Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Arli Aditya Parikesit

Ketua Program Studi S1 Bioinformatika Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) dan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image

Petugas PPSU Bukit Duri membuat mural bertema COVID-19 untuk mengingatkan warga tentang bahaya virus Corona di Jakarta, Selasa (11/8/2020). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 20 juta penduduk dunia, Indonesia sendiri lebih dari melampaui 130.000 awal Agustus 2020 ini. Perjuangan kita menghadapi pandemi yang belum ada obat maupun vaksinnya ini tidak mudah, karena terlalu banyak pemelesetan pedoman WHO menjadi statemen politik dari berbagai penjuru, yang menghimbau pengabaian secara total dengan memakai semangat civil disobedience salah kaprah.

Pengabai protokol kesehatan berpendapat bahwa pandemi COVID-19 adalah semata-mata event politik, yang harus disikapi secara politik pula. Inilah yang mendorong kantor media CNN di Amerika Serikat merilis advertorial pro-WHO yang menyatakan "Wearing a mask is not a political statement".

Selain itu, ada yang menjadikan pandemi COVID-19 sebagai ajang uji nyali oleh pengabai protokol kesehatan. Jika menolak kumpul-kumpul yang berpotensi melanggar protokol kesehatan, maka ucapan melecehkan seperti "parno lo", "Cemen lo", malah argumen "sudah pasrah kena COVID-19", “COVID-19 cuma konspirasi” akan mudah terlontar. Menolak uji nyali akan dianggap pengecut dan tidak setia kawan.

baca juga:

Satu hal yang dilupakan oleh pengabai protokol kesehatan, pandemi COVID-19 bukanlah ajang uji nyali seperti yang bisa disaksikan di berbagai reality show TV untuk keperluan hiburan maupun sekedar lelucon diantara sahabat karib. Pandemi COVID-19 adalah sesuatu yang amat sangat nyata, dan didukung oleh bertumpuk-tumpuk publikasi ilmiah, reportase jurnalistik sains, dan laporan resmi WHO. Mereka yang membujuk kita mengabaikan protokol kesehatan, tidak akan bisa dimintai pertanggungjawaban jika hal yang tidak baik terjadi pada diri kita.

Bahaya dari mengikuti bujukan pengabai adalah selain membahayakan kita, juga pada akhirnya akan membahayakan para tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang di rumah sakit, Puskesmas, dan klinik karena nakeslah yang akan merawat mereka yang terhasut bujukan pengabai. Kita memang harus memiliki perangai ilmiah yang kuat, supaya bisa percaya dengan sains dan menolak propaganda science deniers.

Menariknya, di Amerika Serikat, perangai ilmiah justru dipopulerkan oleh film fiksi ilmiah, yang bertepatan dengan abad ruang angkasa. Walaupun film fiksi ilmiah tidak selalu, bahkan sering, tidak sinkron dengan perkembangan sains saat ini, justru diskursus seperti itu mendorong generasi muda untuk mempelajari sains di bangku kuliah, untuk mengetahui bagaimana ‘proper science’ sesungguhnya. Disini, Stanley Kubrick, sutradara dan produser film fiksi ilmiah terbaik pada zamannya, akan menjelaskan betapa pentingnya sains dan teknologi pada peradaban manusia.

Stanley Kubrick dalam 2001: A Space Odyssey menggambarkan pencarian eksistensial seorang insan melalui sains dan teknologi. Terinspirasi konsep uebermensch atau insan cemerlang filsuf Jerman Friedrich Nietzsche yang digagantifikasi pada buku 'Also Sprach Zarathustra', Kubrick sebagai sineas terhebat dan terbaik di jamannya, sangat percaya bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan jembatan bagi umat manusia untuk memenuhi eksistensi dan tujuan hidupnya, tidak hanya secara fisik, namun juga psikis-mentalnya. Kubrick menunjukkan di film 2001: A Space Odyssey, bahwa evolusi manusia akan beranjak ke level yang lebih tinggi dengan penguasaan sains dan teknologi, di simbolisasi Kubrick sebagai ‘star child’, yang merupakan insan cemerlang.

Astronot David Bowman, pada akhir film digambarkan sebagai ‘starchild’, yang dijadikan Stanley Kubrick sebagai gagantifikasi insan cemerlang yang telah menemukan tujuan hidup dan pemenuhan eksistensinya setelah mengalahkan HAL 9000, yang merupakan agen kecerdasan buatan yang diklaim tidak pernah salah maupun kalah. Diskursus yang dibawa Kubrick membawa pesan mendalam bahwa masa depan keberlangsungan umat manusia beserta peradabannya hanya dapat dijamin dengan penguasaan sains dan teknologi, dengan menggunakan sinematografi sebagai media untuk membawa pesan yang sangat powerful tersebut.

Disini, sangat jelas, bahwa pengabai protokol kesehatan, COVID-19 deniers, dan propagator teori konspirasi adalah antitesis terhadap episteme Kubrick, karena mereka tidak percaya dengan kemajuan sains dan teknologi. Kubrick menggambarkan science deniers dengan sangat cerdas di film tersebut, di bagian awal, ketika Dr. Flyod bertemu dengan koleganya yang justru percaya cover up story dan gosip, bukan fakta ilmiah. Kubrick menggambarkan bahwa mereka yang percaya gosip dan cover up tidak lebih hanya menjadi catatan kaki di film pemenang academy award tersebut.

Nanti akan jelas, bahwa mereka yang memperjuangkan protokol kesehatan adalah insan cemerlang yang pemberani dan teguh dengan prinsipnya. Insan cemerlang adalah mereka yang menolak tegas bujukan pengabai, dan berpegang teguh pada pedoman WHO. Beberapa nakes berikut ini pantas menjadi suri tauladan kita.

Pertama, Li Wenliang dari Rumah Sakit Pusat Wuhan, China adalah nakes yang menjadi ‘whistleblower’ keberadaan penyakit COVID-19 ke seluruh dunia. Testimoni dr. Li di media sosial sempat menjadi viral, dan akhirnya hal tersebut mendesak pihak pemerintah China untuk meminta bantuan WHO. Walaupun dr. Li Wenliang sudah tidak bersama kita lagi, namun semangat beliau untuk mengingatkan bahaya COVID-19 kepada seluruh dunia sangat menginspirasi kita semua untuk selalu mengikuti protokol kesehatan WHO.

Kedua, Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID), Amerika Serikat merupakan nakes yang tanpa lelah mengingatkan bahaya penyakit COVID-19, walaupun selalu dicerca science deniers tanpa henti juga. Testimoni dr. Fauci mengenai COVID-19 bahkan diragukan oleh sebagian anggota Kongres Amerika Serikat dengan berbagai alasan politis yang tidak ilmiah. Fauci juga mengaku menerima ancaman pembunuhan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang tidak nyaman dengan pemikiran ilmiah beliau terkait COVID-19.

Ketiga, sama dengan Li Wenliang dan Anthony Fauci, tentu saja yang patut mendapat kredit adalah semua nakes di dunia yang berjuang mendampingi pasien COVID-19, dan tanpa lelah mengingatkan publik akan bahaya pandemi COVID-19, maupun mengikuti protokol kesehatan WHO.

Anthony Fauci dan Li Wenliang adalah contoh para insan cemerlang. Mereka tanpa lelah mengingatkan dunia akan bahaya COVID-19, walaupun mendapat banyak tekanan politik dari berbagai pihak. Eksistensi mereka adalah untuk kebaikan kemanusiaan, bukan untuk kepentingan politik golongan tertentu, apalagi mencari popularitas. Mereka konsisten tanpa kompromi mengikuti salah satu poin sumpah hipokrates yang menyatakan “Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan”.

Di sini, barat dan timur memiliki satu kepentingan, yaitu untuk kelanjutan keberlangsungan spesies kita seterusnya dengan mengalahkan COVID-19. Ingat saja, patuhilah pedoman WHO, yaitu menggunakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan, mencuci tangan, jaga kesehatan dan makan makanan bergizi.

Jadilah insan cemerlang yang bertanggung jawab dengan protokol tersebut, yang bahkan jauh sebelum WHO didirikan pada tahun 1948, telah berhasil diterapkan untuk menghadapi pandemi flu Spanyol pada tahun 1918-1920.

Eskalasi tantangan yang dihadapi kita sekarang dengan pendahulu kita di tahun 1918 tentu sangat berbeda, namun boleh dibilang sama sulitnya. Di tahun 1918, mereka menghadapi keterbatasan teknologi medis, belum ditemukannya terobosan dalam ilmu biologi molekuler, dan masih prematurnya perkembangan ilmu virologi. Sementara di tahun 2020, walaupun teknologi medis sudah sangat maju, bahkan sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan dalam beberapa hal, kita menghadapi infodemi masif di media sosial yang tak kalah berbahayanya dengan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Kemudian, sekali lagi, mengikuti pedoman WHO dan menolak infodemi bukanlah sikap politik, namun merupakan tanggung jawab kita sebagai insan cemerlang untuk menjaga nyawa sendiri, maupun nyawa sesama kita. Lebih jauh lagi dengan mengikuti diskursus Kubrick, itu adalah tanggung jawab kita untuk menjaga keberlangsungan evolusi peradaban manusia ke ranah yang lebih baik, humanis, dan canggih. Dengan bersama mengalahkan pandemi COVID-19, peradaban kita akan melaju menuju satu langkah yang lebih tinggi, yang membuka berbagai kesempatan baru bagi kita. be smart!

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Selain Tenaga Medis, Pekerja 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin COVID

Image

Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Simpel dan Modern Ini Bisa Hasilkan Cuan Selama di Rumah Aja

Image

News

MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Image

News

Tidak Semua Pegawai Hotel yang Urus Pasien Corona di Jakarta Kenakan APD

Image

Ekonomi

Legislator Ungkap Transformasi BUMN Telah Sesuai Jalur

Image

News

MPR RI

Ketua MPR RI Beberkan Empat Kiat Hadapi Pandemi Covid-19

Image

Ekonomi

3 Konstruksi Tol Pondok Aren-Serpong Bisa Serap Lebih 1.000 Orang Pekerja

Image

Iptek

Serangan Siber Meningkat di Tengah COVID-19, Berikut Tips Mencegahnya

Image

Ekonomi

Regulasi Belum Jelas, Distribusi Vaksin COVID-19 Diharap Tak Meleset

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Terkendala Izin, Saksi Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Batal Hadir

Napoleon meminta Bareskrim Polri selaku pihak termohon untuk membantu menghadirkan tiga saksi.

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Sarwo Edhie Wibowo merupakan Salah satu seperti Letnan Jenderal TNI yang turut berperan penting dalam melawan Gerakan 30S

Image
News

PHK Dampak Pandemi, Sandi Uno Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Lewat Program STSP

Technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

Image
News

Helikopter untuk Bubarkan Demo, Kapolri: Itu Melanggar SOP, Harus Diberi Sanksi

Idham mengatakan andai di masa sekarang masih boleh menerapkan hukuman badan, dia pasti menempeleng oknum

Image
News

Ucap 'Ishaallah' saat Debat, Joe Biden Dipuji Warga Muslim

Setelah melontarkan hadis Nabi Muhammad di kampanyenya, Biden terekam mengucapkan kata 'Ishaallah' dalam debat capres

Image
News

Pengelola Hotel Kosongkan 9 Kamar Dari Pasien Covid-19, untuk Apa?

Setiap hotel yang menampung pasien penyakit menular ini wajib mengosongkan 9 kamar dari pasien corona

Image
News
MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Setiap elemen masyarakat harus bertanggungjawab dan berkontribusi sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Image
News

3 Langkah Mudah Dapatkan Token Listrik Gratis Periode Oktober-Desember 2020

Subsidi tersebut diberikan pemerintah dalam rangka meringankan beban masyarakat di masa pandemi virus corona atau COVID-19

Image
News

Cerita AHY Tentang Sang Kakek yang Dikenal Sebagai Penumpas PKI

Dalam foto tersebut nampak sosok Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo

Image
News

Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang Muslim, Ferdinand: Inilah Wujud Provokasi Kebencian!

S mengaku bahwa ia belajar ilmu agama melalui channel Youtube dan yakin dengan aksi yang dilakukannya.

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  3. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  4. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  5. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  6. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Gatot Nurmantyo Cuma Bisa Tersenyum Saat Melihat Demonstran Penolak KAMI Langgar Prokes

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno