Tanggapi Temuan Seaglider, Wakil Rektor Unhan: Keamanan Maritim Kita Rentan Disusupi

Seaglider | @KRMTRoySuryo2
AKURAT.CO, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhan RI Mayor Jenderal TNI Jonni Mahroza menanggapi temuan pesawat nirawak bawah laut atau seaglider di Perairan Indonesia. Jonni menyebut tak terdeteksinya seaglider di perairan Indonesia kurun waktu setahun terakhir ancaman bagi keamanan maritim Indonesia.
"Sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia untuk mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. Artinya keamanan maritim kita sangat rentan untuk disusupi," kata Mayjen Jonni di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Jonni mengatakan, sebagai negara kepulauan, kekuatan pertahanan bawah laut merupakan suatu hal yang penting bagi Indonesia. Karena itu peristiwa temuan seaglider di perairan itu harus dianggap sebagai potensi ancaman dari bawah laut.
baca juga:
"Setidaknya terdapat tiga peristiwa penemuan drone bawah laut dalam kurun waktu setahun ke belakang yang perlu dinilai sebagai ancaman," kata Jonni.
Ketiga penemuan tersebut yakni, yang pertama ditemukan oleh nelayan Indonesia pada 2019, Sea Wing UUV (Unmanned Underwater Vehicle) milik China di satu pulau dekat Laut Cina Selatan. Yang kedua, pada Januari 2020, ditemukan lagi di Jawa Timur. Sementara peristiwa ketiga baru saja terjadi di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 20 Desember 2020 yang ditemukan seorang nelayan.
"Peristiwa semacam ini berpotensi sebagai ancaman. Kita perlu lebih waspada dan terus membangun kekuatan pertahanan bawah laut untuk mencegah pihak-pihak yang bermaksud mengusik kedaulatan NKRI," tegasnya.
Diketahui, TNI AL mendapat informasi tentang seorang nelayan menemukan benda asing saat sedang memancing. Temuan tersebut dilaporkan kepada babinsa. Benda asing tersebut akhirnya dibawa ke Koramil untuk diteliti oleh TNI AL.
Dari hasil penelitian TNI AL, diketahui benda asing di Selayar tersebut merupakan seaglider yang terbuat dari aluminium dengan dua sayap dan baling-baling (propeller), sirip tunggal pada ekor, serta antena belakang.
Pesawat nirawak bawah laut itu juga memiliki instrumen kamera. Dua sayap seaglider masing-masing berukuran 50 cm dengan panjang bodi 225 cm dan panjang propeller 18 cm, serta panjang antena 93 cm. []