Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Rizal Ramli: Syarat PT 20 Persen Bentuk Legalisasi Sistem Politik Uang

Badri

Rizal Ramli: Syarat PT 20 Persen Bentuk Legalisasi Sistem Politik Uang

Tokoh nasional Rizal Ramli bersama pakar hukum tata negara, Refly Harun memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai mengajukan uji materi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (4/9/2020). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Ekonom senior penggugat syarat ambang batas calon presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK) Rizal Ramli mengatakan sangat kecewa dengan penolakan majelis hakim MK.

Padahal menurut dia, sistem presidensial treshold (PT) 20 persen merupakan bentuk dari pelegalan politik uang dan politik kriminal. Sistem itu dia sebut sangat merusak kehidupan bernegara dan pada akhirnya hanya merugikan rakyat.

"Sistem Presidential Threshold 20 persen merupakan legalisasi dari sistem politik uang dan kriminal yang merusak kehidupan bernegara dan merugikan kepentingan sosial ekonomi rakyat," katanya dalam keterangannya, Minggu (17/1/2021).

baca juga:

Dia mengungkapkan, ada 48 negara di dunia yang menggunakan sistem pemilihan dua tahap seperti halnya di Indonesia. Tetapi, kata dia, 48 tidak ada pembatasan melalui Presidential Threshold seperti di Indonesia.

"Ada negara seperti Ukraina yang bahkan memiliki 39 calon presiden, dengan 18 orang dicalonkan parpol yang berbeda dan 21 orang dicalonkan independen," ujarnya.

Menurut dia, itulah esensi demokrasi yang sesungguhnya. Dimana rakyat yang menyortir dan memilih calon presiden. Bukan sebaliknya malah Parpol yang menyortir calon pemimpin negara. Apalagi disertai dengan syarat kekuatan finansial untuk memuluskan dukungan Parpol.

"Di Indonesia capres-cawapres harus bayar atau menyewa parpol-parpol untuk bisa dicalonkan. Para hakim MK yang menolak pembahasan masalah yang sangat prinsipil ini menunjukkan kelemahan pemahaman mereka terhadap sistem demokrasi dan tanda dari gejala kepicikan dan kecupetan berpikir," ujarnya.

Akibat dari sistem sortir terbatas oleh Parpol, kekuatan finansial menjadi penentu utama. Dia menyebut para cukong, bandar merupakan para pendukung utama sistem demokrasi kriminal itu. Mereka turut serta membantu kontestan politik dengan kompensasi besar saat terpilih.

"Bahwa akibat sistem tersebut, kekuatan uang menjadi sangat menentukan bagi pemilihan pemimpin di Indonesia. Kelompok utama yang mendukung sistem demokrasi kriminal adalah para bandar atau cukong yang membantu biaya menyewa parpol, pollster, public relations, dan kampanye di media sosial sang calon. Bagitu calon menang, dia lebih mengabdi kepada para bandar dan cukong, melupakan kepentingan nasional dan rakyat," katanya.

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Tegaskan Miras Haram, Ketua MUI: Buat Apa Pemerintah Melegalkan?

Image

News

Anak Buahnya Kerap Jadi Sasaran Kekerasan, Wagub DKI Bilang Begini

Image

News

Rizal Ramli: Hakim MK Kurang Baca

Image

News

Gugatannya Ditolak MK, Rizal Ramli Sebut MK sebagai Mahkamah Kekuasaan

Image

News

Tidak Miliki Kedudukan Hukum, MK Tolak Gugatan Rizal Ramli

Image

Ekonomi

Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur Saat Pandemi, Rizal Ramli: Karena Sogokan!

Image

News

Rizal Ramli Sebut Dampak Krisis Multidimensi Tahun Depan Lebih Gawat dari 1998

Image

News

Sopir Truk Dipalak Pemuda di Cengkareng, Dishub Sarankan Warga Melawan

Image

Hiburan

Iwan Fals Komentari Keputusan PBB Hapus Ganja dari Obat Berbahaya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

Pemprov DKI minta restu DPRD DKI jual saham di PT Delta Djakarta Tbk.

Image
News

40 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Pemkot Pontianak Beri Tindakan Tegas

Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mencatat sebanyak 40 hektare lahan gambut di kota itu terbakar sepanjang musim kemarau

Image
News

Jokowi Diingatkan Segera Buat Perpres Baru Soal Pencabutan Investasi Miras

HNW mengingatkan agar Presiden Jokowi segera menerbitkan dokumen resmi pencabutan izin investasi miras.

Image
News

Tim Kajian UU ITE Tampung Masukan dari Aktivis dan Asosiasi Pers

Artis Nikita Mirzani berpendapat bahwa dirinya tidak setuju jika UU ITE dihapuskan.

Image
News

Dalam Sepekan, Densus 88 Antiteror Tangkap 22 Terduga Teroris di Jatim

Densus 88 Antiteror masih mengembangkan kelompok jaringan teroris yang ditangkap di Jatim.

Image
News

Pesan Mahfud Untuk Sarjana Hukum: Jangan Takut Kritik Pemerintah

Mahfud MD memberi pesan khusus bagi sarjana hukum untuk tidak takut mengeritik pemerintah.

Image
News

Lima Nelayan Asal Sikka Ditangkap Gegara Gunakan Bahan Peledak

Lima orang nelayan asal Sikka telah diamankan Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah NTT karena diduga menggunakan bahan peledak

Image
News

Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Perketat Bandara

Varian baru Covid-19 B117 mulai masuk Indonesia.

Image
News

Tuai Kecaman, 4 Fakta Dugaan Kasus Pelecehan oleh Karyawan Kopi Kenangan

Saat ini kasus tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak Kopi Kenangan

Image
News

Lagi Tenggak Miras, Dua Pemuda di Bekasi Dikeroyok hingga Gigi Patah

Adit Abdul Azis (26) dan M. Sholeh (24) menjadi korban pengeroyokan di Kampung Kaum.

terpopuler

  1. Budiman Sudjatmiko Berpeluang Jadi Calon Pemimpin Pilihan Rakyat di 2024

  2. Ternyata Pelaku Penyebar Video Porno Mirip Gabriella Larasati Adalah Mantan Residivis

  3. Tak Kapok, Seorang Kakek di Kotawaringin Timur Sudah Lima Kali Ditangkap Polisi karena Narkoba

  4. Shandy Aulia Unggah Foto Pakai Bikini, Warganet: Jadi Pingin Zoom In

  5. Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali

  6. 5 Kontroversi Buku Diet Tya Ariestya yang Diungkap Warganet

  7. Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, Penyidik KPK Temukan Uang Tunai

  8. 7 Potret Romantis Gal Gadot dan Jaron Varsano, Baru Umumkan Kehamilan Anak Ketiga

  9. Lion Air dan Batik Air Perluas Layanan Rapid Test Antigen Covid-19 Gratis, Cek Rutenya!

  10. Muannas Nilai Langkah Jokowi Cabut Perpres Miras untuk Hentikan Kontroversi

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga

Image
News

7 Potret Santai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Berbagai Kesempatan, Panen Buah hingga Mancing