Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

MAKI Desak KPK Usut Keterlibatan Pihak Lain di Skandal Korupsi Bansos

Bayu Primanda

MAKI Desak KPK Usut Keterlibatan Pihak Lain di Skandal Korupsi Bansos

Koordinator MAKI Boyamin Saiman | ANTARA FOTO

AKURAT.CO Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut tuntas kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Peter Batubara.

Boyamin menegaskan pihaknya tak segan untuk menggugat KPK, jika tidak berani mengusut kasus tersebut, dimana belakangan ini menyeret nama Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Kami telah mempersiapkan gugatan praperadilan terhadap KPK jika tidak mendalami informasi dari Tempo. Sekecil apapun informasi Tempo maka KPK wajib mendalaminya," ujar Boyamin dihubungi AKURAT.CO, pada Selasa (26/1/2021)

Sebelumnya, dalam sebuah pemberitaan media nasional menyebutkan salah satu pemilik perusahaan yang menjadi pemenang pengadaan paket bansos di Kementerian Sosial merupakan orang dekat Ketua DPR RI, Puan Maharani. 

Dalam pemberitaan itu menyebutkan bahwa Direktur PT Tridiaksi Rohisah Lia disebut mendapat jatah pengadaan 199 ribu paket bansos senilai Rp57,63 miliar karena menyeret-nyeret nama Puan.

Lia bahkan menggunakan PT Tri Perkasa Abadi Cemerlang untuk mendapatkan kouta 25 ribu paket bansos senilai Rp6,75 miliar. Kendati demikian, dalam pemberitaan, Lia menyangkal membawa nama Puan Maharani. 

Boyamin menegaskan, semestinya informasi yang tersebar di masyarakat bisa didalami oleh KPK. Karena itu, mendesak KPK untuk mengusut pihak lain dalam kasus suap pengadaan bansos Covid-19.

"Mendesak KPK untuk melakukan pengusutan dan mendesak kepada pihak yang disebut tersebut untuk memberikan tauladan patuh hukum dengan bersedia mendatangai KPK tanpa dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi," kata Boyamin.

Dikatakan Boyamin, bahwa hal ini merupakan inisiatif MAKI untuk membantu KPK dalam menangani perkara korupsi di tengah pandemi tersebut.

"Inisiatif ini dalam rangka membantu KPK segera menuntaskan penanganan perkara, sekaligus bagi orang tersebut sebagai sarana membersihkan namanya jika memang tidak terlibat," tegas Boyamin.

Di lain pihak, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menegaskan, pihaknya akan secara transparan mengusut kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19. KPK akan membukanya secara rinci di muka persidangan.

"Terkait materi penyidikan tidak bisa kami sampaikan kepada masyarakat secara detail, nanti pada waktunya akan dibuka di depan persidangan," kata Ali.

Ali memastikan, pihaknya akan mendalami semua pihak yang terlibat, khususnya dalam perkara suap pengadaan bansos Covid-19 tanpa terkecuali.

"Pada prinsipnya segala informasi yang berkembang dipastikan akan dikonfirmasi kepada para saksi," tegas Ali.

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

5 Fakta Kasus Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah, KPK Sita Rp1,4 Miliar

Image

News

Korupsi, Manajer KJKS Kelurahan Ditahan Kejari Padang

Image

News

Kelanjutan Kasus Korupsi Puskesmas Glugur, Penyidik: Masih Tahap Pemberkasan

Image

News

Korupsi Proyek Sawit Rp854 juta, Lima Tersangka Ditahan Kejati Kalbar

Image

News

FOTO Kasus Suap Red Notice, Djoko Tjandra Dituntut 4 Tahun Penjara

Image

Video

VIDEO Momen Kejagung 'Miskinkan' Para Tersangka Korupsi PT Asabri

Image

News

5 Tersangka Korupsi PTPN XIII Dijebloskan Penjara

Image

News

Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Dinilai Melanggar Aturan

Image

News

Kejagung Sita Mobil Mewah Milik Tersangka Kasus Asabri Jimmy Sutopo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Cerita Ma Kyal Sin, Gadis 19 Tahun Myanmar yang Tewas Ditembak saat Demonstrasi Anti Kudeta

Kyal Sin yang kini dijuluki sebagai Angel, terbunuh ketika bentrokan pecah di jalan-jalan di Mandalay

Image
News

5 Fakta Kasus Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah, KPK Sita Rp1,4 Miliar

Penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi eks Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, hingga kini masih berlanjut

Image
News

Moeldoko Masuk Bursa Caketum di KLB Partai Demokrat

Hencky mengungkapkan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan mantan Ketua DPR Marzuki Alie masuk dalam bursa calon Ketua Umum Demokrat.

Image
News

Didik: KLB Ilegal Harus Dibubarkan Demi Hukum

Didik mendesak agar KLB tersebut harus dihentikan dan dibubarkan.

Image
News

Menag Terima Kunjungan Ketua Otoritas Wakaf UEA, Bahas Apa?

Ini merupakan kunjungan perdana Mohammed bin Matar Al Kaabi ke Jakarta, Indonesia.

Image
News

KLB Partai Demokrat Digelar Hari ini, Darmizal: AHY Sudah Terlambat

Darmazil mengungkit kembali tindakan AHY yang bertindak sembrono atau ngawur saat menuduh adanya kudeta di tubuh partai Demokrat.

Image
News

Polres Jakbar Ungkap Ladang Ganja Belasan Hektar di Mandailing Natal

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari Bandar Ganja berinisial F yang ditangkap sebelumnya.

Image
News

Akun Twitternya Diretas, Andi Arief Duga Ada Campur Tangan 'Kakak Pembina'

Demokrat juga mengunggah video dimana Andi Arief menjelaskan bagaimana akunnya tidak dapat di akses kembali.

Image
News

Demokrat: Presiden Jokowi Bakal Langgar Komitmen Demokrasi Jika Izinkan KLB Ilegal

Pengamat Politik Adi Prayitno mengatakan semua pihak, terutama pemerintah, mesti hati-hati menyikapi isu KLB Demokrat.

Image
News

Tak Ingin Kasus Jual Beli Jabatan Berulang, Yaqut: Ini Kasus Haram Betul di Kemenag

Dia mengatakan, kini pihaknya telah memulai penerapan sistem rekrutmen pejabat di Kemenag secara transparan.

terpopuler

  1. 5 Usaha Kreatif di Luar Negeri tapi Belum Ada di Indonesia, Mau Coba?

  2. Walkot Surabaya: Warga Pemegang Kartu BPJS Boleh Berobat di Puskesmas Manapun

  3. Viral Wanita Berhijab Beri Vaksin pada Biarawati, Warganet: Ini Indonesia Kita!

  4. Keterbatasan Dosis, DKI Prioritaskan Vaksinasi Hanya untuk Warga ber-KTP Jakarta

  5. DPRD DKI Minta Jatah Vaksin untuk Keluarga, M. Taufik: Kan Lingkungan Kita, Masak Enggak Kita Jagain?

  6. Viral Foto Lawas Gubernur Ali Sadikin Bersama Para Artis, Warganet: Mirip Herjunot Ali

  7. Tumbangkan Wakil Negeri Jiran, Vito Wakil Terakhir yang Amankan Babak Kedua

  8. Kakak Pelawak Boiyen Tewas Tertabrak Kereta di Kalideres, Begini Kronologinya

  9. Korupsi Asabri, 36 Lukisan Berlapis Emas Milik Jimmy Sutopo Disita Kejagung

  10. Melonjak Terlalu Kencang, 7 Saham Bank Harus Pasrah Kena Suspend BEI

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Said Aqil Siroj yang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga