Komisi III: Tidak Ada Syarat Agama tertentu Untuk Calon Kapolri

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid | MPR RI
AKURAT.CO, Komisi III DPR Jazilul Fawaid menegaskan bahwa tidak ada syarat agama tertentu dalam pencalonan Kapolri. Pencalonan Kapolri sudah mengacu pada UU nomor 2 tahun 2002 yang khusus tentang kepolisian. Dalam UU Itu secara jelas diatur syarat untuk menjadi calon Kapolri.
"Secara formal itu acuannya UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak ada persyaratan Agama tertentu," ujarnya (27/11/2020).
Dia mengatakan, syarat utama calon Kapolri sebagaimana yang tertuang dalam UU itu salah satunya harus dari perwira tinggi Polri yang masih aktif. Dengan ketentuan itu, setiap perwira tinggi di Polri berhak untuk menjadi calon Kapolri.
baca juga:
"Syaratnya, nama yang diusulkan adalah dari jajaran dari perwira tinggi Polri yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang karier dan kepangkatannya. Maka Semua Perwira Tinggi Polri yang aktif mempunyai peluang untuk diusul menjadi Kapolri," katanya.
Pada akhirnya, setelah seluruh persyaratan itu terpenuhi, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri yang diusulkan Presiden.
"Tergantung siapa yang diusulkan Presiden ke DPR. Kita tunggu saja," katanya.
Untuk diketahui, masa jabatan Kapolri Idham Azis akan berakhir pada Januari 2021. Idham menggantikan Kapolri sebelumnya Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri. Nantinya, DPR akan melakukan fit and propertest terhadap calon Kapolri yang diusulkan presiden.