Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Hasto: Potensi Konflik Pilkada Terjadi Sejak Liberalisasi Sistem Politik

Bayu Primanda

Hasto: Potensi Konflik Pilkada Terjadi Sejak Liberalisasi Sistem Politik

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto | Istimewa

AKURAT.CO Potensi konflik pemilihan umum, termasuk dalam pilkada serentak 2020, ternyata bersumber dari perubahan sistem demokrasi Indonesia yang didorong menjadi lebih liberal pasca amandemen UUD 1945 yang dipengaruhi oleh sejumlah lembaga internasional saat itu. 

Penerima beasiswa doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia, Hasto Kristiyanto, mengusulkan sejumlah langkah yang utamanya mendorong kembali ke semangat dasar pendirian NKRI, termasuk nilai-nilai Pancasila.

Dalam paparannya, Hasto mengutip buku karya Dennis W. Jhonson berjudul Handbook of Political Management, yang salah satunya memotret Krisis Ekonomi 1997/1998 melahirkan skenario politik global melalui proses liberalisasi politik global. Di Indonesia sendiri saat itu kedaulatan politik ekonomi Indonesia dikontrol melalui Letter of Intent (LOI) dengan International Monetary Fund (IMF) saat itu. 

"Maka di Indonesia, terjadi global reproduction of American Politic, melalui liberalisasi politik dan ekonomi pasca krisis moneter tahun 1997. Proses ini berlanjut hingga ke perubahan UUD 1945 yang merubah sistem ketatanegaraan Indonesia, termasuk sistem politiknya," ujar Hasto dalam webinar Unhan dalam rangka puncak perayaan Hari Perdamaian Dunia, Senin (21/9/2020).

Jika dalam sistem sebelumnya Indonesia memiliki Haluan Negara yang dibentuk berdasarkan aspirasi seluruh perwakilan rakyat, melalui DPR, utusan daerah, hingga utusan golongan di MPR, maka di sistem baru itu digantikan dalam praktek demokrasi liberal tersebut.

Masalahnya, demokrasi langsung ala Amerika itu ternyata memiliki sisi negatif. Yakni kapitalisasi kekuasaan politik dimana pemilik modal/pebisnis bisa mempengaruhi karena nature demokrasi langsung memang mahal sehingga memberi peluang lebih besar bagi orang atau kelompok kaya, dan lahirlah interest group. Lalu terjadi konvergensi antara politik-hukum-pemilik kapital-media. Terjadi juga penguatan primordialisme, hingga konflik Pancasila dengan ideologi transnasional.

"Pilkada dalam praktek, menyempitkan pemikiran para pendiri bangsa yang visioner dan penuh dengan gambaran ideal tentang Indonesia Raya. Misalnya dulu kita bermimpi, Bupati Klaten bisa diisi oleh orang Papua, bagaimana gubernur dari Jakarta bisa diisi oleh orang Sumatera Barat, misalnya. Karena setiap warga negara adalah sama. Tetapi dengan pelaksanaan Pilkada secara langsung itu terjadi penyempitan," ucap Hasto. 

Memang terdapar berbagai regulasi yang dikeluarkan untuk mencegah konflik atau menghukum pelanggar aturan. Namun, hingga saat ini, potensi konflik dalam ajang pemilu tetap hadir dalam wujud berbagai hal.

"Kini orang berpikir untuk memilih pemimpin, harus sama sukunya, harus sama agamanya, sama keluarga besarnya. Tidak lagi dilihat bagaimana kompetensi menyelesaikan masalah rakyat di dalam membawa tanggung jawab masa depan, di dalam membawa sesuatu yang hadir dalam bentuk kebijakan," tambahnya.

Yakni munculnya analogi bahwa pemilu sebagai sebuah perang atau perang badar. Apalagi sampai membawa agama di dalam Pilkada sebagai dalil semangat bagi para pendukung. 

"Padahal agama itu untuk menebar kebaikan, agama itu menjadi kekuatan moral dan etis yang sangat penting bagi setiap warga bangsa. Nilai spiritualitas yang membebaskan," ungkapnya.

Selanjutnya adalah kecenderungan mendahulukan elektoral, dimana semangatnya adalah memenangkan pemilu menghalalkan cara apapun. Partai politik hanya dianggap sekedar menjadi mesin pemenangan, bukan sebuah kesempatan mewujudkan Pancasila untuk masyarakat.

Sebagai Sekjen PDIP, Hasto mengatakan itu sebabnya partai itu menyelenggarakan sekolah kepala daerah agar para calon memahami kembali bahwa ajang pemilu sebenarnya adalah ajang awal untuk nantinya membumikan Pancasila dalam kebijakan pemerintahan negara.

Politik elektoral ini pada gilirannya hanya sebagai bentuk pencitraan. Kalau di hari-hari biasa, ada rakyat susah dibiarkan. Tapi begitu kampanye, ada rakyat susah, semua berbondong-bondong membantu dan kemudian diviralkan melalui media sosial.

"Politik elektoral dari perspektif pencitraan itu juga nanti akan menciptakan konflik tersendiri. Kemudian wataknya juga transaksional, karena ada mobilisasi Pilkada itu jauh lebih besar," ulasnya.

Hal ini pun hilirnya adalah terjadi sebuah kepentingan transaksional dengan para investor politik. Akibatnya, pembangunan akan berjangka pendek. Terjadi politisasi hukum, identitas, perang informasi, perang psikologi, alias perang hegemoni di dalam informasi. Bahkan sampai melibatkan perang hasil survei.

Hasto lalu menawarkan solusi berupa konsolidasi demokrasi, konsolidasi ideologi, hingga konsolidasi politik melalui budaya tertib hukum. 

"Konsolidasi demokrasi dilakukan demi membangun kapabilitas nasional untuk mewujudkan daulat politik, berdikari ekonomi, dan berkepribadian dibidang kebudayaan," tutur Hasto.

"Konsolidasi ideologi dilakukan dengan memastikan Pancasila sebagai the way of life, dan perwujudan UUD 1945 khususnya pasal 33 di bidang ekonomi, hingga melawan gerakan penyeragaman budaya," tukasnya.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

Iptek

Ini Upaya Google Dukung Pilkada Serentak 2020

Image

News

Rekam Jejak dan Pengaruh Risma Dongkrak Elektabilitas Eri-Armuji

Image

News

Soal 'Coblos Udel', Begini Respon Adem Rahayu Saraswati

Image

News

DPR RI

Tren Demokrasi Menurun, NasDem Ajak Masyarakat Evaluasi Bersama

Image

News

Dinilai Rawan Korupsi, KPK Pantau Pilkada di NTB

Image

News

Hasto Bantah Kader PDIP Jatim Membelot Dukung Machfud-Mujiaman

Image

News

Survei PusdeHAM, Paslon Eri-Armuji Unggul 6 Persen

Image

News

Usai Kasus Paha Mulus, Kini Coblos Udel, Tsamara Kembali Geram

Image

News

Tidak Netral, ASN dan PTT di Kepri Diberikan Sanksi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
MPR RI

Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara

Ia menilai, desentralisasi dan penguatan otonomi daerah berpotensi mengakibatkan tidak sinerginya perencanaan pembangunan.

Image
News

Sandi Masuk Bursa Caketum PPP, Wasekjen Gerindra: Pendiriannya Tidak Mudah Goyang

Dirinya mengaku sangat mengenal bagaimana sosok Sandiaga sejak 13 tahun yang lalu.

Image
News

Hujan Disertai Petir Diperkirakan Akan Terjadi di Jakarta pada Sore Hari

Sedangkan pada pagi dan malam hari seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah dan berawan.

Image
News
Lawan Covid-19

Mitigasi Covid-19, Anies Perlu Susun Aturan Soal Libur Panjang

Soalnya libur panjang dikhawatirkan bisa menambah kasus baru Covid-19

Image
News
MPR RI

Bamsoet Ajak Generasi Muda Jadi Ujung Tombak Pembangunan Nasional

tolok ukur memotret 'wajah' pemuda juga dapat dirujuk dari angka IPP, yang merepresentasikan berbagai capaian keemudaan.

Image
News

MK Tolak Permohonan Perubahan KPPU

Termasuk soal penunjukkan jajaran KPPU harus diputus oleh Presiden

Image
News

Penasihat Hukum: Heru Hidayat Tak Puas Atas Putusan Hakim

Pasalnya Heru divonis pejara seumur hidup

Image
News

Ulil: Pemerintah Punya Agenda Terselubung di Balik UU Ciptaker

Maka dari itu, menurut Ulil, pemerintah terkesan cuek atas tuntutan masyarakat yang meminta UU ini ditunda

Image
News

Polisi Minta Kubu Gus Nur Ajukan Praperadilan

Permintaan ini disampaikan menanggapi banyaknya pihak yang tak terima Gus Nur dipenjara

Image
News

Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Bakal Ajukan Banding Atas Putusan Hakim

Pasalnya, hampir 90 persen perkara Jiwasraya menyangkut pasar modal.

terpopuler

  1. Usai Bela Penayangan Kartun Nabi Muhammad, Prancis Kesal Produknya Diboikot Timur Tengah

  2. Arsenal Kalah, Ini 5 Meme Kocak Ozil yang Bikin Ketawa Lepas

  3. Muncul Negara Federal Papua Barat, Jokowi Diminta Tarik Seluruh Pasukan Militer

  4. Kepoin Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Mingguan, Libra Waktunya Menabung!

  5. Kiwil Nikah dengan Venti Figianti, Meggy Wulandari: Mereka Sudah Temenan Lama

  6. 5 Potret Mesra Kevin Sanjaya dan Natasha Wilona, Pacaran Nggak ya?

  7. Momen Sedih Badut Teletubbies Dicueki Pengunjung, Warganet: Gak Tega Lihatnya

  8. Hasto Bantah Kader PDIP Jatim Membelot Dukung Machfud-Mujiaman

  9. 10 Tahun Berlalu, 7 Potret Kenangan Letusan Gunung Merapi 2010

  10. Bos Mercedes: Mungkin Saya harus Jual Perusahaan untuk Bisa Pertahankan Hamilton

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Elon Musk Orang Terkaya ke-4 di Dunia Hingga Bangun Pabrik di Indonesia

Image
Iptek

Lee Kun-Hee, Sosok Luar Biasa di Balik Kejayaan Samsung Meninggal Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Wali Kota Tasikmalaya, Bos Angkot hingga Jadi Tersangka KPK