Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

DR. ABDUL MUID N., MA

Dosen Institut PTIQ Jakarta.

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image

Anak-anak pengungsi Afghanistan membaca Al Quran saat bulan Ramadan, di Kabul, Afghanistan, Minggu (10/5/2020). Kegiatan belajar mengaji ini tetap berlangsung di tengah krisis pendemi Corona. | REUTERS/Mohammad Ismail

AKURAT.CO, Isu kesetaraan (dan juga ketidaksetaraan) antara perempuan dan laki-laki adalah barang yang sudah ada sejak manusia pertama kali ada. Karena itu, para pejuang kesetaraan dan yang membiarkan ketidaksetaraan apa adanya sudah berebut makna sejak kisah manusia pertama, Adam dan Hawa. Apakah Hawa adalah pelayan dan pelengkap bagi Adam? Apakah Hawa terlahir dari tulang rusuk Adam yang hilang satu? Pertanyaan itu bisa diperpanjang deratannya dan jawabannya akan berbeda jika dikaitkan dengan isu kesetaraan gender. 

Para pejuang kesetaraan gender disebut “pejuang” karena ketidaksetaraan gender adalah kenyataan yang dianut hingga di bawah sadar sebagian besar masyarakat di segala belahan dunia sejak dahulu hingga sekarang. Tidak dibutuhkan pejuang ketidaksetaraan gender karena dominasinya yang sudah hegemonik. Ketidaksetaraan sudah dianggap kewajaran dan para pejuang kesetaraan gender memperjuangkan paling tidak agar disadari bahwa itu tidak wajar.

Para pejuang kesetaraan gender pun tidak satu suara meski sama-sama memahami bahwa ada yang tidak wajar dalam relasi gender. Bagi yang memahami bahwa secara ensensial perempuan tidak berbeda dengan laki-laki dan perbedaan adalah konstruksi sosial-budaya, maka rekonstruksi budaya berbeda dianggap membuka kemungkinan kesetaraan. Target perjuangan kesetaraan model ini adalah mengembalikan ketidakberbedaan antara perempuan dan laki-laki pada tingkat yang benar-benar sama, tanpa kelas sosial dan tanpa strata.

baca juga:

Ada pula pejuang kesetaraan gender yang memahami adanya perbedaan esensial dan kodrati yang membedakan perempuan dengan laki-laki yang berimplikasi pada peran dan tugas keduanya. Tentu saja tidak semua peran dan tugas berbeda, tetapi ada yang tidak mungkin sama hingga harus berbeda meski tetap dalam bingkai perjuangan kesetaraan.

Tembok-tembok tebal yang selalu menjadi batu sandungan bagi perjuangan kesetaraan gender berasal dari budaya dan agama. Bisa saja sebuah masyarakat sudah menerima secara kognitif bahwa bukan masalah dalam sebuah keluarga jika yang menjadi pencari nafkah adalah istri dan suami yang mengurus rumah tangga, tetapi budaya belum tentu mampu menerimanya hingga tetap saja keluarga tersebut menjadi pergunjingan di lingkungannya. Itu bentuk sandungan budaya.

Tembok yang jauh lebih kuat dari budaya adalah agama. Disebut lebih kuat dari agama karena: 1) mayoritas agama terlahir kala ketidaksetaraan gender masih dianggap kewajaran. Kita tahu bahwa gerakan perempuan adalah produk sekitar abad ke-18, kala agama-agama sudah mapan dalam pemahaman; dan 2) agama melahirkan budaya sedangkan budaya saja begitu sulit untuk berubah apalagi budaya yang berlandaskan agama karena adanya nilai sakral dalam budaya yang disebut terakhir itu.

Sepertinya ide Qiraa’ah Mubaadalah menyadari dengan baik tembok-tembok itu dan memilih untuk mencoba meruntuhkan tembok pemahaman agama dengan harapan agar budaya yang terlahir dari pemahaman agama itu pun sudah terfilter dengan paham kesetaraan gender. Dengan demikian, Qiraa’ah Mubaadalah paling tidak berlandaskan kepada beberapa asumsi dasar: 1) pemahaman keagamaan membentuk budaya; 2) agama berdasar pada teks suci yang tidak mungkin berubah dan yang mungkin berubah adalah pemahaman terhadap teks suci; 3) pemahaman keagamaan bisa berubah jika ada cara baca (qiraa’ah) berbeda terhadap teks suci; dan 4) pesan-pesan teks suci sesungguhnya adalah pesan-pesan kesetaraan yang menjadi teks ketidaksetaraan akibat cara baca dan konstruk kitab suci yang memang lahir di sebuah sejarah ketidaksetaraan.

Penyebutan kata qiraa’ah pada ide Qiraa’ah Mubaadalah menunjukkan ide ini tidak hendak merekonstruksi teks suci, tetapi hanya merekonstruksi cara baca terhadap teks suci. Pada titik ini, tidak ada yang kontroversial pada ide Qiraa’ah Mubaadalah kecuali karena dia berhadapan dengan cara baca-cara baca sebelumnya yang sudah dianggap mapan dan membudaya bahkan hingga dianggap sakral. Karena itu, Qiraa’ah Mubaadalah tidak hanya berhadapan dengan budaya ketidaksetaraan tetapi juga berhadapan dengan cara baca-cara baca (qiraa’ah) yang memproduksi dan mereproduksi pemahaman dan budaya ketidaksetaraan tersebut.

Dalam ide Qiraa’ah Mubaadalah ini, ada kelompok kata yang sering muncul, khususnya dalam buku Qiraa’ah Mubaadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam, karya Faqihuddin Abdul Kodir (2019). Kelompok kata itu adalah: resiprokal, kemitraan, kerja sama, kesalingan, kemaslahatan, tolong-menolong, dan seterusnya. Lalu ada kelompok kata yang lain seperti keadilan, kesetaraan, kemanusiaan, pemihakan perempuan, subjek setara, dan seterusnya.

Kedua kelompok kata di atas menggambarkan posisi ide Qiraa’ah Mubaadalah dalam perjuangan kesetaraan gender yang, ternyata, mengakui adanya perbedaan esensial antara laki-laki dan perempuan yang berimplikasi pada perbedaan tugas dan peran, meski tidak dalam semua hal. Semua itu tergambar pada kelompok kata pertama di atas. Implikasinya bisa saja adalah, demi kemaslahatan, demi kemitraan, dan demi tolong-menolong, ketidaksetaraan “bukan barang haram”. Terasa ada ruang-ruang kompromi di sana.

Kelompok kata yang kedua lebih menampakkan “keseriusan” upaya kesetaraan gender daripada yang kelompok kata yang pertama. Tidak ada ruang kompromi di sana karena prinsipnya adalah keadilan, kesetaraan, kemanusiaan, dan lain-lain. Barangkali itu adalah semacam jalan tengah dan itu penting.

Kekuatan ide Qiraa’ah Mubaadalah adalah eksploitasinya langsung kepada teks-teks suci sehingga benar-benar bisa menjadi alternatif cara baca yang selama ini ada. Ini berbeda dari upaya kesetaraan gender yang hanya fokus pada isu kesetaraan dan prinsip-prinsipnya tetapi miskin argumen ketika diperhadapkan dengan teks-teks suci itu sendiri.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Sisi Kemanusiaan Rasulullah

Image

News

Islam itu (Seharusnya) Mengasyikkan

Image

Hiburan

Kuliah di PTIQ, David Chalik Ingin Ahli Tafsir Al-Quran

Image

News

Islam Yang Mewarna-Warni

Image

News

Hari Kartini

Hari Kartini, NU: Harus Ada Peningkatan Perlindungan Perempuan Terkait Kekerasan Seksual dan Diskriminasi

Image

Gaya Hidup

Budaya dan Tekanan Sosial Hambat Kesetaraan Gender di Indonesia

Image

News

1 Wanita Prancis Tewas di Tangan Pasangannya Tiap Tiga Hari

Image

News

Bawa Boneka Jelangkung, Kembang dan Kemenyan, Massa Usir 'Setan' Perusak Demokrasi di Depan MK

Image

News

Selain Super Hero, Bakal Ada Aksi Gerakan Pengusir Setan di Sekitar Gedung MK

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Warga Dunia Pertama yang Sembuh dari HIV Wafat Karena Kanker

Timothy Ray Brown, warga dunia pertama yang berhasil disembuhkan dari HIV dilaporkan telah tutup usia

Image
News

Jaksa Disebut Tak Punya Bukti Suap, Jampidsus Langsung Tangkis Serangan Pinangki

Ali mengatakan apa yang disampaikan terdakwa Pinangki dalam eksepsi atas dakwaan JPU.

Image
News

Terkendala Izin, Saksi Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Batal Hadir

Napoleon meminta Bareskrim Polri selaku pihak termohon untuk membantu menghadirkan tiga saksi.

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Sarwo Edhie Wibowo merupakan Salah satu seperti Letnan Jenderal TNI yang turut berperan penting dalam melawan Gerakan 30S

Image
News

PHK Dampak Pandemi, Sandi Uno Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Lewat Program STSP

Technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

Image
News

Helikopter untuk Bubarkan Demo, Kapolri: Itu Melanggar SOP, Harus Diberi Sanksi

Idham mengatakan andai di masa sekarang masih boleh menerapkan hukuman badan, dia pasti menempeleng oknum

Image
News

Ucap 'Ishaallah' saat Debat, Joe Biden Dipuji Warga Muslim

Setelah melontarkan hadis Nabi Muhammad di kampanyenya, Biden terekam mengucapkan kata 'Ishaallah' dalam debat capres

Image
News

Pengelola Hotel Kosongkan 9 Kamar Dari Pasien Covid-19, untuk Apa?

Setiap hotel yang menampung pasien penyakit menular ini wajib mengosongkan 9 kamar dari pasien corona

Image
News
MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Setiap elemen masyarakat harus bertanggungjawab dan berkontribusi sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Image
News

3 Langkah Mudah Dapatkan Token Listrik Gratis Periode Oktober-Desember 2020

Subsidi tersebut diberikan pemerintah dalam rangka meringankan beban masyarakat di masa pandemi virus corona atau COVID-19

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  3. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  4. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  5. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  6. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Gatot Nurmantyo Cuma Bisa Tersenyum Saat Melihat Demonstran Penolak KAMI Langgar Prokes

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno