Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

DPR Tagih Soal 11 Teroris di Poso ke Komjen Listyo saat Fit and Proper Test

Oktaviani

DPR Tagih Soal 11 Teroris di Poso ke Komjen Listyo saat Fit and Proper Test

Calon Kapolri tunggal, Komjen Listyo Sigit Prabowo saat mengikuti rapat dengan komisi III di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad M Ali mempertanyakan keseriusan Polri dalam menyelesaikan permasalahan terorisme di Poso, Sulawesi Tengah. Padahal kata Ali, persoalan terorisme di Poso itu sudah berlangsung sekian tahun.

Hal itu disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Konon, kata Ali, ada 11 teroris di Poso belum bisa ditangkap pihak kepolisian.

"Puluhan tahun dilakukan pengejaran terhadap teroris sampai hari ini belum berhasil, artinya apa? Ada yang salah dalam penanganan itu," ungkap Ali.

"Rasa-rasanya tidak mungkin tidak diselesaikan, kita butuh cerita dan strategi apa. Hari ini saya ingin bilang begini, persoalan teroris di Poso itu sudah berlangsung sekian tahun dari satu operasi ke operasi berikutnya, dan setiap permasalahan yang terjadi polisi sepertinya gagap menghadapi persoalan itu," imbuhnya.

Ia berharap Kapolda Sulawesi Tengah tidak lagi berkantor di desa cokorondo. Karena menurutnya, permasalahan kepolisian Sulawesi tengah itu tidak hanya di Poso, pelayanan terhadap publik itu masih banyak. Bahkan, harus diselesaikan secara komprehensif.

"Harus ada pendekatan-pendekatan polisi jangan pernah berpikir bahwa dia yang lebih tahu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Poso, tapi ada pendekatan-pendekatan lain yang dilakukan dan berani evaluasi," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Aksi teror di wilayah Sulawesi kembali mencuat terkait tragedi berdarah yang menewaskan empat warga sipil di Kabupaten Sigi pada Jumat (27/11/2020).

Empat orang yang merupakan satu keluarga itu tewas secara nahas usai dihabisi oleh sekelompok orang yang diduga merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora.

Singkat cerita, Operasi Tinombala masih berlanjut meski sudah empat tahun gagal meringkus kelompok MIT Poso tersebut. Setidaknya, masih ada 11 buronan termasuk Ali Kalora yang menjadi pekerjaan rumah bagi Satuan Tugas itu.

Polri telah memperpanjang masa kerja Satuan Tugas (Satgas) dalam Operasi Tinombala hingga akhir tahun 2020. Perpanjangan tim pengejaran kelompok teroris ini dilakukan usai masa operasi berakhir pada 30 September lalu.

Terakhir, Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan anggotanya untuk menembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora jika melawan saat ditangkap. Instruksi ini merespons tindakan keji yang diduga dilakukan kelompok tersebut terhadap satu keluarga di Sigi beberapa waktu lalu.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Sebelum Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Vaksinasi ke PTK Diharapkan Tuntas

Image

News

Azis Syamsuddin: Kehadiran Polisi Virtual Harus Tetap Perhatikan Kebebasan Berpendapat

Image

News

DPR Minta Polri Transparan Jatuhkan Sanksi untuk Bripka CS

Image

News

Apresiasi Polri Soal Peringatan Vitrual, Sahroni: Pendekatan Baru yang Humanis

Image

News

Pimpinan DPR Dukung RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan

Image

News

Komisi X Desak Mendikbud Segera Atasi Terlambatnya Pencairan Dana BOS

Image

News

PKS: Kerumunan Saat Kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere Harus Dievaluasi

Image

News

Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Pertama, Misbakhun: Sinovac Terbukti Cocok di Indonesia

Image

News

Mardani: UU ITE Jangan Lagi Dijadikan Sebagai Alat Efektif untuk Melakukan Kriminalisasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kerumunan di NTT, Dokter Tirta: Pak Jokowi Adalah Simbol Negara yang Akan Menarik Massa

Ia menyebut Jokowi adalah simbol negara yang kemana pun pergi akan menarik massa.

Image
News

Ada yang Samakan Kerumunan Jokowi dengan Kasus HRS, Teddy: Kebodohan Terjadi Saat Ini!

Presiden Jokowi di NTT itu mematuhi protokol kesehatan. Sebab Jokowi tidak membuat kegiatan di tengah jalan.

Image
News

Sebelum Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Vaksinasi ke PTK Diharapkan Tuntas

Syaiful mengakui, pembelajaran tatap muka saat ini masih merupakan metode terbaik di Indonesia.

Image
News

Kemenkes Diminta Gandeng KPK Tindaklanjuti Temuan Pemangkasan Insentif Nakes

Kebijakan pemerintah pusat yang menegaskan untuk mengeluarkan hak-hak tenaga kesehatan sebesar 100 persen.

Image
News

Skandal Asabri, Kejagung Periksa ES dan 7 Direksi Perusahaan Sekuritas

Sejauh ini Kejagung sudah menetapkan status tersangka terhadap para pihak terkait

Image
News

Ternyata, Kafe Lokasi Penembakan Anggota TNI Sudah Sering Langgar PPKM

Padahal ketua RW setempat sudah berulang kali mengingatkan

Image
News

Pakar Sarankan Presiden Terbitkan Perppu UU ITE Jika Dianggap Sangat Penting

Presiden juga bisa memerintahkan aparat penegak hukum agar lebih ketat dalam memproses perkara

Image
News

Kapolres Jakbar Ikut Angkut Peti Mati Anggota TNI yang Ditembak Bripka CS

Ia hadir untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban yang merupakan anggota TNI

Image
News

KSAD Andika Perkasa Sumbangkan Ambulance untuk 6 RS TNI AD

Ambulance tersebut untuk membantu penanganan Covid-19

Image
News

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

terpopuler

  1. Dikabarkan Dekat dengan Luna Maya, Ini 5 Fakta Menarik Otis Hahijary

  2. Kadis SDA Didepak, Gembong: Anies Ingin Tunjukan Seolah-olah Dia Serius Tangani Banjir

  3. Belai Rambut Celine Evangelista, Vicky Prasetyo Berdalih Cuma Lagi Sentil Semut

  4. Gaya Hidupnya Selangit, Kantong 4 Zodiak Ini Bakal Terus Kempes

  5. Komisi X Desak Mendikbud Segera Atasi Terlambatnya Pencairan Dana BOS

  6. Terbukti! 3 Amalan Ringan yang Dapat Menjauhkan Anda dari Utang

  7. Butuh Uang di Masa Pandemi? Jenis Utang Ini Bisa Jadi Penolongmu!

  8. Meski Sudah Meninggal, Jenazah Terpidana Mati Iran ini Tetap Dihukum Gantung

  9. Dinyatakan Ilegal oleh OJK, Ini 5 Fakta Menarik Media Sosial Snack Video

  10. 4 Jenis Investasi Ini Bisa Hasilkan Cuan dalam Jangka Pendek

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jangan Asal Buang, Sampah Elektronik Juga Bahayakan Lingkungan | Akurat Talk

Image
Video

VIDEO Santer Disamakan Dengan Glenn Fredly, Elmatu: Itu Tanggung Jawab Besar | Akurat Talk (4/4)

Image
Video

VIDEO Elmatu Kisahkan Cinta Beda Keyakinan di Lagu “Bukan Dia Untukku” | Akurat Talk (3/4)

Sosok

Image
News

Dikabarkan Dekat dengan Luna Maya, Ini 5 Fakta Menarik Otis Hahijary

Image
News

Profil Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo

Image
News

Tutup Usia, 5 Fakta Penting Komisaris Independen PT Waskita Karya Viktor Sirait