Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pasutri Ditangkap Gegara Beli HP Pakai Uang Palsu

Arief Munandar

Pasutri Ditangkap Gegara Beli HP Pakai Uang Palsu

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim menunjukan Barang bukti uang palsu saat rilis pengungkapan jaringan pengedar dan pembuat uang palsu di kantor Dirtipideksus Bareskirm Polri, Jakarta, Jumat (16/3). Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap enam pelaku pembuat, pengedar, dan pemodal uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu seribu lembar. Para pelaku merupakan kelompok pengedar uang palsu Jakarta-Bogor | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menangkap sepasang suami istri (pasutri) berinisial YA (23) dan G (23), karena membeli handphone (HP) menggunakan uang palsu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengatakan pengungkapan kasus ini berawal ketika YA dan G hendak membeli sebuah HP di salah satu toko di wilayah Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Sabtu (16/1/2021).

Namun, penjual merasa curiga dengan uang yang dipakai kedua tersanga. Kemudian berinisiatif melapor kepada pihak Polsek Bukit Bestari.

“Pelapor atau korban menduga uang milik keduanya palsu, karena uang senilai Rp1,7 juta yang diterima korban memiliki nomor seri yang sama," ujar Kapolres dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (19/1/2021).

Usai menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menangkap sepasang suami istri itu.

Berdasarkan keterangan keduanya, kata Kapolres, uang palsu tersebut dicetak sendiri menggunakan printer yang mereka miliki.

"Kedua pelaku itu memalsukan uang setelah belajar dari internet selama sekitar dua minggu," kata Kapolres.

Dalam kasus ini, polisi menyita 62 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, satu unit printer, lima buah tabung tinta, dua cartridge printer, 300 lembar kertas ukuran A4 warna merah muda, dan sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 26 ayat (1), (2), (3) jo Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Republik Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun hingga 15 tahun.[]

baca juga:

Editor: Arief Munandar

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

DPR RI

Komisi III Minta Para Kapolda Koordinasi, Telusuri Jaringan Pengedar Uang Asing Palsu

Image

News

Lagi Tenggak Miras, Dua Pemuda di Bekasi Dikeroyok hingga Gigi Patah

Image

News

Hasil Urine Bos Cabul di Jakut Negatif Narkoba

Image

News

Modus Jadi Peramal, JH Sempat Ajak Korban Mandi Bareng di Pademangan

Image

News

Jajaran Polres Jakbar Tangkap Bandar Besar Ganja 115 Kg di Sumatera Utara

Image

News

Pengakuan JH Melecehkan Dua Karyawatinya di Pademangan

Image

News

Lima Bulan Bekerja, Dua Wanita di Jakarta Utara Dilecehkan Atasannya

Image

News

Waduh, Tiga Tahanan Polres Metro Jaksel Berupaya Selundupkan Sabu, Modusnya Pakai Tempe Orek

Image

News

Lagi Bersihin Sampah, Petugas UPK Badan Air Kepulauan Seribu Temukan Jasad Bayi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Haji Lulung: Terima Kasih Pak Jokowi, Bangsa Ini Diselamatkan dari Bahaya Miras

Lulung menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah karena mau mendengarkan suara dari berbagai ormas Islam

Image
News

Kejagung Sita Mobil Mewah Milik Tersangka Kasus Asabri Jimmy Sutopo

Kejagung kembali sita barang bukti dari kasus dugaan korupsi PT ASABRI.

Image
News

Dua Tersangka Kasus Penjualan Senpi ke KKB Bertugas di Sabhara Polres Ambon

Dua anggota Polres Ambon yang menjadi tersangka kasus penjualan senjata api ke KKB.

Image
News
DPR RI

Komisi VI Dorong Pemda Percepat Program Vaksinasi Massal

Subardi mengusulkan, manajemen vaksinasi massal bisa dilakukan dengan self assessment system.

Image
News

Ungkap Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo, Viktor: Terima Kasih Pak Jaksa Agung!

Viktor Laiskodat menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Image
News

Kemendikbud Siapkan Anggaran Rp2,6 T untuk Internet Gratis

Nadiem menyebutkan pembagian kuota internet gratis akan dilaksanakan mulai 11 Maret hingga 15 Maret mendatang.

Image
News

Polisi Bakal Periksa Gus Idris Soal Video Penembakan di Media Sosial

Video yang memperlihatkan Gus Idris dalam kondisi berdarah-darah viral di media sosial diduga sebagai korban penembakan.

Image
News

LQ Indonesia Lawfirm Sokong Beasiswa Tiga Anak Polisi Korban Covid-19

Alvin Lim mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi meringankan beban masyarakat terdampak covid-19.

Image
News
DPR RI

Komisi III Minta Para Kapolda Koordinasi, Telusuri Jaringan Pengedar Uang Asing Palsu

Ahmad Sahroni meminta kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan sindikat pengedar uang asing palsu yang sebelumnya diungkap di Banyuwangi,

Image
News

5 Video Amatir Detik-detik Fenomena Hujan Es di Jogja

Berdasarkan laporan situasi (sitrep) BPBD DIY, hujan es berukuran sebesar kelereng ini terjadi sekitar pukul 13.15 WIB

terpopuler

  1. Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, Penyidik KPK Temukan Uang Tunai

  2. Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali

  3. Lion Air dan Batik Air Perluas Layanan Rapid Test Antigen Covid-19 Gratis, Cek Rutenya!

  4. Muannas Nilai Langkah Jokowi Cabut Perpres Miras untuk Hentikan Kontroversi

  5. KPK Buka Penyidikan Kasus Dugaan Suap Pajak yang Libatkan Anak Buah Sri Mulyani

  6. Nora Alexandra Lapor Polisi Disebut Kesepian Pasca Jerinx SID Ditahan

  7. DPR Dorong TNI Perkuat Alutsista di Perairan Natuna

  8. Cukup Sambungkan ke Smartphone, Perangkat Kecil ini Mampu Diagnosis Covid-19

  9. Polisi Temukan HP Anggota KKB Ferry Ellas yang Berisi Video Baku Tembak

  10. Polisi Sebut Video Gus Idris Ditembak Orang Tak Dikenal Hoax

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga

Image
News

7 Potret Santai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Berbagai Kesempatan, Panen Buah hingga Mancing