Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

TB Hasanuddin Bantah Ada Kesepakatan Indonesia - AS Bangun Pangkalan Militer

Oktaviani

DPR RI

TB Hasanuddin Bantah Ada Kesepakatan Indonesia - AS Bangun Pangkalan Militer

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin (kanan) dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung (kiri) saat memimpin jalannya rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10). Rapat kerja ini mengagendakan Pembahasan RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah RI dan Pemerintah Negara Merdeka Papua Nugini tentang Kerja Sama di Bidang Pertahanan. | Sopian

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin membantah, adanya penandatanganan bersama antara Menlu Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengenai Kepulauan Natuna yang akan dibangun pangkalan militer AS.

"Tidak ada itu kesepakatan bersama antara Indonesia dan AS soal Kepulauan Natuna. Indonesia tetap memegang teguh politik luar negeri bebas aktif," tegas Hasanuddin kepada wartawan, Sabtu (31/10/2020).

Hasanuddin mengatakan, dengan politik luar negeri bebas aktif ini, tidak mungkin ada pangkalan militer negara manapun di Indonesia. Menurutnya, Indonesia siap bekerja sama dengan negara di manapun di wilayah NKRI termasuk di Kepulauan Natuna.

"Seluruh wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk bekerjasama dengan negara lain asal dapat memberikan manfaat bagi negara dan bangsa dan bukan membangun pangkalan militer asing," ujarnya.

Selain itu Hasanuddin juga menilai, tidak sepantasnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara soal isu-isu negara lain termasuk di Indonesia. Terlebih, lanjut Hasanuddin, di Indonesia Pompeo sempat menyinggung isu komunis yang sedang menjadi pro dan kontra di dalam negeri .

"Saya pertanyakan mengapa Pomeo menyinggung isu komunis. Padahal di negara asalnya di AS , komunis sudah tidak dijadikan isu politik lagi. Ada apa,?," tuturnya.

Ia menegaskan, dengan melontarkan isu tanpa argumentasi yang jelas hanya akan menimbulkan keresahan diantara masyarakat Indonesia, bekerja sama di bidang ekonomi akibat pandemi Covid-19 akan lebih bermanfaat untuk kehidupan kedua negara.

“Patut dipertanyakan maksud Pomeo menyinggung isu komunis itu untuk apa. Dasarnya apa," pungkasnya.

Karena itu, Hasanuddin mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terkecoh dengan memihak salah satu blok atau negara yang sedang berseteru.

"Indonesia konsekuen dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif," tandasnya.

Sebelumnya, Menlu AS Mike Pompeo mengungkapkan bahaya Partai Komunis Cina terhadap semua agama, di acara GP Ansor, Kamis (29/10/2020).

baca juga:

Mike Pompeo menyebut Partai Komunis Cina sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kebebasan beragama di masa depan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi berpidato di depan perwakilan ormas Islam di Indonesia pada forum yang digelar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kamis (29/10/2020).

Pompeo awalnya meminta kepada seluruh pemimpin agama untuk terus membela hak asasi manusia dalam hal kebebasan beragama. Sebab, ada pemerintahan di dunia ini yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak tersebut. 

Ia mencontohkan pelanggaran yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya dan pemerintah Iran terhadap para kelompok minoritas di negara tersebut.

Meski demikian, Pompeo menegaskan bahwa ancaman terbesar terhadap kebebasan beragama dari semua itu datang dari Partai Komunis Cina.

"Tapi fakta ancaman paling besar terhadap kebebasan beragama adalah tekanan Partai Komunis Cina terhadap semua orang dari kelompok agama," kata Pompeo.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Komisi XI Desak Kemenkeu Awasi Ketat Pinjaman PEN Daerah

Image

News

Ace: Kalau Angka Covid-19 Tinggi, Jangan Harap Haji 2021 Diizinkan

Image

News

Fraksi PKS Sebut RUU HIP Tidak Ada Urgensi Diteruskan

Image

News

PAN Minta DPT Tak Jadi Sumber Masalah Kesuksesan Pilkada 2020

Image

Ekonomi

Pemerintah Perlu Gandeng Koperasi untuk Salurkan PEN Bagi UMKM

Image

News

Komisi III Prediksi Nama Calon Pengganti Kapolri Diumumkan Usai Pilkada 2020

Image

News

Azis Syamsuddin Bantah Punya Hubungan Dekat dengan Napoleon

Image

Ekonomi

DPR Desak BPJS Kesehatan Selesaikan Permasalahan Pembayaran Klaim Bayi Baru Lahir

Image

Ekonomi

Kemenkeu: Penempatan Dana PEN di BPD Mampu Angkat Konsumsi Hingga Rp8,58 Triliun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Gunung Semeru Luncurkan Guguran Lava Pijar, Masyarakat Diimbau Waspada

Gunung Semeru masih dalam status waspada atau level II.

Image
News

HUT PGRI, Jokowi Sampaikan Tantangan Berat Guru di Masa Pandemi

Jokowi mengucapkan selama hari guru nasional dan HUT PGRI yang ke-75.

Image
News

Kolam Renang Terdalam di Dunia Dibuka di Polandia, Capai 45 Meter!

Deepspot menampung lebih dari 280.000 kaki kubik (7.900 meter kubik) air, jumlah yang sama dengan 27 kolam renang ukuran Olimpiade.

Image
News

Warga Surabaya Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Bantuan BNPB untuk Kepentingan Kampanye

Lucy membantah pembagian paket sembako bantuan dari BNPB kepada warga Kota Surabaya untuk kepentingan pilkada, melainkan bersifat sosial

Image
News

Website ini Tawarkan Tantangan Tonton 25 Film dalam 25 Hari, Hadiah Rp35 Juta

Peserta bisa mendapat imbalan USD 25.000 (sekitar Rp35 juta) untuk menonton 25 film liburan klasik dalam 25 hari

Image
News

Viral Pendaki Nekat Rekam Guguran Merapi, BPPTKG: Jangan Membahayakan Diri Sendiri

BPPTKG Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat agar menghentikan misi pendakian ke Gunung Merapi

Image
News

Walikota Cimahi Ajay Resmi Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Pembangunan RS

Ajay diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar.

Image
News

Yahya Zaini Minta Izin Edar BPOM Untuk Produk UMKM Digratiskan

Yang digratiskan cukup UMKM saja, bukan yang perusahaan besar

Image
News

Polres Cianjur Nilai Tempat Hiburan Malam Kerap Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba

Empat Orang pria diamankan Polres Cianjur

Image
News

Mendikbud Harap PGRI Ikut Membantu Dorong Pemda Ajukan Formasi Kebutuhan Guru

Kemendikbud mengumumkan akan membuka kesempatan bagi guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

terpopuler

  1. Buka Warung Makan di Teras Rumah Mewahnya, Muzdalifah: Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima

  2. Djoko Tjandra Sebut Tommy Minta Rp15 Miliar Hapus Status DPO dan Red Notice

  3. Mau Semprot Disinfektan Kediaman Rizieq Dihalangi Laskar, Digertak Dandim Langsung Ciut

  4. 7 Potret Manis Shoumaya Tazkiyyah, Pemeran Diana di Sinetron Bawang Putih Berkulit Merah

  5. Sebut Pasien Jantung dan Kanker Menumpuk di IGD, Gerindra Paksa Anies Bikin RSUD Baru

  6. Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

  7. TGUPP Anies Baswedan Diminta Sadar Diri

  8. 7 Potret Memesona Mareta Angel, Pedangdut Asal Yogyakarta Idola Kawula Muda

  9. Kapolda Metro Nostalgia ke Polsek Cengkareng: Saya Dulu Suka Nongkrong di Sini

  10. Wagub Ariza Tidak Masalah Kalau Pejabat Pemprov DKI Jakarta Jadi Tersangka Kasus Rizieq Shihab

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan