Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

India Bersiap Gantung Shabnam Ali, Wanita Pertama yang Divonis Hukuman Mati sejak Kemerdekaan

Citra Puspitaningrum

India Bersiap Gantung Shabnam Ali, Wanita Pertama yang Divonis Hukuman Mati sejak Kemerdekaan

Shabnam Ali bersekongkol dengan Saleem untuk membantai 7 anggota keluarganya sendiri pada April 2008 | Twitter via South China Morning Post

AKURAT.CO, Otoritas lembaga pemasyarakatan (lapas) di Uttar Pradesh, India, telah memulai persiapan untuk menggantung seorang narapidana wanita yang divonis hukuman mati. Eksekusi ini akan menjadi yang pertama terhadap seorang wanita sejak negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1947.

Dilansir dari South China Morning Post, Shabnam Ali divonis hukuman mati karena membunuh 7 anggota keluarganya sendiri pada April 2008. Pembantaian itu dilakukannya bersama kekasihnya, Saleem, seorang buruh harian yang putus sekolah.

Shabnam dan Saleem menjalin asmara dan ingin menikah, tetapi keluarga Shabnam menentangnya. Pasangan itu lantas membius ayah, ibu, dan 2 saudara lelakinya serta istri mereka. Setelah itu, mereka dibacok dengan kapak sampai mati di rumah mereka di Amroha.

baca juga:

Saat kejadian, Shabnam tengah mengandung anak Saleem. Wanita 38 tahun itu lantas mencekik keponakannya yang berusia 10 bulan.

Pengadilan Amroha pertama kali memvonis hukuman mati kepada pasangan tersebut pada tahun 2010. Keputusan ini juga diloloskan pengadilan tinggi negara bagian Allahabad. Banding ke Mahkamah Agung India pun gagal pada tahun 2015. Tak sampai di situ, Presiden saat itu, Pranab Mukherjeen juga menolak 'petisi pengampunan' Shabnam pada 2016. Januari lalu, pengadilan tinggi juga menolak permohonan peninjauan kembali.

Pekan ini, media lokal mengutip otoritas lapas di distrik Mathura, satu-satunya fasilitas negara yang bertugas menangani eksekusi narapidana wanita, yang menyebut bahwa mereka bersiap untuk mengeksekusi Shabnam. Namun, tanggal hukuman gantungnya belum pasti karena pengadilan Amroha belum mengeluarkan surat perintah kematian.

"Kami telah memesan tali dan tinggal menunggu surat kematian baru untuk mengeksekusinya dengan digantung," ungkap seorang petinggi lapas Mathura.

Media lokal juga melaporkan bahwa algojo bernama Pawan Jallad telah memeriksa fasilitas berusia 150 tahun itu. Fasilitas tersebut dalam kondisi bobrok lantaran sudah tak digunakan selama beberapa dekade. Otoritas pun tengah memperbaiki tiang gantungan.

Sementara itu, putra Shabnam dan Saleem yang kini berusia 12 tahun telah melakukan upaya terakhir untuk menyelamatkan ibunya dari tiang gantungan. Anak bernama Taj itu meminta Presiden Ram Nath Kovind agar meninjau kembali petisi pengampunan dan grasi untuk mantan guru SD tersebut.

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

100 Hari Berdemo dan 248 Tewas, Serikat Petani India Belum Mau Menyerah

Image

Ekonomi

India Obral Murah Biaya Produksi Mobil Listrik Demi Rebut Tesla dari China

Image

News

Terlibat Kasus Narkoba Internasional, Anggota DPRD Palembang Dituntut Hukuman Mati

Image

News

Kontroversi Obat 'Coronil' India, Diklaim Sembuhkan COVID-19 Berdasarkan Uji Coba pada Ikan

Image

Olahraga

Kisah Langka Ronaldinho Tidur sebelum Laga tapi Bikin 5 Gol!

Image

News

Viral! Pria India Beri Minum Ular Kobra dari Botol

Image

Ekonomi

Kepala BKPM Pastikan Negosiasi dengan Tesla Terus Berjalan

Image

News

Lawan Covid-19

Menurut Penelitian, Pemakai Kacamata Lebih Rendah Risikonya Tertular Corona

Image

Hiburan

9 Potret Perjalanan Kehamilan Kareena Kapoor hingga Melahirkan Anak Kedua

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Langkah-langkah Ternak Lele yang Enggak Bikin Kantong Bolong!

Namun saat ini sebenarnya pemula dapat juga melakukan ternak lele dengan murah. Berikut ini simak langkahnya.

Image
Ekonomi

Ramalan Karier Zodiak 6 Maret 2021: Virgo Jangan Buang Waktu Dengarkan Ide Orang Lain!

Berikut ramalan karier lengkap 12 zodiak untuk hari ini, Sabtu (6/3/2021).

Image
Ekonomi

Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan Proyek Penyediaan Air Minum, Seperti Apa?

Kementerian PUPR mendorong inovasi pembiayaan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui skema KPBU.

Image
Ekonomi

Bangun 56 GW Pembangkit Energi Hijau, RI Butuh Dana Investasi US$167 Miliar

Indonesia membutuhkan total dana investasi sebanyak US$167 miliar untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Image
Ekonomi

Praktisi Kehumasan Wajib Beradaptasi dengan Pandemi agar Bisnis Berkelanjutan

semua sektor pun dipaksa untuk melakukan adaptasi. Tak terkecuali aktivitas-aktivitas kehumasan

Image
Ekonomi

Erick Thohir: Banyak Pengusaha Tumbuh Karena Peluang dan Kapabilitas

Menteri BUMN Erick Thohir menilai saat ini banyak pengusaha tumbuh bukan karena mengandalkan keberpihakan saja, melainkan melihat peluang

Image
Ekonomi

Erick Thohir Tegaskan Perusahaan Rintisan Perlu Didukung Infrastruktur Digital

Menteri BUMN Erick Thohir: Upaya membantu perusahaan rintisan atau startup perlu didukung infrastruktur digital dan pusat data.

Image
Ekonomi

Ekonom Beberkan Satu Solusi Tumbuhkan Inflasi, Apakah Itu?

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, salah satu solusi untuk menumbuhkan inflasi.

Image
Ekonomi
DPR RI

Ketua DPR: Di Tengah Tantangan Ekonomi, Ada Peluang yang Bisa Dimanfaatkan

Puan Maharani: Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi akibat pandemi, selalu ada peluang untuk dimanfaatkan menjadi solusi.

Image
Ekonomi

Mentan Ingin Boyolali Jadi Lokomotif Pertanian Bagi Daerah Lain

Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap Kabupaten Boyolali menjadi lokomotif bagi daerah lain di Indonesia

terpopuler

  1. Ramai KLB Demokrat, Akun Anas Urbaningrum Bagikan Foto saat Makan Durian

  2. Beredar Foto Wasekjen Demokrat Bertemu Marzuki Alie, Para Kader Beri Sindiran Keras

  3. Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Kembali ke Lapasnya sebagai Terpidana

  4. Dicuekin! Anies Baswedan Cs Sudah 4 Kali Minta Restu DPRD Jual Saham Perusahaan Bir

  5. Moeldoko Ketum Demokrat versi KLB, Pengamat: Refleksi Kegagalan AHY Pimpin Partai

  6. 7 Potret Transformasi Raline Shah, Cantik Sedari Kecil!

  7. Zulhas Ungkap Ada Pihak Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Agama

  8. "Jika Badannya Lebih Besar, Canelo Bisa Mengalahkan Anthony Joshua"

  9. Pengamat Sebut KLB Demokrat untuk Muluskan Agenda Terselubung Moeldoko

  10. Waktunya Serok Saham yang Bikin Investor Berjaya di Jumat Berkah

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Said Aqil Siroj yang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga