Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Akhirnya, WHO Sukses Rampungkan Penyelidikan Awal Asal-Usul Corona di China

Endarti

Wabah Corona

Akhirnya, WHO Sukses Rampungkan Penyelidikan Awal Asal-Usul Corona di China

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa tim pendahulu telah merampungkan misi untuk meletakkan dasar upaya penyelidikan pengidentifikasian asal virus corona | CNBC-TV18

AKURAT.CO, Pada 10 Juli lalu, Reuters sempat mengabarkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah resmi mengirim dua tim ahli untuk menyelidiki asal-usul virus COVID-19 di China.

Setelah hampir satu bulan berselang, kini WHO dilaporkan telah berhasil merampungkan fondasi untuk misi penyelidikan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Global Times, pernyataan penyelesaian dasar upaya penyelidikan telah dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (3/7) kemarin.

baca juga:

"Tim pendahulu WHO yang melakukan perjalanan ke China kini telah menyelesaikan misi mereka untuk meletakkan dasar bagi upaya bersama lebih lanjut untuk mengidentifikasi asal virus (COVID-19)," kata Tedros dalam konferensi pers virtualnya kemarin.

Sementara itu, Daily Progress menambahkan bahwa dalam konferensinya, Tedros juga menyebut bahwa WHO akan mengirim 'tim internasional' khusus ke Wuhan. Seperti diketahui, selama ini, Wuhan dianggap luas sebagai tempat awal meletusnya wabah virus corona.

Selain itu, Tedros juga menjelaskan bahwa WHO dan China telah bersama-sama menyusun 'kerangka acuan' penyelidikan. Meski begitu, Tedros tidak menyebutkan secara gamblang atau detail tentang kerangka acuan yang dimaksud.

"Studi epidemiologis akan dimulai di Wuhan untuk mengidentifikasi sumber infeksi potensial pada kasus awal," lanjut Tedros.

Setelah itu, Tedros menambahkan bahwa WHO akan menggunakan bukti dan hipotesis yang dihasilkan dari penelitian awal sebagai dasar studi jangka panjangnya.

Sementara itu, Kepala Situasi Darurat WHO, Dr. Michael Ryan juga menjelaskan bahwa kesulitan penelitian mencakup 'kesenjangan dalam lanskap epidemiologis'. Padahal menurutnya, hal tersebut adalah kunci untuk menjawab studi apa yang harus dilakukan serta data apa yang harus dikumpulkan.

"Trik sebenarnya adalah pergi ke klaster pertama penularan virus ke manusia dan kemudian kembali melacak sinyal pertama di mana penularan melintasi antara manusia dan spesies hewan.

"Setelah Anda mendapatkan trik tersebut, maka Anda bisa melanjutkan studi dengan cara yang lebih sistematis dari sisi penularan hewan," ucap Ryan sembari menambahkan bahwa dua tim pendahulu WHO belum kembali dari China.

Komentar dari pihak WHO ini sebenarnya muncul di tengah semakin maraknya kasus infeksi serta kematian di Amerika Serikat (AS), Brasil, serta India.

Pada hari Minggu (2/8), penasihat top COVID-19 dari Gedung Putih, Dr. Deborah Birx, juga telah mengklaim bagaimana virus sangat luas menyebar di AS. Tidak hanya itu, Birx juga menyebut bahwa berbagai infeksi di kota serta perdesaan di AS telah menandai 'fase baru' pandemi di Paman Sam.

Namun, saat diminta untuk menanggapi klaim Birx, Ryan terlihat menampik. Dalam keterangannya, Ryan menilai bahwa tidak ada fase baru di AS.

Ryan kemudian memperingatkan kepada semua negara bahwa penyakit COVID-19 memang belum benar-benar hilang.

"Bukan tugas kami untuk memberi tahu AS apa yang harus dilakukan di tingkat sub-nasional: Perencanaan dan implementasi berbasis negara yang dipandu oleh para ilmuwan nasional tampaknya sudah berada di jalan yang benar.

"Kesulitan bagi kita semua adalah: kadang-kadang kita tahu mana jalan yang benar. (Tetapi) Kesulitannya kemudian adalah memilih untuk benar-benar berjalan di jalan itu," terang Ryan.

Sementara itu, tim penyelidik WHO diketahui sudah tiba di China sekitar pertengahan Juli lalu. Namun, Global Times menyebut bahwa saat itu, banyak media Barat, termasuk New York Times, yang lantas memojokkan China.

Lebih lanjut, Global Times menulis bahwa New York Times sempat memprediksi bahwa penyelidikan mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan dan dapat menghadapi penundaan.

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, sebenarnya sudah menjelaskan bahwa melacak asal-usul virus bukanlah pekerjaan yang mudah.

Guang lantas menambahkan bahwa penyelidikan perlu banyak persiapan, termasuk membahas metode teknis untuk meneliti dan mengidentifikasi sumber virus.

Analisis Guang ini juga didukung oleh Wang Guangfa, seorang ahli pernapasan Peking University First Hospital. Guang pun menyampaikan fakta bahwa WHO bisa menyelesaikan misinya kurang dari waktu sebulan adalah pencapaian luar biasa.

"Identifikasi sumber virus corona harus didasarkan pada negosiasi dan melibatkan banyak negara.

"Tidak masalah negara mana yang memulai identifikasi ilmiah, asalkan melibatkan semua negara terkait dan dilakukan secara adil," kata Zeng sembari memaparkan bahwa WHO masih harus mengumpulkan bukti secara global, dan tim harus dikirim ke semua negara yang terlibat untuk identifikasi ilmiah dan penelitian.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

Iptek

Kominfo Apresiasi Solusi IoT di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Selain Tenaga Medis, Pekerja 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin COVID

Image

Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Simpel dan Modern Ini Bisa Hasilkan Cuan Selama di Rumah Aja

Image

News

MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Image

News

Tidak Semua Pegawai Hotel yang Urus Pasien Corona di Jakarta Kenakan APD

Image

Ekonomi

Legislator Ungkap Transformasi BUMN Telah Sesuai Jalur

Image

News

MPR RI

Ketua MPR RI Beberkan Empat Kiat Hadapi Pandemi Covid-19

Image

Ekonomi

3 Konstruksi Tol Pondok Aren-Serpong Bisa Serap Lebih 1.000 Orang Pekerja

Image

Iptek

Serangan Siber Meningkat di Tengah COVID-19, Berikut Tips Mencegahnya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dibuka 6 Oktober Mendatang, Simak Tata Cara Pendaftaran Beasiswa LPDP 2020

Adapun waktu pendaftaran beasiswa tersebut akan dimulai pada Selasa, 6 Oktober 2020 mendatang

Image
News

Warga Dunia Pertama yang Sembuh dari HIV Wafat Karena Kanker

Timothy Ray Brown, warga dunia pertama yang berhasil disembuhkan dari HIV dilaporkan telah tutup usia

Image
News

Jaksa Disebut Tak Punya Bukti Suap, Jampidsus Langsung Tangkis Serangan Pinangki

Ali mengatakan apa yang disampaikan terdakwa Pinangki dalam eksepsi atas dakwaan JPU.

Image
News

Terkendala Izin, Saksi Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Batal Hadir

Napoleon meminta Bareskrim Polri selaku pihak termohon untuk membantu menghadirkan tiga saksi.

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Sarwo Edhie Wibowo merupakan Salah satu seperti Letnan Jenderal TNI yang turut berperan penting dalam melawan Gerakan 30S

Image
News

PHK Dampak Pandemi, Sandi Uno Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Lewat Program STSP

Technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

Image
News

Helikopter untuk Bubarkan Demo, Kapolri: Itu Melanggar SOP, Harus Diberi Sanksi

Idham mengatakan andai di masa sekarang masih boleh menerapkan hukuman badan, dia pasti menempeleng oknum

Image
News

Ucap 'Ishaallah' saat Debat, Joe Biden Dipuji Warga Muslim

Setelah melontarkan hadis Nabi Muhammad di kampanyenya, Biden terekam mengucapkan kata 'Ishaallah' dalam debat capres

Image
News

Pengelola Hotel Kosongkan 9 Kamar Dari Pasien Covid-19, untuk Apa?

Setiap hotel yang menampung pasien penyakit menular ini wajib mengosongkan 9 kamar dari pasien corona

Image
News
MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Setiap elemen masyarakat harus bertanggungjawab dan berkontribusi sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  3. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  4. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  5. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  6. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Gatot Nurmantyo Cuma Bisa Tersenyum Saat Melihat Demonstran Penolak KAMI Langgar Prokes

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno