image
Login / Sign Up
Image

Imam Shamsi Ali

Imam Shamsi Ali merupakan Presiden Nusantara Foundation dan pendiri pesatren pertama di Amerika Serikat.

Puasa Ramadan (Bagian 20)

Kolom

Image

Masjid Assalafiyah atau Masjid Pangeran Jayakarta di Sawah Besar, Jakarta Pusat. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Bulan Ramadan secara keseluruhan, bukan saja bulan yang penuh rahmah, barokah dan kebaikan. Tapi memang karunia besar yang Allah berikan kepada umat ini. Hakikat ini dipahami secara benar oleh para sahabat dan salafus saleh. Sehingga mereka menyambutnya dengan suka cita yang luar biasa.

Karenanya seperti yang pernah disebutkan terdahulu, respon tertinggi dalam menyambut bulan ini adalah dengan kesyukuran. Bentuk kesyukuran tertinggi itu adalah dengan menggunakan nikmat tersebut secara maksimal dalam ridhoNya.

Di sinilah kita akan teruji apakah kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur atau sebaliknya hamba-hamba yang tidak sadar nikmat?

baca juga:

Dengan masuknya malam-malam terakhir bulan Ramadan ini, ujian itu semakin nyata. Karena di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan ini semua bentuk ibadah dan amal kebajikan menjadi sangat istimewa. Sehingga sikap kita akan menjadi tolak ukur apakah kita memang bersyukur atau sebaliknya?

Salah satu amalan yang secara kuat disunnahkan atau dalam bahasa agama menjadi “sunnah muakkadah” adalah melakukan i’tikaf selama 10 hari terakhir di bulan ini.

Secara bahasa i’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah karena Allah SWT. Defenisi sederhana ini sesungguhnya dapat disimpulkan sebagai “mujadah” dan fokus penuh dalam beribadah kepada Allah selama hari-hari tersebut.

Rasulullah SAW menyunnahkan kepada umatnya beri’tikaf selama sepuluh hari. Beliau pun melakukan hal yang sama. Bahkan di akhir-akhir hayat beliau melakukan i’tikaf selama 20 hari.

Dari praktek Rasulullah SAW sendiri sebenarnya lebih dipahami bahwa ajaran ini bertujuan untuk melakukan konsentrasi penuh dalam melakukan mujahadah dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah melalui ragam ibadah selama 10 hari terakhir Ramadan.

Saya merasa tidak perlu lagi menjelaskan rukun, syarat, sunnah maupun larangan-larangan ketika beri’tikaf. Dengan kata lain tulisan ini tidak bermaksud membahas hukum-hukum fiqhiyah dari i’tikaf. Karena sangat mudah untuk menemukan pembahasan dan dengan sangat rinci dalam buku-buku Fiqh.

Justeru yang ingin saya bahas adalah tujuan apa saja yang ingin dicapai dengan praktek ibadah i’tikaf ini. Hal ini sangat penting, agar ibadah yang kita lakukan tidak selamanya kembali modal. Artinya ibadah kita tidak memiliki nilai tambah karena orientasi kita sekedar hitung-hitungan dengan Allah.

Seolah-olah ibadah yang kita lakukan itu adalah barteran dengan pemberian Allah. Kita melakukan karena mengharap diberi. Saya tidak mengatakan hal ini salah. Sebab hadits memang mengatakan “imaanan wa ihtisaaban”. Kata ihtisaab berarti dengan perhitungan (pahala).

Hanya saja jika hanya ini yang menjadi pertimbangan maka ibadah-ibadah yang kita lakukan kemudian kurang, bahkan tidak memilki nilai tambah yang berdampak positif dalam hidup kita. Hakikat inilah yang saya isitlahkan “Ibadah yang kembali modal”.

Lalu apa saja tujuan (goals) dari i’tikaf yang kita lakukan?

Pertama, i’tikaf bertujuan membangun kedekatan dan kebersamaan dengan Allah SWT. Ini adalah masa-masa terbaik untuk menyendiri, tanpa siapa di sekitar, di saat bersama Allah SWT. Dengan cara ini akan tumbuh rasa kebersamaan dengan Allah (ma’iyah Allah). Dan dengannya seorang hamba akan menjadi kuat, damai, tenteram, tidak mudah goyah oleh goncangan hidup duniawi.

Kedua, i’tikaf bertujuan membangun komitmen pengabdian (Ibadah) dengan segala jiwa dan hati. Di saat inilah dunia untuk sementara dikesampingkan. Yang ada hanya jiwa ubudiyah kepada Allah SWT. I’tikaf yang juga dapat dikatakan “mengurung diri” di masjid-masjid itu memang bertujuan agar Ibadah-ibadah lebih fokus tanpa gangguan apapun.

Ketiga, i’tikaf juga dimaksudkan bertafakkur. Dalam agama Islam tafakkur menjadi sangat fundamental dalam proses menemukan “hidayah”. Al-Quran yang turun pertama kali dengan perintah khusus “IQRA’” memaknai urgensi bertafakkur sebagai proses menemukan kebenaran itu. Dan karenanya i’tikaf moment terbaik untuk mempertajam pemikiran, tidak saja pemikiran akal. Tapi yang terpenting adalah pemikitan batin (jiwa dan hati).

Keempat, i’tikaf juga dimaksudkan sebagai masa-masa introspeksi diri. Dalam bahasa agama melakukan introspeksi ini dikenal dengan isitlah “muhasabah” atau melakukan hitung-hitungan terhadap diri sendiri. Jika tafakkur berakhir dengan hidayah, muhasabah ditujukan untuk menemukan diri kita sendiri. Dan semakin kita kenal diri kita sendiri, akan kita dapati segala kekurangan dan kenaifan itu. Sehingga tujuan terutama dari muhasabah ini adalah istighfar atau memohon ampunan Allah SWT.

Kelima, i’tikaf juga menjadi momentum untuk menemukan jati diri manusia. Ketika berbicara tentang jati diri maka yang pertama akan ditemukan adalah nurani kemanusiaan itu sendiri. Nurani itulah yang biasa disebut “kata hati” yang tidak akan pernah melenceng. Itulah “fitrah” manusia yang “laa tbdiila” (tak akan berubah). Karenanya dalam dunia yang penuh kepura-puraan ini, menemukan kembali fitrah itu menjadi sebuah tuntutan.

Keenam, tentu i’tikaf juga tidak dimaksudkan sepenuhnya mengabaikan tanggung jawab kekhilafahan manusia. Yaitu tanggung jawab untuk membangun dunia yang lebih baik (thoyyibah) dalam naungan Allah, sehingga semua manusia bahkan semua makhluk Allah dapat hidup tenang, tentram dan bahagia.

Memahami i’tikaf seperti inilah yang akan membawa nilai tambah itu. Apalagi bahwa di malam-malam inilah memang diturunkannya Al-Quran sebagai sumber petunjuk untuk mewujudkan semua tujuan itu diturunkan.

Semua yang disebutkan di atas hanya akan terwujud ketika Al-Quran menjadi pedoman hidup. Malam diturunkannya Al-Quran itu seolah menyimpulkan keseluruhan hidup manusia. Dan karenanya sangat wajar jika nilainya jauh lebih tinggi ketimbang seribu bulan.

Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang mampu bersyukur dengan hari-hari terakhir Ramadan. Bukan sebaliknya menjadi semakin tidak sadar akan makna dan nilai yang ada di hari-hari terakhir ini. Semoga!

 

Jamaica Hills, 6 Juni 2018

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Mengisi Libur Lebaran di Miniatur Indonesia

Image

Video

VIDEO 5 Kuliner Khas Lebaran dari Berbagai Negara

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Monas Diserbu Warga dari Luar Kota

Image

Video

VIDEO Berwisata Lebaran di Kebun Binatang Ragunan

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Halalbihalal Cuma Ada di Indonesia

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Makna Ziarah Kubur di Hari Raya

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Sampah dan Berkah Koran Bekas Alas Salat Ied

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Ratusan Umat Salat Ied di Pelabuhan Sunda Kelapa

Image

Video

Idul Fitri 2018

VIDEO Malam Takbiran Tak Lepas dari Petasan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Di Australia, Kapolri Ungkap Dua Gelombang Teroris Masuk Indonesia

Perkembangan terorisme global saat ini dapat dikategorikan ke dalam dua gelombang.

Image
News

Kode Korupsi 'Cempaka' untuk Samarkan Nama Bupati Cianjur

KPK mengidentifikasi adanya penggunaan kode untuk menyamarkan nama Bupati Cianjur untuk melakukan suap DAK pendidkan.

Image
News
Hari Juang Kartika 2018

Bakti Sosial Jelang HJK, Wujud Rasa Syukur dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

"Ini juga wujud dari bentuk kepedulian sosial TNI terhadap sesama tanpa melihat suku, agama, ras maupun golongan"

Image
News

3 Hari Berjualan di Skybridge, PKL Masih Mengeluh Sepi Pembeli

Kebanyakan PKL mengaku keberadaan Skybridge belum begitu memengaruhi keuntungannya.

Image
News

Haji dan Umroh Jadi Modus Pengiriman TKI Ilegal di Timur Tengah

Menunaikan ibadah haji dan umrah menjadi modus operandi tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Image
News

Bupati Cianjur Kena OTT, Mendagri: Jujur Saya Sedih

"Kita semua termasuk saya, mari kita hindari dan ikuti mekanisme sesuai aturan dan etika yang ada"

Image
News

Pemecatan Tukang Ojek Makanan Ini Undang Simpati Warganet

Banyak warganet menyebut panjangnya jam kerja, kondisi sulit dan bayaran kecil menjadi masalah serius

Image
News

KPK Tetapkan Bupati Cianjur Sebagai Tersangka Kasus Pemotongan Anggaran Pendidikan

KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.

Image
News

Menag Bantah Permintaan Kuota Haji Indonesia Ditolak Arab Saudi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membantah pemberitaan bahwa permintaan Indonesia ke Arab Saudi agar menambah kuota haji ditolak.

Image
News

Turut Berkontribusi, TNI AD Dapat Apresiasi dan Penghargaan dari INASCOG

"Yang tidak kalah pentingnya bagi kita adalah dapat mendukung Indonesia dapat menyelenggarakan Asian Games aman, tertib, lancar dan sukses"

trending topics

terpopuler

  1. Tolak Kedatangan Sandi Uno, Pedagang: Pilihan Kami Tetap Jokowi

  2. Jelang Tahun Babi Tanah 2019, Cek Peruntunganmu di Sini

  3. Fadli Zon Bagikan Foto Jalan Rusak Parah hingga Produk Bir Indonesia Merangsek ke Rusia

  4. MRT Masuk Tahap Uji Coba, Rustam: Tampaknya di Era Jokowi Baru Terwujud

  5. Komite Pedagang Pasar Minta Sandi Tak Lagi Kampanye di Pasar

  6. Cekcok Anggota TNI vs Tukang Parkir Selesai Secara Kekeluargaan 

  7. Kapal Pesiar Milik Bandar Narkoba Bakal Dilelang Kejari Jakbar

  8. Mulai 15 Januari 2019, Garuda Bisa Terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma

  9. Garap Pulau Jawa, Prabowo ke Jawa Timur, Djoko ke Solo, Sandiaga ke Magelang

  10. Kendalikan pH Vagina Kamu dengan Mengonsumsi Ubi Jalar

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Narasi Capres yang Dangkal dan Tak Berkelas

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Iptek

Hebat! Pendiri GoJek Masuk Daftar 'Bloomberg 50'

Image
Ekonomi

Founder GOJEK Terpilih Jadi Tokoh Penentu Bisnis Global

Image
Ekonomi

Twitter Indonesia Umumkan Jokowi Sosok Paling Populer