Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Egy Massadiah

Staf Khusus Kepala BNPB dan Anggota Satgas Covid 19

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat memberikan penjelasan kepada komisi VIII mengenai perkembangan COVID-19 di ruang fraksi, Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020). Rapat ini membahas evaluasi kinerja dan anggaran penanganan COVID-19. Dalam rapat ini, Komisi VIII juga meminta penjelasan terkait kalimat new normal yang sering digaungkan pemerintah selama pandemi COVID-19. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Siapa yang masih berani mengingkari roda zaman? Ia benar-benar beputar. Bukan saja dalam arti kiasan, tetapi juga makna yang sebenarnya.

Awal mula, kita kenal rotasi bumi. Bumi berputar sambil mengelilingi matahari. Pergerakan bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi. Dalam bentuk kiasan, ada istilah rotasi nasib. Nasib manusia pun berputar mengelilingi takdir.

Tak pelak, dunia yang kita ketahui pun menjadi siang dan malam. Berlebih dan kekurangan. Sakit dan sehat. Dua yang bertentangan bertumpuan. Dua yang berseberangan berhubungan. Dua yang mustahil dimungkinkan.

Dalam naskah drama AIB yang ditulis Putu Wijaya saat mondok di Wisconsin University, Madison USA tahun 1984 dan kemudian dipentaskan di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki 1985 -- dalam openingnya dibuka dengan kalimat : sejarah manusia tidak pernah bergerak, hanya nama pahlawan yang berganti ganti. Singkat kata, selalu ada pengulangan siklus peristiwa.

Lantas, apakah wabah juga punya siklus? Nah, topik ini yang hendak kita bahas.

Pada satu waktu. Waktunya belum terlalu lama. Bulannya masih Juli dan Agustus tahun 2020, Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo dalam berbagai acara mengajak hadirin menyusuri lorong waktu. Jauh ke belakang, ke zaman kolonial.

Tersebutlah tahun 1918 – 1919, wabah sejenis virus corona melanda Hindia Belanda, nama Indonesia ketika masih dicengkeram Belanda. Dokumen sejarah yang terbit di berbagai media ketika itu, adalah bukti nyata. Bukan hanya manuskrip, tetapi juga testimoni dari banyak narasumber generasi kedua atau ketiga. Kesemuanya dikumpulkan dengan teliti oleh sebuah tim sejarawan dari Universitas Indonesia.

Sekadar menyebut sumber, baiklah kita sebut nama-nama media massa yang memberitakan wabah dahsyat di era kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1916 – 1921, Johan Paul van Limburg Stirum. Pertama, Algemeen Handelsblad edisi 30 Oktober 1918 dengan judul Spaansche Griep (Flu Spanyol). Kedua, De Masbode edisi 7 Desember 1918 dengan judul “Kolonien Uit Onze Oost, De Spaansche Ziekte op Java” (Dari Timur Kami, Penyakit Spanyol di Jawa).

Ketiga, De Telegraaf edisi 22 November 1918 yang memuat berita berjudul “De Spaansche Griep op Java” (Flu Spanyol di Jawa). Masih dari media yang sama, tanggal 5 Februari 1919, menurunkan berita berjudul “De Spaansche Griep op Java de Officieele Sterftecijfers” (Angka kematian resmi flu Spanyol di Jawa). Keempat, De Sumatra Post edisi 11 Desember 1920, menurunkan tulisan berjudul “Influenza”.

Doni Monardo lantas menegaskan, “Kalau ada yang mengatakan Covid ini adalah yang pertama terjadi di muka bumi, saya berani mengatakan, itu salah!”

Pernyataan Doni diperkuat literatur Yang Terlupakan: Pandemi 1918 di Hindia Belanda, yang ditulis sejarawan pandemi Tb. Arie Rukmantara dan tim pada 2009. Buku menunjukkan fakta sejarah bahwa pandemi adalah peristiwa berulang yang sudah tercatat sejak tahun 1700. Dalam 100 tahun terakhir, interval antarpandemi flu berkisar antara 10 dan 50 tahun sekali.

baca juga:

Kejadian masa lampau seperti yang digambarkan tadi, jauh lebih mematikan, serta merenggut nyawa lebih besar. Tak kurang dari 13,3 persen dari populasi penduduk ketika itu, meninggal karena wabah yang dinamakan Flu Spanyol.

Jumlah penduduk Hindia Belanda tahun-tahun itu, sekitar 35 juta jiwa. Dari jumlah itu, 13,3 persen meninggal karena Flu Spanyol. Itu artinya, lebih dari 4,6 juta nyawa meregang. “Karena itu saya berani mengatakan, kondisi waktu itu jauh lebih buruk,” tandas Doni.

Tak lupa Doni berpesan kepada jajarannya, “Kita yang bekerja di bidang penanganan covid harus mengetahui tentang peristiwa di masa lalu. Kita harus berani mengatakan Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa. Zaman dulu saja pernah merenggut jutaan manusia, bukan tidak mungkin Covid-19 juga merenggut nyawa yang tidak sedikit, jika tidak ditangani secara serius. Jika kita semua tidak menyikapinya secara sungguh-sungguh.”

Ciri-ciri Sama

Merujuk sumber otentik serta manuskrip tua berusia 102 tahun, tersebutlah adanya kemiripan ciri antara Flu Spanyol (Spaansche Griep) dan Covid-19.

Menanggapi epidemi itu, Prof Dr dr P. Ruitinga, profesor kedokteran Universitas Kota –ketika itu—mengatakan penyebabnya tidak benar-benar diketahui. Masyarakat di pedesaan, seperti di Tana Toraja, hanya dapat mengingat bahwa penyakit tersebut disebarkan “lewat angin”.

Tetapi wabah ini diyakini ditularkan dari orang ke orang melalui kontak. Istilah "kontak" ini kemudian harus ditafsirkan dalam arti yang lebih luas, yaitu penyakit ini ditularkan tidak hanya dengan sentuhan, tetapi juga melalui interaksi timbal balik, misalnya ketika berbicara dengan seseorang.

Droplet (cairan ludah/saliva) yang dikeluarkan saat berbicara dapat menularkan infeksi kepada mereka yang berbicara dengannya. Ada tanda-tanda bahwa orang sehat juga bisa menularkan penyakit (OTG).

Dokumen menyebutkan pula tentang cara-cara Pemerintah Kolonial mengatasi “pageblug” tersebut. Antara lain dengan menerapkan pola sosialisasi menggunakan kearifan lokal melalui bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Di Jawa, digunakan sarana kesenian wayang. Ujungnya mitigasi dan perubahan perilaku.

Inti sosialisasi adalah, bahwa influenza yang mewabah, bisa mengakibatkan sakit panas dan batuk, mudah menular, asalnya dari abu dan debu (airborne). Berhati-hatilah jangan sampai bertindak ceroboh yang bisa mengakibatkan tersebarnya debu. Orang yang terkena panas dan batuk tidak boleh keluar rumah, harus tidur dan istirahat di rumah. Badannya diselimuti dengan rapat, kepalanya dikompres dan tidak boleh mandi.

Jika Covid-19 melahirkan badan atau lembaga khusus untuk menanggulangi (Gugus Tugas, kemudian PEN dan Satgas), maka pada tahun 1918 – 1919, pemerintah kolonial juga membentuk Influenza Commissie (Komisi Flu). Komisi khusus mengurus pandemi tersebut, beranggotakan rektor UGM pertama Profesor Sardjito.

Komisi menugaskan secara spesifik penanganan wabah, bukan hanya kepada para dokter, tetapi juga kepada sejumlah institusi dan profesi. Antara lain Dinas Kesehatan Umum (Burgerlijke Gezondheid Toestand), Kepala Pelabuhan (haven meester), Nakhoda Kapal (gezaghebber), Kepala Sekolah, dan Dinas-dinas lain terkait.

Sanksi Pidana

Selain sosialisasi, pemerintah kolonial juga menerapkan sanksi yang tidak main-main guna menekan makin besarnya jumlah korban. Pemerintah mengancam penjara enam hari atau denda uang maksimal 50 gulden kepada setiap orang yang tidak mau menerima tindakan pengawasan seperti yang diatur sesuai pasal 3 sub a.

Denda yang sama juga diberlakukan kepada kepala atau pengelola sebuah sekolah yang tidak mematuhi perintah yang diberikan berdasarkan pasal 3 sub b untuk menutup sekolah itu.

Termasuk ancaman yang sama kepada kepala sekolah atau guru menyangkut pengawasan siswa. Jika abai, maka ada sanksi.

Lalu ada lagi ancaman hukuman yang lebih besar. Yakni ancaman kurungan maksimal setahun atau denda uang setinggi-tingginya 2.000 gulden kepada nakhoda sebuah kapal yang tidak mematuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya dalam pasal 5 dan 8.

Ancaman yang sama juga ditujukan bagi setiap orang yang tidak termasuk awak kapal yang dimaksud dalam pasal 8 sub c peraturan ini atau termasuk orang-orang yang disebut dalam pasal 13 Peraturan Karantina, meninggalkan sebuah kapal yang tidak boleh ditinggalkan atas dasar ketentuan dalam pasal 8 tersebut.

Pihak lain yang diancam hukuman berat itu adalah setiap orang yang berdasarkan ketentuan sub b dan c dari pasal 8 wajib untuk mempertimbangkan tindakan-tindakan pengawasan yang dimaksud dalam pasal 6 sub a dan sengaja melalaikannya.

Terakhir, ancaman berat juga hukuman setahun dan dengan maksimal 2.000 gulden juga dikenakan kepada setiap penumpang yang turun dalam kasus yang disebutkan pada pasal 9 tanpa menunjukkan pernyataan seperti yang dimaksudkan di sana.

Entah Anda setuju atau tidak. Bahwa roda zaman memang SEDANG berputar. Dan kita tengah ada di pusarannya. Pilihannya hanya menjadi manusia bijak. Manusia yang tidak pernah lupa sejarah sesuai pesan Bung Karno—"Jas Merah”, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Maksud Bung Karno mulia, manusia jangan terjatuh di lubang yang sama.

Disiplin diri melaksanakan protokol kesehatan, adalah mutlak, jika kita tidak ingin terlempar dari putaran zaman.

Jaga kegembiraan hati, dan selamat sehat selalu. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Lawan Covid-19

Kebijakan Larangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang hingga 8 Februari

Image

News

Doni Monardo Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Hindari Acara Makan Bersama

Image

News

Kepala BNPB Lakukan Isolasi Mandiri Sambil Pantau Penanganan Bencana di Daerah

Image

Iptek

Desain Kolom Pencarian Google Pada Ponsel Kini Lebih Efisien

Image

News

Doni Monardo Terpapar Covid-19 Akibat Lakukan ini

Image

News

Kepala BNPB Doni Monardo Positif Covid-19

Image

News

Gempa Bermagnitudo 7.0 Guncang Sulawesi Utara

Image

News

Warga Kepulauan Talaud Rasakan Guncangan Kuat Gempa M7,1

Image

News

Tinjau Longsor Majene Sulbar, Kepala BNPB: Jalur yang Tertutup Material Baru Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hidupkan Pam Swakarsa, Pengamat Khawatir Jadi Legitimasi Kelompok Tertentu

istilah Pam Swakarsa atau Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa adalah sebutan untuk kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI

Image
News

Dinilai Lebih Efektif, China Pakai Swab Anal untuk Tes COVID-19

China telah memperkenalkan metode anyar berupa swab anal untuk pengujian COVID-19 bagi warganya

Image
News

Kolam Olakan di Bawah Jalur LRT Diyakini Bisa Menangani Banjir di Kelapa Gading

Ariza mengatakan, kolam olakan air itu bisa dengan cepat mengurangi banjir yang kerap merendam sejumlah ruas jalan di Kelapa Gading.

Image
News

Perkosa Anak Tiri Hingga Ratusan Kali, Pria Malaysia Divonis 1050 Tahun Penjara

Selama dua tahun, pelaku diketahui telah menggauli korban sebanyak 105 kali

Image
News

Laut Cina Selatan Kian Memanas, MPR Dorong Pemerintah untuk Tetap Siaga

Pasalnya, Laut Natuna Utara berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan yang sedang diperseterukan Cina, Amerika Serikat, dan negara lain.

Image
News

Tips dari Polisi Agar Tidak Tertipu Saat Ingin Berinvestasi

Ketiga legalitasnya tercatat di OJK apa benar, direktur atau punya kapasitas menawarkan investasi.

Image
News

Korupsi Pembangunan GI PLN Medan, Kejagung Periksa Tim Audit Konstruksi

Penyidik mengumpulkan bukti-bukti dugaan korupsi dalam pembangunan Pembangunan Jalur Transmisi 275 Kv tersebut.

Image
News

Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Tambah Hotel Tempat Isolasi Pasien COVID-19

DKI Jakarta sekarang ini dalam kondisi krisis fasilitas kesehatan di 101 rumah sakit rujukan Covid-19.

Image
News

Waspada! Dua Hari ke Depan Jakarta Berpotensi Banjir dan Puting Beliung

Tidak hanya itu cuaca buruk yang disertai hujan dengan intensitas tinggi juga diperkirakan bisa memicu banjir karena luapan sungai.

Image
News

Resmi Dilantik Jadi Kapolri, Pimpinan MPR Beberkan PR Jenderal Listyo

Persoalan di internal Polri yakni melanjutkan penguatan reformasi internal di jajaran Kepolisian sebelumnya.

terpopuler

  1. Rezekimu Akan Terus Mengalir dari Muda Hingga Tua Jika Mau Mengamalkan ini

  2. 5 Zodiak yang Bisa Beli Rumah Tahun Ini, Hasil Kerja Keras Terbayarkan!

  3. Terungkap! 3 Doa dalam Al-Qur'an Agar Bisnis Anda Lancar dan Beromset Besar

  4. Media Asing Ramai Soroti 1 Juta Infeksi Corona Indonesia, Kritik Jokowi hingga Sebut 'Tonggak Suram'

  5. SMKN 2 Sumbar Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab agar Tak Digigit Nyamuk, PSI: Kenapa Siswanya Enggak?

  6. Disuntik Vaksin Dosis Kedua Bersama Jokowi, Raffi Ahmad Absen di Sidang Pelanggaran Prokes

  7. Untukmu yang Ingin Selalu Disayang Allah, Cobalah Baca Doa ini

  8. Waspada Skema Penipuan Terbaru Pencurian Akun Facebook! Begini Cara Ketahui Ciri-cirinya

  9. Saatnya Cermati Saham yang Mampu Bikin Cuan Mengalir Deras!

  10. Mardani Nilai Kasus Ambroncius Nababan Menurunkan Citra Presiden Jokowi

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Penguatan Infra-Srutruktur Teknologi Wisata di Masa Wabah

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Kisah Haru Perjalanan Hidup Dedi Mulyadi, Makan Nasi Garam hingga Tinggal di Sekretariat Kampus

Image
News

5 Fakta Penting Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Baru yang Pernah Jadi Ajudan Jokowi

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun