image
Login / Sign Up

Partai Demokrat Gelar Safari Politik untuk Dapatkan Konstituen Gerindra

Yudi Permana

Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam rapat tertutup terkait revisi UU Ormas di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (30/10). Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat bersama anggota Fraksi Demokrat di DPR membahas mengenai Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang telah disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu, Partai Demokrat bersikap menerima UU Ormas tersebut tetapi dengan beberapa catatan atau revisi yang akan diberikan kepada pemerintah dan DPR melalui fraksi Demokrat. Namun, dia mendukung pemberian sanksi kepada ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Turunnya elektabilitas Partai Gerindra digunakan Partai Demokrat untuk mencuri konstituen. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Safari Politik yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono di Jawa Barat.

"Kita melakukan ini (safari politik) penuh semangat, karena kita mempelajari dari banyak hasil survei, kita melihat elektabilitas Prabowo jalan di tempat alias stagnan, bahkan ada kecenderungan menurun," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean, Jumat (21/3).

Melihat hasil survei tersebut, kata dia, Demokrat melakukan aksi turun gunung untuk menaikan elektabilitas AHY dan partainya menjelang pengajuan nama Capres dan Cawapres pada Agustus mendatang. Selain itu menurut dia, untuk membantu kader partai yang mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah.

baca juga:

"Apa yang kita lakukan ini sekarang di Jawa Barat (Jabar), pak SBY turun, AHY turun, dalam rangka mengejar elektabilitas. Ada dua target kita, elektabilitas partai, dan AHY sendiri," ujarnya.

"Kemudian selanjutnya juga untuk membantu calon-calon kepala daerah yang ikut berlaga," tambah dia.

Ferdinand menegaskan target utama dalam melakukan tour dengan Jabar sebetulnya adalah untuk menaikan elektabilitas partai, terutama AHY sendiri agar bisa mengejar ketertinggalan dalam hal elektabilitas saat ini.

Namun, ia menilai, masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihannya ke Jokowi dan Prabowo serta calon-calon yang lain berdasarkan hasil survei.

"Tetapi sekarang yang cenderung naik adalah yang belum memberikan pilihannya sangat tinggi sekali sebesar 40 persen. Sehingga kita ingin mencoba mengambil segmen ini dengan melakukan gerakan-gerakan politik seperti sekarang melakukan tour-tour begini. Dan kita sapu dulu Jabar, yang memang pemilihnya luar biasa banyak," ucapnya.

Demokrat berharap, lanjut dia, elektabilitas AHY bisa mengejar dan mengalahkan elektabilitas Prabowo sebelumnya penetapan dan pengajuan capres-cawapres dibuka. Apabila elektabilitas AHY tinggi, maka bisa berkoalisi dengan Jokowi ataupun membuat poros baru.

"Harapan kita sebelum sampai penetapan sekitar Juli 2018, elektabilitas AHY ini sudah bisa mengejar pak Prabowo, mungkin di 20 persen. Harapan kita begitu, sehingga partai Demokrat bisa leluasa untuk mendorong apakah akan memajukan capres sendiri, atau berkoalisi dengan pihak-pihak yang lain, karena kita di perhitungkan," tegasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Pilkada 2020

Tak Diusung PDIP, Gerindra Nyatakan Siap Antarkan Gibran Rakabuming Maju Pilwalkot Solo

Image

News

Gerindra Berikan Catatan Terkait Revisi UU Pemasyarakatan

Image

News

Gerindra Tak Bertanggungjawab Bila Dewas KPK Dipilih Presiden

Image

News

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bandung Benarkan Kadernya Ditangkap Polisi

Image

News

Ini 5 Negara Paling Demokratis di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Image

News

Andi Arief: KPK Jangan Dikeroyok, Apalagi Dihajar Premanisme

Image

News

Politisi Gerindra Tagih Janji Jokowi Pecat TNI dan Polri Jika Gagal Atasi Karhutla

Image

News

Viral Video Prabowo Subianto Naik Mobil Esemka, Gerindra Buka Suara

Image

News

Empat Pimpinan DPRD Kota Semarang Ditetapkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Karyawan PT Transjakarta Coba Bunuh Diri Dipinggir Rel Kereta

korban yang berusia 38 bertugas sebagai kolektor tiket penjualan.

Image
News

DPR dan Pemerintah Sepakat, RKUHP Akan Dibawa ke Rapat Paripurna

Pasal 418 didrop takut disalahgunakan.

Image
News

Wakasad Sebut Latma Safkar Indopura Adalah Wahana Membangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

"Safkar Indopura merupakan bagian dari latihan bilateral militer antara TNI AD dengan Singapore Army, yang diselenggarakan secara bergantian

Image
News

Optimalkan Penanggulangan Karhutla, Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Titik Api Kebakaran

akses menuju ke lokasi dan minimnya sumber air yang menjadikan api cepat membakar lahan gambut

Image
News

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Mardani: Korupsi adalah Kejahatan Luar Biasa

"Apresiasi pada keteguhah KPK melaksanakan pemberantasan korupsi di tengah upaya pelemahan."

Image
News

Imam Nahrawi Tersangka, PKB Tetap Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

"Kami juga akan menyiapkan pendampingan atas Pak Imam Nahrawi, termasuk tabayun dengan yang bersangkutan"

Image
News

Airlangga Diminta Jelaskan Soal Menurunnya Suara Golkar di Pemilu 2019

"Yang seperti ini harus dipertanggungjawabkan di depan kader, simpatisan Gollkar dan rakyat, karena suara Golkar suara rakyat"

Image
News

Pemkot Bogor Dukung KRB Menuju World Heritage UNESCO

“Kita ingin ke depan Kebun Raya ini menjadi warisan dunia yang menjadi kebanggaan kita bersama."

Image
News

Empat Korban Kontak Senjata di Ilaga Dievakuasi ke RSUD Mimika

Keempat orang tersebut adalah penduduk Kampung Olenki Muara, Ilaga, yang selama ini dikuasai KKSB atau OPM.

Image
News

Punya Program Antisipasi Banjir, Pemkab Bogor Keluhkan Bantuan Pemprov DKI Hanya Rp7 Miliar

Proposal Banprov DKI Jakarta yang diajukan Pemkab Bogor berkaitan dengan kepentingan ibu kota.

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Parade Makanan Mengecewakan dari Ojek Online yang Cuma Bisa Disyukuri

  2. Satgas Karhutla Riau Tolak Bantuan Personil Kiriman Anies, Fahira: Sangat Disayangkan

  3. 18 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Iis Dahlia dan Suami Bak Sepasang ABG

  4. Jika Tak Setuju Revisi UU KPK, Ajukan Judicial Review ke MK, Karena Menghujat Bukan Solusi

  5. Dua Terobosan Besar DPR dan Jokowi Tehadap KPK Menurut Faizal Assegaf

  6. Menang Telak atas Lille, Ajax Puncaki Grup H

  7. Pengemudi di Video Polisi "Nemplok" di Mobil Derita Kanker Stadium IV

  8. Syamsuddin: Beristrahatlah dalam Damai KPK, Semoga Kematianmu yang Dijemput Paksa Bahagiakan Mereka

  9. 5 Meme Kocak Koulibaly saat Lawan Liverpool, Ada Tips Khusus Menghentikan Salah

  10. Memphis Depay Selamatkan Lyon dari Kekalahan di Laga Perdana

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia