Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki Berkaitan dengan Fatwa, Bukan Pengurusan PK

Yudi Permana

Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki Berkaitan dengan Fatwa, Bukan Pengurusan PK

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono. | AKURAT.CO/Aricho Hutagalung

AKURAT.CO, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah menyebut dugaan korupsi berupa gratifikasi yang diterima tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra berkaitan dengan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Namun Febrie enggan menjelaskan secara lebih detail terkait pengurusan fatwa mengenai apa yang dilakukan jaksa Pinangki. 

“Yang jelas masih pengurusan fatwa (terkait jaksa Pinangki ditetapkan tersangka). Itu dulu lah,” kata Febrie di gedung Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

baca juga:

Febrie mengatakan bahwa saat ini penyidik masih mendalami terkait gratifikasi yang diterima Jaksa Pinangki dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa.    

"Masih pendalaman, yang jelas jaksa berani menahan, berarti alat bukti sudah ada," ujarnya.

Jaksa Pinangki sebelumnya ditangkap oleh tim Direktorat Penyidikan Jampidsus di kediamannya pada Selasa (11/8/2020) malam. Penangkapan tersebut dilakukan usai penyidik menetapkan jaksa cantik ini sebagai tersangka.                     

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono tidak menyebutkan secara detail lokasi penangkapan jaksa Pinangki. Dia juga tidak menjelaskan saat ditanya ada atau tidaknya rintangan ketika penyidik melakukan penangkapan.

"Ini saya belum dapatkan, tempatnya di mana, tapi intinya dilakukan penangkapan di rumahnya," ujarnya.

Saat ini, Jaksa Pinangki telah ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 hari untuk memudahkan proses pemeriksaan. Selanjutnya, yang bersangkutan direncanakan akan dipindahkan ke Rutan Khusus Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Tersangka dengan inisial PSM tadi malam langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan," ujar Hari.

Penetapan status tersangka terhadap Jaksa Pinangki dilakukan usai penyidik mengklaim telah memiliki dua alat bukti permulaan yang cukup. Penetapan setatus tersangka tersebut dilakukan pada Selasa (11/8) malam kemarin.      

"Maka tadi malam penyidik berkesimpulan berdasarkan bukti-bukti diperoleh, telah dirasakan cukup diduga terjadi tindakan pidana korupsi, sehingga ditetapkan tersangkanya yaitu inisialnya PSM (Pinangki Sirna Malasari)," ujar Hari.              

Dalam perkara ini, Dit Jampidsus Kejaksaan Agung RI masih menelusuri nominal uang gratifikasi yang diduga diterima tersangka Jaksa Pinangki.         

 Namun, berdasar hasil penyidikan sementara nominal uang gratifikasi yang diduga diterima oleh Jaksa Pinangki yakni mencapai angka USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar.

"Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500 ribu, kalau dirupiahkan kira-kira Rp 7 miliar. Silahkan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan tetapi dugaannya sekitar 500 ribu US Dolar," ucap Hari.

Atas perbuatannya, Jaksa Pinangki dipersangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dia terancam dengan hukuman lima tahun penjara.

Pasal 5 UU Tipikor tersebut berbunyi;

(1) Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) setiap orang yang:

a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; atau

b. memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

(2) Bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau huruf b, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Kebakaran Kejagung, Bareskrim Akan Periksa Kasubag Pam Info

Image

News

DPR RI

Kejagung Didesak Terus Tingkatkan Pengawasan Internal Terhadap Jaksa

Image

News

Kasus Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo Siap Disidangkan

Image

News

Kebakaran Gedung Kejagung, Polri Enggan Beberkan Identitas Cleaning Service 'Tajir'

Image

News

Kejagung Ogah Berspekulasi Soal Petugas Kebersihan Tajir yang Diperiksa Bareksrim

Image

News

Kejagung Kekurangan Penyidik Usut Perkara Korupsi

Image

News

Pasal 12 Huruf a Tak Masuk Dakwaan Pinangki, Pakar Hukum: Bukti Kejagung Tidak Transparan

Image

News

Penasaran Sosok King Maker, Penyidik Cecar Djoko Tjandra 25 Pertanyaan

Image

News

Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Muncul dalam Dakwaan Pinangki, Jampidsus Enggan Komentar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ben-Pilar Berbagi Tips Tetap Bugar saat Pandemik

Olahraga sangat membantu untuk tetap menjaga stamina di tengah kesibukannya bertemu masyarakat Tangsel.

Image
News

Sanksi Pidana Ketenagakerjaan Tidak Dimasukkan dalam RUU Ciptaker

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama Pemerintah dan DPD menyepakati bahwa sanksi pidana tidak masuk DIM RUU Ciptaker.

Image
News

Husain Abdullah: Covid-19 Tidak Berkutik Hadapi Pilkada di Indonesia

Abdullah mengatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 mampu membuat negara-negara besar lockdown.

Image
News

Calonkan Diri Sebagai Ketua IKA UPN, Ini 6 Program Unggulan Deni Lesmana

Deni bakal mewujudkan jejaring alumni UPNVJ yang kuat & bermanfaat bagi Alumni, institusi (UPNVJ) & masyarakat

Image
News

Kebakaran Kejagung, Bareskrim Akan Periksa Kasubag Pam Info

24 September lalu, tim penyidik gabungan Bareskrim Polri memeriksa 7 orang saksi yang terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service

Image
News

Kharib Pradi Siap Menangkan Pasangan Pradi-Afifah di Pilkada Depok

Pasangan Pradi-Afifah akan melawan Idris-Imam.

Image
News

Wakil Ketua DPRD Gelar Dangdutan, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot

Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa Propam

Image
News

Pemutaran Film G 30S/PKI Dinilai Penting, Pengamat: Putra-putri Zaman Now Harus Tau Sejarah Itu

Bagi putra-putri zaman now harus tau sejarah itu. Salah satunya melalui film. Tak masalah. Ambil sisi positifnya saja

Image
News

Meghan Markle Berambisi Jadi Presiden AS, Pengamat: Dia Akan Dimakan Hidup-hidup!

Istana Buckingham berusaha menjauh dari skandal tersebut

Image
News

Ketua DPRD Positif Covid-19, Seluruh Gedung DPRD Bogor Disteril

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah ruangan Gedung DPRD.

terpopuler

  1. Mahfud MD: Ada yang Nanya, Apa Penting Film G30S/PKI Disiarkan? Saya Jawab...

  2. Pernah Berjaya, 5 Artis India Ini Jatuh Miskin di Akhir Hayat

  3. Jokowi Ngotot Pilkada, Epidemiologi UI: Senangnya Menyelesaikan Pandemi Dengan Tambal Sumbal!

  4. 5 Fakta Menarik Tanaman Hias Janda Bolong, Capai Rp50 Juta Per Daun

  5. Kerugian Negara Korupsi Dana BOS SDN 19 Cakranegara Capai Rp1,6 Miliar

  6. Gus Mus Komentari Konser Musik Dangdut di Tegal, Sentil Jokowi dan Ganjar Pranowo

  7. Ikut Sebarkan Seruan KAMI, Said Didu: Jangan Lupa Nobar Film G30S/PKI 29 September

  8. Cuitan Yusril Ihza Ramai Sampai Mahfud MD Komentar, Kenapa ya?

  9. Juergen Klopp Isyaratkan Keamanan Xherdan Shaqiri di Skuatnya

  10. Hubungan Terasa Hambar? Kembalikan Lagi Cinta Pasangan Padamu dengan Cara Ini

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Shanaya Arsyila Pramana, Cucu Pramono Anung yang Menggemaskan

Image
News

5 Gaya Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Pakai Kebaya, Memesona!

Image
News

Ulang Tahun Pernikahan ke-35, KSP Moeldoko Beri Kejutan Manis Kepada Istri