Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Menindak Pelanggar Prokes, Pemkab Sleman Utamakan Pendekatan Persuasif saat PPKM

Tia Nurullatifah

Menindak Pelanggar Prokes, Pemkab Sleman Utamakan Pendekatan Persuasif saat PPKM

Salah seorang pelanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi yang digelar Polres Jakbar | AKURAT.CO/Miftahul Munir

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menegakkan protokol kesehatan dalm mencegah penularan COVID-19 selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dari 11 hingga 25 Januari 2021.

"Kami lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam penegakan disiplin selama PPKM. Jika nanti ditemukan pelanggaran maka tetap akan dilakukan penindakan tegas," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman Susmiarto di Sleman, Minggu, (10/1/2021)

Ia mengatakan, bahwa peraturan pemerintah, peraturan bupati, dan peraturan lain yang berkaitan dengan penegakan protokol kesehatan masih berlaku dan bisa digunakan sebagai dasar untuk menindak pelanggar protokol kesehatan.

baca juga:

"Namun kami lebih memprioritaskan untuk menggunakan pendekatan persuasif. Sanksi berupa denda bisa kami terapkan kepada pihak yang melanggar disiplin, namun kami lebih memilih untuk menerapkan sanksi non denda seperti push-up," katanya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman mengatakan, akan menggiatkan pemantauan dan pengawasan untuk mencegah terjadinya kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan yang lain.

"Kami tetap akan melakukan tindakan pembubaran jika didapati terjadi kerumunan di suatu tempat," tuturnya.

Susmiarto mengatakan, pengawasan aktivitas warga akan dilakukan bekerja sama dengan aparat Polri, TNI, dan instansi terkait yang lain.

"Patroli dibagi menjadi dua sif, yang sebelumnya memantau objek vital seperti perkantoran, pemantauan sekarang lebih ke arah yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti objek wisata, memantau tentang jam operasiona," jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten tidak melarang dusun atau padukuhan yang berdasarkan kesepakatan bersama melakukan penutupan akses masuk dengan catatan.

"Kalau itu jalan hanya merupakan akses masuk ke satu dusun tersebut, maka penutupan diperbolehkan. Tetapi jika itu kemudian menutup akses ke dusun lainnya, maka penutupan jalan tidak diperbolehkan," pungkasnya. [] 

Editor: Rizal Maulana

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

Sejak Pembatasan Penerbangan Internasional, 33 Ribu WNA Melintas di Bandara Soekarno-Hatta

Image

News

Lawan Covid-19

Satgas Covid-19 Perpanjang PPKM, Kemenhub Perketat Perjalanan Transportasi Internasional dan Lokal

Image

Ekonomi

Efek PPKM, Pengrajin Kostum Robot Jualan Lewat Daring

Image

News

Hampir 3 Bulan Mengungsi karena Merapi, Ratusan Warga Kalitengah Lor Sleman Akhirnya Dipulangkan

Image

Gaya Hidup

Meski Masih PPKM, Tempat Wisata di Garut Kembali Dibuka

Image

News

Lawan Covid-19

Pengetatan Kegiatan di DIY Diperpanjang, Penanganan COVID-19 Kini Bisa Pakai Dana Desa

Image

News

Banjarmasin Perpanjang Masa PPKM

Image

News

Lawan Covid-19

Airlangga: Kebijakan Perpanjang PPKM Sudah Diperhitungkan dan Dipertimbangkan Seksama

Image

News

Lawan Covid-19

INFOGRAFIS PPKM Jawa-Bali Diperpanjang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bukan karena Vaksin COVID-19, Ini Penyebab Relawan Peru Meninggal dalam Uji Coba Sinopharm

Kematian relawan itu tidak terkait dengan vaksin karena ia menerima plasebo

Image
News

Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Dilantik Sebagai Kapolri

Listyo jadi Kapolri pertama yang non muslim

Image
News

Ambroncius Ditetapkan Jadi Tersangka, Benny Harman: Ini Contoh Adanya Keadilan

Sebab Ambroncius merupakan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin)

Image
News

Resahkan Masyarakat, Lemkapi Dukung Proses Hukum Ambroncius Nababan

Kasus ini harus dikawal

Image
News

Jokowi Resmi Lantik Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri, Ini PR yang Menunggunya!

PR tersebut harus diselesaikan dengan baik

Image
News
Lawan Covid-19

Joe Biden Targetkan Sebagian Besar Warga AS Telah Divaksin pada Musim Panas

"Ini adalah upaya di masa perang," ujar Biden.

Image
News

PDIP Minta Pemerintah Tegas Soal Masuknya 153 WNA China di Tengah Pelaksanaan PPKM

Akhirnya ada yang berani melawan

Image
News

Walau Masih PJJ, Menko PMK Ingin Para Guru Tetap Mengajar di Sekolah

Jadi siswanya aja yang belajar di rumah

Image
News

HNW: Sekalipun Banyak yang Sembuh dari Covid-19, Bukan Saatnya untuk Bangga!

Ini sebagai tanggapan atas bertambahnya kasus Covid-19 yang hingga kini tembus ke angka 1 juta

Image
News

SMKN 2 Sumbar Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab agar Tak Digigit Nyamuk, PSI: Kenapa Siswanya Enggak?

Padahal solusinya cukup dengan membersihkan genangan air di sekitar sekolah dan rutin menyemprot kelas-kelas dengan obat nyamuk

terpopuler

  1. Istri Diopname, Suami Diam-diam Sisipkan Rp50 Juta di Dompetnya untuk Pesan Makan

  2. Agar Kamu Selamat dari Ganasnya Covid-19, Baca Doa dan Amalan ini

  3. Awas Tertipu! Ini Daftar Lengkap 154 Layanan Investasi Ilegal yang Ditutup

  4. Wow! 18 Ribu Laki-laki Sudah Daftar Jadi Pacar Bayaran Dinar Candy, Kamu Termasuk?

  5. Punya Modal Cuma Rp2 Juta, Putar Lewat Bisnis Ini Aja!

  6. Seorang Wanita Nekat Bunuh Diri Lompat dari Apartemen, Sialnya Ada Wanita Lain yang Malah Tertimpa Jasadnya

  7. Geram dengan Hoax Vaksin Covid-19, Ruhut: Tolonglah Hormati Kerja Keras Pak Jokowi!

  8. PDIP: Anies Hamburkan Dana Lebih dari Rp1 Triliun Buat Gelaran Formula E

  9. Boyong 2 Anjing Peliharaan ke Gedung Putih, Joe Biden Kembalikan Tradisi Lama Presiden AS

  10. Pakai Rompi Seharga Rp92 Juta saat Rapat, Pangeran Arab Saudi Bikin Gempar Warganet

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Penguatan Infra-Srutruktur Teknologi Wisata di Masa Wabah

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot