Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

MOKHAMAD LUTHFI

Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Al Azhar Indonesia. Peneliti Pusat Studi Pertahanan dan Perdamaian UAI.

Menanti Diplomasi Indonesia dalam Reformasi WHO di Tengah Pandemi

Image

Petugas medis melakukan tes swab terhadap pedagang di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pengawasan di wilayah pasar selama masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Ada hal yang menarik pada kaus yang dikenakan Jerinx pada saat ia dan Masyarakat Nusantara Sehat (Manusia) melakukan aksi turun ke jalan bersama di Lapangan Renon, Denpasar, Bali pada 26 Juli 2020 lalu, yaitu tulisan “I Believe in Siti Fadilah”. Jerinx, musisi dari Bali, menyuarakan penolakan terhadap Rapid dan Swab Test sebagai syarat administrasi perjalanan. Ia mengikuti aksi tanpa protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Jerinx juga populer dalam pandangannya bahwa Covid-19 merupakan sebuah konspirasi global. Kaus yang sama juga terlihat dikenakan oleh beberapa selebritis lainnya.  

Tulisan ini tidak berupaya untuk mengamplifikasi diskursus bahwa Covid-19 adalah konspirasi, tetapi ada hal yang menarik yang diusung oleh Jerinx yaitu kepercayaannya terhadap Ibu Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan RI 2004-2009 yang pernah memperjuangkan reformasi organisasi kesehatan dunia (WHO/World Health Organization) pada saat timbulnya ancaman pandemi Avian Influenza (H5N1) tahun 2005 lalu.

Diplomasi Indonesia di Tengah Ancaman Pandemi 2005

baca juga:

Dalam buku yang ditulis Siti Fadilah Supari berjudul “Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”(2008), ia menuliskan bagaimana kritik, protes, dan diplomasi Indonesia di majelis WHO, khususnya terkait ketidakadilan dan tidak transparannya WHO dalam mekanisme pengiriman sampel virus (virus sharing), hak-hak negara negara-negara yang terancam pandemi, dan keterlibatan industri vaksin dan negara maju dalam kapitalisasi virus yang dikirimkan oleh negara-negara dunia ketiga.

Salah satu catatan Siti Fadilah Supari dalam bukunya adalah bahwa ia tidak ingin membiarkan virus yang berasal dari negara miskin atau berkembang, yang dikirimkan kepada WHO Collaborating Center, lalu menjadi vaksin yang dikembangkan di negara-negara maju yang djual kepada negara pengirim virus. Ia juga mengungkapkan bahwa 10% penduduk dunia saat ini menguasai 90% perdagangan vaksin yang memperlihatkan ketidakmerataan penguasaan teknologi, pengembangan, dan perdagangan vaksin.

Ia mencontohkan, sistem di WHO yang telah berlangsung selama 50 tahun, mengharuskan 110 negara yang terjangkit seasonal flu mengirimkan secara periodik spesimen virus kepada Global Influenza Surveillance Network (GISN) dan menjadi milik lembaga tersebut. Dari spesimen virus tersebut, akan dianalisis risikonya dan dilakukan berbagai penelitian yang juga dapat diproses menjadi seed virus untuk membuat vaksin. Setelah menjadi vaksin dan didistribusikan kepada berbagai negara, negara pengirim virus sekalipun harus membelinya sesuai dengan harga yang ditetapkan produsen vaksin tanpa mempertimbangkan bahwa negara yang mengirimkan virus sebetulnya merupakan negara miskin/berkembang yang sedang terjangkit dan memiliki problem sosial-ekonomi. Bagaimana hubungan antara WHO-GISN-industri vaksin adalah hal yang pertanyakan oleh Siti Fadilah dan dianggap sebagai suatu hal yang tidak beres. Mekanisme serupa juga dilakukan oleh WHO manakalah lembaga ini menghadapi ancaman pandemi H5N1 pada 2005 lalu. Negara-negara yang mengirimkan virus tidak mengetahui akhir dari perjalanan virus tersebut setelah di tangan WHO. Apakah menjadi vaksin yang kemudian di perjual-belikan negara industri vaksin kepada negara miskin yang mengalami epidemi? Hal inilah yang dirasakan tidak adil.

Saat dipimpin oleh Siti Fadilah Supari, Kementerian Kesehatan berupaya untuk menyuarakan ketidakadilan ini melalui diplomasinya dan menginisiasi pengiriman virus yang lebih transparan dengan mengirimkan virus yang dikirim ke WHO, juga dikirim ke Bank Gen (gene bank) agar dapat diteliti oleh berbagai ilmuwan di seluruh dunia. Menteri kesehatan pada waktu itu memperjuangkan agar Indonesia sebagai negara yang memiliki ‘sumber’ virus dapat mengembangkan vaksin secara mandiri, bukan hanya dengan mengirimkan spesimen virus dan menunggu kebaikan hati negara produsen vaksin untuk mendapatkan hadiah atau dengan membelinya.

Salah satu keberhasilan diplomasi Kementerian Kesehatan pada 2007, adalah terselenggaranya High Level Meeting (HLM) dan High Level Technical Meeting (HLTM) on Responsible Practices for Sharing Avian Influenza Viruses and Resulting Benefits untuk menyusun rancangan kesepakatan baru yang dihadiri para menteri kesehatan dan pejabat senior negara-negara yang terjangkit Flu Burung. Hasil dari pertemuan ini adalah sebuah Deklarasi Jakarta yang mendesak rezim kesehatan internasional WHO untuk merancang mekanisme baru terkait pengiriman virus (virus sharing) yang adil dan transparan, serta mereformasi sistem GISN yang dinilai tidak adil.

Deklarasi Jakarta tersebut kemudian dibawa ke Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) Tahun 2007 di Jenewa untuk diperjuangkan menjadi dokumen yang mengikat secara hukum (legally binding). Di sidang antar pemerintah, Indonesia melalui delegasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri memperjuangkan bahwa pengiriman virus (virus sharing) adalah hak kedaulatan yang tidak dapat dikompromikan dan harus adanya pembagian manfaat (benefit sharing) yang diperoleh negara pengirim virus sebagai hak, dan bukan amal atau kemurahan hati (charity) dari negara maju.

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Hiburan

Nikah Pertengahan Tahun, Boy William Akan Gelar di Bali - Jakarta dan Solo

Image

News

Siswa SD DKI Jadi Bahan Uji Coba PTM, Epidemolog: Ini Berbahaya!

Image

News

Kasihan! Kakek ini Ditolak Petugas Vaksin Hanya Gara-gara Naik Sepeda

Image

Ekonomi

ASDP Dukung Kebijakan Larangan Mudik Lebaran, tapi...

Image

Olahraga

Piala Menpora 2021

PSSI Bersyukur Seluruh Peserta Piala Menpora Telah Dapatkan Vaksinasi

Image

News

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa PPKM Mikro

Image

News

Pemkab Bantul: Kegiatan Ramadan Disesuaikan Zona Penyebaran Covid-19

Image

News

Sandiaga Sebut Industri Kreatif Terus Digeber di Masa Krisis

Image

News

Unej Tak Wajibkan Peserta UTBK Bawa Hasil Tes Cepat Covid-19

komentar

Image

1 komentar

Image
rine asmiranda

yang masih jauh buruan merapat yang udah dekat buruan bergabung bermain game asik, seru, banyak bonus hanya di QQHARIAN (langsung googling aja)

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Cara Agar Wajah Kembali Terlihat Segar

Wajahmu lelah?

Image
Gaya Hidup

Cocok Untuk Semua Kalangan, Foodizz Luncurkan Sekolah Bisnis Kuliner

Foodizz luncurkan sekolah Bisnis Kuliner Daring dan secara langsung

Image
Gaya Hidup

Tips Memilih Pelembab Wajah untuk Musim Kemarau

Hindari kandungan pewangi dan pewarna

Image
Gaya Hidup

4 Barang Penting yang Harus Kamu Miliki di Meja Samping Tempat Tidur

Kamar yang remang-remang bisa membuat tubuh lebih santai dan rileks

Image
Gaya Hidup

Bukan Cinta, Ini Ciri Pasangan Terobsesi Padamu

Komunikasi adalah hal penting dalam sebuah hubungan

Image
Gaya Hidup

Tips Hindari Konflik dengan Pasangan di Bulan Ramadan

Puasa sudah di depan mata

Image
Gaya Hidup

Kipling dan Coca Cola Luncurkan Koleksi Tas Ramah Lingkungan

Kolaborasi ini menghidupkan warna palet merah dan putih yang ikonik dari Coca Cola

Image
Gaya Hidup

Cara Tingkatkan Stamina Secara Alami Buat yang Gampang Lelah

Stamina adalah sesuatu yang dibangun dalam jangka waktu yang lama

Image
Gaya Hidup

Tanpa Oven, Resep Gampang Bikin Oreo Truffle

Hanya membutuhkan tiga bahan utama, yaitu oreo, krim keju dan cokelat

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia

Haartini Chairudin sebelumnya sempat menjalani operasi

terpopuler

  1. Haris Pertama: Silahkan Hancurkan Saya, Laporan Terhadap Abu Janda Tidak Akan Pernah Ditarik!

  2. Bikin Baper, 6 Potret Romantis Teuku Rassya dan Kekasih yang Manis Abis!

  3. Flyover Tapal Kuda Bikin Macet, Pemprov Berencana Lakukan Pelebaran Jalan di Lenteng Agung

  4. 5 Potret Seru Kahiyang Ayu Momong Anak, Ibu Idaman!

  5. Iseng Banget! Warganet Hitung Harga Outfit Pilot di Sinetron Indonesia

  6. Pangeran Philip Meninggal Dunia, Berapa Total Harta Kekayaannya?

  7. Polemik Penceramah Agama di PT Pelni Dibatalkan, Said Didu: Pak Menteri BUMN Hendaknya Tidak Diam

  8. Soal Anggaran Rp800 Juta untuk Tugu Sepeda, Wagub DKI: Silahkan Tanya ke Konsultan

  9. Ringan Tangan, 7 Zodiak Ini Dikenal Senang Membantu Orang Lain

  10. Pembangunan Tugu Sepeda Sudah 80 Persen, Pekerja: Tinggal Pasang Lampu 

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Paramount Land
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Image
Roso Daras

Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia

Image
News

6 Potret Menyentuh Jokowi dengan Warga, Terbaru Berikan Jaket ke Pemuda NTT Korban Longsor

Image
News

5 Gaya Sporty Menlu Retno Marsudi Berolahraga, Kece Abis!