Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Fraksi PAN: RUU Pemilu Tak Perlu Dibahas, Fokus Penanganan COVID-19 Saja

Oktaviani

Fraksi PAN: RUU Pemilu Tak Perlu Dibahas, Fokus Penanganan COVID-19 Saja

Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (20/1/2021). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN, Guspardi Gaus meminta untuk menunda atau membatalkan pembahasan perubahan terhadap Undang-Undang (UU) Kepemiluan yang meliputi Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah.

"Banyak hal yang amat fundamental dijadikan alasan agar RUU Pemilu ini ditunda atau dibatalkan untuk dibahas. Setelah dilakukan kajian yang mendalam dan komprehensif,  terutama menyangkut kasus pandemi Covid-19 yang makin mengganas," kata Guspardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, melihat dan mengamati kondisi pandemi Covid-19 yang makin rawan dan parah tentu akan lebih baik energi ditumpahkan untuk bagaimana agar masyarakat terhindar dari wabah yang sudah hampir satu tahun melanda negara kita.

"Jadi lebih baik fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan mengutamakan keselamatan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan pandemi yang makin meningkat, artinya gerak ekonomi masyarakat juga dibatasi. Ada protokol ketat. Tak boleh kerumun, jaga jarak, cuci tangan.

"Kebijakan pembatasan pegawai swasta dan pemerintah 25% hadir fisik dan 75% bekerja dari rumah (WFH), bahkan jam operasional beberapa sektor usaha juga dibatasi. Imbasnya roda ekonomi melambat yang membuat kondisi perekonomian kian terpuruk. Bahkan bisa lebih parah daripada Krismon 1998 yang saat itu tak dilarang beraktivitas," ungkapnya.

Anggota Baleg ini menilai, UU Pemilu, Pilkada dan Pilpres yang ada saat ini masih sangat relevan dijadikan dasar untuk melaksanakan pilpres, pileg dan pilkada kedepan, apa lagi UU mengenai ketiga aturan tersebut, kan ada yang baru pertama kali dimanfaatkan.

Padahal, lanjut Guspardi, berbagai elemen masyarakat, termasuk parpol non parlemen, ingin bagaimana agar kita punya tradisi, tidak setiap berganti periodisasi DPR, berganti juga UU-nya.

"Gonta-ganti UU kurang pas juga. Jika UU pemilu kerap gonta ganti dan direvisi disamping membuang energi juga menimbulkan kesan adanya kepentingan politik sesaat yang terselib terutama dari partai-partai besar yang berkuasa," terangnya.

Disamping itu, Guspardi mengajak seluruh pihak untuk menghargai kerja keras para anggota DPR periode yang lalu yang telah merumuskan dan menghasilkan ketiga UU kepemiluan yaitu UU 42 tahun 2008 tentang pilpres, UU 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dan UU 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Ia menyebut, mereka berharap ketiga UU tersebut sesuai dengan komitmen, obsesi, harapan dan keinginannya (DPR red) bisa diberlakukan pada beberapa periode, setidaknya tiga sampai empat kali penyelenggaran kepemiluan.

Untuk itu, baginya UU kepemiluan yang ada saat ini perlu dipertahankan sebagai landasan untuk penyelenggaraan pilpres, pileg dan pilkada ke depan. Karena ke tiga UU existing tersebut masih sangat relevan dijadikan sebagai dasar pelaksanaan kepemiluan kedepan.

"Apalagi saat ini masih dalam kondisi Covid-19, sangat dibatasi pertemuan secara fisik dan lebih banyak dalam bentuk virtual sehingga tidak efektif melakukan berbagai pembahasan Undang-Undang," pungkasnya.[]

baca juga:

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Iptek

Cukup Sambungkan ke Smartphone, Perangkat Kecil ini Mampu Diagnosis Covid-19

Image

News

DPR RI

Komisi VIII Bakal Bahas Kebijakan Arab Saudi Soal Wajib Vaksin bagi Calon Haji 2021

Image

News

Lawan Covid-19

Arab Saudi Bakal Wajibkan Calon Jemaah Haji 2021 Divaksin COVID-19

Image

News

Siswa Terjangkit COVID-19, KBM Tatap Muka di SMP Batanghari Diliburkan

Image

Olahraga

Timnas Indonesia

Tidak Dapat Jatah Vaksin, Shin Tae-Yong Tidak Ambil Pusing

Image

News

Setahun COVID-19, Ketua DPRD DKI Klaim Pandemi Jakarta Menurun

Image

News

Evaluasi Covid-19 DKI, Epidemiolog: Anies Banyak Berpolemik, Energinya Habis untuk Tampil di TV 

Image

News

DPR RI

DPR: Pencabutan Perpres Miras Patut Diapresiasi Karena Banyak Membawa Hal Negatif

Image

News

Pemprov DKI Siap Tangkal Varian Baru COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Suap DAK Kota Dumai, KPK Periksa Bos PT Energi Sejahtera Mas

Ia diperiksa penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS)

Image
News

Penyelidikan Independen Duga Korban Pelecehan Pastor Prancis sampai 10 Ribu Orang

"Diperkirakan jumlah korban bisa mencapai setidaknya 10 ribu."

Image
News

Tersangka Pencabulan di Perkantoran Jakarta Utara Sering Bawa Sajam di Pinggang

Maka dari itu, para korbannya taku melakukan perlawanan saat dilecehkan

Image
News

Komisaris Utama PT SMS Tak Berkutik Saat Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan

Saat ditangkap Komut PT SMS ini sedang berada di sebuah rumah di Jalan Kemang 1D Nomor 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Mampang

Image
News

KPK Buka Peluang Hetikan Proses Hukum Kasus Korupsi Tahun Ini

Ini menunggu pendapat dari para ahli

Image
News

Pengamat: Kasus Perpres Investasi Miras Harus Jadi Pelajaran Bagi Jokowi

Penolakan masyarakat dipicu ketersinggungan publik, karena Perpres tersebut bertentangan dengan ajaran agama

Image
News

Polisi Tangkap Pembacok Aiptu Dwi Handoko di Kawasan Muara Baru

Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka

Image
News
DPR RI

Komisi VIII Bakal Bahas Kebijakan Arab Saudi Soal Wajib Vaksin bagi Calon Haji 2021

Para calon haji tahun ini akan mendapat prioritas vaksinasi

Image
News
Lawan Covid-19

Arab Saudi Bakal Wajibkan Calon Jemaah Haji 2021 Divaksin COVID-19

Arab Saudi berencana untuk memvaksinasi 70 persen dari populasinya hingga akhir tahun 2021

Image
News

Siswa Terjangkit COVID-19, KBM Tatap Muka di SMP Batanghari Diliburkan

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMP Negeri 27 Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi diliburkan karena seorang pelajar

terpopuler

  1. Budiman Sudjatmiko Berpeluang Jadi Calon Pemimpin Pilihan Rakyat di 2024

  2. Ternyata Pelaku Penyebar Video Porno Mirip Gabriella Larasati Adalah Mantan Residivis

  3. Tak Kapok, Seorang Kakek di Kotawaringin Timur Sudah Lima Kali Ditangkap Polisi karena Narkoba

  4. Viral Lakukan Kekerasan, Kepala Kantor BC Jayapura Akhirnya Dicopot dari Jabatannya

  5. Shandy Aulia Unggah Foto Pakai Bikini, Warganet: Jadi Pingin Zoom In

  6. 5 Foto Mesra Pengantin Baru Osvaldo Haay dan Istri, Bikin Baper

  7. Langsung Dipraktikkan Oleh Para Nabi, ini Doa-doa Meminta Rezeki

  8. Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali

  9. 5 Kontroversi Buku Diet Tya Ariestya yang Diungkap Warganet

  10. Kamu Udah Kaya Atau Belum? Mari Hitung Dulu Kekayaanmu Pakai Cara Ini!

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga

Image
News

7 Potret Santai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Berbagai Kesempatan, Panen Buah hingga Mancing

Image
News

Bertema Pramuka, 7 Potret Bahagia Ridwan Kamil Rayakan Ulang Tahun Baby Arkana