Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Rival Aqma Rianda

Wasekjen DPP GMNI

75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Bonus Demografi dan Transformasi Zaman

Image

Pasukan paskibraka melebarkan bendera merah putih dalam jalannya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74 Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah saat menghadiri upacara peringatan ke-74 Kemerdekaan RI. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, 75 Tahun merdeka, waktu yang tidak singkat bukan semata-mata tanpa adanya dedikasi perjuangan para pahlawan pendiri bangsa, terlebih dahulunya memperjuangankan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia atas nama kedaualatan negara saat itu.

Melainkan atas nama jati diri, kehormatan di hadapan penjajah sebagai bangsa besar dan bukan bangsa tempe hal itu seperti yang di sampaikan Soekarno saat Pidato Kemerdekaan 17 Agustus 1963 "Kita bangsa besar, kita bukan "bangsa tempe", kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tapi merdeka, daripada makan bestik tetapi budak. Tradisi Bangsa lndonesia bukan "tradisi tempe". Kita di zaman purba pernah menguasai perdagangan di seluruh Asia Tenggara, pernah mengarungi lautan untuk berdagang sampai ke Arabia atau Afrika atau Tiongkok.

Hal ini menandai bahwa salah satu bukti obor kesetiaan rakyat terhadap Bangsanya sendiri sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, rakyat, bangsa dan negara. Jikalau Soekarno cintanya abadi terhadap Indonesia di ruang diplomasi geopolitik, demikian ketulusan dan kejujuran hatta mencintai Indonesia dan Jenderal Sudirman sebagai panglima perang gerliya kala itu. Satu-kesatuan terus dimenangkan dalam masa melawan penjajah, menghilangkan kooptasi identitas suku, agama, dan simbolisasi fanatisme.

baca juga:

Kini kehadiran generasi menjadi penting dalam proses pilar pembangunan manusia unggul dan maju dalam masa untuk memenangkan zaman. Instrumen gerakan anak-anak muda akan menjadi jawaban untuk kita semua di tahun 2030-2040 akan datang, dimana Indonesia akan menghadapi Bonus Demografi. Empat pilar Pembangunan Indonesia pada tahun 2045 nanti yakni pembangunan manusia dan penguasaan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta ketahanan nasional.

75 Tahun hari ini Indonesia Merdeka selalu kita peringati sebagai buah dari warisan para pahlawan dan leluhur kita, meskipun setiap keadaan zaman selalu dinamis dalam merayakan kemerdekaan, hari ini kita merayakan kemerdekaan tersebut di tengah-tengah keadaan yang kurang baik bagi Indonesia yang terancam Covid-19. Namun tidak sedikit menyurutkan spirit dan optimisme kita sebagai bangsa yang besar dan yang gandrung akan terhadap cinta tanah air.

Kini kesempatan dan tantangan terus hadir di hadapan generasi muda, selain teknologi yang terus mengupgrade kemajuannya yang mampu meremoti pengandalian hidup manusia dan aktivitas sosial lainnya, kini percepatan dan pertumbuhan ekonomi menjadi skala prioritas pemerintah untuk mengembalikan paket kebijakan ekonomi nasional. Paket kebijakan itu salah satunya adalah program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan program Exit Strategy berupa pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan baru.

Bonus Demografi, dan Tantangan Indonesia Menuju Satu Abad

Tahun 2030-2040 Indonesia akan masuk di dalam fase pertumbuhan ekonomi di usia produktif yang kita tandai sebagai Bonus Demografi. Tidak bisa dipungkiri hal itu menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Bangsa Indonesia dalam mempersiapkan sejumlah format konektivitas aksi dalam menghadapi peningkatan dan percepatan pertumbuhan pembangunan ekonomi tersebut. Indonesia yang akan mengalami gelombang masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif kisaran (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia yang tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). 

Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan terus memasifkan skema dalam pemanfaatan peluang ekonomi global dalam momentum Bonus Demografi, adapun langkah-langkah strategis yang terus di gaungkan Pemerintah yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta keterlibatan semua elemen masyarakat baik dalam mentransformasikan secara gerakan politik, ekonomi, dan sosial. Penting kiranya Bonus Demografi ini menjadi tantangan serius bagi Bangsa Indonesia, keoptimisme harus menjadi satu-satunya jiwa kepribadian Bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh Bangsa lain dalam menghadapi arus gelombang baru ekonomi. Mengenal penduduk usia produktif ini diprediksi akan mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan sebesar 297 juta jiwa, kembali mendiskripsikan bahwa ½ dari jumlah penduduk tersebut adalah di dominasi oleh generasi muda.

Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi di berbagai sektor dalam menghadapi dampak atas peristiwa Covid-19. Bencana Non-alam ini hampir meruntuhkan energi kehidupan rakyat Indonesia secara merata tidak memandang kelas pekerja. Setelah lamanya 3 bulan harus di penjara di dalam rumah, di larang bekerja dan beraktivitas, dan di anjurkan Work From Home (WFH).

Stimulus ekonomi terus digencarkan dalam membangun kembali kekuatan dan kebangkitan ekonomi rakyat lewat Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun dengan total batuan sebesar Rp 3,55 juta, kemudian ada Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Adapun masyarakat calon penerima BST maupun BLT akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600.000,00 per kepala keluarga setiap bulannya selama tiga bulan. Sehingga total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp 1.800.000.

Disamping itu Presiden Joko Widodo menggelontorkan anggaran dalam mengatasi Covid-19 melalui APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun. Besaran anggaran tersebut ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Stabilitas Perekonomian di masa pandemi corona. Total anggaran tersebut salah satunya akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja di sektor kesehatan sebesar Rp 75 triliun. Selain itu, dari total anggaran Rp 405,1 triliun tadi, sebesar Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sisanya, Rp 110 trilliun, akan dialokasikan untuk perlindungan sosial dan 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama UMKM.

Maka melayani generasi menjadi instrumen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan bersama. Anak - anak muda adalah satu aset saat ini, kini dan mendatang. Transformasi ide dan gagasan untuk kemajuan bangsa merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong siklus perubahan pembangunan dan kebaikan untuk Indonesia yang akan datang khususnya dalam menyambut Bonus Demografi di tahun 2030-2040.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Cegah Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Terulang, Bandara Soetta Ubah Validasi Dokumen Kesehatan

Image

News

Dapat MURI Penanaman Pohon Terbanyak, Megawati Bicara Soal Kerusakan Hutan

Image

News

Sindikat Surat Bebas Covid-19 Palsu di Bandara Soetta Raup Keuntungan Miliaran Rupiah

Image

News

Beraksi Sejak Oktober, Sindikat Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Terbongkar

Image

News

Wanita Paruh Baya Tewas Ditabrak di Tol Jakarta-Bandara Soetta

Image

News

Sebanyak 15 Juta Vaksin Tahap Tiga Tiba di Indonesia

Image

News

Ini Pesan Bung Karno yang Bikin Megawati Nangis saat Pidato di HUT PDIP

Image

News

Pesan Megawati di HUT PDIP: Jangan Sekali-kali Memunggungi Rakyat

Image

News

Datangi Crisis Center, Keluarga Kandung Korban Dimintai Data Identifikasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ambroncius Klarifikasi Soal Postingannya yang Sandingkan Natalius Pigai dengan Gorila

Ia mengakui postingan itu ia buat sendiri

Image
News

Geram dengan Hoax Vaksin Covid-19, Ruhut: Tolonglah Hormati Kerja Keras Pak Jokowi!

Menurutnya, hoax itu dapat membuat masyarakat bingung

Image
News

Habiburokhman Sesalkan Sikap Ambroncius yang Menghina Natalius Pigai

Pasalnya hinaan tersebut mengarah pada fisik Natalius Pigai

Image
News

PPKM Diperpanjang, Ini Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Pulau Jawa

Masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan

Image
News

Sabdatama dan Sabdaraja, Akar Perkara Dua Adik Tiri Sultan Lepas Tangan dari Jabatan di Keraton Yogyakarta

Gusti Yudha beserta para rayi dalem sampai sekarang juga masih menolak Sabdatama, Sabdaraja, juga Dhawuh Raja

Image
News

Mahfud MD: Kalau Tak Suka dengan Statment Orang, Jangan Hina dengan Gambar Hewan

Menurut Mahfud, jika seseorang tidak suka dan berbeda pandangan dengan Natalius Pigai, tidak elok menghinanya dengan gamba hewan.

Image
News

Lima Orang Tewas Keracunan Gas Bocor SMGP di Mandailing Natal

Sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat keracunan gas dari kebocoran pipa gas milik PT Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP).

Image
News
Lawan Covid-19

Kebijakan Larangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang hingga 8 Februari

Penutupan sementara akses masuk warga negara asing (WNA) dari semua negara ke Indonesia diperpanjang mulai 26 Januari hingga 8 Februari.

Image
News

Ada 'Taliban' di KPK, Alexander Marwata: Mungkin Maksudnya 'Militan' Berantas Korupsi

Alexander Marwata membantah adanya isu radikalisme dan "Taliban" yang kembali muncul di KPK.

Image
News

Oknum Polisi Diduga Terlibat Kasus Pencurian Mobil Pikap di Merangin

Oknum Polri yang berinisial SR itu ditangkap warga setelah dikejar usai mencuri mobil.

terpopuler

  1. Ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Presiden Resmikan Brand Ekonomi Syariah

  2. 7 Potret Memesona Nora Alexandra dengan Pakaian Khas Bali, Cantik Paripurna!

  3. Gak Mau Kalah Sama RI, Paman Sam Pilih Wanita Pertama Sebagai Bendahara Negara

  4. Turnamen Berakhir, Pebulutangkis Indonesia Pulang Hari Ini

  5. 5 Amalan Pembuka Pintu Rezeki yang Patut Dibaca Setiap Hari

  6. 5 Meme Lucu Liverpool Dikalahkan MU di Piala FA, Trio Firmansah Babak Belur

  7. Humor Gus Dur; Rapat IPPNU

  8. Dikabarkan Billy Syahputra Positif Covid-19, Ibunda Amanda Manopo Ingatkan Jangan Makan Gorengan

  9. Luhut Resmi Gantikan Bob Hasan Jadi Ketua Umum PASI

  10. Sony Xperia Mini Siap Saingi iPhone 12 Mini

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot