Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Maqdir Ismail Keluhkan Kebijakan KPK yang Larang Kuasa Hukum Bertemu Kliennya

Miftahul Munir

Maqdir Ismail Keluhkan Kebijakan KPK yang Larang Kuasa Hukum Bertemu Kliennya

Pengacara Maqdir Ismail | Istimewa

AKURAT.CO, Pengacara senior Maqdir Ismail mengatakan, ada banyak keluhan advokat dengan kebijakan internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan perlindungan hak asasi tersangka atau terdakwa.

Tak hanya itu, lanjut Maqdir, para advokat juga tidak mendapatkan akses untuk bertemu dengan klien secara fisik, kecuali pada saat pemeriksaan sebagai tersangka dalam peroses penyidikan. Dan ketemu Terdakwa dalam proses persidangan.

“Dalam keadaan sekarang (Pandemi Covid19), terutama berkaitan dengan persidangan di Gedung KPK, setiap Penasehat Hukum yang datang harus membawa hasil swab pcr, atau swab antigen,” katanya melalui siaran persnya, Jumat (8/1/2021).

baca juga:

Meski tidak bertemu secara fisik, namun KPK masih memperkenankan kuasa hukum melakukan pertemuan secara virtual dengan kliennya. Namun, lagi-lagi mengalami kendala karena dibatasi oleh waktu.

Maqdir memaklumi, pembatasan pertemuan fisik kuasa hukum dengan kliennya merupakan upaya KPK dalam memutus mata rantai Covid 19.

“Pembatasan ini tentu dapat diduga karena ada kekhawatiran para Penasehat Hukum yang datang akan membawa virus. Meskipun pada faktanya, yang menulari para tahanan di KPK adalah petugas. Saya baru mendapat kabar dari pihak Rutan bahwa salah seorang klien kami dibawa ke Wisma Atlet, karena dari hasil tes positif Covid 19,” imbuhnya.

Maqdir melanjutkan, kebijakan ini membuat penasehat hukum tidak bisa melaksanakan kewajiban untuk mendampingi klien secara maksimal dalam melakukan pembelaan. Menurutnya, kebijakan ini harus diatur ulang. Semua tersangka yang berada dalam tahanan boleh dikunjungi oleh Pensehat Hukum, tentu dengan menggunakan protokol kesehatan, termasuk diantaranya menyertakan hasil tes swab PCR atau tes antigen.

“Perintah penahanan harus dikembalikan kepada makna yang terkandung dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP, karena tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan perbuatan pidana berdasarkan bukti yang cukup dan ada keadaan yang menimbulkan kekhawatiran akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti yang bisa ditahan. Diluar itu tidak boleh. Artinya harus ada pembatasan pelaksanaan kewenangan penahanan,” ujarnya.

“Dengan dipraktikkannya ketentuan Pasal 21 ayat (1) KUHAP ini, maka segala bentuk penahanan sebelum ada proses persidangan tidak perlu dilakukan, ini akan berdampak berkurangnya tahanan dalam rumah tahanan negara yang sekarang sangat melebihi kapasitas dan daya tampung rumah tahanan Negara,” katanya lagi.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Sebanyak 92 Nakes di RSUD Marsidi Judono Belitung Divaksin Covid-19

Image

News

Tenaga Medis Puskesmas di Lebak Disuntik Vaksin Covid-19

Image

News

Polda Sumsel Ungkap Kematian Dokter Bukan Akibat Vaksin Covid-19

Image

News

Lawan Covid-19

Kepala Dusun di Kubu Raya Jadi Kadus Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19

Image

News

90 Persen Warga Tangsel Tertib Gunakan Masker

Image

News

Diduga Suap Pejabat Dinkes Sulteng, Direktur dan Sales PT Genecraft Labs Ditangkap

Image

News

KPK Dalami Dugaan Dirjen Linjamsos Turut Terima Aliran Suap Bansos

Image

News

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Bandarlampung Terapkan Pembatasan Jam Operasional

Image

News

Lawan Covid-19

Ratusan Pasien COVID-19 di Sulteng Dinyatakan Sembuh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tenaga Medis Puskesmas di Lebak Disuntik Vaksin Covid-19

Hari ini sebanyak enam petugas medis menjalani vaksinasi COVID-19

Image
News

Polda Sumsel Ungkap Kematian Dokter Bukan Akibat Vaksin Covid-19

Polda Sumsel mengungkap kematian seorang dokter di Palembang, Jamhari Farzal pada Jumat (22/1)

Image
News
Lawan Covid-19

Kepala Dusun di Kubu Raya Jadi Kadus Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19

Agung Sedhayu menjadi kadus pertama di Indonesia yang mendapat suntikan vaksin COVID-19

Image
News

90 Persen Warga Tangsel Tertib Gunakan Masker

Pemkot Tangsel klaim bahwa 90 persen masyarakat sudah tertib menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah atau ruangan

Image
News

Soal Pigai, Teddy ke Ambroncius Nababan: Bantahlah dengan Argumen Bukan Hinaan

Ambroncius Nababan mengunggah foto Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai disandingkan dengan foto gorila

Image
News

Polresta Bandung Tangkap Belasan Bandar Sayur Keroyok Anggota Ormas

Kasus itu bermula dari adanya ketidaksukaan antara seorang bandar sayur berinisial YS terhadap dua korban tersebut karena sering dipalak

Image
News

Tangani Kasus Rasisme Natalius Pigai, Bareskrim Polri Bakal Terapkan Konsep Presisi

Ambroncius diduga memposting foto di Facebook yang menghina Natalius.

Image
News

Diduga Suap Pejabat Dinkes Sulteng, Direktur dan Sales PT Genecraft Labs Ditangkap

Keduanya adalah Imel Anitya selaku Technical Sales PT. Genecraft Labs dan Teddy Gunawan selaku Direktur PT. Genecraft Labs

Image
News

Kasus PT Asabri, Kejagung Periksa Karyawan Benny Tjokro

Pemeriksaan saksi untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti

Image
News

Culik Anak Sembilan tahun, Polrestabes Bandung Tangkap Seorang Guru Privat

Pelaku membawa korban hingga ke medan dengan motif adanya ketertarikan rasa kasih sayang

terpopuler

  1. Terungkap, Astrid Tiar dan Gading Marten Gagal Menikah Karena Beda Suku

  2. Apple Kembangkan Face ID untuk Mac

  3. Lounge dan Karaoke Hotel California Ramai Kayak Pasar Malam, Satpol PP Langsung Segel

  4. Bandar Sabu Asal Sumatera Selatan Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat

  5. Banjir Jakarta Rendam Permukiman Warga

  6. 7 Potret Memesona Nora Alexandra dengan Pakaian Khas Bali, Cantik Paripurna!

  7. Ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Presiden Resmikan Brand Ekonomi Syariah

  8. Gak Mau Kalah Sama RI, Paman Sam Pilih Wanita Pertama Sebagai Bendahara Negara

  9. Bercerai dengan Suami, Wanita ini Nikahi Putra Tirinya

  10. Turnamen Berakhir, Pebulutangkis Indonesia Pulang Hari Ini

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot