Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pelaksanaan Vaksinasi Tahp Kedua, Boyolal Terima 10 Ribu Dosis Vaksin

Tia Nurullatifah

 Pelaksanaan Vaksinasi Tahp Kedua, Boyolal Terima 10 Ribu Dosis Vaksin

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis kedua kepada para tenaga kesehatan di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/1/2021). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Boyolali menyebutkan Pemerintah Kabupaten Boyolali mendapatkan tambahan vaksin sebanyak 10.000 dosis untuk 5.000 sasaran baru pelayan publik dalam proses pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, sehingga totalnya menjadi 20.000 dosis.

"Dinkes Boyolali mendapatkan droping tambahan vaksin tahap kedua episode kedua sebanyak 10.000 dosis bisa untuk 5.000 sasaran baru, sehingga totalnya menjadi 20.000 dosis," kata Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina, disela kegiatan vaksinasi di Kantor Dinkes Boyolali, Kamis, (4/3/2021).

Ratri menjelaskan, untuk vaksinasi tahap kedua akan dilaksanakan mulai Kamis hingga Sabtu (6/3/2021), dengan sasaran pelayan publik antara lain penyelesaian semua pegawai satuan kerja (Saker), organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Boyolali, BUMD, perbankan, dan sebagian besar melanjutkan untuk para guru.

baca juga:

Pelaksanaan vaksinasi untuk guru dan pelayan publik di Kecamatan dilakukan di Puskesmas masing-masing dengan disediakan 2.200 sasaran. Jadi Setiap kecamatan menerima 100 sasaran. Sedangkan, lainnya dilaksanakan secara massal di empat lokasi, yakni Kantor Dinkes, di komplek perkantoran Alun- Alun Lor, Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, dan Kantor Disnakertran.

Untuk vaksinasi pedagang di Boyolali, masih menunggu episode berikutnya, karena perlu perlakukan khusus bagaimana nanti pencapaian vaksinasi bisa 100 persen. Jumlah pedagang datanya yang suah masuk cukup banyak yakni 14.000 sasaran, sehingga akan dilakukan agenda khusus untuk melayani para pedagang pasar.

"Sambil menunggu ketersediaan vaksin. Jika sudah ada langsung divaksinkan dapat menyeluruh," kata Rantri.

Vaksinasi khusus lansia di Boyolali, kata Ratri, nanti setelah selesai untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelayan publik dilanjutkan ke lansia. Lansia juga perlu perlakukan khusus karena skrining untuk mereka lebih mendalam dibanding warga yang usianya kurang dari 50 tahun. Sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang dan lama dengan metode juga berbeda dibanding model vaksinasi massal.

Ratri menjelaskan vaksinasi untuk guru tahap kedua ini, ditargetkan kurang lebih kurang lebih antara 1.500 sasaran hingga 2.000 sasaran, sedangkan jumlah guru keseluruhan di Boyolali ada 8.000 sasaran, sehingga nanti bisa diselesaikan hingga akhir Maret.

"Target untuk guru vaksinasi paling tidak sebelum bulan puasa sudah selesai seluruhnya. Sehingga, usai Lebaran jika ada kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah merasa aman," katanya.

Editor: Erizky Bagus

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

Survei IPO: 24 Persen Masyarakat Yakin Pengadaan Vaksin Covid-19 Bebas Korupsi

Image

News

Vaksinasi di Kampung Tangguh Jaya Sasar Lansia dan Pelayan Publik

Image

Ekonomi

Vaksinasi 40 Negara Berkembang, Bank Dunia Siapkan US$2 Miliar

Image

News

FOTO Vaksinasi Massal di Kampung Tangguh Jaya Cideng

Image

Gaya Hidup

Vaksin Saat Ramadhan, Batal Puasa Gak?

Image

News

Kapolda Metro Pantau Penerimaan Vaksinasi Massal di Jakarta Pusat

Image

News

Kemendikbud Beberkan Tahapan Agar Siswa dan PTK Aman dalam Pembelajaran Tatap Muka

Image

News

Besok Kapolda Launching Vaksinasi Massal Selama 6 Bulan

Image

News

Vaksinasi COVID-19 di Gibraltar Berbuah Manis, Kehidupan Mulai Normal Tanpa Prokes

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Segera Gelar Sekolah Tatap Muka, Polri Periksa Kesiapan Prokes di SPN Sulut

Tim dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melakukan kunjungan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Utara

Image
News

PTM Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19, DPR Minta Ada Satgas Pengawasan

Ini demi mencegah penularan pandemi meluas

Image
News

Gempa Bumi M6,0 Guncang Laut Sulawesi, Tak Berpotensi Tsunami

Masyarakat diminta tidak percaya hoaks

Image
News

Info Terkini BMKG: Gempa Bumi di Malang Magnitudo 6,1

BMKG mengembangkan data mutakhir terkait gempa bumi yang melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021).

Image
News

Wapres Dorong Umat Islam Laksanakan Ibadah Ramadan di Rumah

Ma'ruf Amin mendorong umat Islam yang wilayahnya zona merah penyebaran Covid-19 melaksakan ibadah salat taraweh di rumah.

Image
News

Zulhas: Gempa Malang Terasa Hingga Semarang Bahkan Yogyakarta

Kader PAN diminta untuk segera membantu korban gempa

Image
News

Disdik Banda Aceh Programkan Pesantren Kilat Selama Ramadan

Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh memprogramkan pesantren kilat atau pendidikan keislaman untuk pelajar tingkat dasar (SD) selama Ramadan

Image
News

51,3 Persen Masyarakat Menilai Program Bantuan Tunai Tidak Tepat Sasaran

Pasalnya banyak yang tidak terima bantuan

Image
News

Pembangunan Tugu Sepeda Sudah 80 Persen, Pekerja: Tinggal Pasang Lampu 

Saat ini mereka tinggal masang lampu untuk mempercantik tugu yang dibangun di depan gedung Indofood tower itu

Image
News

Makna Syair Gurindam 12 Dapat Tangkal Radikalisme

Budayawan asal Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Malik mengemukakan nilai-nilai yang terkandung dalam syair Gurindam 12

terpopuler

  1. Sri Mulyani: Ekonomi Sulit Bangkit karena Kelas Menengah Atas Pilih Menabung

  2. Rumah Tangganya di Ujung Tanduk, 7 Potret Kenangan Romantis Yuyun Sukawati dan Fajar Umbara

  3. Jangan Takut, Lakukan Ini Jika Kedatangan Pemeriksa Pajak

  4. Ekspor 60 Ton Tepung Singkong ke Inggris, Muhammadiyah Ajak Hilangkan Ketagihan Impor

  5. Pesan Anies Baswedan: Tadarus di Masjid Tidak Dilarang, tapi Jangan Lepas Masker

  6. 7 Potret Mutia Ayu Istri Mendiang Glenn Fredly saat Mengasuh Anak

  7. 5 Fakta Fajar Umbara, Suami Yuyun Sukawati yang Diduga Lakukan KDRT

  8. KKB Tembak Seorang Guru dan Bakar Komplek Sekolah di Julugoma

  9. Vaksinasi COVID-19 di Gibraltar Berbuah Manis, Kehidupan Mulai Normal Tanpa Prokes

  10. Akan Lapor ke Peradi, Tim Hotma Sitompul Menduga Hotma Paris Langgar Kode Etik?

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Paramount Land
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Image
Roso Daras

Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia

Image
News

6 Potret Menyentuh Jokowi dengan Warga, Terbaru Berikan Jaket ke Pemuda NTT Korban Longsor

Image
News

5 Gaya Sporty Menlu Retno Marsudi Berolahraga, Kece Abis!