breaking news: Positif Corona, Menaker Ida Fauziyah Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari

Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Sidik Kasus Pemalsuan Label SNI, DPR Minta Polisi Transparan

Miftahul Munir

 Sidik Kasus Pemalsuan Label SNI, DPR Minta Polisi Transparan

Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta | AKURAT.CO

AKURAT.CO, Penyidik Polda Metro Jaya diminta transparan terkait penyidikan kasus pemalsuan label SNI produk besi siku yang ditaksir merugikan negara Rp 2,7 triliun. Agar masyarakat, khususnya pelapor memperoleh hak keadilannya.

“Sekarang udah gelar perkara belum? Lalu, keberatan pelapor apa sekarang? Kalau sudah gelar perkara pelapor menyampaikan apa dalam perkara itu, penyidik mengatakan apa? Tindak lanjutnya apa? Nah, itu penting dikemukakan secara obyektif agar masalah ini lebih jelas," kata Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta, kepada wartawan, Sabtu (22/8/2020).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, dengan adanya obyektifitas dari penyidik dalam menyampaikan hasil penyidikannya kepada pelapor secara transparan, maka diharapkan bakal memberikan rasa keadilan bagi pelapor.

baca juga:

“Agar pelapor memperoleh rasa keadilan, polisi bekerja profesional, tidak merasa dipojokkan tapi juga tidak keluar sedikitpun, gitu. Jadi hapuskan dugaan-dugaan yang tidak perlu dalam perkara ini. Dengan cara polisi memberikan jawaban dalam bentuk langkah-langkah nyata sesuai dengan aturan hukum,” bebernya.

Sudirta menjelaskan, jika peraturan Kapolri yang merupakan SOP dalam penyidikan itu juga diterapkan dengan baik, tentu walau hasilnya hari ini belum mencapai target tapi prosesnya mungkin sudah bisa menyenangkan bagi pelapor.

“Yang jadi soal jika hasilnya tidak memuaskan dan prosesnya tidak memadai. Ini yang perlu dihindari karena masyarakat harus dijaga jangan sampai setelah mereka protes, lalu mereka tidak puas, lalu tidak percaya kepada kepolisian. Itu berbahaya. Kalau pada tingkat seperti itu, itulah yang harus dijaga, jangan sampai masyarakat memunculkan keyakinan, pikiran dan perkiraan yang tidak percaya lagi dengan kepolisian. Itu tidak boleh,” tegas Sudirta.

Dia menilai jawaban dari penyidik diperlukan, guna memenuhi dan menunjukkan sisi keadilan serta transparansi aparat kepolisian.

“Tapi sekali lagi apa jawaban kepolisian dalam memenuhi harapan pelapor. Penting sekali dalam situasi seperti ini polisi bersikap karena sudah menjadi polemik di media, ini kan harus transparansinya ditingkatkan. Selama ini kan sering di instansi kita menghadapi problem pada komunikasi kan? Problem komunikasi itu bahkan dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.

Oleh sebab itu, papar Sudirta, kepolisian sebagai garda depan di bidang keamanan, penanganan kriminal yang bermuara kepada keadilan, penting sekali dan jangan menganggap tidak pentinh yang namanya proses itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sejumlah pihak antara lain Komisi Kepolisian Nasional, Indonesia Police Watch dan bahkan kalangan DPR menilai penyidik kepolisian lamban dalam menyidik kasus pemalsuan label SNI. Pasalnya, kasus yang ditaksir merugikan keuangan negara Rp 2,7 triliun itu telah dilaporkan pada pertengahan Juni 2020 lalu.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah mengamankan dua orang tersangka. Namun, orang yang diduga sebagai pelaku utamanya masih dibiarkan bebas, dan kasusnya pun terkesan mengambang. Hanya pekerja lapangan seperti pemasang label SNI palsu yang menjalani proses hukum. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

DPR RI

Pimpinan DPR RI: Perankan Influencer Dalam Penerapan 3M Sebagai Role Model Atasi Covid-19

Image

News

Petisi 'Tolak Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPRD DKI' Raup Ribuan Tanda Tangan

Image

News

DPRD DKI Ajukan RKT Rp888 Miliar, Pengamat: Ini Masalah Etika

Image

News

Komisi A DPRD DKI Belum Terima Surat Anies Baswedan

Image

News

DPR Diminta Segera Sahkan RUU Daerah Kepulauan

Image

News

Komisi IX Harap Ucapan Maaf Habib Rizieq Bisa Jadi Contoh Para Simpatisannya

Image

News

Soroti APBD DKI 2021, PSI: Pembahasannya Lebih Buruk Dari Tahun Lalu

Image

News

Banyak Modus Politik Uang, DPR Ingatkan Ketegasan Bawaslu

Image

News

Kuasa Hukum Eggi Sudjana: Kepolisian Belum Keluarkan Surat Penangguhan Penahanan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ada Sirekap, Bawaslu Tetap Minta KPU Siapkan Proses Rekapitulasi Manual

Bawaslu melakukan evaluasi menjelang masa tenang serta tahapan pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) Pilkada Serentak 2020.

Image
News

Korlantas Polri Bagikan Ribuan Sembako Untuk Komunitas Sopir Bajaj

Korlantas Polri menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dan bakti kesehatan (bakes) di wilayah SDN 09, Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selata

Image
News

Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Ormas yang Lakukan Aksi Premanisme

Menurutnya, ancaman pidana diatur dengan jelas untuk pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum di Indonesia.

Image
News

Mensos Juliari Dinilai Lakukan Langkah 'Out of The Box'

Varhan Abdul Azis menilai kinerja Menteri Sosial Juliari di Kementerian Sosial patut diapresiasi karena meraih banyak penghargaan.

Image
News

Pasca Mangkir Tanpa Alasan, KPK Jemput Paksa Eks Direktur PT Garuda Indonesia

Sejatinya ia diperiksa sebagai tersangka kemarin

Image
News

Pulang Dari Jogja, 21 Guru dan 9 Staf TU MAN 22 Jakbar Positif Corona

Guru dan pegawai TU itu bepergian ke luar kota untuk acara pensiunan kepala sekolah setempat.

Image
News

5 Fakta Menarik Noken Papua, Tas Tradisional Unik yang Muncul di Google Doodle

Google Doodle kembali menampilkan sebuah ilustrasi unik berupa Noken Papua

Image
News

Bela Mahfud MD, Hendropriyono: Jangan Sekali-kali Demo di Rumah Keluarga Siapapun!

Menurut dia, aksi massa menggeruduk rumah pribadi orang tua Mahfud MD merupakan perbuatan melanggar hukum

Image
News

Siap Akhiri Pandemi, WHO Pertimbangkan Paspor Khusus untuk Yang telah Divaksin Corona

WHO telah memberi peringatan kepada negara-negara yang mengeluarkan 'paspor imunitas' untuk orang-orang yang sudah sembuh dari COVID-19

Image
News

Charta Politika: Tren Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji Naik, Machfud-Mujiaman Stagnan

Elektabilitas Eri Cahyadi - Armuji 51,2 persen sedangkan pasangan Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno dipilih oleh 40,7.

terpopuler

  1. Prinsip Ala Etnis Tionghoa yang Dijamin Bikin Sukses!

  2. Natalius Pigai: Orang Papua Bukan Sapi yang Bisa Disembelih Tiap Saat

  3. Ustaz Hilmi Firdausi Sarankan Presiden Berkantor Sementara di Papua, Kenapa?

  4. Ungkap Kasus Pembunuhan 7 Tahun Lalu di Sleman, Polisi: Kuncinya, Motor Sport Plat AG Bukan Buatan Jepang

  5. Ini Zikir yang Akan Menjamin Kamu Masuk Surga

  6. Resmi Tak Lagi Beroperasi, Ini 5 Fakta Menarik Perjalanan Mal Golden Truly

  7. Ribuan Foto Seksualnya Bocor, Selir Sineenat Wongvajirapakdi 'Korban Intrik Penggulingan Kekuasaan'

  8. Ramalan Keuangan Zodiak 3 Desember 2020: Duh, Aries Akan Kehilangan Uang!

  9. Doa Agar Diberi Rezeki dalam Bentuk Segala Hal

  10. Resep Membuat Marmer Cake, Lembutnya Bikin Lidah Bergoyang

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Jin BTS Ulang Tahun, Harta Kekayaannya Tembus Rp113 Miliar!

Image
Ekonomi

Inspiratif! Adi Sarwono, Salesman Keliling Sang Juru Selamat Literasi Anak

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin