Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Korupsi Importasi Tekstil Kejagung: Banyak Industri Dalam Negeri Gulung Tikar

Yudi Permana

Kejagung: Banyak Industri Dalam Negeri Gulung Tikar

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejagung RI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). | AKURAT.CO/Aricho Hutagalung

AKURAT.CO, Direktur Penyidikan Jaksa Muda Agung bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mengatakan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai itu tim jaksa penyidik menemukan kerugian perekonomian negara. 

Alasan penyidik pidana khusus menggunakan perhitungan kerugian perekonomian negara karena tidak hanya melihat dampak kasus importasi tekstil itu dari pendapatan bea masuk saja. Namun, melihat dampak kasus tersebut pada industri tekstil dalam negeri.

Oleh karena itu dikatakan Febrie,  penyelundupan barang tekstil tersebut membuat banyak pabrik tekstil dalam negeri gulung tikar alias bangkrut. Pasalnya, harga tekstil yang berasal dari selundupan luar negeri itu dijual dengan harga murah di pasaran. 

baca juga:

Kemudian barang selundupan dari luar negeri itu bisa masuk ke Indonesia karena ada setoran atau pemberian dana kepada petugas bea cukai di pelabuhan seperti di Batam dan Tanjung Priuk, Jakarta. 

"Jelas, barang impor itu lebih minat para pembeli dibandingkan produksi dalam negeri," kata Febrie di gedung bundar, Kejagung, Jumat (7/8/2020) malam. 

“Harga produknya itu bersaing. Itulah kenapa banyak pabrik tekstil kita tutup. Sehingga jaksa berpendapat sangat perlu untuk menangani kasus ini. Sebab menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Febrie.

Febrie menjelaskan, dampak lainnya, bila banyak pabrik tutup di dalam negeri, maka akan berpengaruh pada tingginya tingkat pengangguran di sejumlah daerah. 

“Makanya kita tindak, sehingga kita anggap bukan merugikan negara tapi perekonomian negara,” ucap Febrie. 

Dia berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para petugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, dan para pengusaha agar tak lagi melakukan importasi tekstil non prosedur.

“Kasus ini itu barangnya dari China tapi di stampel seolah-olah barangnya dari India. Sehingga dia masuk tanpa beban biaya pajak dan lain-lain. Padahal, dari China itu ada bea masuknya,” tegas Febrie.  

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung akan terus berupaya menyelesaikan kasus importasi tekstil pada Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan periode 2018-2020.

Penyidik menemukan adanya kerugian ekonomi negara dalam kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil yang jumlahnya mencapai Rp1,6 triliun.        

Sebelumnya penyidik Jampidsus telah menetapkan lima tersangka dugaan korupsi importasi tekstil di Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. 

Empat tersangka merupakan pejabat di Bea dan Cukai Batam. Sisanya, merupakan pihak swasta.

Para tersangka itu, yakni Mukhamad Muklas selaku Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.

Kemudian, Dedi Aldrian selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai III pada KPU Bea dan Cukai Batam. Serta Hariyono Adi Wibowo selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai I pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Selanjutnya, Kamaruddin Siregar selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai II pada KPU Bea dan Cukai Batam. Serta Irianto selaku pemilik PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima.               

Diketahui, PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima kerap mengimpor 566 kontainer bahan kain dengan modus mengubah invoice dengan nilai yang lebih kecil.    

Tujuannya, mengurangi bea masuk, mengurangi volume dan jenis barang dengan tujuan mengurangi kewajiban Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS) dengan cara menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) tidak sah. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Jaksa Pinangki Bantah Minta Duit USD10 Juta ke Djoko Tjandra

Image

News

DPR RI

DPR Tanya Kebakaran Kejagung ke Kapolri, Idham Nggak Jawab tapi Lempar ke Kabareskrim

Image

Ekonomi

33 Sektor Industri Dapat Fasilitas Bea Masuk Impor Ditanggung Pemerintah

Image

Ekonomi

Anggaran Kemenhan Rp137,3 T, Sri Mulyani Ingin Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit

Image

Ekonomi

DPR RI

DPR Sahkan Kenaikan Bea Meterai Jadi Rp10 Ribu

Image

News

Penyidik Belum Temukan Pengendali Andi Irfan Dalam Skandal Suap Djoko Tjandra

Image

News

Bareskrim Bakal Gelar Perkara Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Besok

Image

Ekonomi

Tok! DPR Sahkan APBN 2021, Ini Rinciannya

Image

News

Diam-diam Suami Pinangki AKBP Yogi Napitupulu Diperiksa Penyidik Kasus TPPU

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
MPR RI

Ketua MPR Bantu Anak-anak Korban Banjir Bandang di Sukabumi

Pemerintah daerah hingga pusat tampaknya belum maksimal melakukan pencegahan bencana.

Image
News
MPR RI

Ketua MPR RI Beberkan Empat Kiat Hadapi Pandemi Covid-19

Sikap optimis ini tidak hanya dibangun dengan menciptakan iklim kondusif di ruang-ruang publik.

Image
News

Tok! Dua Kurir Pembawa Sabu 10 Kg dan Ribuan Ekstasi Divonis Mati

Sementara koruptor dapat keringanan lewat PK

Image
News

Polri Klaim Angka Kejahatan Turun Hingga 1,47 Persen Sepanjang 2020

Mungkin ada pengaruh pandemi sehingga kejahatan jadi berkurang

Image
News

Gegara Hadiah dari Gojek, KUH Perdata Didugat ke MK

Pemohon merasa dirugikan

Image
News

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Penipuan Berkedok MLM

Pelaku sudah buron sejak 2010 lalu

Image
News

MK Diminta Ubah Pendirian Tentang Jaminan Fidusia

karena kreditur harus membawa perkara ke pengadilan sebelum melakukan eksekusi pengambilan objek jaminan fidusia

Image
News

Sebelum Kabur, Napi Narkoba Asal China Curi Ponsel Rekan Satu Selnya

Diduga napi tersebut telah menyiapkan pelaria dirinya sejak 6 bulan yang lalu

Image
News

Napi Narkoba Lapas Tangerang Kabur, Oknum Sipir Diduga Terlibat

Sejumlah bukti dari lokasi pun telah dikumpulkan

Image
News

Bupati Lebak Bakal Terapkan PSBB Pertanggal 1 Oktober 2020

Ini demi mencegah penyebaran Covid-19

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Ilham Aidit: KAMI Jualan PKI Untuk Acara 2024, Apapun Pembelaannya

  3. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  4. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  5. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  6. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno

Image
News

Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini, Bikin Mewek

Image
News

5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!