Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pakar Hukum Pertanyakan Kesimpulan Komnas HAM Soal Tewasnya 6 Laskar FPI

Yudi Permana

Pakar Hukum Pertanyakan Kesimpulan Komnas HAM Soal Tewasnya 6 Laskar FPI

Ilustrasi - Penembakan | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah mempertanyakan kesimpulan Komnas HAM terkait hasil investigasi penyelidikan kasus penembakan 6 laskar FPI oleh anggota polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari. 

Menurut dia, seharusnya Komnas HAM tidak bisa menyimpulkan kasus penembakan 6 pengawal Rizieq Shihab, karena ada dua pernyataan yang berbeda antara pihak kepolisian dan juga dari FPI sendiri. 

"Komnas HAM berada pada posisi yang sebenarnya tidak bisa menyimpulkan. Seharusnya Komnas HAM bermain pada kalimat, tentang yang meninggal 6 orang, Komnas HAM tidak dapat menyimpulkan," kata Nasrullah dalam acara forum diskusi Presidium Alumni 212 di Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2021). 

baca juga:

"Mengingat satu sisi dari kepolisian menyatakan ada tembak menembak. Dan dari sisi FPI tidak ada tembak menembak, karena laskar tidak punya senjata," sambungnya.

Oleh karena itu, dikatakan Nasrullah,  terkait hasil penyelidikan kasus penembakan 6 laskar FPI, Komnas HAM belum menemukan bukti-bukti untuk menyimpulkan. Karena hal itu akan lebih aman daripada menyimpulkan ada tembak menembak berdasarkan bukti-bukti. 

"Tentang bukti itu bisa saja berbeda pendapat, tapi ada sebuah jawaban, apakah Komnas HAM dalam menyimpulkan itu berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan rekonstruksi yang dilakukan polisi," tuturnya. 

Pasalnya, lanjut dia, pada waktu rekonstruksi yang dilakukan kepolisian, Komnas HAM tidak hadir atau menolak hadir dengan alasan tertentu. "Terus bagaimana anda menyimpulkan itu tembak menembak, jadi masih tanda tanya," sambungnya.

Sementara itu, Nasrullah menambahkan, terhadap 4 orang laskar FPI yang meninggal dunia karena ditembak oleh anggota polisi,  merupakan pelanggaran HAM biasa, dan bukan pelanggaran HAM berat.

Ia mengatakan bahwa untuk menentukan tindakan kepolisian itu merupakan pelanggaran HAM biasa atau pelanggaran HAM berat, harus merujuk pada unsur pasal dan perbuatan yang dilakukan anggota polisi. 

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Ini Alasan Polri Belum Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM Soal Penembakan Laskar FPI

Image

News

Tim Advokasi Laskar FPI Sebut Ketua Komnas HAM Mirip Jubir Pelanggar HAM

Image

News

Ketua Komnas HAM: Peristiwa KM 50 Adalah Rangkaian Panjang Politik Kekerasan

Image

News

Komnas HAM Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Berat HAM di Peristiwa Tewasnya 6 Laskar FPI

Image

News

Insiden KM 50, Mahfud: Presiden Berpesan Agar Seluruh Rekomendasi Komnas HAM Ditindaklanjuti

Image

News

Tolak Bentuk TGPF Penembakan Laskar FPI, Mahfud: Nanti Sebelum Bekerja Sudah Dinyinyirin

Image

News

Pakar Hukum: Polri Wajib Dalami Kepemilikan Senpi Laskar FPI

Image

News

Pengamat: Presiden Harus Menindaklanjuti Laporan Komnas HAM

Image

News

Pengamat: Komnas HAM Mengambil Konklusi Yang Salah Terkait Kematian 6 Laskar FPI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Lawan Covid-19

Moderna Luncurkan Penyelidikan Potensi Alergi Vaksinasi Corona di AS

Moderna tidak memberi keterangan spesifik terkait berapa jumlah orang yang melaporkan reaksi alergi

Image
News

Berhubungan dengan Ekstremis, Belasan Prajurit Garda Nasional Dicopot dari Pelantikan Joe Biden

Pemeriksaan itu menggali hubungan individu di Garda Nasional AS dengan kelompok ekstremis

Image
News

Dua Adik Sultan HB X Dipecat dari Jabatannya di Keraton Yogyakarta

Sepenuturan Gusti Prabu, surat tersebut batal secara hukum

Image
News

Berpotensi Menghasut Kekerasan, YouTube Larang Donald Trump Unggah Video selama Seminggu

YouTube memperlakukan Trump sama seperti pengguna lainnya

Image
News

Banjir Kalimantan, PKS Singgung Deforestasi Momok Kerusakan Lingkungan

Masalah deforestasi menjadi momok kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Image
News

Penjual Daging Mogok Massal, Wagub Ariza: Itu Urusan Pemerintah Pusat

Adapun aksi mogok itu jualan daging itu mulai dilakukan selama tiga hari ke depan, mulai hari ini, Rabu (20/1/2021).

Image
News

101 RS Rujukan Corona Nyaris Penuh, Anies Minta Jokowi Ambil Alih Penanganan COVID-19 di Bodetabek

RS di Jakarta hampir penuh, 1/4 pasien asal Bodetabek.

Image
News

Merapi Keluarkan 47 Kali Guguran Lava Pijar Rabu Pagi

Jarak luncurnya mencapai 1,2 kilometer.

Image
News

MPR Dukung Upaya Pemerintah Cegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan Mengarah Terorisme

Menurut Gus Jazil, agar pelaksanaan perpres efektif maka semua pihak harus ikut mengawasi.

Image
News

Pesan Ace Hasan ke Alumni Pesantren: Wapres Kita Alumni Murni, Harus Percaya Diri

Kita sebagai alumni pesantren harus memiliki kepercayaan diri.

terpopuler

  1. WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Jutaan Orang Beralih ke Aplikasi Chat Lain

  2. Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten, Nikmat dan Sedap!

  3. Tunduk pada Anies, Marullah: Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Kecuali Perintah Gubernur

  4. Gempa 6,8 Magnitudo Guncang Argentina, Gedung dan Jalan Retak

  5. Ini Bacaan Shalawat Idfa’, Shalawat Penangkal Virus Corona dari Habib Syech

  6. Agar Rezeki Stabil Melimpah, ini Doa untuk Ditambahkan dan Dihalalkan Rezeki

  7. Keuangan Lampu Kuning, Saatnya Libra dan Sagitarius Injak Rem

  8. Satgas COVID-19 Yogyakarta Ingatkan Warga Waspadai Klaster Keluarga

  9. Tiga Tunggal Indonesia Amankan Tiket Babak Kedua

  10. 7 Potret Memesona Ady Sky, Aktor dan Pengusaha Muda yang Dijodohkan dengan Fatin Shidqia

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf