Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Kumoro Damarjati

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Warga Bintaran Kidul, Mergangsan, Kota Yogyakarta belajar di rumah tanpa pusing-pusing ketersediaan jaringan internet, Jumat (7/8/2020) | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Ketersediaan jaringan internet yang jadi momok pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi COVID-19 disiasati sekelompok pemuda Bintaran Kidul, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Mereka membuat gerakan Layanan Internet Masyarakat (Linmas) agar memudahkan proses belajar tanpa harus memikirkan biaya mahal belanja kuota internet.

Dengan adanya Linmas ini, para siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa di RW 03 Bintaran Kidul dapat mengakses internet secara terjangkau. Bahkan gratis untuk sementara ini.

"Sistemnya pakai voucher senilai Rp30 ribu per bulannya, berarti sehari Rp1.000 dengan kuota unlimited," kata Harun Prianto sebagai salah satu penggagas gerakan Linmas ini ketika dijumpai di kediamannya, Bintaran Kidul, Kota Yogyakarta, Jumat (7/8/2020).

baca juga:

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Kata Harun, Linmas ini menggunakan pemancar sinyal yang terpasang di titik-titik tertentu. Mereka yang berada dalam radius 100 meter dari pemancar bisa mengakses internet meski dari dalam rumah masing-masing.

"Ada 4 titik (pemancar) muter di Bintaran Kidul ini. Menjangkau 4 RT dalam 1 RW ini," katanya.

Gerakan Linmas ini dipelopori oleh para pemuda yang tergabung dalam Paguyuban Bintaran Bersatu. Baru tiga pekan fasilitas internet super murah ini eksis.

Harun melanjutkan, para pemuda tergerak usai banyak orang tua di Bintaran mengeluhkan bagaimana mereka harus merogoh kocek dalam-dalam buat memfasilitasi anak-anaknya mengikuti PJJ. Sebulan bisa sampai Rp80-100 ribu.

"Di sini ada 188 KK, mayoritas di sini (profesi) warga buruh. Satu orang satu bulan bisa habis banyak, kan anaknya ada yang nggak cuma satu. Anak sekolah di sini ada 100 lebih lho," beber Harun.

Pengeluaran untuk belanja kuota internet membengkak buat kalangan mahasiswa. Karena, tugas yang diberikan bobotnya berkali-kali lipat, selain masih wajib mengikuti kuliah online.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

"Anak kuliah dan orang kerja itu katanya 1 bulan Rp150 ribu. Lha jebol," kelakar Harun.

Jauh sebelum Linmas ini ada, para pemuda sebenarnya sudah berinisiatif memasang WiFi. Modelnya, warga yang hendak memakai diwajibkan membayar iuran.

Sayang, cakupannya kala itu masih sangat minim meski warga cukup antusias. Maksimal, cuma mampu merambah 7 rumah saja jaringannya.

Adanya Linmas ini berawal dari koneksi antara Ketua Paguyuban Bintaran Bersatu, Reno Ardana dan penyedia jasa layanan internet. Para pemuda pun mengiyakan tawaran untuk pengadaan jaringan.

"Kami coba-coba saja. Kami pasang agar semua masyarakat bisa menikmati aksesnya. Masa uji coba ini masih gratis, kalau sudah sebulan baru bayar. Tapi nanti rencana juga ada paket pelajar juga," ungkap dia.

Bukannya tanpa halangan, Harun cs kudu mengutak-atik serta memetakan pemasangan pemancar di wilayahnya. Sebisa mungkin seluruh warga yang membutuhkan bisa terakomodir.

Pasalnya, dataran pemukiman di Bintaran Kidul ini tak seluruhnya sejajar. Akibatnya, tak semua gawai kedapatan sinyal dari pemancar.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

"Nggak kaya perumahan, ini ada yang di atas, di bawah (rumahnya). Susah masangnya dan yang nggak nyantol, dipinjami extender dulu," sambungnya.

Setelah ditemukan titik pas, ada rencana memperluas cakupan jaringan ke depannya dengan menambah pemancar yang dibeli memakai kas paguyuban. Harapannya, RW 01-02 juga mampu menikmati fasilitas internet nan murah meriah ini.

Tak kalah penting, pihaknya turut meminta partisipasi orang tua untuk pemanfaatannya. Supaya layanan internet ini bisa dioptimalkan sebagaiaman tujuan awal untuk menjembatani proses belajar anak.

"Kami serahkan ke orang tua jika nanti malah dipakai buat nge-game untuk pengawasannya. Jelasnya, layanan internet yang sekarang ini internet sehat. Pakai VPN pun nggak bisa mengakses konten-konten dilarang," pungkasnya.

Ika Yunianti (36), salah seorang tetangga Harun menyebut Linmas jadi solusi buat anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SD untuk mengikuti proses PJJ. Walaupun tugas putrinya belum sebanyak siswa-siswa senior.

"Dulu satu minggu bisa 2 gigabyte (kuota), itu Rp20 ribu. Sekarang gratis, stabil. Kalaupun sudah bayar, bagi saya masih cukup terjangkau," katanya.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Farhan Maulana Ibrahim (12) yang duduk di bangku SMP mengaku dirinya terbantu dengan adanya fasilitas internet ini. Mengerjakan tugas jadi gampang karena bisa berselancar di dunia maya sepuasnya.

"Dulu nggak ada internet. Sekarang ngirim PR lewat WhatsApp bisa. Ikut Google Classroom juga bisa," ungkap siswa SMPN 15 Yogyakarta ini.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Tegas, PBNU Kembali Minta Pemerintah Tunda Pilkada 2020

Image

News

DPR RI

Pencabutan Nomor Urut, DPR Dapat Laporan Tidak Ada Kerumunan Massa

Image

Ekonomi

Ekonom Mandiri: Penyaluran Kredit Hanya Tumbuh 1,5 Persen

Image

Ekonomi

Mandiri Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2020 Bakal Minus 1 Hingga 2 Persen

Image

News

Pilkada Tetap Digelar Tahun ini, Begini Saran Epidemiolog Griffith University Australia

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Sania Exclusive Masterclass, Hidupkan Usaha Makanan Rumahan di Masa Pandemi

Image

Ekonomi

Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional

Image

News

Hasil Sementara Penetapan Paslon, Dua Cakada Digugurkan, Silahkan Gugat ke Bawaslu

Image

News

Revisi PKPU Pilkada: Kampanye Maksimal 30 Orang, Konser Dilarang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Rintis 350 UMKM di Tengah Pandemi, Pengurus Pusat Bhayangkari Dapat Apresiasi Kapolri

Saya sangat mengapresiasi upaya pengurus pusat Bhayangkari untuk membina UMKM

Image
News

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Selamat berjuang dan ultah ke-54 Gus Ami!!!

Image
News

Jamkrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Cicurug

Bantuan ini sangat berguna bagi para korban

Image
News

Djoko Tjandra Merasa Ditipu Pinangki, Kok Bisa?

Karena tidak terealisasi

Image
News
Wabah Corona

Hasil Tracing ASN DIY Terkonfirmasi COVID-19, 6 Orang Positif

BN selama ini bekerja pada bagian manajemen administrasi

Image
News

PP Muhammadiyah Ingatkan Masalah Besar Terkait Pilkada 2020

Jika tetap dipaksakan digelar tahun ini

Image
News

Diduga Palsukan Tanda Tangan, Seorang Notaris Dipolisikan

Lokasi tanah yang dipalsukan berada di samping Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) di Sunter, Jakarta

Image
News

Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Muncul dalam Dakwaan Pinangki, Jampidsus Enggan Komentar

Terkait hal itu (pencatutan), ikuti sidangnya saja ya, nanti disimpulkan sendiri

Image
News

Isu PKI Serang PDIP, Arteria Dahlan: Stop Sebar Hoax

Arteria sendiri salah satu pihak yang merasakan dampak isu PKI pada dirinya.

Image
News

Febri Diansyah Pastikan Tak Akan Tinggalkan KPK Walau Sudah Resign

Ia mengaku berat meninggalkan KPK

terpopuler

  1. Pilkada Serentak Tetap Digelar, Emil Salim: Sasaran Empuk bagi 'Peluru' COVID-19

  2. Amalan Nabi Yusuf yang Membuat Para Wanita Tergila-gila

  3. Anies Baswedan Udah Bikin 4 Ribu Sumur Resapan, DPRD DKI: Buat Lebih Banyak Lagi!

  4. 5 Potret Transformasi Almira Tunggadewi Yudhoyono, Putri AHY yang Beranjak Remaja

  5. Indonesia Resesi, Ferdinand Hutahaean: Negara Super Kaya Lebih Dahulu Zona Resesi!

  6. Intip Harta Kekayaan Bradley Cooper yang Bikin Tercengang!

  7. Ditanya MK Soal Nyapres, RR: Seriburius Gak Mau!

  8. ASN DIY Meninggal Dunia Usai Terkonfirmasi COVID-19, Istri dan Anak Juga Positif

  9. Dokter ini Sebut dari Pandemi Kita Belajar Ventilasi Terbaik adalah Jendela

  10. JK: Indonesia Bakal Hadapi Puncak Hujan Sekaligus Puncak Pandemi Pada Masa Pencoblosan Pilkada

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Gaya Kasual Najwa Shihab saat Jadi Host, Kece Abis!

Image
News

5 Potret Harmonis Tantowi Yahya dan Istri, Tetap Kompak di Usia Pernikahan Ke-31 Tahun

Image
News

5 Potret Mentan Syahrul Yasin Limpo Jalankan Tugas, Ikut Bajak Sawah hingga Tanam Bawang