Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Takut Ancaman Adik Kim Jong-un, Korea Selatan Larang Pengiriman Selebaran Propaganda anti-Korut

Citra Puspitaningrum

Takut Ancaman Adik Kim Jong-un, Korea Selatan Larang Pengiriman Selebaran Propaganda anti-Korut

Sebuah balon yang membawa propaganda anti-Korea Utara terlihat di Hongcheon, Korea Selatan, pada 23 Juni 2020 | Yonhap via Associated Press

AKURAT.CO, Pada Senin (14/12), Korea Selatan resmi melarang peluncuran selebaran propaganda ke Korea Utara. Keputusan ini menuai kritik dari aktivis HAM dan seorang pembelot Korea Utara terkemuka yang bertekad tak akan berhenti mengirim pesan ke Tanah Airnya.

Dilansir dari Reuters, para pembelot dan aktivis lainnya di Korea Selatan selama beberapa dekade telah mengirimkan selebaran anti-Korea Utara melewati perbatasan yang dijaga ketat. Selebaran itu biasanya dikirim menggunakan balon atau dalam botol di sungai perbatasan. Mereka juga mengirim makanan, obat-obatan, uang, radio mini, dan diska lepas berisi berita dan drama Korea Selatan.

Praktik tersebut sontak dikecam oleh Korea Utara yang sudah lama terisolasi. Peringatannya pun semakin keras baru-baru ini, sehingga membahayakan niat pemerintah Korea Selatan yang ingin memperbaiki hubungan di semenanjung yang terpecah.

baca juga:

Parlemen Korea Selatan lantas mengesahkan amandemen Undang-undang Perkembangan Hubungan antar-Korea dengan melarang materi cetak, barang, uang, dan barang berharga lainnya yang tersebar di seluruh perbatasan yang dijaga ketat. Keputusan ini juga membatasi siaran propaganda melalui pengeras suara yang pernah diperjuangkan militer Korea Selatan sebagai bagian dari perang psikologis melawan Korea Utara. Peralatan ini lantas ditarik setelah pertemuan puncak 2018 antara kedua Korea.

UU ini akan berlaku dalam 3 bulan dan pelanggarnya terancam hukuman 3 tahun penjara atau denda 30 juta won (Rp388 juta).

Yonhap via Associated Press

RUU ini diwacanakan pada bulan Juni, setelah Kim Yo-jong, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengancam Korea Selatan akan menghadapi 'fase terburuk' dalam hubungan jika selebaran itu tak dilarang.

"Mereka mencoba membuat perintah Kim Yo-jong menjadi undang-undang dengan satu ancaman," kata Tae Yong-ho, seorang anggota parlemen oposisi dan mantan diplomat Korea Utara.

Menurutnya, UU itu hanya akan membantu pemerintah Kim untuk terus 'memperbudak' rakyatnya.

Pengesahan UU ini juga tak melunturkan tekad Park Sang-hak untuk menghentikan kampanyenya yang telah berjalan selama 15 tahun. Ia merupakan seorang pembelot yang telah dicabut izinnya atas kelompok peluncuran selebarannya dan menghadapi penyelidikan.

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

45 Persen Lebih Warga Korea Utara Alami Kurang Gizi, Tertinggi di Asia-Pasifik

Image

News

Perangi Pengaruh Korsel, Kim Jong-un Larang Kata 'Oppa' di Korea Utara

Image

News

Joe Biden Diminta untuk Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Korea Utara

Image

News

Jelang Pelantikan Joe Biden, Presiden Korea Selatan Minta Diadakan Dialog AS-Korea Utara

Image

News

Kim Jong-un Pamer Rudal Balistik Anyar, Seperti Apa Rupanya?

Image

News

Sebal Parade Militernya Dipantau, Adik Kim Jong-un Sebut Korea Selatan Idiot

Image

News

Kongres Partai Berakhir, Kim Jong-un Ingin Perkuat Militer Korut

Image

News

Misteri Hilangnya Nama Adik Kim Jong-un dari Daftar Elite Partai Usai Pengaruhnya Meroket

Image

News

Kim Jong-Un Tetap Sebut AS 'Musuh Terbesar' Korea Utara Meski Segera Ganti Presiden

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Petugas Transjakarta Tangkap Pencuri Botol Hand Sanitizer

Petugas keamanan Transjakarta tangkap terduga pelaku pencurian botol hand sanitizer.

Image
News

11 Guru Terpapar Covid-19 di Tarakan Jalani Isolasi Mandiri

Sebanyak 11 orang guru SMPN 1 Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yang terpapar Covid-19 jalani isolasi mandiri.

Image
News

Pesan Lestari Moerdijat ke Pendidik: Jangan Abai Nilai-nilai Kebangsan

Lestari menyikapi adanya kewajiban berkerudung bagi siswi nonmuslim di SMK Negeri, Padang, Sumatera Barat (Sumbar)

Image
News

Banjarmasin Perpanjang Masa PPKM

Saat ini setiap hari masih ditemukan rata-rata 120 kasus positif baru COVID-19 di Banjarmasin

Image
News

TNI AD Bangun RS Darurat untuk Korban Gempa Sulbar

TNI Angkatan Darat (AD) membangun Rumah Sakit (RS) darurat di Mamuju.

Image
News
Lawan Covid-19

Airlangga: Kebijakan Perpanjang PPKM Sudah Diperhitungkan dan Dipertimbangkan Seksama

Kebijakan pemerintah memperpanjang pembatasan aktivitas masyarakat di Pulau Jawa-Bali telah dipertimbangkan secara matang.

Image
News

Antisipasi Banjir di Sungai Bengaris, Pemkab Barito Utara Pasang Pompa Air

Dinas PUPR mulai melakukan pekerjaan pemasangan pompa air di aliran Sungai Bengaris yang merupakan anak Sungai Barito di Muara Teweh

Image
News

Sebanyak 11 Guru SMPN 1 Tarakan Terpapar COVID-19

Kini semuanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di Kalimantan Timur Bertambah 432 Orang

Balikpapan masih menjadi penyumbang terbesar kasus aktif dengan adanya tambahan sebanyak 102 kasus

Image
News

Pasien Sembuh Covid-19 di RS Wisma Atlet Berjumlah 46.254 Orang

Jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020 hingga 24 Januari 2021

terpopuler

  1. Ditengah Lamaran Kalina - Vicky Prasetyo, Azka Ungkap Dirinya Hanya Putra Deddy Corbuzier

  2. Terima Tantangan Istri Daus Mini untuk Tes DNA, Yunita Lestari Sampaikan Pesan Ini

  3. Kocak! Humor Ketika Gus Dur Lupa Tanggal Lahir

  4. Bertindak Kebablasan pada Pacar Sewaan, Pria Taiwan Dipenjara

  5. Humor Gus Dur; Salaman Gus Dur

  6. Mainkan Nomor Lotre yang Sama Selama 20 Tahun, Wanita Kanada ini Akhirnya Dapat Jackpot

  7. Nekat Buka Sampai Larut Malam, Tempat Karoke Masterpiece Tanjung Duren Disegel Petugas

  8. Anies Dinilai Tak Transparan Soal Pembelian Lahan Makam Covid-19 Senilai Rp185 M

  9. Dolar AS Melompat Seiring Melebarnya Infeksi COVID-19

  10. Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Tangkap Kurir Sabu yang Sedang Tunggu Pembeli

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot