Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

13 Orang Aniaya Teman Sendiri hingga Tewas Gegara Duit Rp100 Ribu, Miris!

Kumoro Damarjati

13 Orang Aniaya Teman Sendiri hingga Tewas Gegara Duit Rp100 Ribu, Miris!

Tersangka kasus penganiayaan berujung hilangnya nyawa seseorang di Mapolres Bantul, Jumat (14/8/2020). | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Sebanyak 13 remaja pria diamankan jajaran Polres Bantul. Belasan orang ini diciduk usai diduga terlibat tindak penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang dipicu duit Rp100 ribu.

Belasan orang yang kini berstatus tersangka antara lain, PES (17), BAS (15), MFM (15), BPS (17), BWF (16), AWP (16), PEA (14), MZ (19), M (21), ARZ (20), JRN (23). Mereka semua warga Bantul dan dua yang tersisa, yakni MREP (15) dan AF (17) adalah warga Kota Yogyakarta.

Sementara korban, adalah Lukman Rahma Wijaya (18). Ia adalah warga Pleret, Bantul.

baca juga:

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menjelaskan, kronologi kasus ini diawali pada pertemuan korban dan pelaku PES, MREP, AF, dan PEA pada Jumat (7/8) malam pukul 19.30 WIB. Mereka bertemu di kediaman PES dan PEA, kakak beradik yang tinggal di Wonokromo, Pleret, Bantul.

Kala itu, korban sempat mengutarakan niatnya meminjam duit kepada PES. Namun, tersangka tak mengiyakan, hingga Lukman akhirnya meninggalkan rumah rekannya itu.

"Lalu, tersangka PES dan PEA setelah korban main di sana merasa kehilangan uang Rp100 ribu," kata Wachyu saat rilis kasus di Mapolres Bantul, Jumat (14/8/2020).

Pada Sabtu (8/8/2020) pukul 02.00 dini hari, korban kembali ke rumah tersangka. Kali ini dia membawakan minuman dan makanan.

Kadung curiga, tersangka PES, PEA, dan MREP menginterogasi korban perihal hilangnya uang tadi. Usai dicecar pertanyaan, Lukman mengaku telah mengambil uang ketika berada di rumah tersangka, namun bukan Rp100 ribu melainkan separuhnya saja.

"Tapi, setelah korban mengaku, para tersangka ini malah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban oleh tersangka PES, PEA, dan teman-teman lainnya," terang Kapolres.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Sekira pukul 02.30 WIB, penganiyaan kian menjadi. Tersangka PES cs memanggil rekan-rekan lainnya hingga berkumpul total 13 orang tadi.

"Kekerasannya, menendang, memukul, mengikat kaki korban, menyulut korban dengan rokok, kunci motor yang dipanaskan, hingga korban tak sadarkan diri," lanjut dia merinci.

Orang tua PES dan PEA yang mendengar kegaduhan lantas melihat apa yang terjadi di rumahnya. Mendapati Lukman tak sadarkan diri, dihubungilah salah seorang anggota keluarga korban bernama Agus Maryanto.

Korban dengan ambulans dilarikan ke Rumah Sakit Nur Hidayah Jetis. Akan tetapi, sesampainya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

"Jenazah korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi," tambah Kapolres.

Polisi lantas melakukan proses penyelidikan dengan memeriksa PEA dan PES hingga akhirnya mereka ditetapkan sebagai tersangka. Penyidikan berikutnya menuntun petugas ke 11 tersangka lainnya.

"Sembilan tersangka masih di bawah umur dan empat tersangka lain sudah dewasa," kata Wachyu.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Menurut Wachyu motif penganiayaan murni lantaran tersangka PES dan PEA kehilangan uang. Selama berteman antara korban dan tersangka tidak ada masalah, selain itu penganiayaan juga dilakukan dengan keadaan sadar tidak terpengaruh alkohol.

"Rumah (PES dan PEA) itu memang sering dijadikan tempat berkumpul, ada yang sekolah ada juga yang putus sekolah dan kuliah. Masih diselidiki apakah termasuk anggota geng," beber Kapolres.

Dari peristiwa ini, petugas mengamankan sederet barang bukti. Berupa, sebuah kaus lengan pendek, celana pendek, sabuk yang dipakai buat mengikat korban, korek api, kunci motor, dan gayung.

"Tersangka kita kenakan Pasal 170 ayat (2), barang siapa secara bersama-sama dengan tenaga kekerasan melakukan kekerasan apabila mengakibatkan meninggal dunia, ancaman hukuman 12 tahun penjara. Undang-undang Peradilan Anak juga kita terapkan karena ada tersangka anak (di bawah umur) sembilan orang," pungkasnya.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Yang Segar dari Jepara, Gempol Pleret

Image

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Kuliner Langka "Es Gempol Pleret" Khas Solo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pemerintah Diminta Perhatikan Kebutuhan Dasar Masyarakat Selama PSBB Jilid II

Sandi pun mendorong pemerintah agar memberikan insentif.

Image
News

Ditlantas Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Si Ondel

Aplikasi Si Ondel dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Image
News

Rayakan Ulang Tahun Partai, Kim Jong-un Diprediksi Beri 'Kejutan Besar' untuk Dunia

Kim Jong-un diprediksi akan mengungkap rudal baru menakutkan selama parade militer besar-besaran di Korut bulan depan.

Image
News

Pangi Syarwi Chaniago: Menunda Pilkada bukan Aib Sejarah

Protokol kesehatan yang mereka buat sendiri tak lagi dipakai karena syahwat kuasa tak lagi bisa dibendung.

Image
News

Nurhadi Cs Dicecar Penyidik KPK Soal Sumber Aset Milik Mereka

Disinyalir aset mereka berasal dari hasil pencucian uang

Image
News
DPR RI

Komisi VI Dorong BKPM Tarik Investasi dari Penyedia Aplikasi

Mereka mengikuti jejak Facebook dan Google yang telah membangun pusat data di Singapura.

Image
News

Beda Pilihan Politik, Jansen Siap Debat dengan Sandiaga Uno

Jansen bersama Partai Demokrat menjatuhkan dukungannya kepada pasangan Akhyar-Salman untuk Pilkada Kota Medan.

Image
News

Mau Jabat Dirut PDAM, Ayatullah Humaini Sogok Bupati Kudus Rp600 Juta

Uang Rp600 juta tersebut kemudian diberikan kepada Munjahid dan Sudibyo dalam tiga tahap.

Image
News

Miliarder China Pengkritik Xi Jinping Dipenjara 18 Tahun Atas Tuduhan Korupsi

Pada Selasa (22/9), pengadilan di Beijing menyatakan Ren bersalah atas berbagai tuduhan, termasuk penggelapan dana publik dan menerima suap.

Image
News

Pilkada Tetap Jalan Meski Covid-19, Akademisi: Sebaiknya Tiru Selandia Baru

Karena di sana, Pilpres saja ditunda

terpopuler

  1. Viral Video Kelompok Maluku Bentrok dengan BPPKB, Kapolsek : Itu Hoaks

  2. Kwik Kian Gie Kutip Pernyataan UAS Soal Penanganan Covid-19

  3. Buat Salah saat Kampanye, Joe Biden Jadi 'Gunjingan' Media

  4. Jelang Pilkada, Hasto: Jangan Cekoki Pikiran Rakyat Bahwa Pilkada Adalah Perang

  5. Happy Hariadi ke Halilintar Anovial Asmid: Rangkul Anak Itu Kalau Kamu Paham Agama

  6. Amalan-amalan Ringan yang Bisa Membuat Umur Panjang

  7. Menangis Sebelum Sidang Narkoba, Vanessa Angel Mengaku Depresi

  8. Tiga Petinggi PT Garuda Indonesia Diperiksa Penyidik Terkait Kasus Djoko Tjandra

  9. Sebelum Aniaya Bos Copet, Pelaku Pernah Ditusuk oleh Korban

  10. PDS: Upaya Memailitkan Kami akan Merugikan Customer

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!