Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kasus Label SNI Baja Palsu Jalan di Tempat, DPR Ingatkan Polisi Jangan Main Mata

Oktaviani

DPR RI

Kasus Label SNI Baja Palsu Jalan di Tempat, DPR Ingatkan Polisi Jangan Main Mata

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin saat menghadiri pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Ketua DPR Puan Maharani di Universitas Diponogoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020). Penganugerahan gelar doktor HC ini karena melihat kontribusi Puan yang dinilai sangat signifikan untuk ilmu pengetahuan, seni dan budaya, juga perhubungan antarbangsa dalam kebudayaan dan kemanusiaan, baik secara pribadi, maupun sebagai Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan juga Ketua DPR. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempertanyakan penyidikan Kasus Baja Impor asal Thailand yang hingga kini belum terungkap pelaku utamanya. Kasus ini terjadi pada pertengahan Juni 2020 dalam memalsukan label Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"Tentunya ini berbahaya bagi proses pembangunan, Pemerintah harus mengecek kembali proyek infrastruktur yang dikerjakan tahun ini. Jangan sampai ada label SNI palsu yang mengakibatkan runtuhnya bangunan dan memakan korban jiwa serta mengambil keuntungan semata," kata Azis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Politisi Golkar itu menyebut bahwa, Pemerintah secara tegas melindungi industri Baja dalam Negeri. Untuk itu penegak hukum harus melakukan tindakan pengawasan secara ketat dan mengusut tuntas kasus pemalsuan SNI secara cepat dan transparan.

"Jangan sampai ada aparat penegak hukum yang bermain mata dalam menyelesaikan kasus ini, mari kita selamatkan Industri dalam Negeri," tegasnya.

Diketahui, Kasus impor besi baja siku berlabel SNI palsu tersebut diduga merugikan negara Rp2,7 triliun. Perkara akan dibawa ke persidangan jika berkas dinyatakan P21 atau lengkap.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Polisi menyita 4.600 ton baja impor dari gudang milik PT Gunung Inti Sempurna (GIS).

Polda Metro Jaya mengusut kasus ini sejak Juni 2020. Penyidikan dilakukan atas tindak lanjut laporan polisi nomor LP/ 659/ IV/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ bertanggal 17 Juni 2020.

Sementara, Penyidik Polda Metro Jaya melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan impor besi baja siku berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu yang ditaksir merugikan negara Rp2,7 triliun. Kepolisian telah mengirimkan berkas perkara tersebut kepada Kejaksaan namun dikembalikan untuk dilengkapi kembali atau P-19.

“Sudah dikirim pemberkasan dan dikembalikan oleh JPU ke penyidik. Sekarang sedang dilengkapi berkasnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Meski demikian, Tubagus enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai kekurangan pada berkas tersebut. Dia hanya mengatakan tim penyidik sedang melengkapi kembali berkas tersebut berdasarkan petunjuk jaksa. “Itu masuk materi penyelidikan, dalam rangka pemenuhan P-19 kami terus lengkapi,” katanya.[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Temui Konstituen, Misbakhun Suarakan Pentingnya Golkar Usung Kader Sendiri Sebagai Capres

Image

Ekonomi

Pembentukan Holding RS BUMN, Langkah Strategis Tangani Covid-19

Image

News

Baleg DPR: Pelonggaran Ijin Industri Miras Bahayakan Bangsa

Image

News

PKS: Ide Riset Vaksin Nusantara Harus Akuntabel

Image

News

Komisi X Minta Guru Honorer Dipastikan Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Image

News

Vaksin Gotong Royong Perlu Diawasi, Komisi IX: Jangan Sampai Diuangkan

Image

News

Pimpinan DPR Minta Kemenkes Evaluasi Penyaluran Vaksin Covid-19 pada Tahanan KPK

Image

Ekonomi

DPR RI

Anggota DPR: Holding Ultra Mikro Akan Dorong Pengembangan UMKM

Image

News

Ikuti Aturan Prokes Ketat, Sekjen DPR Tegaskan Pemberian Vaksin Tidak Tertutup

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Lebak Banten

Pelaku terancam dipenjara 20 tahun.

Image
News

Imbas Presiden dan Perdana Menteri Tak Akur, Tunisia Dilanda Demo Besar-besaran

Protes pada Sabtu (27/2) merupakan demonstrasi terbesar di Tunisia selama bertahun-tahun.

Image
News

Studi Israel Sebut 95 Persen Pasien COVID-19 Tidak Menderita Kerusakan Organ Permanen

Gangguan yang ditimbulkan akibat COVID-19 pada organ tersebut masih dapat disembuhkan

Image
News

Gubernur Sulsel Terlibat Kasus Korupsi, SPAK: Kami Tak Menyangka

Aktifis perempuan yang juga tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulawesi Selatan Husaima Husain tak menyangka keterlibatan

Image
News

Bantah Isu Dibawa KPK ke Jakarta, Bupati Bintan: Itu Urusan Partai!

Bupati Bintan, Apri Sujadi membantah informasi yang menyatakan bahwa KPK membawanya ke Jakarta atas dugaan kasus korupsi pengaturan barang

Image
News

Temui Konstituen, Misbakhun Suarakan Pentingnya Golkar Usung Kader Sendiri Sebagai Capres

Sekjen DEPINAS SOKSI itu memanfaatkan masa reses DPR untuk menyerap aspirasi para pemilihnya.

Image
News

Sekjen PDIP Angkat Bicara soal Kasus Nurdin Abdullah

Hasto mengatakan, dari rekam jejaknya selama ini, Nurdin dikenal sebagai orang baik.

Image
News

Polisi Buru DPO MIT di Poso Pasca Baku Tembak

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso, mengatakan, Satgas Madago Raya hingga saat ini masih

Image
News

Usai OTT Gubernur Sulsel Cs, Mahfud: Sistem Dan Mekanisme KPK Kuat

Mahfud MD memuji kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah pimpinan Komjen Firly Bahauri.

Image
News

Perampok Bengkel di Palangka Raya Ditangkap Polisi

Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah berhasil mengamankan pelaku perampok sadis dengan percobaan pembunuhan di bengkel mobil Pro Knalpot

terpopuler

  1. Kaget Cuitannya Dibalas Iptu Yuliana, Iwan Fals: Wah! Bagaimana Manggilnya

  2. Kedok RM Cafe Terbongkar Pascapenembakan, Anies Baswedan Didesak Perketat Pengawasan

  3. Imelda Sari: Terima Kasih Pak Marzuki Alie Atas Cercaan kepada Demokrat

  4. Sempat Viral karena Ditendang Masuk Ring 1, Pengendara Motor Minta Maaf kepada Paspampres

  5. Pendiri Partai Demokrat: Lawan dan Pecat Pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan

  6. Mohon Maaf Bu Sri, Milenial Ternyata Enggak Butuh Mobil Pribadi

  7. Terjaring OTT, Ketua KPK Bicara Status Tersangka Nurdin Abdullah

  8. Quraish Shihab: Begini Bahaya Menafkahi Anak Istri dengan Harta Hasil Korupsi

  9. Simulasi KPR Rumah Rp500 Juta dengan DP 0%, Angsuran Cuma Rp3 Juta-an

  10. Bandara di Philadelphia Sediakan Robot untuk Antar Makanan

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

6 Potret Santai Menteri Yasonna Laoly di Berbagai Kegiatan, Bersepeda hingga Keliling Kebun

Image
News

Tertangkap OTT KPK, Ini 5 Fakta Penting Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan

Image
News

7 Potret Hangat KSP Moeldoko Bersama Keluarga, Ayah Idaman!