Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Korupsi Subkon Fiktif, KPK Buka Peluang Jerat Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi

Bayu Primanda

Korupsi Subkon Fiktif, KPK Buka Peluang Jerat Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi

Gedung Kantor Pusat PT Waskita Karya Tbk | QERJA.COM

AKURAT.CO Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejauh ini terus mendalami skandal korupsi pengerjaan sub-kontraktor fiktif proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya tahun anggaran 2009-2015.

KPK menegaskan, tidak akan segan menjerat PT Waskita Karya secara korporasi apabila dalam penyidikan berjalan ditemukan bukti-bukti yang cukup.

"Nanti jika dilihat (pidana) sampai ke korporasi, biasa akan kami gelar (perkara)," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada awak media, Rabu (9/9/2020).

Lili menekankan, upaya ini akan sejalan setelah pihaknya merampungkan berkas sejumlah tersangka yang sudah terjerat dalam kasus tersebut.

Sejalan itu, tim lembaga antirasuah juga terus mengembangkan perkara korupsi 14 proyek fiktif tersebut. Diketahui, hari ini penyidik mengagendakan pemeriksaan mantan Direktur Keuangan PT Waskita Karya Danny Kustanto. Danny akan diperiksa untuk melengkapi berkas Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS).

"Saksi Danny Kustanto akan diperiksa untuk tersangka JS," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi terpisah.

Selain Danny, KPK juga memanggil saksi lainnya, yakni mantan mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani. Desi dipanggil dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II dan Direktur Operasional PT Waskita Karya.

Kemudian Wakanwil Waskita Jakarta Endar Triyono, Kabag Hukum Waskita Sudarmoyo, Kepala Produksi Benoa 2 Anugrianto, Staf Umum Div. Sipil Rachmad Sukoko, Staf Keuangan JORR W1 dan Cijago Mira Hilmia Kusumawati, dan Kanwil Riau dan Wakadiv Mokh. Sadali.

"Mereka semua akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JS," kata Ali.

KPK sejauh ini sudah menjerat mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya tahun anggaran 2009-2015.

Selain Desi, KPK juga menjerat 2 orang lainnya sebagai tersangka, yakni Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, dan Wakil Kadiv II Waskita Karya Fakih Usman.

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam jabatannya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Para pejabat Waskita Karya itu diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua. Sehingga, saat ini total ada lima tersangka dalam perkara ini.

Penetapan tersangka terhadap korporasi bukan hal baru bagi KPK. Sejauh ini tercatat KPK telah menetapkan lima korporasi sebagai tersangka kasus korupsi dan satu korporasi sebagai tersangka pencucian uang. Jerat pidana terhadap korporasi memungkinkan setelah terbitnya menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

Dalam SEMA itu disebutkan Hakim dapat menilai kesalahan Korporasi antara lain mendapat keuntungan atau manfaat dari tindak pidana tersebut atau tindak pidana tersebut dilakukan untuk kepentingan Korporasi; korporasi membiarkan terjadinya tindak pidana; atau korporasi tidak melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan pencegahan, mencegah dampak yang lebih besar dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku guna menghindari terjadinya tindak pidana.

Sementara dalam konstruksi perkara dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif di Waskita Karya yang dipaparkan KPK, kasus tersebut bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 atau saat menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut.

Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi perusahaan plat merah tersebut.

Anggaran itu mencakup pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.[]

baca juga:

Editor: Bayu Primanda

berita terkait

Image

News

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementan

Image

News

Jelang Pilkada, Eks Jubir KPK: Jangan Pilih Paslon Terlibat Korupsi

Image

News

Luhut Minta Pemeriksaan Edhy Prabowo Tak Berlebihan, Firli Jawab Begini

Image

News

Pengamat: Korupsi Benur Edhy Prabowo Bakal Gerus Suara Gerindra di Pemilu 2024

Image

News

Walikota Cimahi Ajay Resmi Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Pembangunan RS

Image

News

5 Fakta Penting Dugaan Kasus Korupsi Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

Image

Hiburan

Iwan Fals Komentari Kasus Korupsi Edhy Prabowo

Image

News

Soal Korupsi Menteri KKP, Dasco: Jika Ini Masih Dianggap Salah Juga, Saya Minta Maaf Lagi

Image

News

Duit Pembangunan RS Diduga Ditilep Wali Kota Cimahi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Komandan Korem: Tolong Masyarakat Stop Membantu Kelompok Ali Kalora, Kekejaman MIT Keterlaluan

Personel TNI yang terlibat dalam Satgas Tinombala dilengkapi pasukan mengejar, intel, dan pasukan Satgas teritorial.

Image
News

Operasi Penegakkan Perda, Satpol PP Cianjur Amankan Ratusan Kantong Miras

Gelar operasi penegakan peraturan daerah (perda), Satpol PP amankan banyak miras

Image
News

BPBD Lembata Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Dua kecamatan yang dievakuasi berasal dari Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur.

Image
News

Kebakaran di Petamburan II, Polisi Sebut Jauh dari Lokasi Rumah Rizieq Shihab

Petugas damkar masih memadamkan api.

Image
News

Positif Covid-19, KH Said Aqil Siroj Mohon Doa Kesembuhan dari Warga NU

Kiai Said dalam kondisi baik dan dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Image
News

GP Ansor Minta Seluruh Kader Sukseskan Pilkada Serentak 2020

Demokrasi harus berjalan baik dan bisa memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi rakyat.

Image
News

Mahfud: Kami Menyesalkan Sikap Rizieq Shihab

Rizieq Shihab sendiri dinilai menjadi salah satu yang melakukan kontak erat dengan pasien yang sudah terpapar corona.

Image
News

Tegas Pesan Menko Polhukam: Proses Hukum Pihak Terlibat Penolakan 'Tracing' Rizieq Shihab

Mahfud meminta pihak terkait dapat kooperatif dan wajib hadir panggilan polisi.

Image
News

Bawaslu Tasikmalaya Dalami Laporan Adanya ASN Lakukan Pelanggaran

Adanya laporan dari masyarakat perihal netralitas ASN masih didalami bawaslu Tasikmalaya

Image
News

Update Jumlah Pasien Rawat Inap di RSD Wisma Atlet, Hari ini Tambah Empat Orang

Pasien positid alami penambahan.

terpopuler

  1. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  2. Lagi, Politikus Senior PDIP Membelot Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

  3. Lagi-lagi HRS, Guntur Romli: Gara-gara 1 Orang ini Kok Jadi Ribet Semua

  4. Ketua KPK Bantah Operasi Penangkapan Edhy Prabowo Ada Kepentingan Politik

  5. Diisukan Minggat dari RS UMMI, Ferdinand Singgung Ternyata Kabur adalah Bakat

  6. Kelakar Denny Siregar: Ternyata Kabur Bukan Lagi Kata Sifat Tapi Kata Kerja Bagi HRS

  7. Ini Daftar Harga Smartphone di Realme Crazy Sale

  8. Gus Nadir: Tidak Mungkin Habibana Rizieq Shihab Kabur dari RS, ya Kan?

  9. Gubernur Sulut Terbitkan Edaran Terkait Pelaksanaan Natal di Masa Pandemi

  10. Geledah Kantor Edhy Prabowo, Ketua KPK: Tidak Ada yang Berlebihan

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan