Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

JPU Tuntut Hakim Tolak Permohonan JC Djoko Tjandra

Bayu Primanda

JPU Tuntut Hakim Tolak Permohonan JC Djoko Tjandra

Djoko Tjandra dikawal saat datang untuk penyerahan tersangka atas kasus dugaan pemalsuan surat jalan narapidana pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, di gedung Kejari Jakarta Timur, Senin (28/9/20). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Jaksa penuntut umum (JPU) menolak permohonan Djoko Tjandra untuk menjadi "juctice collaborator" atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

"Menyatakan permohonan terdakwa untuk menjadi 'justice collaborator' tidak dapat diterima," kata JPU Junaedi saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Diketahui, Djoko Tjandra mengajukan permohonan "justice collaborator" pada 4 Februari 2021 kepada majelis hakim perihal untuk menjadi saksi pelaku yang bekerja sama.

Namun demikian, Jaksa berpendapat bahwa Djoko Tjandra merupakan pelaku utama, sehingga ia dinilai tak layak mendapat status JC.

"Berdasarkan fakta-fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Djoko Tjandra merupakan pelaku utama yang melakukan tindak pidana korupsi sebagai pemberi suap, yakni sebagai pemberi suap sebesar 500 ribu dolar AS kepada jaksa Pinangki Sirna Malasari, kepada Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sejumlah 200 ribu dolar Singapura dan 370 dolar AS serta Brigjen Prasetijo Utomo senilai 100 ribu dolar AS," ujar jaksa Retno Liestyanti.

Selain itu, Djoko Tjandra juga dinilai terbukti melakukan pemufakatan jahat bersama dengan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya untuk memberi atau menjanjikan uang sebesar 10 juta dolar AS kepada pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Aguung (MA).

"Atas alasan tersebut di atas, kami berpendapat terdakwa merupakan pelaku utama, sehingga permohonan terdakwa sebagai 'justice collaborator' tersebut selayaknya tidak diterima," kata jaksa Retno pula.

Dalam perkara ini, terpidana kasus "cessie" Bank Bali Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Djoko Tjandra dinilai terbukti melakukan dua dakwaan, yaitu pertama terbukti menyuap jaksa Pinangki Sirna Malasari sebesar 500 ribu dolar AS untuk melakukan pengurusan fatwa MA dari Kejaksaan Agung atas permasalahan hukum yang dihadapi Djoko Tjandra.

Permintaan fatwa MA dari Kejagung itu bertujuan agar Djoko Tjandra dapat kembali ke Indonesia tanpa harus dieksekusi pidana 2 tahun penjara berdasarkan putusan Peninjauan Kembali No. 12 tertanggal 11 Juni 2009.

Djoko Tjandra juga dinilai terbukti memberikan uang kepada mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sejumlah 200 ribu dolar Singapura dan 370 dolar AS serta mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo senilai 100 ribu dolar AS.

Tujuan pemberian uang tersebut adalah agar Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo membantu proses penghapusan nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan pada sistem informasi keimigrasian (SIMKIM) Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam dakwaan kedua, Djoko Tjandra dinilai terbukti melakukan pemufakatan jahat bersama Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya untuk memberi atau menjanjikan uang sebesar 10 juta dolar AS kepada pejabat di Kejagung dan MA.

Dari "action plan" yang dibuat Pinangki bersama dengan Andi Irfan Jaya yang melibatkan Anita Kolopaking tampak 10 tahap pelaksanaan untuk meminta fatwa MA atas putusan Peninjauan Kembali Djoko Tjandra dengan mencantumkan inisial "BR", yaitu Burhanuddin sebagai pejabat di Kejaksaan Agung dan "HA" yaitu Hatta Ali selaku pejabat di MA dengan biaya 10 juta dolar AS.

"Rangkaian pertemuan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, Anita Dewi Kolopaking dan Andi Irfan Jaya dimaksudkan untuk menggagalkan eksekusi terdakwa Djoko Tjandra sebagai terpidana kasus 'cessie' Bank Bali berdasarkan putusan PK No. 12 tanggal 11 Juni 2009 dengan cara meminta fatwa MA ke Kejagung dengan disepakati memberi uang sebesar 10 juta dolar AS ke penyelenggara negara baik di Kejagung maupun di MA," ungkap jaksa.

Sidang dilanjutkan dengan pembacaan nota pembelaan (pleidoi) pada Senin, 15 Maret 2021.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

DPR RI

Dinilai Belum Akomodir Perkembangan Hukum, UU Kejaksaan Perlu Direvisi

Image

News

Bahas RUU Kejaksaan, Hinca Pastikan Komisi III Siap Dengar Masukan Publik

Image

News

Usut Korupsi Proyek GI Kiliranjao-Payakumbuh, Dua Manajer PLN Sumbagut Diperiksa

Image

News

Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Penguasaan Lahan PT KAI

Image

News

15 Tahun Buron, Hendro Tak Berkutik Saat Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan

Image

News

Pesan Ketua Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan: Jangan Terlena di Zona Nyaman!

Image

News

Unrealized Loss Disebut Rugikan Negara, Pakar Khawatir Investor Saham BUMN Bakal Kabur

Image

News

Pelarian Ameng Berakhir saat Dibekuk Tim Intelijen Kejari Jakarta Utara

Image

News

DPR Sepakat RUU Kejaksaan Jadi Usulan Inisiatif Komisi III

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Petugas Evakuasi Pohon Tumbang di Kembangan

Pohon tumbang tersebut menutup ruas jalan sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Image
News

Lahar Hujan di Sungai Boyong Putus Jaringan Pipa Air Warga

Sebanyak lima titik jalur pipa air bersih milik warga sekitar Merapi terputus usai diterjang banjir lahar hujan, Selasa (13/4/2021) kemarin

Image
News

Direksi PT Syailendra Capital Dicecar Soal Korupsi BPJS TK

Meskipun puluhan saksi telah diperiksa namun penyidik belum menetapkan tersangka

Image
News
DPR RI

Dinilai Belum Akomodir Perkembangan Hukum, UU Kejaksaan Perlu Direvisi

Perkembangan hukum terkini yang dimaksud seperti hukum nasional maupun internasional, putusan Mahkamah Konstitusi, dan doktrin terbaru

Image
News

Ini Alasan BPOM Tak Setujui Uji Klinis Vaksin Nusantara

Tapi uji klinis ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh

Image
News

DPR Minta Semua Pihak Tak Perdebatkan Vaksin Nusantara dengan Vaksin Lain

Nanti program vaksinasi nasional bisa terganggu

Image
News

Suap Bansos, Juliari Batubara Cs Bakal Segera Jalani Persidangan

Penggunaan pasal korupsi masih dipertimbangkan

Image
News

Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Gatot Nurmantyo: Mudah-mudahan Ini yang Terbaik

Diharapkan vaksin ini bisa memberi imunitas pada tubuh dari Covid-19

Image
News

Berkas Kasus Korupsi Mantan Bendahara BNNP Sumut Diterima Kejari

Tim Penuntutan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima berkas perkara tahap II tersangka SYE

Image
News

Saleh Daulay Yakin Vaksin Nusantara Mampu Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Covid-19

Ia bahkan sudah berdiskusi dengan ahli dari Amerika Serikat soal efikasi vaksin tersebut

terpopuler

  1. Lama Diparkir, Robot Damkar Rp40 Miliar Turun Gunung Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

  2. Unggah Foto Pernikahan, Pasangan Gay Thailand Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warganet Indonesia

  3. 5 Editan Foto Lucu Victor Ahmad dengan Pesepak Bola Top, Akrab Bener

  4. Pengamat: SKPD Dibungkam Demi Pencitraan Anies Baswedan

  5. Sulit Minta Data ke Anak Buah Anies, Politisi PSI: Kita Kaya Debt Collector

  6. Kendaraan Pribadi Boleh Mudik Asal Lengkapi Syarat Ini

  7. Bosen Kolak? Ini 3 Rekomendasi Resep Takjil Berbahan Pisang

  8. Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat

  9. Setelah Alami Kecacatan, Harga iPhone 11 Pro Malah Naik 3 Kali Lipat

  10. 6 Terduga Teroris Rencana Jalankan Aksi Amaliyah, Beruntung Keburu Tertangkap Densus 88 di Makassar

tokopedia

fokus

Ramadan 1442 Hijriah
Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Tantangan Keberlanjutan Pariwisata Desa

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Ekonomi

Intip Karier Hingga Kekayaan Song Joong Ki yang Makin Gemerlap!

Image
News

5 Fakta Menarik Lia Eden, Pemimpin Sekte Takhta Kerajaan Tuhan

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia