Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Tok! Benny Tjokrosaputro Divonis Seumur Hidup

Bayu Primanda

Tok! Benny Tjokrosaputro Divonis Seumur Hidup

Tersangka dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang juga Direktur Utama PT Hanson, Benny Tjokrosaputro, saat ditemui usai diperiksa di Gedung Kejagung RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020) | AKURAT.CO/Faqih Fathurrahman

AKURAT.CO Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan keuangan negara senilai Rp16,807 triliun serta tindak pidana pencucian uang.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Benny Tjokrosaputro terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan pencucian uang sebagaimana dakwaan kesatu primer dan kedua primer. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama seumur hidup," kata ketua majelis hakim Rosmina di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/10/2020).

Besaran vonis penjara itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung yang meminta agar Benny Tjokro divonis seumur hidup ditambah pidana denda sebesar Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama dari pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua dari pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selanjutnya Benny juga diwajibkan membayar uang pengganti.



"Menghukum terdakwa dengan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp6.078.500.000.000 dengan ketentuan jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti," tambah hakim Rosmina

Terdapat sejumlah hal yang memberatkan dalam perbuatan Benny Tjokro.

"Hal-hal yang memberatkan, terdakwa melakukan korupsi secara terorganisir secara baik sehingga sulit mengungkap perbuatannya, terdakwa menggunakan tangan-tangan pihak lain dalam jumlah sangat banyak untuk menjadi 'nominee' bahkan menggunakan KTP palsu untuk menjadi 'nominee' dan menggunakan perusahaan-perusahaan yang tidak punya kegiatan untuk menampung usahanya," tambah hakim Rosmina.

Hal lain yang memberatkan adalah perbuatan Benny Tjorko dilakukan dalam jangka waktu lama dan menyebabkan kerugian negara yang sangat besar dan secara langsung kerugian untuk nasabah Jiwasraya.

"Terdakwa menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk merusak dunia pasar modal dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal. Meski terdakwa bersikap sopan dan merupakan kepala keluarga tapi terdakwa tidak merasa bersalah dan tidak menyesali sehingga sikap sopan dan status kepala keluarga terhapus dengan rasa tidak bersalah dan tidak menyesali perbuatan," ungkap hakim Rosmina.

Dalam dakwaan pertama, menyatakan Benny Tjokrosaputro bersama-sama dengan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan 2008-2014, pemilik PT Maxima Integra Investama Heru Hidayat dan "advisor" PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto terbukti melakukan pengaturan investasi dengan membeli saham dan Medium Term Note (MTN) yang dijadikan portofolio PT. AJS baik secara "direct", dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD), reksa dana penyertaan terbata (RDPT) maupun reksa dana konvensional.

Pertama, Benny Tjokro bersama-sama Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto melakukan kesepakatan dengan Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS yang tidak transparan dan tidak akuntabel.

Kedua, Benny Tjokrosaputro, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan telah melakukan pengelolaan investasi saham dan reksa dana, tanpa analisis yang didasarkan pada data yang objektif dan analisis yang profesional dalam NIKP (Nota Intern Kantor Pusat), tetapi analisis hanya dibuat formalitas.



Ketiga, Benny Tjokrosaputro, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan telah melakukan pembelian saham BJBR, PPRO dan SMBR walaupun kepemilikan saham tersebut telah melampaui ketentuan yang diatur dalam pedoman investasi yaitu maksimal sebesar 2,5 persen dari saham beredar.

Kempat, Benny Tjokrosaputro bersama Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto serta pihak-pihak yang terafiliasi telah bekerja sama dengan Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan untuk melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR), PT PP Property Tbk (PPRO), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT SMR Utama (SMRU) dengan tujuan mengintervensi harga yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Kelima, Benny Tjokrosaputro bersama Heru Hidayat, Joko Hartono Tirto, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, Syahmirwan mengatur dan mengendalikan 13 manajer investasi untuk membentuk produk reksa dana khusus untuk PT. AJS, agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT AJS dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto

Keenam, Benny Tjokrosaputro Hendrisman Rahim bersama-sama Hary Prasetyo dan Syahmirwan menyetujui meskipun mereka mengetahui bahwa transaksi pembelian penjualan instrument keuangan yang menjadi underlying pada 21 produk reksa dana yang dikelola 13 manajer investasi dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto yang merupakan pihak terafiliasi dengan terdakwa Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional perusahaan.

Ketujuh, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto telah memberikan uang, saham dan fasilitas kepada Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan terkait dengan kerja sama pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT. AJS tahun 2008 - 2018.

Perbuatan tersebut memperkaya terdakwa Benny Tjokrosaputro atau orang lain yaitu Heru Hidayat, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan atau suatu korporasi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp16.807.283.375.000 sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK RI.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, Benny Tjokro dinilai terbukti melakukan pencucian uang dengan cara memasukkan dana hasil jual beli saham kepada PT. Hanson International, Tbk dan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh Benny Tjokro dan pihak-pihak yang bekerjasama dengannya dan selanjutnya dipergunakan Terdakwa antara lain untuk membayar utang, membeli tanah, membeli properti, menukar dalam bentuk mata uang asing dan lain sebagainya.

Terkait perkara ini Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya 2008-2014 Syahmirwan, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto juga dijatuhi vonis seumur hidup.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Warganet Minta Susi Pudjiastuti Kembali jadi Menteri KKP

Image

News

KPK Panggil 4 Saksi Dalam Penyidikan Korupsi Asuransi Jasindo

Image

Ekonomi

Perjalanan Edhy Prabowo, Menteri KKP Kepercayaan Prabowo Hingga Ditangkap KPK

Image

Ekonomi

Ditangkap KPK, Harta Edhy Prabowo Tembus Rp7 Miliar Lebih

Image

News

Provinsi Banten Peringkat Atas Pencegahan Korupsi

Image

News

KPK Periksa Mantan Kepala BPO DIY Soal Kasus Pembangunan Stadion Mandala Krida

Image

News

Pasca Buron, Kades Bulungihit Kabupaten Labura Akhirnya Ditangkap Tim Tabur Kejagung

Image

News

KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Polewali Mandar, Sejumlah Legislator Diperiksa

Image

News

KPK Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sultan: Ya Berproses Saja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPK Total Amankan 17 Orang Dalam OTT Menteri KKP

Mereka masih menjalani proses pemeriksaan di markas KPK

Image
News

OTT KKP Terhadap Menteri KKP Terkait Penetapan Calon Eksportir Benur

Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi penangkapan

Image
News

Ngeyel Langgar Protokol COVID-19, Belasan Tempat Usaha di DIY Terancam Ditutup Paksa

Belasan tempat usaha di Yogyakarta di ambang ancaman penutupan operasional sementara

Image
News

Terungkap! Ada Kartu ATM yang Diamankan KPK dari Hasil OTT Edhy Prabowo

Diketahui, Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi ditangkap KPK pada Rabu (25/11/2020) dini hari

Image
News

Menteri Edhy Prabowo Ditangkap, KKP Hargai Proses Hukum di KPK

Informasi resmi dari KPK masih ditunggu hingga saat ini

Image
News

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Warganet Minta Susi Pudjiastuti Kembali jadi Menteri KKP

Tidak sedikit pengguna Twitter yang menginginkan Susi Pudjiastuti kembali menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan

Image
News

Edhy Prabowo Diciduk KPK, Wagub Ariza Harap Ada Keadilan 

Riza patria mengaku turut prihatin

Image
News

Menteri KKP Ditangkap KPK, Mahfud MD Bakal Back up Firli Bahuri

Soalnya tidak semua orang dukung Firli sebagai ketua KPK

Image
News

Setelah Rencana Sertifikasi Dai, Kemenag Terbitkan Bahan Khutbah Jumat

Kemenag akan melibatkan para ulama dan akademisi yang pakar di bidangnya.

Image
News

Menteri KKP Ditangkap, Presiden Yakin KPK Profesional

Pemerintah menyerahkan proses hukum kepada KPK

terpopuler

  1. Viral Penjual Kebab Masak Sambil Pamer Otot, Warganet: Kuah Langsung dari Sumbernya

  2. Pengamat Sarankan Jokowi Fokus Urus Negara Saja, Biar Nikita Mirzani Urus Rizieq Shihab

  3. 7 Pesona Suwatu By MilandBay, Wisata Rasa Bali yang Lagi Hits di Jogja

  4. Ratusan Karangan Bunga untuk Mayjen Dudung, Fadli Zon: Mending Uangnya Buat Mereka yang Membutuhkan

  5. Tiga Tahun Menikah, Wanita ini Putuskan Cerai Demi Bantu Suami Menikahi Pacarnya

  6. Jessica Iskandar Menangis Bahagia Dapat Surat Cinta dari El Barack

  7. Tukang Roti di China Membuat Kue Ulang Tahun Bergambar Rumus Matematika, Bikin Mikir Keras!

  8. 7 Potret Bahagia Arya Saloka Bersama Keluarga, Harmonis Abis!

  9. 5 Fakta Surya Paloh Positif Virus Corona, Tak Alami Gejala hingga Sempat Dikabarkan DBD

  10. Nikita Mirzani Minta Polisi Jemput Paksa Elza Syarief Jika Tiga Kali Absen

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Image
UJANG KOMARUDIN

Polemik UU Omnibus Law Cipta Kerja

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sosok Edhy Prabowo, dari Atlet Nasional hingga Dikeluarkan AKABRI

Image
News

5 Potret Ceria Susi Pudjiastuti, Ketawanya Lepas Banget!

Image
Ekonomi

Perjalanan Edhy Prabowo, Menteri KKP Kepercayaan Prabowo Hingga Ditangkap KPK