Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Puluhan Tokoh Oposisi Hong Kong Ditangkap Menggunakan UU Keamanan Nasional Beijing

Citra Puspitaningrum

Puluhan Tokoh Oposisi Hong Kong Ditangkap Menggunakan UU Keamanan Nasional Beijing

Puluhan tokoh prodemokrasi Hong Kong ditangkap pada Rabu (6/1) menggunakan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh Beijing tahun lalu | AFP via The Guardian

AKURAT.CO, Puluhan mantan anggota parlemen dan aktivis oposisi Hong Kong dilaporkan telah ditangkap pada Rabu (6/1) pagi. Mereka dicurigai melanggar undang-undang (UU) keamanan nasional kota tersebut. Peristiwa ini merupakan tindakan keras terbesar sejak Beijing memberlakukan UU tersebut tahun lalu.

Dilansir dari CNN, menurut pernyataan yang diunggah daring, mereka yang ditangkap adalah semua peserta dalam Pemilu pendahuluan pada Juli lalu yang dirancang untuk menggembosi kandidat prodemokrasi menjelang Pemilu legislatif pada bulan September.

Pemilu itu akhirnya ditunda karena pandemi virus corona, tetapi baru diadakan lagi usai banyak kandidat didiskualifikasi. Selain itu, dibuat peringatan bahwa mereka yang berpartisipasi dapat melanggar UU keamanan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.

baca juga:

"Dengan dukungan kekuatan eksternal, kelompok dan pemimpin oposisi dengan sengaja menyusun rencana untuk mengadakan apa yang disebut 'Pemilu primer'. Itu merupakan provokasi serius bagi sistem Pemilu saat ini dan menyebabkan kerusakan serius pada keadilan Pemilu Dewan Legislatif," kata Kantor Penghubung, perwakilan tertinggi Beijing di Hong Kong, pada saat itu.

Pada Rabu (6/1), ancaman itu tampaknya menjadi nyata. Polisi Hong Kong dilaporkan menangkap kandidat utama dalam razia pagi. Mereka yang ditahan meliputi mantan anggota parlemen Partai Demokrat James To, Andrew Wan, dan Lam Cheuk-ting, yang hingga akhir tahun lalu menjadi anggota Dewan Legislatif kota. Setelah itu, mereka dan seluruh anggota blok prodemokrasi mengundurkan diri untuk memprotes keputusan pemerintah yang menyingkirkan beberapa anggota parlemen.

Pemilu primer adalah hal yang normal dalam demokrasi di seluruh dunia. Hong Kong juga pernah mengadakan pemungutan suara semacam itu di masa lalu untuk menyesuaikan organisasi dan disiplin kubu pro-Beijing yang bersaing dan menghindari pemisahan suara prodemokrasi.

Penangkapan pada Rabu (6/1) merupakan eskalasi paling dramatis dan luas di bawah UU keamanan nasional. Dalam video langsung penangkapan yang direkam anggota dewan distrik dan aktivis Ng Kin-wei, seorang petugas terdengar mengatakan kepada Ng bahwa ia ditangkap karena kejahatan menumbangkan kekuasaan negara.

"Selama 2020, Anda menjadi bagian dari Pemilu primer '35+' yang dirancang untuk memilih 35 atau lebih anggota Dewan Legislatif untuk memveto semua kebijakan dan mosi anggaran pemerintah guna memaksa Kepala Eksekutif mengundurkan diri. Tindakan seperti itu akan secara serius mengganggu dan menghalangi tanggung jawab resmi pemerintah," ujar petugas penangkap dalam video itu.

Skema seperti itu telah diusulkan aktivis prodemokrasi Benny Tai sebagai taktik untuk memulai kembali proses reformasi politik yang telah lama terhenti di Hong Kong. Pemungutan suara terhadap anggaran dan memaksa kepala eksekutif untuk mengundurkan diri dianggap legal sebelum UU keamanan nasional. Ini mirip dengan 'mosi tidak percaya' yang mendorong Pemilu di banyak negara demokrasi.

Di bawah UU keamanan nasional, seseorang yang dihukum karena subversi yang bersifat serius dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara minimal 10 tahun. Sementara itu, pelanggaran lainnya terancam hukuman penjara 3-10 tahun.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

153 TKA China Masuk Indonesia, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Beri Kejelasan

Image

News

Konvoi Traktor Petani India Berujung Bentrokan dengan Polisi, 1 Orang Tewas

Image

News

PDIP Minta Pemerintah Tegas Soal Masuknya 153 WNA China di Tengah Pelaksanaan PPKM

Image

News

5 Larangan Nyeleneh Pemerintah China, Tak Boleh Makan Pisang dengan Sensual

Image

News

DPR Tunggu Langkah Konkret Kemenlu Soal UU China 'Siap Tembak' Kapal Asing yang Masuk Wilayahnya

Image

News

Selama Tahun 2020, 692 ABK Alami Masalah Saat Berada di Kapal China

Image

News

Evakuasi Korban Ledakan Tambang China Berlanjut, 9 Penambang Ditemukan Tewas

Image

News

China Temukan Jejak Virus Corona di Lokasi Vaksinasi

Image

News

Kembali Panas, Tentara China-India Terlibat Bentrokan di Perbatasan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos ASDP Kebut Megaproyek Bakauheni Harbour City Dimulai Tahun Ini

Bos ASDP menargetkan Megaproyek Bakauheni Harbour City dimulai tahun ini

Image
Ekonomi

Pemerintah Serap Dana Lelang SBSN Senilai Rp7 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp7 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Image
Ekonomi

BTN Serius Tingkatkan Keuangan Digital

Tercatat jumlah transaksi digital banking perseroan dari moblie banking maupun internet banking naik sekitar 45,05%

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Anggaran PEN 2021 Berpotensi Naik, Jika...

Sri Mulyani: Alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp553,1 triliun berpotensi mengalami kenaikan.

Image
Ekonomi

Luhut: Food Estate Kesempatan Emas Wujudkan Modernisasi Pertanian

Food estate yang sedang digarap pemerintah saat ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mewujudkan modernisasi pertanian

Image
Ekonomi

Pemerintah Perketat Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Ruas-ruas Tol

Kementerian PUPR akan memperketat pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) yang wajib dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Image
Ekonomi

Stok Batu Bara Menipis, Ini Siasat Pemerintah Agar Listrik Tak Padam

Kementerian ESDM memastikan penyediaan sumber energi primer untuk ketenagalistrikan tetap terjamin di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Image
Ekonomi

OJK Keluarkan Izin Usaha, Ini PR untuk Bank Syariah Indonesia

OJK telah mengeluarkan izin untuk Bank Syariah Indonesia yang merupakan penggabungan tiga bank syariah milik negara

Image
Ekonomi

Bos YLKI Desak Pemerintah Konsisten Tegakkan Aturan Tarif Penerbangan

YLKI meminta pemerintah harus konsiten dan tegas dalam menegakkan aturan soal tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBA) penerbangan

Image
Ekonomi

Volume Penjualan Gas PGN di 2021 Diproyeksi Naik 12 Persen

PGN memproyeksikan volume penjualan gas pada 2021 meningkat 12 persen menjadi 912 british thermal unit per hari.

terpopuler

  1. Rezekimu Akan Terus Mengalir dari Muda Hingga Tua Jika Mau Mengamalkan ini

  2. Hamdan Zoelva: Bawaslu Berhak Mendiskualifikasi Paslon yang Terbukti Lakukan Pelanggaran TSM

  3. 5 Zodiak yang Bisa Beli Rumah Tahun Ini, Hasil Kerja Keras Terbayarkan!

  4. Seperti Indonesia, Malaysia Juga Beli Belasan Juta Vaksin Sinovac China

  5. Terungkap! 3 Doa dalam Al-Qur'an Agar Bisnis Anda Lancar dan Beromset Besar

  6. SMKN 2 Sumbar Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab agar Tak Digigit Nyamuk, PSI: Kenapa Siswanya Enggak?

  7. Media Asing Ramai Soroti 1 Juta Infeksi Corona Indonesia, Kritik Jokowi hingga Sebut 'Tonggak Suram'

  8. Untukmu yang Ingin Selalu Disayang Allah, Cobalah Baca Doa ini

  9. Saatnya Cermati Saham yang Mampu Bikin Cuan Mengalir Deras!

  10. Mardani Nilai Kasus Ambroncius Nababan Menurunkan Citra Presiden Jokowi

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Penguatan Infra-Srutruktur Teknologi Wisata di Masa Wabah

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Kisah Haru Perjalanan Hidup Dedi Mulyadi, Makan Nasi Garam hingga Tinggal di Sekretariat Kampus

Image
News

5 Fakta Penting Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Baru yang Pernah Jadi Ajudan Jokowi

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun