Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Gugatannya Ditolak MK, Rizal Ramli Sebut MK sebagai Mahkamah Kekuasaan

Badri

Gugatannya Ditolak MK, Rizal Ramli Sebut MK sebagai Mahkamah Kekuasaan

Tokoh nasional Rizal Ramli bersama pakar hukum tata negara, Refly Harun memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai mengajukan uji materi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (4/9/2020). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Upaya ekonom senior Rizal Ramli menghapus ketentuan syarat 20 persen calon presiden dengan menggugat pasal ambang batas alias Presiden Threshold (PT) ke Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya kandas.

Seluruh argumentasi Rizal Ramli dan timnya ditolak seluruhnya oleh majelis hakim MK. RR, sapaan akrabnya, mengaku sangat kecewa dengan keputusan hakim MK itu.

Dalam pernyataannya hari ini, RR mengungkapkan awal mula gugatan itu dia ajukan. Dia mengatakan, saat ada ide dan saran kepadanya untuk melakukan Judicial Review (JR) terkait syarat ambang batas atau Presidential Threshold 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK), dia sebenarnya sangat skeptis.

baca juga:

"Ini karena kami melihat track record MK selama ini lebih menjadi “Mahkamah Kekuasaan”. Keputusan-keputusan MK terkait kebijakan selama ini lebih banyak membenarkan status quo. Wajar kami skeptis. Tetapi saya tidak mau suudzon, atau praduga yang negatif. Itulah alasan kami tetap mengajukan JR ini," katanya dalam keterangannya Minggu (17/1/2021).

Dia mengungkapkan, pesimisme diawal itu terbukti benar. Seluruh hakim MK menolak argumentasi hukum yang ia ajukan. Padahal, kata dia, hakim MK juga tak memiliki basis argumentasi hukum yang kuat dalam keputusannya menolak gugatannya.

"Namun hasilnya ternyata seluruh Hakim MK menolak legal standing kami. Kami sangat kecewa dengan putusan MK, yang tidak memiliki argumen hukum yang kuat," ujarnya.

Dia menambahkan, hakim MK tidak mendengarkan argumentasi dasarnya sebagai penggugat. Padahal, gugatan itu dilayangkan dengan basis argumentasi hukum yang kuat.

"MK lebih mendengarkan suara kekuasaan. MK ketakutan membiarkan kami hadir di pembahasan substansi perkara. Para hakim di MK tidak memiliki bobot intelektual, kedewasaan akademik, dan argumen hukum yang memadai untuk mengalahkan pandangan kami," ujarnya.

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

KPU Sumbar Segera Tetapkan Mahyeldi - Audy sebagai Gubernur Terpilih Pasca Putusan MK

Image

News

Keluarga Korban Laskar FPI Sebut Bareskrim Langgar Putusan MK Terkait Penyitaan Barang Pribadi

Image

News

Terjangkit COVID-19, Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran IDI Wafat

Image

News

Hakim MK Minta Penjelasan KPU Soal Keterlibatan Risma di Pilkada Surabaya

Image

News

Diduga Plagiat, Komisi III Hentikan Fit and Proper Test Salah Satu Calon Hakim

Image

Hiburan

5 Fakta Mengejutkan Gugatan Cerai Nindy Ayunda, Bukan Karena Kasus Narkoba Suami

Image

Ekonomi

Antam Kalah Lagi Gugatan dan Bayar 43 Kg Emas, Begini Duduk Perkaranya

Image

Ekonomi

Lagi! Pengusaha Surabaya Menang Gugatan, Antam Harus Balikin 43 Kg Emas

Image

Ekonomi

Antam 'Ngeyel' Tak Bersalah dan Akan Lawan Terus Budi Said

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ribuan Guru di Solo Terima Vaksin Covid-19

Sebanyak 3.200 tenaga pendidik atau guru di Kota Surakarta menerima vaksinasi Covid-19 secara serentak

Image
News

Jangan Panik, Corona B117 Belum Masuk Sumatera Utara

Aris mengimbau agar masyarakat Sumut tetap menerapkan 5M.

Image
News

Cirebon Panen Raya di 3 Kecamatan, Kementan Optimis Ketahanan Pangan Terjaga

Sebanyak 3 kecamatan melakukan panen raya, yaitu Kecamatan Lemahabang, Sedong Kidul dan Susukanlebak

Image
News

Pandemi Covid-19 Tingkatkan Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di Pamekasan bertambah 6,98 ribu jiwa dibanding tahun sebelumnya.

Image
News

Gagal Perbesar Penis, Koki di Thailand ini Bunuh Diri

Disebutkan juga bagaimana setelah operasi, penis Nai justru membengkak, dan bentuknya tidak sesuai dengan apa yang diidamkannya

Image
News

Pemkab Gresik Vaksinasi Covid-19 ke Sopir Angkutan Umum

Sopir angkutan umum dijadikan sebagai salah satu sasaran vaksinasi Covid-19 karena sehari-hari mereka berinteraksi langsung dengan warga.

Image
News

5 Orang ini Dinobatkan Jadi Ibu Tertua di Dunia, Lansia 74 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Meski berusia di atas 70 tahun, wanita-wanita ini mampu melahirkan anaknya dengan selamat

Image
News

Dituding Beking Mafia Tanah, Polda Metro Angkat Bicara

Yusri membantah tudingan yang menyebutkan anggota Polda membekingi mafia tanah.

Image
News
Lawan Covid-19

Vaksinasi COVID-19 Seniman di DIY dan Harapan Butet Kartaredjasa

Butet Kartaredjasa pribadi menganggap vaksinasi ini penting bagi para seniman

Image
News

Diduga PSK Online di Apartemen Dekat Bandara Soekarno-Hatta, Belasan Remaja Diamankan Polisi

Belasan wanita remaja digelandang ke Mapolres Metro Tangerang Kota lantaran berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).

terpopuler

  1. Sudah 2 Tahun Masuk Penjara Karena Narkoba, Begini Kondisi Terkini Zul Vokalis Zivilia

  2. Yakin Moeldoko Lepas Jabatannya, Denny Siregar: Dia Punya Harga Diri Kok

  3. Pemerintah Ingin Impor Beras 1 Juta Ton, Anggota DPR: Jangan Terus Sandiwara!

  4. Sering Dakwah Di Tahanan, Retno Kaget Zul Zivilia Dipanggil Guru Oleh Para Napi

  5. Ditinggal Suami Karena Zul Zivilia Masuk Penjara, Ini Sumber Uang Retno Paradinah

  6. Kasus Harian Covid-19 Melandai, DKI  Pertimbangkan Perpanjangan PSBB 

  7. Masyarakat yang Tolak Vaksin COVID-19 Terancam Dihentikan Pemberian Bantuan Sosialnya

  8. Mantan Ketum GMKI Dorong Presiden Copot Moeldoko Buntut Manuver Politiknya

  9. Humor Gus Dur: Koleksi Batu dan Kepala Batu

  10. 5 Fakta Menarik Nadya Arifta, Wanita yang Diduga Kekasih Baru Kaesang Pangarep

fokus

Info PUPR
Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

7 Potret Meilia Lau, Ibunda Felicia Tissue yang Memesona

Image
News

7 Pesona Joanina Rachma, Putri KSP Moeldoko yang Baru Menikah

Image
News

5 Fakta Anas Urbaningrum, Jabat Ketum Partai Demokrat hingga Terjerat Korupsi