Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Vaksin COVID-19 Belum Ditemukan, Hoaks dan Seruan Antivaksin Sudah Marak di Facebook

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Vaksin COVID-19 Belum Ditemukan, Hoaks dan Seruan Antivaksin Sudah Marak di Facebook

Ilustrasi Facebook dalam menghadapi unggahan seputar COVID-19 | REUTERS

AKURAT.CO, Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai darurat kesehatan dunia pada Januari, Facebook telah menghapus lebih dari 7 juta konten klaim palsu soal virus corona. Pasalnya, konten tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan langsung bagi warganet yang mempercayainya.

Dilansir dari Reuters, raksasa media sosial itu telah melarang sejumlah klaim dalam beberapa bulan terakhir, seperti 'jarak sosial tidak berfungsi'. Unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun tak luput dari 'razia' ini, di mana ia mengklaim anak-anak 'nyaris kebal' terhadap COVID-19.

Di sisi lain, Facebook tidak menghapus disinformasi soal vaksin baru COVID-19 yang masih dalam pengembangan. Menurut Kepala Kebijakan Vaksin Jason Hirsch, klaim itu tidak memenuhi syarat bahaya langsung. Namun, perusahaan Mark Zuckerberg itu menghadapi dilema soal polisi yang mengklaim belum terbuktinya vaksin yang baru.

baca juga:

"Ada batas atas seberapa banyak yang dapat kami lakukan sampai fakta di lapangan menjadi lebih konkret," dalih Hirsch.

Para pakar kesehatan masyarakat khawatir penyebaran disinformasi di media sosial dapat membuat orang akhirnya enggan menggunakan vaksin. Padahal, vaksin dinilai sebagai cara terbaik mengakhiri pandemi. Di sisi lain, para aktivis kebebasan berbicara mengkhawatirkan peningkatan sensor, bahkan setelah virus tersebut dijinakkan.

Sementara itu, meski vaksin COVID-19 belum ditemukan, jajak pendapat oleh Reuters/Ipsos pada 15-21 Juli menunjukkan banyak warga AS sudah khawatir terhadap penggunaan vaksin baru tersebut. Sekitar 28 persen responden mengaku tidak tertarik mendapat vaksin itu. Di antara mereka, lebih dari 50 persen responden beralasan mereka meragukan cepatnya proses pengembangannya. Sementara itu, lebih dari sepertiganya mengaku mereka meragukan orang-orang di balik pengembangan vaksin.

Menurut Michael Schneider yang mencetuskan salah satu grup antivaksin di Facebook, ia meragukan keamanan vaksin COVID-19 karena dikembangkan terlalu cepat. Dalam salah satu unggahannya, pria yang bekerja di Kanada itu menautkan video YouTube yang mengklaim vaksin COVID-19 akan mengubah DNA orang. Ada juga unggahan lainnya yang mengklaim vaksin itu akan memasukkan virus corona ke tubuh orang.

Unggahan-unggahan semacam itu telah dilabeli mengandung 'informasi palsu', tetapi tidak dihapus. Menurut Facebook, itu tidak melanggar kebijakannya soal bahaya yang akan segera terjadi. Selain itu, Facebook tidak melabeli atau menghapus unggahan atau iklan yang menentang vaksin tanpa mengandung klaim palsu.

Menurut Hirsch, Facebook mendukung kebebasan warganet mengekspresikan pandangan pribadinya. Penyensoran yang lebih agresif pun justru dapat mendorong mereka yang meragukan vaksin bergabung dengan kubu antivaksin.

Hirsch menjelaskan penghapusan unggahan di Facebook didasarkan pada 2 pertimbangan. Jika unggahan diidentifikasi hanya berisi informasi palsu, itu akan dilabeli dan Facebook dapat membatasi jumlah orang yang akan melihat unggahan itu. Pendekatan inilah yang dipakai untuk unggahan video Schneider yang menyebut vaksin COVID-19 dapat mengubah DNA orang.

Namun, jika informasi palsu itu berpotensi menyebabkan bahaya segera, unggahan tersebut akan dihapus. Misalnya saja, pada bulan lalu, media sosial ini menghapus sebuah video yang menggembar-gemborkan hydroxychloroquine sebagai obat virus corona. Sayangnya, video itu telanjur ditonton jutaan kali.

Sejak Maret 2019, Facebook berjanji akan mulai mengurangi peringkat dan rekomendasi pencarian grup atau laman yang menyebarkan disinformasi soal vaksin apa pun. Algoritma Facebook juga mempromosikan tautan ke badan resmi seperti WHO saat warganet mencari informasi vaksin di media sosial itu.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Bergulir Petisi Desak Terawan Mundur Sebagai Menkes

Image

Hiburan

Sembuh dari COVID-19, Joy Tobing Masih Harus Jalani Isolasi

Image

News

Cek Dampak Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan Darah

Image

Hiburan

Joy Tobing Dinyatakan Positif COVID-19

Image

News

Anies Beri 16 Syarat Isolasi Mandiri di Rumah, Salah Satunya Lokasi Harus Bebas Longsor

Image

News

Anies Beri Syarat Pasien Covid-19 Jakarta Jalani Isolasi di Rumah

Image

News

Penyebaran Covid-19 di Perkantoran Turun selama PSBB Fase 2

Image

News

Muhadjir Ingatkan Nakes, Rumah Sakit Potensi Penularan Covid-19 Sangat Tinggi

Image

Iptek

Kominfo Apresiasi Solusi IoT di Tengah Pandemi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Fakta Penting Partai Ummat yang Didirikan Amien Rais

Pengumuman resmi terkait Partai Ummat disampaikan langsung melalui kanal YouTube Amien Rais Official, Kamis (1/10).

Image
News

Tidak Tahu Diri, Pencandu Malah Minta Narkoba ke Polisi

Polisi dikira pengedar narkoba oleh beberapa pemuda saat menggelar Operasi Yustisi di Kota Bambu Boncos.

Image
News

Novel Baswedan: Pejuang Itu Akan Terus Berjuang Sampai Akhir

Novel memberikan semangat dan mengingatkan agar pegawai yang keluar dari KPK tetap berjuang.

Image
News

India Bebaskan Terduga Dalang Pembongkaran Masjid di Ayodhya yang Picu Kerusuhan Agama Terburuk

Pengadilan di Kota Lucknow menyatakan pada Rabu (30/9) bahwa penuntut gagal membuktikan kesalahan para pemimpin Bharatiya Janata Party (BJP)

Image
News

Dalam RUU Cipta Kerja, Pekerja Kontrak Diberi Hak Sama dengan Pekerja Tetap

RUU Cipta Kerja, pekerja kontrak akan diberikan hak dan perlindungan yang sama dengan pekerja tetap.

Image
News

Harta Jaksa Pinangki bukan dari Djoko Tjandra tapi Djoko Lain

Harta kekayaannya itu berasal dari mantan suaminya yang sudah almarhum. Namanya Djoko Budiharjo.

Image
News

Dirikan Partai Ummat, Viva Yoga: Amien Rais Sudah Tidak Identik dengan PAN

Amien Rais telah keluar, bahkan meninggalkan PAN.

Image
News

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal ke Kejaksaan

diduga melanggar pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Image
News

Rayakan Ulang Tahun Ke-96, Jimmy Carter Jadi Eks Presiden AS Tertua Sepanjang Sejarah

Carter selamat dari diagnosis kanker pada 2015 dan akhirnya mampu melampaui George H.W. Bush sebagai presiden AS tertua yang masih hidup.

Image
News

Perang Armenia-Azerbaijan, Rusia Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai

Tawaran ini diajukan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov demi mengakhiri pertempuran di wilayah yang disengketakan

terpopuler

  1. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  2. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  3. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  4. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  5. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  6. 5 Potret Diego Michiels Momong Putri Kecilnya, Papa Idaman

  7. Kalah Saing dengan YouTube, Denny Siregar: Banyak Acara TV Cuma Cari Sensasi!

  8. Putri Delina Punya Permintaan Khusus ke Nathalie Holscher, Calon Istri Sule

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. 7 Potret Kenangan Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S/PKI

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno