Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Padat Karya Tunai Desa Diprediksi Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Ainurrahman

Padat Karya Tunai Desa Diprediksi Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar | Dok. Kemendes

AKURAT.CO, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengungkap masih terdapat Rp36,4 Triliun dari Rp71,2 Triliun anggaran dana desa tahun 2020 yang masih tersisa. Sisa anggaran ini dimaksimalkan untuk kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), yang diperkirakan dapat menyerap sekitar 5,2 Juta tenaga kerja.

Pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (4/8) tersebut, Gus Menteri, sapaan akrabnya, kegiatan PKTD tersebut akan dilaksanakan sepanjang Bulan Agustus hingga September tahun 2020.

“Proporsi upah minimal 50 persen dari biaya kegiatan. Berarti dari Rp36,4 Triliun upahnya sekitar Rp18-19 Triliun, itu akan mengcover 5.202.279 pekerja. Kalau upahnya lebih dari 50 persen, berarti jumlahnya (tenaga kerja) akan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Gus Menteri mengatakan, PKTD dari dana desa bertujuan untuk dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Perekrutan pekerja PKTD sendiri harus sesuai kriteria, yakni masyarakat miskin; penganggur dan setengah penganggur; dan masyarakat marjinal lainnya.

“Upah diberikan setiap hari supaya meningkatkan daya beli masyarakat. Jangan lupa adaptasi kebiasaan baru, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” tegas Doktor Honoris Causa dari UNY.

Terkait hal tersebut, Ia mengatakan, PKTD dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk kegiatan usaha ekonomi produktif. Ia mencontohkan, kegiatan usaha ekonomi produktif oleh BUMDes yang dimaksud seperti halnya menanami lahan kosong desa dengan tanaman pangan; membersihkan tempat wisata, tempat kuliner, pasar desa, gudang desa, dan kandang ternak bersama; perdagangan logistik dan pangan; dan bagi hasil perikanan dan peternakan.

“Untuk PKTD untuk usaha ekonomi produktif, misalnya menanami lahan desa dengan tanaman pangan bisa dikelola oleh BUMDes. Dengan ini masyarakat miskin bisa mendapatkan upah, lahan produktif, kemudian hasil produksi lahan dapat dijual untuk mendapat penghasilan yang dikelola oleh BUMDes,” terangnya.

Gus Menteri menegaskan, PKTD dari dana desa merupakan kegiatan padat karya tunai yang murni dikelola oleh desa. Dalam PKTD ini, desa diberi keleluasaan dalam menentukan lokasi pekerjaan hingga penerimaan tenaga kerja.

Meski demikian, pelaksanaan PKTD memiliki rambu-rambu tertentu yang diatur di dalam Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 15 tahun 2020.

“(PKTD) Ada rambu-rambunya, pertama pekerja adalah kelompok penganggur, miskin, dan kelompok marginal lainnya. Misalnya Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), ini mutlak. PEKKA harus menjadi skala prioritas dalam PKTD,” ujarnya.

Di samping itu, Gus Menteri juga mengatakan, bahwa sebagian kecil dana desa yang masih tersisa dapat juga digunakan untuk program maskerisasi di desa. Dalam hal ini, sebagian kecil dana desa dapat digunakan untuk pengadaan masker yang diberikan kepada masyarakat miskin di desa.

Meski demikian, ia juga mendorong masyarakat desa yang mampu secara ekonomi dapat bekerjasama dan bergotong royong membantu pengadaan masker untuk masyarakat miskin di desa.

“Yang harus kita lakukan terkait desa aman covid 19, anggap saja Rp1-2 Triliun dari Rp36,4 Triliun dana desa yang masih tersisa untuk masker, itu sudah banyak. Berarti masih sekitar Rp35 Triliun, ini fokus untuk PKTD,” terangnya. []

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Rumah Sakit Apung Tangani Kasus Covid di Pekanbaru Segera Beroperasi

Image

News

Pemkot Tangerang Ancam Tutup Pertokoan dan Mall yang Langgar Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

Pelni Perketat Pemeriksaan Penumpang Keluar dan Masuk Pelabuhan Pomako-Timika

Image

News

Pemerintah Sedang Siapkan Dua Opsi untuk Terbitkan Perppu

Image

News

HNW Desak Pilkada Serentak Diundur Akibat Peningkatan Kasus Covid-19

Image

Ekonomi

Di Tahun 2021, Mendag Fokus Pendekatan Pengembangan Pasar Untuk Realisasi Ekspor

Image

News

Pasien Covid-19 DKI Jakarta Sembuh Capai 49.209

Image

Olahraga

Olimpiade Tokyo 2020

Jepang Longgarkan Aturan Larangan Masuk untuk Atlet Olimpiade

Image

News

Tak Setuju Pilkada Ditunda, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Digembleng di Tengah Pandemi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Permintaan Istri, Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan di Sleman

Keputusan untuk memakamkan korban di Sleman berdasarkan keinginan dari keluarga, khususnya sang istri.

Image
News

KPU Disarankan Manfaatkan Sistem Virtual untuk Penghitungan Suara

Di tengah pandemi Covid-19 penggunaan sistem virtual sangat mudah digunakan.

Image
News

Geger, Terdengar Suara Dentuman di Jakarta

Suara dentuman yang terdengar volumenya kecil seperti suara meriam.

Image
News

Tegakkan Protokol Kesehatan Covid-19, Arena Sabung Ayam Dibongkar

Penertiban arena sabung ayam itu berawal dari pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bebalang menerima laporan dari masyarakat.

Image
News

Rumah Sakit Apung Tangani Kasus Covid di Pekanbaru Segera Beroperasi

RSA itu turut membantu penanganan pasien COVID-19 di Pekanbaru selama dua hingga tiga bulan.

Image
News

Pemkot Tangerang Ancam Tutup Pertokoan dan Mall yang Langgar Protokol Kesehatan

Diharapkan hal ini bisa menekan peningkatan kasus Covid-19

Image
News

Buronan Korupsi Rp41 Miliar Arman Laode Berhasil Ditangkap Aparat

Arman ditangkap setelah buron selama 10 tahun

Image
News

Pemerintah Sedang Siapkan Dua Opsi untuk Terbitkan Perppu

Kini opso tersebut tengah digodok Mendagri malam ini

Image
News

Totalitas Risma, Rela Dimanfaatkan Demi Kemenangan PDIP

Risma juga mengingatkan anggota DPRD Surabaya dari PDIP agar bisa mempertahankan kursi tersebut.

Image
News

Berenang di Sungai Oya Bantul, Seorang Mahasiswa UGM Tewas Tenggelam

Ainurrizqi (22) tewas tenggelam di Sungai Oya perbatasan Desa Sriharjo dan Selopamioro karena diduga melompat ke bagian palung.

terpopuler

  1. Kisah Ketika Abu Nawas Mengaku Lebih Kaya Daripada Tuhan

  2. Janggal, Nasrul Abit Gunakan Dua Ijazah di Jenjang Pendidikan yang Sama

  3. Menko PMK: Penerima Beras Bantuan PKH Tak Boleh Jemput Beras Sendiri

  4. Istri Menderita Batin Karena Keahlian Suami Hanya Mengumbar Janji

  5. Kualifikasi Moto2 Emilia Romagno: Andi Gilang Start Dua Terbawah

  6. Lowongan Kerja September 2020, Smartfren Buka Posisi bagi Fresh Graduate Semua Jurusan

  7. Tunda Pergi Haji Demi Temani Valentino Rossi, Komeng: Dia Itu Anak Tongkrongan

  8. Wabup Mabuk dan Tabrak Polwan Hingga Tewas, Fahira Idris: Hancur Hati Ini

  9. Polling Soal Vaksin Covid-19, Netizen: Saya Ingin Sehat, Halal-Haram Biar Urusan Saya dan Tuhan

  10. Viral, Foto KTP Wanita Ini Sukses Bikin Iri Warganet karena Kelewat Cantik

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!