Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Fenomena HRS

Image

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa massa yang memadati markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Muhammad Rizieq Shihab, atau yang lebih dikenal dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) memang fenomenal. Bukan hanya penjemputannya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, tanggal 10 November yang lalu, disambut oleh ribuan pendukungnya. Tetapi juga, TNI dikerahkan, hanya untuk menurunkan spanduk seorang HRS.  

Diakui atau tidak. Disukai atau tidak. HRS menjadi tokoh atau figur sensasional, di panggung politik Indonesia saat ini. Tokoh itu bukan muncul dari partai politik. Figur itu juga bukan datang dari istana atau senayan. Justru aktor itu muncul dari Ormas (FPI).

HRS menjelma menjadi simbol “oposisi” rakyat, terhadap pemerintah, di tengah kosongnya kepemimpinan yang tak aspiratif dan responsif di negeri ini.

baca juga:

Ketika DPR sudah tak aspiratif, ketika pemerintah sudah tak peduli pada rakyat, dan ketika kepemimpinan bangsa ini, tak hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena kebijakan-kebijakannya tak berpihak pada rakyat, maka rakyat dengan caranya sendiri, akan mencari sosok atau figur, yang bisa menjadi simbol perjuangannya itu.

Sosok itu ada pada HRS. Terlepas dengan segala kontroversinya. Terlepas dengan segala kritikannya yang keras dan pedas pada pemerintah. Itu bisa saja dilakukan, sebagai bentuk rasa sayang HRS ke pemerintah, sebagai bentuk pengingat ulama ke umara. Karena pemerintah dianggap sudah salah jalan.

Fenomena HRS ini muncul bisa karena beberapa hal. Pertama, bisa kerena kekecewaan rakyat yang begitu memuncak pada pemerintah. Maka rakyat, mencari sosok dan figur di luar struktur pemerintahan, yang bisa menjadi simbol “perlawanan” dalam memperjuangkan aspirasi-aspirasinya.

Kedua, defisit dan minus kepemimpinan yang aspiratif dan mengayomi. Saat ini, tak ada tokoh atau figur, baik di eksekutif maupun legislatif, yang bisa memperjuangkan apirasi rakyat. Semua tutup mata. Semua membelakangi kehendak rakyat. Semua ramai-ramai menjadikan rakyat sebagai objek penderita. Sedangkan para elite itu, tertawa-tertawa diatas penderitaan rakyat sendiri.

Ketiga, Tak adanya oposisi di parlemen, membuat tak ada checks and balances. Membuat semua kebijakan yang diajukan pemerintah, dimana kebijakan-kebijakan tersebut tak pro rakyat, langsung disetujui dan distempel wakil rakyat di Senayan itu. Parlemen dan istana, berselingkuh untuk membuat rakyat makin miskin dan menderita.

Kita memang membutuhkan pemerintah yang kuat. Sekaligus juga membutuhkan oposisi yang tangguh. Karena pemerintahan Jokowi-Ma’ruf terlalu kuat, maka pihak oposisi yang menjadi lemah. Karena kelemahan oposisi itu pula, rakyat mencari jalannya sendiri, rakyat mencari caranya sendiri, yaitu dengan cara melakukan dan memunculkan HRS sebagai oposisi itu.

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Video

VIDEO Dipanggil Polda Metro Jaya, HRS Tak Hadir

Image

News

FOTO Penjagaan saat Pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya

Image

News

Belum Penuhi Panggilan, Penyidik Tunggu Habib Rizieq Sampai Malam

Image

News

PA 212 Ancam Kerahkan Massa Saat Rizieq Diperiksa, Denny Siregar: Ini Sudah Provokasi

Image

News

Habib Rizieq Belum Bisa Dipastikan Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya

Image

News

Diperiksa Hari Ini, Habib Rizieq Belum Konfirmasi Kehadiran ke Penyidik Polda Metro Jaya

Image

News

Polisi Minta Habib Rizieq Datang Baik-baik ke Polda Metro Jaya

Image

News

Anies Positif Covid-19, Ferdinand Hutahaean Tidak Kaget

Image

News

Pemeriksaan HRS Dikawal Ribuan Massa, Polri: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Premanisme!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Teleskop Raksasa 'James Bond' di Puerto Riko Ambrol

Teleskop ini adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Image
News

Mobil Seruduk Kawasan Pejalan Kaki di Jerman, Tewaskan Bayi 9 Minggu dan 4 Orang Lainnya

Tersangka menerobos sejauh 1 km dan menyeruduk orang secara acak

Image
News
MPR RI

Syukur: Pagelaran Seni Asli Mandiangin Sisipkan Nilai-Nilai Empat Pilar MPR

Banyak sekali metode untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI.

Image
News
MPR RI

Bamsoet: Perkokoh Benteng Ideologi Bangsa Hadapi Terorisme dan Radikalisme

Menurutnya, kesekian kalinya atribut agama 'dikorbankan' sebagai alat justifikasi terorisme.

Image
News
MPR RI

Basarah: Sejak Terima Wahyu, Nabi Muhammad Tak Pernah Mengubah Azan

Sejak menerima wahyu tentang azan, Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan.

Image
News

PA 212 Ngotot Gelar Reuni di Monas, Polri: Kita akan Bubarkan

Awi Setyono menegaskan tidak akan mentolerir dan mengizinkan berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Image
News

Rumah Dikepung Massa, Mahfud MD: Kali Ini Mereka Mengganggu Ibu Saya

Mahfud mengaku,dirinya selalu berusaha menghindar jika menindak orang yang menyerang pribadinya.

Image
News

Bangkitkan Hukum Lese-majeste, Thailand Tuntut Demonstran dengan Ancaman 15 Tahun Penjara

Setidaknya ada lima aktivis yang baru saja dikenai tuntutan lese-majeste. Mereka adalah para pemimpin gerakan prodemokrasi.

Image
News
Lawan COVID-19

File Bocor, China Kepergok Salah Tangani Tahap Awal COVID-19

China diduga telah meremehkan tingkat keparahan wabah virus corona.

Image
News

Anies - Ariza Positif Covid-19, 260 Petugas Disinfeksi Gedung Balai Kota

Steriliasi dilakukan oleh 260 petugas selama tiga hari

terpopuler

  1. Dedek Prayudi: Pembantaian Keluarga Kristiani oleh Teroris Buat Saya Malu sebagai Seorang Muslim

  2. 5 Meme Superlucu Arsenal yang Bikin Ketawa Ngakak tapi Kasihan

  3. Wisuda Online Didampingi Orang Tua ‘Palsu’, Warganet: Emaknya Waxing Dulu!

  4. Media Asing Soroti Aksi Teroris yang Bunuh 1 Keluarga di Sigi, Disebut Bukan Masalah Agama

  5. PA 212 Ancam Kerahkan Massa Saat Rizieq Diperiksa, Denny Siregar: Ini Sudah Provokasi

  6. Moderna Umumkan Hasil Uji Coba, Vaksin Coronanya 100 Persen Ampuh Lawan COVID-19 Parah

  7. Deddy Corbuzier Sebut Hubungan Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Bukan Settingan

  8. Pemerintah Harus Tanggung Biaya Perawatan Rp184 Juta per Orang Pasien Covid-19

  9. Musni Umar Keluhkan Penyebutan Premanisme Terhadap Massa Pendukung HRS

  10. IHSG Terancam Terkoreksi, Ini Saham-saham Bikin Untung Investor!

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan