Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Tata Laksana Karantina WNI dari Luar Negeri

Oktaviani

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Tata Laksana Karantina WNI dari Luar Negeri

Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan COVID-19 melakukan senam pagi di atas balkon yang dipandu oleh instruktur di Rumah Singgah Karantina COVID-19 Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Kegiatan senam pagi yang rutin dilakukan setiap hari pukul 08.00 itu diharapkan bisa mempercepat proses penyembuhan pasien terpapar COVID-19. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta Pemerintah memperbaiki tata laksana teknis karantina bagi warga negera Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan dari luar negeri.

Ia mengaku telah menemukan fakta di lapangan tidak tepatnya pemberian fasilitas karantina dan tes usap PCR gratis yang diperuntukkan bagi WNI setiba di Bandara Soetta dari perjalanan luar negeri

"Perlu ada perbaikan terkait tata laksana karantina tersebut mulai dari penyaringan sejak sebelum WNI mendarat di Tanah Air, PCR harus dua kali dalam waktu 4-5 hari, sampai dengan keluarnya surat izin pulang ke rumah," tegas Mufida dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Selain itu, Ia meminta agar fasilitas karantina dan tes usap PCR gratis diberikan kepada yang layak menerima sesuai aturan.

"Sudah ada dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 No 6 Tahun 2001 siapa saja yang berhak mendapatkan fasilitas karantina gratis yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa atau WNI yang secara ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan Surat Pernyataan Tidak Mampu (SPTM)," paparnya.

Pada kesempatan itu, Mufida pun langsung mendatangi tempat karantina mandiri bagi WNI yang pulang ke Tanah Air di wilayah Tangerang, Banten.

Ia menyebut berdasarkan laporan yang ia terima, ternyata banyak WNI yang langsung diberikan formulir SPTM untuk diisi dan tandatangan. Tentu saja kondisi ini menjadi pertanyaan besar.

“Kenapa tidak sejak awal disampaikan secara terbuka tentang isi kebijakan tersebut? Ini aneh. Tiba-tiba penumpang diminta tanda tangan pernyataan tidak mampu. Kami menerima informasi ini dan langsung konfirmasi ke lapangan," ungkapnya.

Menurutnya, temuan ini menunjukkan ada fakta tidak tepatnya sasaran penggunaan dana untuk karantina mandiri dan telah terjadi ketidak adilan implementasi kebijakan.

"Jika semua penumpang dibawa dan diberikan formulir SPTM berarti semua WNI yang pulang ke Indonesia dianggap tidak mampu dan diberikan subsidi biaya karantina mandiri. Ini harus dievaluasi dan diperbaiki segera," terangnya.

“Klasifikasi pelaku perjalanan luar negeri sudah bisa dilakukan sejak awal dari data Visa yang pastinya tertera apakah mereka Pelajar, PMI atau masyarakat yang mandiri atau subsidi, sehingga tidak salah implementasi kebijakan di saat tiba di bandara," tambahnya

Temuan lain di lapangan adanya keanehan PCR yang harus dilakukan dua kali pada penumpang yang menjalani karantina. Ia menjelaskan, setiba di bandara, harus tes PCR lagi di lokasi karantina. Selang tiga hari, sebelum pulang ke rumah, harus PCR lagi.

"Bagaimana mungkin seseorang, harus menjalani tiga kali PCR dalam hitungan sepekan, sangat tidak logis dan menurut saya berpotensi iritasi pada hidung. Belum lagi aspek psikologi dan biaya yang harus ditanggung oleh APBN maupun pribadi penumpang. Ini sangat aneh. Harus diperbaiki kebijakan ini," tuturnya.

Dengan demikian, Mufida mendesak agar koordinasi antar instansi benar-benar diperbaiki. Ia sudah mengingatkan pada berbagai kesempatan tentang terlalu banyaknya stakeholder dan kuatnya ego sektoral dalam mitigas pandemi Covid-19.

"Ini sudah disampaikan berkali-kali. Persoalan birokrasi kita adalah tidak efisien dalam manajemen kerja dan penggunaan anggaran sehingga sering terjadi saling lempar tanggung jawab," tegasnya.

Mufida memastikan Komisi IX akan mendukung langkah penanggulangan Covid-19 jika dilakukan secara transparan, solutif dan adil.

"Kita pastinya mendukung kebijakan yang transparan, solutif, positif dan adil bagi semua masyarakat dalam mitigasi pandemi yang berat ini," tukasnya.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Pandemi Covid-19, Jokowi: Satu Tahun Ini Kita Telah Diberi Pengalaman

Image

News

DPR RI

Komisi VI Dorong Pemda Percepat Program Vaksinasi Massal

Image

Ekonomi

Ketua Banggar: Perlu Reorientasi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Image

Ekonomi

Erick Pede Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian Dukung Bisnis UMKM

Image

Ekonomi

Inggris Beri Sinyal Bakal Terbitkan Paspor Vaksinasi Covid-19

Image

Ekonomi

Legislator Dorong Pemerintah Serius Optimalisasi Penambangan Nikel Untuk Kesejahteraan Rakyat

Image

News

LQ Indonesia Lawfirm Sokong Beasiswa Tiga Anak Polisi Korban Covid-19

Image

News

DPR RI

Komisi III Minta Para Kapolda Koordinasi, Telusuri Jaringan Pengedar Uang Asing Palsu

Image

Video

VIDEO Lahan Makam Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Selain Mobil Mewah, 410 Hektare Tanah Milik Tersangka Kasus Asabri Disita Kejagung

Kerugian negaranya ditaksir mencapa Rp23 triliun.

Image
News

Ali Kalora Sempat Tertembak, tapi Berhasil Kabur

Kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya, gabungan TNI/Polri dengan Kelompok MIT Poso terjadi Rabu (3/3/2021).

Image
News

Pandemi Covid-19, Jokowi: Satu Tahun Ini Kita Telah Diberi Pengalaman

Dampak pandemik Covid-19 bukan hanya skala daerah maupun skala nasional, tetapi juga skala global.

Image
News

Tabrak Mobil Polisi, Pelaku Balap Liar Terancam Satu Tahun Penjara

Seorang pemuda asal Blitar berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan wajib lapor karena menabrak mobil polisi.

Image
News

Eks Anggota DPRD Aceh Tertangkap Saat Bawa Sabu 5 Kg untuk Warga

Samsul ditangkap saat akan mengantar lima kilogram sabu-sabu pesanan warga Kabupaten PALI Sumsel pada Senin (1/3).

Image
News

Haji Lulung: Terima Kasih Pak Jokowi, Bangsa Ini Diselamatkan dari Bahaya Miras

Lulung menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah karena mau mendengarkan suara dari berbagai ormas Islam

Image
News

Kejagung Sita Mobil Mewah Milik Tersangka Kasus Asabri Jimmy Sutopo

Kejagung kembali sita barang bukti dari kasus dugaan korupsi PT ASABRI.

Image
News

Dua Tersangka Kasus Penjualan Senpi ke KKB Bertugas di Sabhara Polres Ambon

Dua anggota Polres Ambon yang menjadi tersangka kasus penjualan senjata api ke KKB.

Image
News
DPR RI

Komisi VI Dorong Pemda Percepat Program Vaksinasi Massal

Subardi mengusulkan, manajemen vaksinasi massal bisa dilakukan dengan self assessment system.

Image
News

Ungkap Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo, Viktor: Terima Kasih Pak Jaksa Agung!

Viktor Laiskodat menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

terpopuler

  1. KPK Buka Penyidikan Kasus Dugaan Suap Pajak yang Libatkan Anak Buah Sri Mulyani

  2. Polisi Temukan HP Anggota KKB Ferry Ellas yang Berisi Video Baku Tembak

  3. Terjadi Fenomena Alam Langka di Venesia, Kanalnya Tiba-tiba Surut

  4. Cukup Sambungkan ke Smartphone, Perangkat Kecil ini Mampu Diagnosis Covid-19

  5. Ayus Sabyan Tak Hadiri Sidang Cerai, Istri: Padahal Sudah Diinformasikan

  6. Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

  7. PBB Laporkan Aktivitas di Laboratorium Pendukung Nuklir Korea Utara, Pentagon Waspada

  8. Pesan Gus Baha Ketika Ada Orang yang Sedikit-sedikit Tanya Dalil

  9. Evaluasi Covid-19 DKI, Epidemiolog: Anies Banyak Berpolemik, Energinya Habis untuk Tampil di TV 

  10. Komisaris Utama PT SMS Tak Berkutik Saat Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga

Image
News

7 Potret Santai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Berbagai Kesempatan, Panen Buah hingga Mancing