Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

YLBHI: RUU Omnibus Law Klaster Ciptaker Bukti Inkonsistensi Presiden

Badri

YLBHI: RUU Omnibus Law Klaster Ciptaker Bukti Inkonsistensi Presiden

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). Jokowi meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal di stasiun tersebut. Menurut Presiden Jokowi, TNI dan Polri kedepannya akan menerjunkan pasukan lebih banyak di titik keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan virus Corona atau COVID-19. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pengesahan RUU Ciptaker Sabtu (3/10/2020) tengah malam dinilai justru membuktikan inkonsistensi presiden. Sebab, RUU Omnibus Law Klaster Ciptaker dinilai melahirkan peraturan turunan yang jumlahnya juga tidak sedikit. Karenanya, argumen dasar pemerintah bahwa RUU Ciptaker untuk menyederhanakan peraturan dianggap tidak benar.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati dalam webinar bertajuk 'Kontroversi RUU Ciptaker: Percepatan Ekonomi dan Rasa Keadilan Sosial" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang DPP Partai Demokrat Minggu malam (4/10/2020).

Dia mengungkapkan, berdasarkan sebuah riset, sepanjang tahun 2012 hingga November 2019, terdapat 10.180 produk regulasi di Indonesia. Terdiri atas 131 UU, 526 Peraturan Pemerintah (PP), 830 Peraturan Presiden (Perpres), 8. 684 peraturan menteri (Permen).

baca juga:

Menurut dia, semangat penyederhaan peraturan justru tidak nampak dalam RUU Ciptaker. Sebab, dibutuhkan sedikitnya ratusan aturan turunan dalam bentuk peraturan presiden (Perpres) ataupun peraturan pemerintah (PP). Nah, kata dia, baik PP, Perpres ataupun Permen adalah produk hukum yang ada dibawah payung kekuasaan seorang presiden.

"Jadi kalau sekarang presiden bilang mau pangkas aturan, dia sebetulnya sedang bicara dengan dirinya sendiri. Seakan-akan karena peraturannya banyak kita butuh Omnibus Law," ujarnya.

Padahal, kata dia, dengan disepakatinya Omnibus Law Klaster Ciptaker, tidak sedikit aturan turunan yang akan dilahirkan.

"Ketidakkonsistenan itu sendiri ada dalam RUU itu. Ada setidaknya 490 an PP, 19 Perpres (aturan turunan dari RUU Ciptaker). Mungkin angkanya akan berubah karena ada perubahan-perubahan dalam pembahasan. Tapi saya kira tidak mungkin angkanya tiba-tiba jadi nol. Jadi, argumen RUU ini untuk menyederhanakan aturan itu tidak benar" kata Asfinawati.

Dia menambahkan, Omnibus Law juga berpotensi menimbulkan penumpukan kekuasaan yang terlampau besar pada presiden. Peran lembaga-lembaga negara lainnya otomatis semakin diperkecil. Akibatnya, fungsi perwakilan rakyat sebagai alat kontrol pemerintah otomatis melemah.

"Ketika kewenangan lebih banyak diserahkan ke pemerintah, maka itu artinya peran wakil rakyatnya yang melekat di DPR juga berkurang," katanya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR Minta PTPN Optimalkan Klasterisasi Guna Perbaiki Kinerja

Image

Ekonomi

Waspada Penurunan Daya Beli dalam Penghapusan Premium!

Image

News

Komisi V Ingatkan BMKG dan Basarnas Buat Rencana Terukur Antisipasi Fenomena La Nina

Image

News

Baleg DPR: 38 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Berikut Rinciannya

Image

News

DPR: Langkah Menag Copot Kepala KUA Tanah Abang Sudah Tepat

Image

News

DPR RI

Komisi III DPR Minta Polri Tak Tebang Pilih Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Image

News

PKS Sebut Tindakan Pencopotan Kepala KUA Tanah Abang Berlebihan

Image

News

Fraksi PKS Minta Pemerintah Tak Lepas Tangan Soal Izin Sekolah Tatap Muka

Image

Ekonomi

Anggota DPR Ini Dorong INKA Dongkrak Ekspor Kereta Api

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Disentil Satgas Covid-19 Gegara Corona Meroket, Wagub Ariza Klaim Sudah Ikuti Arahan Jokowi

Dalam tiga pekan terakhir DKI Jakarta menjadi salah salah Provinsi penyumbang kasus corona terbanyak.

Image
News

Ditangkap KPK, Harta Menteri KKP Edhy Prabowo Tembus Rp7 Miliar Lebih

Jumlah ini bertambah signifikan dari laporan kekayaan sebelumnya

Image
News
MPR RI

Bamsoet Ajak Generasi Muda Bangun Benteng Ideologi Bangsa

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun memunculkan istilah baru, yaitu infodemi untuk menggambarkan maraknya berita hoax terkait pandemi Covid-19.

Image
News
MPR RI

MPR: Menggunakan Hak Pilih Salah Satu Cara Merawat Warisan Para Pejuang

Hak pilih yang dimiliki masyarakat Indonesia untuk menentukan pemimpinnya, kata Hidayat adalah buah Reformasi.

Image
News

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur

Informasi selanjutnya akan disampaikan lagi usai giat penangkapan rampung dilakukan

Image
News

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Belum ada keterangan lebih jauh soal kasus yang membelitnya

Image
News

Perdayai Aparat, Kartel Narkoba Kolombia Nekat Simpan Kokain dalam Implan Payudara Wanita

Aksi penyelundupan tak biasa ini terkuak setelah polisi menggerebek kelompok Los Cirujanos di dua kota yang berbeda, yaitu Cali dan Medellin

Image
News

Fadli Zon: Anies Tidak Bisa Dicopot...

Fadli Zon menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa dipecat dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri.

Image
News
Lawan COVID-19

Wajahnya Berubah Drastis karena Tangani Pasien COVID-19, Perawat Ini Jadi Viral

Potret sebelah kiri Kathryn tampak begitu segar. Sebaliknya, potret wajah kanan tampak begitu lesu dan dipenuhi bekas luka.

Image
News

Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Penyidik tengah menganalisis dan evaluasi keterangan saksi dalam kasus dugaan tindak pidana protokol kesehatan di Petamburan.

terpopuler

  1. Viral Penjual Kebab Masak Sambil Pamer Otot, Warganet: Kuah Langsung dari Sumbernya

  2. Pengamat Sarankan Jokowi Fokus Urus Negara Saja, Biar Nikita Mirzani Urus Rizieq Shihab

  3. 7 Pesona Suwatu By MilandBay, Wisata Rasa Bali yang Lagi Hits di Jogja

  4. Ratusan Karangan Bunga untuk Mayjen Dudung, Fadli Zon: Mending Uangnya Buat Mereka yang Membutuhkan

  5. 5 Fakta Surya Paloh Positif Virus Corona, Tak Alami Gejala hingga Sempat Dikabarkan DBD

  6. Tiga Tahun Menikah, Wanita ini Putuskan Cerai Demi Bantu Suami Menikahi Pacarnya

  7. Jessica Iskandar Menangis Bahagia Dapat Surat Cinta dari El Barack

  8. 7 Potret Bahagia Arya Saloka Bersama Keluarga, Harmonis Abis!

  9. Dugaan Pidana Cagub Sumbar Mulyadi Dilimpahkan ke Bareskrim Polri

  10. Parah! Pesan PS5 yang Datang Malah Sekantong Beras

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Image
UJANG KOMARUDIN

Polemik UU Omnibus Law Cipta Kerja

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Sosok

Image
Ekonomi

5 Fakta Menarik Supriyanto, Mantan HRD Bergelar Master yang Jadi Tukang Balon

Image
News

5 Fakta Aris Kukuh Prasetyo, Turunkan Jumlah Anak Putus Sekolah hingga Raih Nominasi Internasional

Image
News

7 Potret Seru Sandiaga Uno dan Istri di Mesir, Kunjungi Piramida hingga Naik Balon Udara