Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Masyarakat Diimbau Cermat Pilah Informasi Soal Vaksin Covid-19

Bayu Primanda

Lawan Covid-19

Masyarakat Diimbau Cermat Pilah Informasi Soal Vaksin Covid-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Profesor Wiku Adisasmito dalam diskusi COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (15/4/2020). | Tangkapan Layar Live Youtube BNPB

AKURAT.CO Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait uji klinis dan berkembangnya informasi tidak resmi terkait harga vaksin Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar dan cermat dalam memilah informasi perkembangan penanganan Covid-19.

"Jadi pemberitahun aspek vaksinasi yang bersinggungan dengan masyarakat akan didiseminasikan secara transparan, secara bertahap, sehingga jika belum diumumkan secara gamblang oleh pemerintah, maka hal tersebut masih dalam tahap perumusan. Kami ingin memastikan bahwa informasi publik yang disampaikan itu betul-betul akurat," ujar Wiku menjawab pertanyaan media dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020).

Tentang perkembangan vaksin terkini, dalam keterangan persnya, Wiku menyampaikan pemerintah masih menyelesaikan tahapan pengembangan uji klinis fase 3 yang dilakukan di Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat. Dalam pengembangan vaksin, Wiku menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Alur pertama pengembangan vaksin ialah melakukan penelitian dasar. Dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains dan biomedis. Dalam penelitian dasar para ilmuwan meneliti tentang virusnya, sel-sel terkait virus, sel-sel yang diinfeksi virus tersebut kemudian diperbanyak. Sel-sel yang diperbanyak ini akan diteliti dan dilihat bagaimana reaksinya. Selanjutnya diekstraksi virusnya, dalam jumlah yang lebih banyak. "Dalam tahap ini, biasanya sudah mulai membuat vaksin dalam jumlah yang terbatas," lanjutnya.

Tahap kedua ialah Uji Praklinik. Tahap ini untuk memastikan bahwa vaksin yang dibuat dilakukan pengujian terhadap sel dan dilanjutkan dengan hewan percobaan. Tahapan ini kata Wiku sering disebut studi In Vitro dan In Vivo. Tujuannya untuk mengetahui keamanan vaksin sebelum diujicobakan kepada manusia. "Proses ini kita ingin memastikan bahwa sel-sel atau badan sel yang dimatikan dari virus ini diambil dan dimodifikasi supaya bisa menjadi bahan vaksin yang tepat sebelum diuji pada uji Preklinis," kata Wiku.

Setelah uji Praklinik berhasil, maka dilanjutkan uji klinis fase 1. Para ilmuwan memastikan sampel vaksin minimal 100 vaksin, yang diujicobakan pada manusia untuk memastikan keamanan pada manusia. Serta menilai farmakokinetik dan farmakodinamik. Dalam uji klinis fase 1 juga untuk menentukan rentang dosis aman untuk manusia.

Selanjutnya masuk uji klinis fase 2. Fase ini menggunakan sampel vaksin antara 100 sampai dengan 500 orang. Dalam fase ini juga, para ilmuwan menilai dan memastikan bahwa keamanan pada manusia dapat tercapai dan menilai efektivitasnya. Dan kembali menentukan rentang dosis optimalnya dan menentukan frekuensi pemberian dosis paling optimal dan menilai efek samping jangka pendek.

Setelah lulus fase 2, maka masuk uji klinis fase 3. Dimana fase ini melakukan uji coba dengan melibatkan sampel minimal 5 ribu orang untuk menilai dan memastikan keamanan, efektifitas dan manfaat yang didapatkan melebihi risiko penggunaan pada populasi yang lebih besar.

"Apabila fase 3 ini tuntas dan hasilnya memuaskan. Maka akan masuk fase berikutnya, yaitu fase persetujuan. Fase persetujuan ini kita pastikan vaksin mendapatkan persetujuan dari lembaga pengawas obat dan makanan serta kesehatan," jelas Wiku.

Apabila semua tahapan tersebut berjalan dengan baik, maka bisa masuk ke tahapan produksi vaksin dalam jumlah yang besar.

Terakhir, ia juga menginformasikan tentang sejarah perkembangan virus corona yang sudah ada sejak dekade tahun 1960-an. Sampai saat ini, virus tersebut sudah tercatat sebanyak 7 jenis. Jenis terbaru yang ditemukan ialah jenis virus Sars-Cov2 yang menyebabkan Covid-19.

Adapun Covid-19 merupakan infeksi yang baru dan saat ini para ahli dan ilmuwan di dunia sedang melakukan riset untuk mencoba mengenali karakteristik virus penyebab Covid-19 yang digunakan sebagai dasar pengembangan vaksin.

Proses pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan melalui tahapan yang kompleks. Melibatkan berbagai kementerian, maupun lembaga negara maupun BUMN. Presiden Joko Widodo pun telah mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengatur pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Penting untuk diketahui, sampai saat ini belum ada negara di dunia yang sudah memproduksi vaksin Covid-19 secara massal. Indonesia terus melakukan upaya pengadaan vaksin ataupun memproduksi vaksin secara mandiri. Proses pengembangan vaksin maupun vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati, namun tetap tanggap menghadapi perubahan yang sangat dinamis di masa pandemi," jelas Wiku.

Sekedar mengetahui, saat ini ada beberapa kandidat vaksin yang sedang dikembangkan pemerintah, termasuk vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Kandidat vaksin hasil kolaborasi dengan kerjasama pihak luar negeri, diantaranya Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kimia Farma dengan G42 dari Uni Emirat Arab, dan Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Lonjakan COVID-19 Picu Kerusuhan di Penjara Sri Lanka, 8 Napi Tewas

Image

Ekonomi

Lawan Covid-19

Pemerintah Bebaskan Pajak untuk Impor Vaksin COVID-19

Image

News

Lawan Covid-19

124.078 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Sembuh 

Image

News

INFOGRAFIS WHO Rilis Pedoman Olahraga Saat Pandemi

Image

News

FOTO Jumlah Kasus COVID-19 DKI Jakarta Bertambah 1.099 Orang

Image

Hiburan

5 Fakta Penting Bitto UP10TION Positif COVID-19, Seluruh Staf Langsung Jalani Tes

Image

News

Wagub Ariza Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Anies Baswedan?

Image

News

Di Jepang, Lebih Banyak Orang Tewas karena Bunuh Diri daripada Corona

Image

News

Deretan Fakta Penting Said Aqil Siradj Positif COVID-19, Kondisinya Semakin Membaik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Putus Penyebaran COVID-19, Pemkot Surakarta Tutup Pasar Gede Solo

Pemkot Surakarta menutup sementara pasar Gede Solo dikarenakan ada beberapa penjual yang terpapar COVID-19

Image
News

Yogyakarta Perpanjang Status Tanggap Darurat COVID-19

Perpanjangan status diputuskan melalui SK Gubernur Nomor 358/KEP/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Ketujuh Status Tanggap Darurat COVID-19

Image
News

Lonjakan COVID-19 Picu Kerusuhan di Penjara Sri Lanka, 8 Napi Tewas

Sampai saat laporan ini, situasi dikatakan telah terkendali. Namun, karena bentrokan tadi, polisi mengonfirmasi delapan napi telah tewas

Image
News

Catat, MK Tiadakan Pengujian UU hingga Senin Depan

Sidang ditiadakan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Image
News

Bilik Ayah Bunda, Ruang Privasi Pasutri Pengungsi Merapi Memadu Kasih

Fungsinya, sebagai ruang privasi bagi pasangan suami istri sah

Image
News

Angka Kesembuhan COVID-19 di Tanjungpinang Bertambah 13 Orang

Total pasien yang sembuh mencapai 716 orang

Image
News

Dua Dosen Positif COVID-19, Satu Perguruan Tinggi di Bangka Ditutup Sementara

Penutupan satu perguruan tinggi dikarenakan ada dua dosen yang terkonfirmasi positif COVID-19

Image
News

AHY Dukung Pemerintah Usut Tuntas Kasus Pembantaian di Sigi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengutuk kejadian teror di Sigi, Sulawesi Tengah.

Image
News
Lawan Covid-19

Presiden Jokowi: Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Jakarta Meningkat Sangat Drastis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Image
News

Tito Ingatkan Pesan Presiden Jokowi kepada Kepala Daerah Soal Penanganan Covid-19

Kepala daerah juga harus menjaga keseimbangan antara peningkatan ekonomi dan pemulihan kesehatan masyarakat.

terpopuler

  1. Minta Habib Rizieq Hadapi Polisi, Nikita Mirzani: Tunjukkan Kalau Laki-laki Jantan

  2. PA 212 Klaim Kondisi HRS Segar Bugar, Dokter RS UMMI: Hasil Pemeriksaan Belum Keluar

  3. Kabar Habib Rizieq Kabur dari RS, Muannas: Tolonglah Umat Diberi Contoh yang Baik!

  4. Diduga Saling Merindu dengan Ibunya, Anak Vanessa Angel Tak Berhenti Nangis Selama 3 Jam

  5. Gara-gara Ini, Kepercayaan Investor Asing Terhadap Prospek Ekonomi Indonesia Meningkat

  6. Petinggi RS UMMI Bogor dan Menantu Rizieq Shihab Bakal Diperiksa Polisi

  7. Diisukan Dijual di Indonesia pada 18 Desember, Berapa Harga iPhone 12?

  8. Komandan Korem: Tolong Masyarakat Stop Membantu Kelompok Ali Kalora, Kekejaman MIT Keterlaluan

  9. Tak Berhenti, Nikita Mirzani Kembali Unggah Video yang Sebut Ceramah Habib Rizieq Polusi Akhlak

  10. Pertemuan Anies Baswedan - Rizieq Shihab Awal Mula Pelanggaran Prokes

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan