Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Dr. Abd. Muid N., MA

Kaprodi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir Institut PTIQ Jakarta

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Image

Ilustrasi Alquran | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Tolonglah mereka yang menindas dan yang ditindas (Nabi Muhammad SAW)

Minoritas memiliki perjalanan panjang, baik dalam definisi maupun di dalam kenyataan. Dalam definisi, minoritas kadang diperhadapkan dengan kebebasan dan dalam kenyataan, diperhadapkan dengan ketertindasan. Dengan diperhadapkan dengan kebebasan, minoritas mendapatkan keuntungan ketika definisi kebebasan adalah tidak adanya pembatasan apapun bagi individu sebagaimana definisi kebebasan versi John Stuart Mill. Dengan demikian, minoritas pun memiliki kebebasan sebagaimana mayoritas.

Namun definisi Mill di atas mempunyai masalah sebagaimana diungkapkan oleh Isaiah Berlin. Definisi Mill itu tidak mencakup kenyataan bahwa setiap orang saling berketergantungan sehingga tidak ada aktivitas seseorang yang tidak berkaitan dengan orang lain, demikian pula kebebasan. Bisa jadi, kebebasan seseorang menjadi asal ketidakbebasan bagi orang lain. Berlin mengumpamakannya dengan: “Kebebasan bagi tombak adalah kematian bagi ikan”. Pada definisi Berlin inilah minoritas kembali tidak memiliki kebebasan karena mereka bisa menjadi ikan bagi mayoritas yang berlaku sebagai tombak.

baca juga:

Berhadapan dengan kenyataan, minoritas tidak selalu setidak beruntung ikan di hadapan tombak. Kadang menjadi minoritas adalah sebuah keistimewaan yang diperebutkan akibat minoritas sering bermakna terancam, terpinggirkan, terintimidasi, teraniaya, dan seterusnya, maka itu adalah peluang untuk menarik perhatian publik. Dalam hal ini, “minoritas” dalah medan perebutan makna, menurut Mitch Berbrier. Minoritas tidak selalu tentang jumlah, namun lebih berisikan makna ketertindasan. Dalam hal ini, banyak mayoritas yang bersikap seperti minoritas untuk merebut makna ketertindasan dan keterancaman dan karena itu, merebut perhatian publik. Di Indonesia, belakangan, kita tidak asing dengan fenomena mayoritas yang merasa terancam dan tertindas. Terlepas bahwa di Indonesia memang itu nyata atau tidak, mayoritas tertindas dan terancam memang sangat mungkin terjadi.

Baik kebebasan menurut Mill maupun Berlin, tidak mengingkari demokrasi yang mendasarkan dirinya kebebasan individu. Namun pada Berlin tampak ada upaya untuk membatasi kebebasan itu sendiri karena tanpa batas, kebebasan akan mengorbankan kebebasan itu sendiri. Relasi minoritas-mayoritas menunjukkan hal tersebut. Kala mayoritas memaksimalkan kebebasannya, maka sangat mungkin kebebasan minoritas yang dikorbankan dan ketika ada pihak yang kebebasannya dikekang sementara yang lain tidak dikekang, maka kekacauan pasti terjadi. 

Bahasan di atas menunjukkan bahwa ada hubungan kuat dan saling ketergantungan antara tiap individu dan juga ada hubungan kuat antara minoritas dengan mayoritas. Kenyataan itu memberikan pelajaran bahwa memang tidak mungkin membelenggu individu seperti pada pemerintahan otoriter karena itu bertentangan dengan hak asasi. Demikian pula bertentangan dengan semangat demokrasi jika negara mengintervensi kehidupan masyarakatnya meski dengan alasan kepentingan nasional karena akan berisiko jika negara dipegang oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. 

Namun juga akan sangat berbahaya jika terlalu memercayakan kebebasan kepada individu karena risiko besar menanti, yaitu hilangnya kebebasan itu sendiri. Jalan tengah yang bisa diambil adalah moderasi antara kebebasan tanpa batas dan tiadanya kebebasan. Dalam kondisi seperti itu, diharapkan hak-hak minoritas mendapatkan perlindungan meski yang berlaku tetaplah norma mayoritas, namun norma yang dimaksud adalah norma yang melindungan minoritas.

Apakah kita bisa mempercayai mayoritas akan bersedia melindungi minoritas? Jika para pendukung kebebasan tanpa batas cukup percaya bahwa meskipun bebas, individu-individu memiliki rasionalitas yang bisa mengatur dirinya sendiri dan pasti akan melahirkan hidup yang lebih baik, maka tidak ada salahnya jika kita cukup percaya kepada mayoritas yang pasti melindungi minoritas. Demikian pula jika para pemerintahan otoriter sangat percaya bahwa mereka bisa mengantar manusia kepada kehidupan yang lebih baik, maka kita tidak ada salahnya untuk cukup percaya bahwa mayoritas yang memerintah bisa melindungi minoritas.

Hal di atas itu berdasar pada kenyataan bahwa masing-masing individu saling berketergantungan, demikian pula dengan masing-masing kelompok seperti mayoritas dan minoritas. Masing-masing individu yang hendak hidup dengan baik, harus bersedia menghargai hak individu lain dengan cara membatasi hak mereka sendiri-sendiri secara sukarela. Demikian pula, mayoritas yang hendak hidup dengan baik, harus bersedia menghargai minoritas dan bersedia membatasi haknya masing-masing. Salah satu contoh yang menarik adalah hate speech. Pada titik ekstrim, hate speech adalah bagian dari freedom of speech namun apakah harus ada hate speech atas nama kebebasan? Kebebasan ekspresi beragama juga perlu mendapatkan perhatian agar tidak melukai kebebasan ekspresi keberagamaan umat berbeda.

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

rahmah

Hikmah

Zainal Abidin Husain: Siswa di Sekolah Harus Diajari Menjadi Mujtahid

Image

rahmah

Hikmah

Begini Pentingnya Tahu Sejarah Syariat Menurut Dosen IAIN Bone Hukmiah Husain

Image

rahmah

Hikmah

Peneliti The Nusa Institute: Syariat Islam Tidak Stagnan, Akan Terus Berproses

Image

rahmah

Hikmah

Hukum Meminta Bantuan Sosial, Begini Ketentuannya dalam Islam

Image

Iptek

Desain Kolom Pencarian Google Pada Ponsel Kini Lebih Efisien

Image

rahmah

Hikmah

Begini Hukum Masbuq ketika Salat Jum’at Menurut Ulama Fikih

Image

rahmah

Hikmah

Hukum Meramal dalam Pandangan Islam

Image

rahmah

Hikmah

Wajib Baca, Ini 5 Manfaat Sifat Sabar untuk Kesuksesanmu

Image

rahmah

Hikmah

Begini Hukum Mengurusi Jenazah yang Badannya Tidah Utuh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mengenal Kamagasaki, Kota Terkumuh di Jepang yang Tak Banyak Diketahui

Kota tersebut tidak bisa ditemukan di peta Jepang

Image
News

Cabut Larangan Trump, Joe Biden Kembali Ijinkan Transgender Gabung Militer

Rencana tersebut mendapat sokongan dari Menteri Pertahanan yang baru, Lloyd Austin

Image
News

Menang Pemilu Lagi, Presiden Portugal Rebelo de Sousa Lanjutkan Masa Jabatan Kedua

Ia memenangkan 61 persen suara, naik dari 52 persen yang didapatnya pada 2016

Image
News

Prioritas Penanganan COVID-19, Zulhas: UU Pemilu Belum Saatnya untuk Direvisi

Ia menilai, UU yang ada saat ini relatif masih sangat baru dan baru diterapkan secara formal dalam kurun waktu 4-5 tahun terakhir.

Image
News

Masih Darurat Covid-19, Wagub DKI Minta Warga Luar Jakarta Disiplin Prokes 

Pasalnya, lonjakan kasus ini berimbas pada penuhnya lahan pemakaman di Ibu Kota

Image
News

DKI Terhimpit Krisis Lahan TPU dan Faskes, Wagub DKI Kembali Berjanji

Pemprov berjanji akan meningkatkan jumlah faskes dan lahan makam

Image
News

KPK Periksa 2 Saksi Kasus Bansos Covid-19

Kedua saksi diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara

Image
News

Pesawat Boeing 737 Max Kembali Mengudara Setelah 2 Kecelakaan, Mantan Manajer: Terlalu Dini

Perusahaan Boeing menjawab bahwa keterkaitan tersebut tidak ditemukan

Image
News

Ratusan Warga di Kupang Dievakuasi Akibat Longsor

Longsor di Kupang tewaskan 2 warga yang merupakan pasangan suami isteri

Image
News

Dinkes Sumsel Distribusikan Vaksin ke Lima Daerah

Sumsel bersiap menerima dosis vaksin tahap kedua

terpopuler

  1. Ditengah Lamaran Kalina - Vicky Prasetyo, Azka Ungkap Dirinya Hanya Putra Deddy Corbuzier

  2. Mainkan Nomor Lotre yang Sama Selama 20 Tahun, Wanita Kanada ini Akhirnya Dapat Jackpot

  3. Bertindak Kebablasan pada Pacar Sewaan, Pria Taiwan Dipenjara

  4. Nekat Buka Sampai Larut Malam, Tempat Karoke Masterpiece Tanjung Duren Disegel Petugas

  5. Dolar AS Melompat Seiring Melebarnya Infeksi COVID-19

  6. Anies Dinilai Tak Transparan Soal Pembelian Lahan Makam Covid-19 Senilai Rp185 M

  7. 20 Tahun Hidup Tanpa Tangan, Pria ini Akhirnya Sukses Terima Transplantasi Lengan Ganda

  8. Citilink Imbau Penumpang Validasi Surat Hasil Tes COVID-19 Melalui eHAC

  9. Typo di Kaleng Kemasan, Perusahaan Bir Jepang Tetap Lanjutkan Penjualan

  10. 4 Zodiak Ini Prinsipnya Hidup dengan Kekayaan Berlimpah!

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot