Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kok DPR Kebut Pembahasan Kluster Ketenagakerjaan, Ada Apa?

Oktaviani

Kok DPR Kebut Pembahasan Kluster Ketenagakerjaan, Ada Apa?

Buruh membawa keranda mayat saat melakukan aksi di depan gerbang Gedung MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Dalam aksinya buruh menuntut dua tuntutan, yakni penolakan pembahasan omnibus law oleh DPR dan menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak dari pandemi COVID-19. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mendesak Badan Legislatif (Baleg) membatalkan proses pengesahan omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

KPBI melihat cara Badan Legislatif DPR menyebut pengesahan kluster terakhir di beleid kontroversial tergesa-gesa. Padahal, kluster ketenagakerjaan masih bermasalah dan mendapat penolakan mayoritas buruh.

“Kenapa tidak rapat di DPR dan terkesan seperti menghindari "fraksi balkon"? Kalau alasan Gedung tutup, DPR kan bisa meminta beroperasi pada minggu. Ini alasannya teknis bukan substansi,” kata Ketua KPBI Ilhamsyah dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020).

Selain dibahas secara tidak transparan, menurutnya, kluster ketenagakerjaan bakal mengurangi hak-hak buruh yang sudah diatur dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ia menyebut antara lain seperti karyawan kontrak dan outsourcing tanpa batasan, upah satuan waktu (yang membuat UMP tidak efektif),  pengurangan komponen pesangon, penghapusan pidana ketenagakerjaan, jam kerja eksploitatif, dan penghilangan hak-hak cuti.

“Dengan kondisi seperti itu, buruh kehilangan daya tawar karena mudah di-PHK. Buruh susah berserikat. Alhasil, kondisi kerja akan semakin buruk dan menindas,” imbuhnya.

Ilhamsyah turut memperingatkan, penurunan upah akan semakin memperpuruk kondisi ekonomi makro Indonesia. Sebab, konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih 50 persen komponen PDB akan semakin terjerembab. Terlebih, persoalan ketenagakerjaan bukanlah penghambat utama investasi, melainkan persoalan korupsi.

“Ini justru memperburuh dampak COVID-19 di ekonomi nasional,” tegasnya.

Selain itu, KPBI menyampaikan apresiasi pada fraksi-fraksi yang tegas menolak badan legislatif mengesahkan rumpun ketenagakerjaan dari omnibus law. KPBI juga mendesak agar fraksi-fraksi lainnya untuk tidak menyetujui rumpun ketenagakerjaan omnibus law.

“Mengesahkan omnibus law sungguh pilihan politik yang merugikan bangsa Indonesia dan partai-partai politik itu sendiri. Rakyat akan semakin sadar partai-partai pendukung omnibus law itu jelas tidak memihak rakyat dan buruh merupakan kelompok pemilih dominan,” ujarnya.

Baginya, DPR bakal memancing kerumunan massa berkumpul menolak omnibus law di tengah pandemic jika ngotot mengesahkan. Alih-alih menurunkan kasus COVID-19 yang terus menaik, langkah DPR justru mengancam penanganan pandemi.

"Terlebih, jika Baleg mengesahkan rumpun ketenagakerjaan Minggu, 27 September 2020. Sebab, ini membuka ruang pengesahan omnibus law pada paripurna 8 Oktober 2020," pungkasnya.[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Video

VIDEO Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Kembali Demo Tolak Omnibus Law

Image

News

DPR RI

Sekjen DPR: Draft UU Cipta Kerja Dikirim ke Presiden Rabu Besok

Image

Ekonomi

Rizal Ramli: Solusinya Tindakan Tegas Terhadap Birokrasi, Bukan Omni-Cilaka!

Image

Iptek

Kominfo Bantah Blokir Media Sosial di Tengah Aksi Penolakan RUU Cipta Kerja

Image

Hiburan

Soal Mic Mati di Sidang Paripurna, Melanie Subono: Yang Tahu Hanya Puan dan Tuhan

Image

News

FOTO Hendak Aksi di Gedung DPR, Puluhan Pelajar Ditangkap

Image

Ekonomi

Christ Wamea: Harusnya Presiden Konsentrasi Cari Solusi, Bukan Ciptakan Masalah!

Image

News

INFOGRAFIS 12 Hoax Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Image

News

FOTO Aksi Buruh Tolak UU Cipta Kerja Berlanjut di Sejumlah Daerah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

JK Perkirakan Pandemi Covid-19 Berakhir 2022 Mendatang

Pasalnya, vaksin Covid-19 baru bisa diproduksi pada Maret 2021

Image
News

Kanwil Kemenag DKI Pastikan Pelaksanaan Umroh Sesuai Prokes Covid-19

Karena ini untuk memastikan peserta umroh tak tertular Covid-19

Image
News

Kasus Positif Covid-19 di Madiun Hari Ini Bertambah 158 Orang

Salh satu pasien berusia 71 tahun

Image
News

Akademisi: ASN Harus Netral Demi Hasilkan Pilkada Berkualitas

Karena netralitas ASN menentukan kualitas Pilkada

Image
News

PKS Apresiasi Pernyataan Jokowi Atas Perkataan Presiden Macron

Presiden dinilai peka menjawab keresahan masyarakat

Image
News

Eri-Armuji Unggul Dalam Tiga Survei, PDIP Minta Jangan Sampai Terlena

Gotong royong dan kerja keras dari semua pihak diharapkan bisa memenangkan pasangan nomor urut 1 ini.

Image
News

Eks Kepala BNPT: Sistem Peradilan Kriminal Efektif Tangani Terorisme

Diharapkan sistem peradilan itu bisa berantas terorisme

Image
News

Ribut Gegara Klakson, Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya WNA Pakistan

Polisi telah menangkap pelaku penalganiaya WNA Pakistan saat bersembunyi di rumahnya

Image
News

Presiden Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

Diharapkan Covid-19 tak menghalangi kreativitas seniman

Image
News

Megawati Bilang Partainya Siap Bantu BMKG Sebarkan Info Potensi Bencana

Diharapkan info yang disebar bisa membuat masyarakat waspada akan adanya bencana

terpopuler

  1. Syarif Hasan: Kartun yang Menistakan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

  2. Novel Bamukmin: Presiden Perancis Telah Buat Kegaduhan di Dunia

  3. Tak Terima Disanksi Ringan, PDIP Minta Anies Tindak Tegas Guru SMAN 58 Jakarta

  4. Anies Dapat Penghargan Jakarta Kota Terbaik Dunia, Gilbert: Saingannya Sekelas Kota Kabupaten

  5. Gerindra: Kalau Projo Mau Jabatan Minta Saja Sama Presiden

  6. Ternyata Kebiasaan Ini yang Merusak Kualitas Sperma

  7. Novak Djokovic Kandas di Perempat Final Vienna Terbuka

  8. DKI Terpilih Jadi Kota Terbaik di Dunia, Anies Baswedan: Ini Kemenangan Kedua Warga Jakarta

  9. Denny Siregar: Bang Refly, Sugi Gak Mau Dipenjara Sendirian Katanya

  10. Mau Bisnis Frozen Food Banjir Cuan? Coba Deh 6 Tips Ini!

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Dr. Akhmad Shunhaji, M.A.

Respon Quranik terhadap Pola Pembelajaran di Masa Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Sosok AKP Agung, Ikut Tangani Kasus Penistaan Agama Ahok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok