Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pengamat Minta Pelaku Pelecehan Seksual Via Rapid Test di Bandara Dihukum Berat

Miftahul Munir

Pengamat Minta Pelaku Pelecehan Seksual Via Rapid Test di Bandara Dihukum Berat

Ilustrasi - Pelecehan Seksual | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Dugaan tindak manipulasi hasil Rapid Test oleh seorang oknum dokter di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang tengah viral di sosial media perhatian publik. 

Pasalnya, oknum yang mengaku sebagai dokter ini meminta sejumlah uang kepada korban agar hasilnya dari reactive menjadi non reactive supaya korban bisa terbang ke Nias.

Selain dugaan manipulasi data, oknum dokter ini juga diduga melakukan pelecehan seksual kepada korban dengan cara mencium bibir dan meremas payudara.

Komunikolog Indonesia Emrus Sihombing meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebab, kejadian ini sangat disayangkan dan memalukan nama institusi.

"Kemudian sesegera mungkin dilimpahkan ke pengadilan. Pengusutan dan penyelidikan, menurut hemat saya, tidak begitu sulit dilakukan, dengan membuka rekaman CCTV,  dan isi dialog komunikasi via telepon genggam antara dugaan pelaku serta dugaan korban," kata Emrus kepada AKURAT.CO Minggu (20/9/2020).

Selanjutnya, aparat penegak hukum melakukan interview mendalam kepada para pihak yang terlibat. Berdasarkan fakta dan bukti hukum serta proses induktif, bisa dirumuskan konstruksi hukumnya. 

"Menurut saya, siapapun yang mencoba bermain-main atau melakukan penyimpangan terkait dalam upaya mengatasi Covid-19 di tanah air, termasuk dugaan kemungkinan memanipulasi hasil pemeriksaan rapid test harus diberi hukuman seberat-beratnya oleh hakim," tegas dia.

Ia pun memberi apresiasi kepada pihak Bandara Soetta dan Kimia Farma karena dengan cepat merespon aksi bejat ini. Apalagi, kedua pihak ini sudah menyatakan dengan tegas akan menindak dengan proses hukum jika terbukti.

"Bila terbukti secara hukum dan sah, saya mendorong agar hakim memberikan hukuman sangat berat bagi siapapun melakukan pelanggaran hukum serupa yang menjadi yurisprudensi kelak ke depan," ucap dia.

Sementara itu, Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri menambahkan, jika benar oknum tersebut melakukan perbuatan bejat seperti yang diberitakan maka barus dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat dari instansinya.

"Pemecatan terhadap para personel nakal (oknum) memang membersihkan lembaga. Baik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Tapi ketika oknum tersebut lepas dari kontrol (tanggung jawab) bekas lembaganya, dikhawatirkan itu laksana membuang serigala ke kumpulan domba," ujar Reza.

Apalagi di zaman sulit, kondisi tanpa pekerjaan semakin menambah faktor risiko bagi pemecatan untuk masuk ke bidang kerja yang hitam. Jadi, alih-alih menyelesaikan masalah, pemecatan malah bisa menambah gangguan rasa aman masyarakat dari oknum ini.

"Karena itu, baik kiranya Polri juga mengadopsi pendekatan di beberapa negara. Pecatan tetap dipantau. Bahkan kepada masyarakat disediakan database untuk melacak keberadaan para pecatan supaya merasa aman masyarakat tidak dilecehkan apalagi dimanipulasi," tutup dia.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Polisi Tahan 20 Tersangka Pembakaran Halte Pada Demo Tolak UU Ciptaker

Image

News

Polri Imbau Pendemo Tolak UU Ciptaker Waspadai Penyusup

Image

News

Polda Metro Serahkan John Kei dan Anak Buahnya ke Kejati DKI

Image

News

Polres Aceh Buru Pelaku Prostitusi Anak di Bawah Umur

Image

News

Polsek Tambora Tindak 28 Pelanggar Protokol Kesehatan

Image

News

Tengku Zul Desak Kapolri Jelaskan Fenomena Polisi Kawal Sultan Jogging

Image

News

Jasad Cai Chanpan Diautopsi di RS Polri

Image

News

Polres Solok Arosuka Bagikan Bansos ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Image

News

Anggota KAMI Diborgol Saat Konpers, Rizal Ramli: Merusak Image Polri!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bikin Bangga, Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di UEA

Bertambah satu lagi tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri, yaitu Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Image
News

Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Ini Pengalihan Arus di Kawasan Istana Merdeka

Aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU Ciptaker mengakibatkan beberapa penutupan dan pengalihan jalan

Image
News

30 Pasien di Mimika Berhasil Sembuh dari COVID-19

30 orang dinyatakan sembuh setelah terjangkit COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Image
News

7 Virus Terganas di Dunia, Ada yang Tingkat Kematiannya 90 Persen hingga Dimanfaatkan untuk Senjata Biologi

Di antara sekian banyaknya jenis virus, MARV yang menyebabkan demam berdarah selalu didaftarkan di jajaran paling atas sebagai yang terganas

Image
News

Peringati HUT ke-56, Partai Golkar Gelar Renungan dan Doa Bersama di TMPK

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta kepada kader Golkar untuk menghormati jasa para pahlawan.

Image
News

Ida Dewa Agung Jambe Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ida I Dewa Agung Jambe diusulkan Pemkab Klungkung sebagai Pahlawan Nasional, mengingat saat ini belum ada Pahlawan Nasional dari daerah itu

Image
News

KPK Telisik Peran Eks Dirut PNRI di Kasus Korupsi KTP-el

Diketahui, KPK tengah mengembangkan kasus korupsi tersebut dengan menjerat 3 orang sebagai tersangka

Image
News

Kejagung Sebut Pemberian Makan Kepada Tersangka Itu Wajar saat Tahap II

Sementara menjamu itu hanya istilah penasihat hukum

Image
News

Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Dini Hari Tadi

Dalam skala III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Image
News

Polisi Tahan 20 Tersangka Pembakaran Halte Pada Demo Tolak UU Ciptaker

Selain halte, mereka juga merusak fasilitas umum lain yang ada di sekitar wilayah Sudirman Jakarta

terpopuler

  1. Cai Changpan Tewas, Fadli Zon: Susah-susah Gali Lubang Buat Kabur, Tiba-tiba Ditemukan Gantung Diri, Ajaib

  2. Viral Video Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya ini Balas dengan Makan Pentol

  3. 4 Zodiak Ini Terkenal Doyan Kerja Keras dan Sukses

  4. Jadi Gelandangan, Mantan Model Loni Willison Akui Tak Butuh Bantuan

  5. Singgung KAMI, Ferdinand: Katanya Gerakan Moral, Tapi Menciptakan Kerusuhan

  6. Klasemen Liga Italia: Roma Ketujuh, Milan Masih Teratas

  7. Donald Trump Hadiri Misa Gereja Tanpa Masker, Pastor Janji Puasa agar Menang Pemilu

  8. Berikut Ramalan Keuangan Mingguan Kamu Menurut Zodiak, Cancer Wajib Hati-hati!

  9. Profil Ali Mochtar Ngabalin di Wikipedia Diganti Tukang Ngibulin dan Pembacot

  10. Rumah Dp Rp0 Jadi Sasaran Kritik, Anak Buah Anies Akui 13.666 Warga Tidak Lolos Verifikasi

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Image
Achsanul Qosasi

Menyelamatkan UMKM, Menyelamatkan Ekonomi

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Dihadiri Keluarga, 5 Momen Bahagia Mutiara Annisa Baswedan saat Wisuda Online

Image
News

Profil Kompol Imam Irawan, Pernah Ungkap Kasus Narkotika Kelas Kakap

Image
News

5 Fakta Menarik Hanafi Rais, Pernah Habiskan Rp18 Juta untuk Membuat Becak Listrik