Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Jelang Pilkada, Hasto: Jangan Cekoki Pikiran Rakyat Bahwa Pilkada Adalah Perang

Badri

Jelang Pilkada, Hasto: Jangan Cekoki Pikiran Rakyat Bahwa Pilkada Adalah Perang

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto | Istimewa

AKURAT.CO, Pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 rupanya tak hanya memicu potensi sebaran virus. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melansir adanya potensi konflik horizontal yang dipicu kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada. Baik kecurangan oleh calon kepala daerah, penyelenggara, maupun keputusan pengadilan.

Adanya potensi konflik itu disampaikan Komisioner Bawaslu Mochammad Afifudin dalam webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan) dalam rangka puncak perayaan Hari Perdamaian Dunia, Senin (21/9/2020).

Narasumber seminar itu juga menghadirkan mahasiswa program doktor Unhan yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Peneliti LIPI Adriana Elisabeth.

Dalam pemaparannya, Afifuddin mengatakan, Pilkada di tengah kepungan wabah seperti saat ini tidaklah mudah. Sebab, bahaya mengintai setiap aktivitas penyelenggara Pemilu akibat meluasnya wabah Covid-19.

Penyelenggara pemilu harus melakukan berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi hingga pengawasan lapangan, namun di sisi lain bahaya kesehatan akibat virus corona mengintai setiap saat. 

"Jadi prasyarat dilaksanakannya pilkada ini adalah jika protokol kesehatan diterapkan, baik penyelenggara, pemilih, maupun peserta," kata Afifudin.

Syarat ketat selama proses tahapan Pilkada juga mutlak diperlukan. Misalnya, untuk pengumpulan massa dalam rapat umum hanya boleh dihadiri 50 orang. Pembengkakan biaya pelaksanaan Pilkada juga tak terhindarkan. Sebagai contoh, KPU mengajukan anggaran triliunan rupiah demi memastikan petugasnya tak terpapar corona ketika turun ke lapangan.

Sementara untuk potensi konflik, Bawaslu sudah mengingatkan adanya potensi akumulasi kekecewaan para bakal calon maupun pendukung yang gagal ditetapkan sebagai pemenang oleh KPUD.

"Misalnya ada calon yang tidak masuk sebagai calon karena ada syarat yang kurang, sehingga mereka kecewa, mereka melakukan unjuk rasa dan seterusnya. Kami mengirim surat ke daerah soal ini. Termasuk calon yang lolos proses selebrasinya jangan berlebihan," ulasnya.

Potensi masalah selanjutnya adalah daftar pemilih yang tidak akurat. Misalnya, ada pemilih yang namanya ternyata tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Idealnya, sejak awal sudah jelas berapa jumlah pemilih dan surat suara disiapkan. 

"Kalau banyak orang yang harusnya masuk sebagai pemilih, tapi tidak masuk daftar pemilih, ini pasti berpotensi menimbulkan konflik," imbuhnya. 

Potensi konflik berikutnya terjadi saat verifikasi syarat bakal calon. Misalnya bakal calon yang terbukti menggunakan ijazah palsu. Saat KPU membatalkan pencalonannya, potensi konflik terbuka lebar.

"Karena begitu sudah ada calon, maka emosi massa pendukung tentunya jadi satu," imbuhnya.

Di tahapan kampanye, potensi konflik sudah jelas. Sehingga Bawaslu merekomendasikan proses itu benar-benar meminimalisasi jumlah massa. Tahapan-tahapan Pilkada berikutnya juga tak luput dari adanya potensi konflik. Termasuk juga kemungkinan adanya tuduhan penyelenggara Pemilu tidak adil dan netral. Seluruh tahapan Pilkada, memiliki celah untuk terjadinya konflik horizontal. Termasuk pada saat sengketa di Mahkamah Agung maupun di MK.

"Lalu posisi kepala daerah dan wakil kepala daerah incumbent dalam pilkada. Misalnya menggerakkan jajaran birokrasi dan seterusnya," kata Afifudin.

Menanggapi presentasi Komisioner Bawaslu itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto selaku mahasiswa program doktoral mengatakan pentingnya netralitas dalam Pemilu.

Netralitas, kata dia, menjadi bagian penting untuk membangun siatem Pemilu yang demokratis dan melahirkan kepercayaan publik. Karena itu, dia berharap, birokrasi, TNI, Polri, dan penegak hukum lainnya menjaga netralitas itu. Selain itu, menurut dia, konflik saat pilkada juga terjadi karena adanya paham yang dimunculkan bahwa seolah-olah pemilu adalah perang.

"Ini harus dihindari. Jangan masukkan wacana rakyat dengan perang, meskipun ini perang demokrasi. Pemilu itu kontestasi. Kami diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri menang juga hanya 5 tahun. Tetapi kalau kalah juga hanya 5 tahun. Kalau kalah kita perbaiki diri sendiri melalui komunikasi politik, kaderisasi, dan ini hanya lima tahun, sementara kalau menang harus penuhi tanggung jawab kepada rakyat," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan itu.

Dia menambahkan, pemahaman soal kontestasi Pilkada mesti diubah. Dia tak sepakat Pilkada di identikan dengan perang.

"Jadi, jangan dianggap pemilu termasuk pilkada ini sebagai sebuah perang hidup mati. Itu perlu diluruskan jangan sampai ada analogi salah bahwa pemilu sebagai sebuah perang, perang badar dan sebagainya," pungkasnya.

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2020

Liga 1 Batal Bergulir, Presiden Madura United Soroti Keputusan PSSI

Image

Ekonomi

7 Tips Jitu Mulai Usaha Produk Frozen Food di Tengah Pandemi, Bikin Laris Manis!

Image

Ekonomi

Tokopedia

Fasilitas Gudang Pintar TokoCabang Bantu Jawab Tantangan Logistik di Indonesia

Image

Iptek

Transaksi Online Bantu Masyarakat Jaga Daya Beli di Tengah Pandemi

Image

News

30 Pasien di Mimika Berhasil Sembuh dari COVID-19

Image

News

7 Virus Terganas di Dunia, Ada yang Tingkat Kematiannya 90 Persen hingga Dimanfaatkan untuk Senjata Biologi

Image

Iptek

Keamanan Data Kunci Menjaga Produktivitas saat WFH

Image

News

Pemkot Bogor Siapkan 25 Puskesmas Guna Salurkan Vaksin Covid-19

Image

Ekonomi

Kemenko Marves: Jateng Berpotensi Jadi Lokasi Investasi Baterai Litium

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pemerhati Pendidikan Temukan Kejanggalan Lolosnya Calon Bupati Minahasa Utara

Kewenangan menyatakan bahwa surat-surat itu dinyatakan palsu yang memutuskan itu dari Pengadilan.

Image
News

5 Fakta Penting Hamzah Haz, Pernah jadi Menteri hingga Wakil Presiden RI

Nama Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz menjadi perbincangan publik setelah sempat dikabarkan meninggal dunia

Image
News

BMKG: Hujan Disertai Petir Akan Mengguyur Jakarta

Potensi hujan disertai petir akan terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat pada sore dan malam hari.

Image
News

Rute Transjakarta Kembali Diutak Atik Gegara Demo UU Ciptaker

Prasetia mengaku saat ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya guna melakukan pengamanan.

Image
News

Satu Tahun Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin, PKS: Banyak Serapan Jauh dari Harapan

Selain itu, kata Mardani, penegakkan hukum kian menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan.

Image
News

Bikin Bangga, Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di UEA

Bertambah satu lagi tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri, yaitu Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Image
News

Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Ini Pengalihan Arus di Kawasan Istana Merdeka

Aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU Ciptaker mengakibatkan beberapa penutupan dan pengalihan jalan

Image
News

30 Pasien di Mimika Berhasil Sembuh dari COVID-19

30 orang dinyatakan sembuh setelah terjangkit COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Image
News

7 Virus Terganas di Dunia, Ada yang Tingkat Kematiannya 90 Persen hingga Dimanfaatkan untuk Senjata Biologi

Di antara sekian banyaknya jenis virus, MARV yang menyebabkan demam berdarah selalu didaftarkan di jajaran paling atas sebagai yang terganas

Image
News

Peringati HUT ke-56, Partai Golkar Gelar Renungan dan Doa Bersama di TMPK

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta kepada kader Golkar untuk menghormati jasa para pahlawan.

terpopuler

  1. Cai Changpan Tewas, Fadli Zon: Susah-susah Gali Lubang Buat Kabur, Tiba-tiba Ditemukan Gantung Diri, Ajaib

  2. Viral Video Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya ini Balas dengan Makan Pentol

  3. 4 Zodiak Ini Terkenal Doyan Kerja Keras dan Sukses

  4. Jadi Gelandangan, Mantan Model Loni Willison Akui Tak Butuh Bantuan

  5. Donald Trump Hadiri Misa Gereja Tanpa Masker, Pastor Janji Puasa agar Menang Pemilu

  6. Klasemen Liga Italia: Roma Ketujuh, Milan Masih Teratas

  7. Singgung KAMI, Ferdinand: Katanya Gerakan Moral, Tapi Menciptakan Kerusuhan

  8. Berikut Ramalan Keuangan Mingguan Kamu Menurut Zodiak, Cancer Wajib Hati-hati!

  9. Profil Ali Mochtar Ngabalin di Wikipedia Diganti Tukang Ngibulin dan Pembacot

  10. Rumah Dp Rp0 Jadi Sasaran Kritik, Anak Buah Anies Akui 13.666 Warga Tidak Lolos Verifikasi

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Image
Achsanul Qosasi

Menyelamatkan UMKM, Menyelamatkan Ekonomi

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Hamzah Haz, Pernah jadi Menteri hingga Wakil Presiden RI

Image
News

Dihadiri Keluarga, 5 Momen Bahagia Mutiara Annisa Baswedan saat Wisuda Online

Image
News

Profil Kompol Imam Irawan, Pernah Ungkap Kasus Narkotika Kelas Kakap