Tidaklah Kami mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam.”

Dikatakan Nadirsyah Hosen, setiap umat Muhammad yang menggaungkan kembali pesan Rahmah yang telah diajarkan Nabi, sejatinya akan didampingi dan dibela oleh Nabi Muhammad.

"Ini bukan lagi masalah Kyai Yahya, NU, dan Indonesia. Pesan langit sudah disampaikan Kyai Yahya. Caci-maki sudah beliau terima. Banyak pihak berlepas diri. Banyak pihak meninggalkannya. Namun mereka yang paham bahwa ini pesan langit, akan menyebut asma-Nya dan bershalawat pada Kanjeng Nabi. Mari kita terus sampaikan pesan Rahmah ini," tulis Nadirsyah Hosen.

"Sisi lain. Dari sudut pandang yang berbeda. Begitulah peranan Pak Kyai Yahya Cholil Staquf. Datang sebagai pribadi, tapi mendadak sorot mata, baik yang memuji maupun mencela, tertuju padanya, pada NU ormas terbesar di dunia, pada Indonesia negeri terbesar di dunia. Bergema kemana-mana!" Nadirsyah Hosen menambahkan. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Menag: Kartu Nikah Tidak Menghilangkan Buku Nikah

Image

Ekonomi

Tingkatkan Kualitas Human CapitaI Pesantren, Pemerintah Luncurkan Beasiswa Santri

Image

News

Menag Tekankan Pentingnya Rasa Cinta Bagi Guru dalam Mendidik Muridnya

Image

News

Menag: Pendidikan Karakter dalam Aktivitas Pembelajaran Kini Sudah Sangat Penting

Image

News

Menag Sebut Tidak Ada Kesepakatan tentang Bendera Tauhid

Image

News

Menag: Guru adalah Sarana Utama Sampaikan Pesan Moderasi Keberagaman

Image

Ekonomi

Sah, Pelajaran Pajak Bakal Masuk Kurikulum Madrasah dan Pesantren

Image

News

Menag Ajak Semua Pihak Tidak Benturkan Agama dan Budaya

Image

News

Menteri Inggris Ketemu Menteri Lukman Hakim

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ini Penyebab Tewasnya Mahasiswa Garut di Gua Batu Tasikmalaya

Korban terevakuasi dalam keadaan meninggal dunia atas nama Aminudin.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Sandi Ikuti Pengajian Kiyai Mukti di Pondok Pesantren An Najach Tegalrejo Magelang

Kita saksikan bersama para pedagang berkumpul di sini. Dari penjual makanan, minuman, pakaian, cemilan. Transaksi berjalan.

Image
News

Polisi Selidiki Tewasnya Turis Asal Jepang

Korban baru tiba di (Pantai) Watukarung sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung berenang.

Image
News

Empat Mahasiswa Terjatuh di Gua Batu Tasikmalaya, Satu Orang Dinyatakan Tewas

Telah terjadi kondisi membahayakan manusia empat orang terjatuh di Gua Batu Badak Cisarongge.

Image
News

Mamasa Diguncang Gempa 4,7 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Lokasi gempa berada di garis 2,94 lintang selatan dan 119,46 bujur timur.

Image
News

Begini Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat Bersama Anak Buahnya

Pada 17 November sekitar pukul 23:55 tim mendapat informasi akan ada penyerahan uang kepada Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (RYB)

Image
News

Fahira Idris Buat Petisi #SaveIbuNuril

Sudah 3.555 orang yang menandatangani petisi Fahira Idris.

Image
News

Empat Remaja Pencuri Tabung LPG Tiga Kilogram Diringkus Polisi

"Para pelaku membuka paksa kios atau warung di pasar, lalu mengambil tabung LPG,"

Image
News

Bupati Pakpak Bharat dan Anak Buahnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Penerima Suap

Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan Tipikor menerima hadiah atau janji oleh Bupati.

Image
News

Polisi Myanmar Tembak dan Lukai 4 Rohingya di Kamp Pengungsi

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay tidak menerima telepon untuk dimintai komentar

trending topics

terpopuler

  1. Biji Buah Labu Membuat Kehidupan Seks Anda Lebih Bergairah

  2. Diisukan akan Menikah dengan Reino Barack, Ini Klarifikasi Syahrini?

  3. Tepis Gosip Sudah Punya Pacar, Sule Kenalkan Langsung Wanita yang Dimaksud

  4. Daun Jambu Biji Atasi Penyakit Diabetes, Ini Cara Mengolahnya

  5. Fadli Zon: Apakah Ada yang Ingin RI Menjadi Kerajaan?

  6. Seorang Dokter Muda Tewas Akibat Menghirup Gas Genset Indomaret di Lebak

  7. Ironi, Larang Eropa Beli Gas Rusia, Tapi AS Malah Impor Banyak

  8. 3 Penyebab Timnas Indonesia Dapat Dipecundangi Thailand

  9. Merawat Bodi dan Kaca Mobil dengan Cairan Water Repellent

  10. Balas Nyinyiran Fadli Zon, Erick Thohir: Tidak Ada Raja Dalam Sistem Demokrasi

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Sengkarut Penundaan Penetapan DPT

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Hiburan

Fauzan Musaad, Pelukis Mural Raden Saleh Raksasa di Planetarium Cikini

Image
Hiburan

Ini Alasan Ajip Rosidi Kembalikan Piagam dan Uang Rp200 Juta dari Habibie

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer