Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Nasib Jaksa Pinangki Usai Dicopot, Dugaan Cipratan Dana dari Djoko Tjandra Bakal Dibongkar

Yudi Permana

Nasib Jaksa Pinangki Usai Dicopot, Dugaan Cipratan Dana dari Djoko Tjandra Bakal Dibongkar

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono merilis hasil pemeriksaan Jamwas | AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mengatakan akan mendalami secara transparan keterkaitan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan terpidana hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko S Tjandra.

Pemeriksaan tersebut apakah ada aliran dana dari Djoko Tjandra kepada jaksa Pinangki yang merupakan kasus dugaan tindak pidana korupsi. 

Pemeriksaan ini dilakukan setelah Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) menyerahkan berkas pemeriksaan Jaksa Pinangki ke Jampidsus. Diketahui, dalam berkas itu Pinangki dijatuhi sanksi disiplin berat. 

baca juga:

“Kita akan transparan dan sudah tindak jaksa P (Pinangki) tersebut. Ini akan kita putuskan apakah jaksa P juga terlibat atau tidak di sisi pidananya, kita akan dalami,” kata Febrie, di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2020).

Febrie mengatakan, penyidik Jampidsus akan mendalami seluruh hasil pemeriksaan Jamwas terhadap jaksa Pinangki. Termasuk, motif Pinangki bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia.

“Karena kita juga baru sampai berkas tersebut di Direktorat Penyidikan kemarin. Kita belum tahu juga bagaimana apa yang sudah menjadi pegangan rekan-rekan jaksa pemeriksa di pengawasan, sehingga sudah dapat dijatuhi hukuman disiplin. Nah ini yang semua akan kita dalami,” ujar Febrie. 

Menurut Febrie, tim khusus akan bekerja mendalami kasus Jaksa Pinangki terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa suap atau gratifikasi. Ia berjanji tidak akan lama untuk mengambil sikap dalam kasus jaksa Pinangki tersebut.                 

“Semuanya nanti akan kita dalami, sekarang sudah sampai di pidsus dan kemarin sudah saya sampaikan ke tim untuk memperdalam apa yang menjadi hasil pemeriksaan pengawasan. Setelah itu kita bersikap,” ucap Febrie.                      

Saat ini, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendalami hasil pemeriksaan pengawasan terhadap Jaksa Pinangki. Setelah itu, penyidik akan menyimpulkan apakah ditindaklanjuti dengan penyelidikan atau tidak terkait kasus Jaksa Pinangki ini.                  

“Tentunya akan segera kita ambil sikap, bagaimana hasil pendalaman dari pemeriksaan pengawasan tersebut,” tegas Febrie.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menuturkan, bidang Pengawasan Kejagung sudah menyerahkan laporan pemeriksaan Pinangki kepada pihak Jampidsus. Laporan itu nantinya akan dianalisa terlebih dahulu.               

"Dari hasil telaah, nantinya ada waktu tertentu, mudah-mudahan Minggu depan sudah bisa kami sampaikan, apakah nanti akan meningkat jadi proses selanjutnya. Yang dalam hal ini prosesnya penyelidikan," tutur Hari.                 

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspeksi kasus atas nama terlapor Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan, Pinangki Jaksa Madya (IV/a), NIP. 198104 21 200501 2009, terbukti melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Jaksa Pinangki telah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa mendapat izin tertulis dari pimpinan sebanyak sembilan kali pada kurun waktu 2019 sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan Surat Edaran Jaksa Agung Nomor: 018/JA/11/1982 tanggal 11 November 1982 tentang Kesederhanaan Hidup.                         

Selain itu, Surat Edaran Jaksa Agung Pembinaan Nomor: B-1181/B/BS/07/19 87 tanggal 6 Juli 1987 perihal Petunjuk Pelaksanaan untuk Mendapatkan Izin Bepergian ke Luar Negeri dan surat Jaksa Agung Muda Intelijen Nomor B- 012/D.1/01/1987 tanggal 8 Januari 1987 mengenai daftar isian clerance, serta melakukan pertemuan dengan Joko Tjandra.

Menurut Hari, perbuatan tersebut merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 yaitu pegawai negeri sipil wajib mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

Pinangki juga diduga melanggar ketentuan pasal 3 huruf a dan pasal 4 huruf a Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-067/A/JA/07/2007 tentang Kode Perilaku Jaksa yaitu dalam melaksanakan tugas profesi, jaksa wajib  mentaati kaidah hukum peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku serta dalam melaksanakan tugas profesi, jaksa dilarang menggunakan jabatan dan atau kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan atau pihak lain.

"Untuk menegakkan disiplin, perlu menjatuhkan hukuman disiplin yang setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukannya," ujar Hari. 

Atas dasar hal itu, lanjut Hari, Wakil Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa pembebasan dari jabatan struktural, sebagaimana diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 7 ayat (4) huruf c.           

"Tentu yang bersangkutan mempunyai hak untuk menerima atau melakukan pembelaan. Sebagaimana yang dilaporkan yang bersangkutan menerima hukuman disiplin itu," ucap Hari. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Dikritik ICW Soal Perkara Pinangki, Jampidsus Ngambek

Image

News

Cari Tersangka Pembakar Gedung Kejagung, Mabes Polri Bakal Periksa 12 Saksi

Image

News

Kejagung Ogah Tanggapi Spekulasi Istilah 'Bapakku-bapakmu' di Kasus Pinangki

Image

News

Kejagung Berat Hati KPK Ambil Alih Kasus Andi Irfan

Image

News

Tepis Prasangka Negatif, Polisi Diminta Segera Umumkan Pelaku Pembakaran Gedung Kejagung

Image

News

Terungkap, Djoko Tjandra Siapkan USD10 Juta untuk MA dan Pejabat Kejagung

Image

News

Pinangki, Andi Irfan dan Anita hanya 'Pion', Ada 'King Maker' dalam Kasus Djoko Tjandra

Image

News

Sidang Perdana Jaksa Pinangki Digelar Rabu Pekan Depan

Image

News

Sempat Dikembalikan, Penyidik Kembali Limpahkan Berkas Perkara Djoko Tjandra

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Update Covid-19 Tanggal 19 September: Kasus Positif Tambah 4.168 Total 240.687

Penambahan kasus positif hari ini merupakan yang paling tinggi sepanjang Corona di Indonesia

Image
News

Tanpa Gejala, Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19

Meski dinyatakan positif dari hasil tes usap mandiri, ia tetap memutuskan beraktivitas secara virtual selaku rektor.

Image
News

Usai Dampingi Arief Budiman, Ketua KPU Sulsel Positif Covid-19

mereka yang pernah kontak erat dengan ketua komisioner setempat itu, sudah isolasi mandiri.

Image
News

Wabah Covid-19 Terus Meluas, JK Sarankan Pilkada Serentak Ditunda

pada situasi pandemi ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus di prioritaskan. Keselamatan masyarakat harus jadi agenda utama Negara

Image
News

Cari Tersangka Pembakar Gedung Kejagung, Mabes Polri Bakal Periksa 12 Saksi

12 saksi yang akan diperiksa awal pekan depan merupakan bagian dari 131 saksi yang telah diperiksa sebelumnya

Image
News

KPU: Aturan Konser Musik di Pilkada 2020 Belum Final

Kegiatan konser musik juga bisa dilaksanakan secara daring.

Image
News

Sidak Gudang Bulog, Menko PMK Kaget Berat Karung Beras Bansos PKH Tekor

Muhadjir meminta Bulog Jawa Timur untuk menimbang dan menambah beras yang beratnya kurang.

Image
News

Bawaslu Gandeng KPK dan PPATK Antisipasi Politik Uang di Pilkada 2020

Sebab ada beberapa potensi pelanggaran yang terjadi di masa pandemi Covid-19

Image
News

Total Kasus COVID-19 Terkait PKL Malioboro Penjual Tas dan Dompet jadi 12

Lokasi berjualan tak jauh dari pedagang tas dan dompet yang meninggal dunia tak lama usai dinyatakan terpapar SARS-CoV-2

Image
News

Kejagung Ogah Tanggapi Spekulasi Istilah 'Bapakku-bapakmu' di Kasus Pinangki

Karena tidak berkaitan dengan proses pembuktian

terpopuler

  1. WHO Prediksi Kehidupan Kembali Normal seperti Sebelum COVID-19 di Tahun 2022

  2. Beli Celana Dalam Dinar Candy Rp50 Juta, Bobby Stuntrider Langsung Pamer

  3. Beda Kota Beda Penyebutannya, Ini Lho Nama Lain Odading dari Berbagai Daerah

  4. Khotbah Tentang Yahudi, Imam Masjidil Haram Mekkah Tuai Kontroversi

  5. Babe Haikal: Kita Semua Harus Terima Kasih kepada Pak Ahok

  6. Pernah Putus karena Beda Agama, Deretan Cowok yang Sempat Dekat dengan Febby Rastanty

  7. Minta Anggaran Rp115,4 Miliar Buat Beli Tanaman Saat Corona, Pemprov DKI: Ini Urgent!

  8. Ilmuwan China Klaim COVID-19 Buatan Manusia, Fadli Zon: Menarik untuk Dikaji Mendalam

  9. Jadi Lokasi Mutilasi Rinaldi, Aparteman Pasar Baru Mansion Sewakan Kamar Lewat Aplikasi RedDoorz

  10. Perkantoran di DKI Ramai-ramai Langgar PSBB Anies Baswedan

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi