Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image

Pekerja memanggang sate di kedai sate Apjay yang terletak di kawasan Melawai, Jakarta, Senin (17/12/2018). Sate Apjay yang telah berdiri sejak 1972 ini memiliki ciri khas rasa pada bumbunya. Sebab, sang pemilik menggunakan minyak hasil sulingan kacang dan jeruk nipis untuk aroma wangi khas satenya. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Hari Raya Idul Adha identik dengan kegiatan membakar daging yang sudah dipotong kecil-kecil dan disusun dalam bambu. Namanya sate. Aktivitasnya disebut "Nyate". Teman saya, setiap kali peristiwa ini berlangsung, menulis di media sosialnya: “ Selamat Hari Nyate Nasional”.

Nyate sendiri merupakan aktivitas yang melekat pada kegiatan yang cukup panjang. Mulai dari menyiapkan pendukung sampai kepada substansinya. Uniknya, nyate hanya melekat pada aktivitas yang di dalamnya ada sate. Bukan membakar daging kecil-kecil yang ditusuk pada bambu, misalnya. Nyate telah menjadi semesta tersendiri pada satu aktivitas yang unik dan khusus.

Kegiatan nyate ini memang dilakukan oleh berbagai kalangan. Tidak peduli umur, agama dan keyakinan. Orang dari berbagai kalangan ini bisa menikmati sate dan menyate. Karena panitia pun membagikan daging kurban tidak memilih berdasakan agama, umur, strata sosial, atau label lain. Penerima daging kurban biasanya diidentifikasi berbasis azas ketetanggaan. Alhasil, daging kurban menjadi jembatan kebajikan, dan kegiatan nyate menjadi implementasi kebersamaan.

baca juga:

Dalam kegiatan nyate, kita membutuhkan supporting antara lain: arang, hihid (kipas dari anyaman bambu), tusuk sate, dan alat tempat menaruh arang dan sate. Untuk mengumpulkannya, tidak perlu susah, sebab pada musim nyate, keempat jenis barang tersebut tersedia dengan mudah pada toko kelontong dekat rumah.

Namun jangan salah, meski sepertinya biasa saja, keempat barang tersebut tetap terkena hukum permintaan dan suplai. Ketika permintaan tinggi, harga melonjak. Contoh, sekantung plastik arang, yang dibeli saya dua minggu lalu, harganya masih 5000 rupiah saja. Tetapi di musim seperti sekarang ini, harga arang bisa berubah menjadi 10.000, bahkan ada yang menawarkan duabelas ribu perkantung. Persis sepeda lipat yang kemudian harganya meningkat tajam karena mendadak musim.

Jika kita telaah secara mendalam dunia nyate ini sebenarnya mengandung nilai-nilai sosial-filosofis yang kuat. Mungkin pesan-pesan inilah yang ingin disampaikan oleh orang tua kita dahulu dalam proses berkurban dan pasca kurban.

Pertama , hampir semua barang-barang yang diperlukan untuk menunjang proses nyate, merupakan produksi rakyat kecil. Hihid, arang, tusukan bambu, dan mungkin juga alat pemanggangnya. Di sini, kegiatan sate menyate memang berintikan partisipasi semua pihak, terutama rakyat kecil. Bahkan kebanyakan penjualnya pun merupakan pedagang kecil. Dengan kata lain, dari hulu sampai hilir, penunjang kebutuhan aktivitas nyate melibatkan banyak pihak, dan kebanyakan mereka adalah rakyat kecil.

Kedua , sate sendiri sarat dengan makna kebersamaan. Menyajikan sate dari awal sampai akhir lebih nikmat jika bareng-bareng. Karena prosesnya memang membuat bisa membuat orang-orang dengan berbagai kapasitas berpartisipasi. Lihat saja, mereka yang ahli masak bisa membuat bumbu, yang teliti bisa menjadi bagian tukang tusuk, bahkan yang hanya bisa duduk dan mengipaskan hihid bisa tetap berperan menikmati prosesnya.

Ketiga , menikmati nyate juga paling enak bersama-sama. Tidak jarang, jika dirasa kurang banyak, mereka berkolaborasi dengan tetangga untuk mengadakan “nyate bersama”. Kegiatan ini bukan dimaksudkan untuk menambahkan kuantitas daging untuk disate, tetapi penambahnya justru sesuatu yang tidak tampak: kebersamaan. Justru jumlah yang sedikit itu menjadi banyak karena dibagi bersama, bukan dinikmati sendirian.

Transformasi Nyate

Sebagaimana hukum besi teknologi, istilah mangkus dan sangkil demikian kuat melekat pada realitas. Tidak terkecuali dunia persatean ini. Teknologi yang ditemukan dalam proses memotong, memilah, membumbui, dan bahkan membakarnya, telah mentransformasi secara signifikan permasalahan sate menyate ini.

Jika dahulu, nyate adalah dunia sosial yang secara mikro tampil dengan keindahannya. Interaksi dan kerianggembiraan dalam setiap prosesnya, menghasilkan lukiran realitas yang menjadikan banyak orang mengalami kenangan.

Namun teknologi telah mengubahnya dengan membasiskan pada kredo utamanya, yakni fungsi. Apa fungsi makan? Nikmat dan kenyang. Apa fungsi pembakaran? Supaya matang. Apa fungsi bumbu? Supaya makanannya enak, dan sebagainya.

Semua fungsi yang kemudian diubah menjadi kode dan dimatematikakan agar mendapatkan polanya itulah yang menjadi basis dari kebanyakan teknologi. Teknologi lupa atau malah tidak mentolerir akan kesalahan (false) dari setiap proses, sebab kesempurnaan tanpa bugs sama sekali merupakan tujuan dari ada dan lahirnya teknologi itu.

Teknologi tidak bisa menghasilkan nilai yang melekat ketika membakar sate itu ada yang gosong dan mentah sebagian, misalnya. Sebab dalam realitas itulah cerita dihasilkan.

Teknologi tidak bisa menunjukkan bahwa dalam ukuran daging yang tidak rata, dalam bumbu yang kurang garam atau kecap, dan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan oleh manusia, justru di situlah manusia itu hadir dan ada.

Maka, ketika semua proses itu diambil alih teknologi. Membakar pake listrik sehingga menghasilkan kematangan rata dan sempurna; bumbu yang ditakar oleh computer sehingga menghasilkan komposis yang finis, dan sebagainya, hanya akhirnya melahirkan kesenangan sesaat.

Nyate adalah dunia sosial yang dirindukan orang bukan karena segala kesempurnaan rasa, ukuran, enak, matang, dan yang lainnya. Nyate adalah dunia sosial yang setiap helai daging kering karena dibakar dalam bara yang tidak rata itulah justru interaksi hadir mengikat semua rasa kemanusiaan.

Kalau pun kita kemudian memilih teknologi yang sempurna itu yang menyajikannya, tidak apa-apa. Sate yang digigit itu masih tetap sate. Namun keindahan yang dulu dinikmati karena ada kebersamaan, sebagiannya menguap menjadi kenangan.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Beriklan di Media Cetak Saat BLT Belum Selesai, Warga Kecam Wali Kota Padang

Image

News

Temuan Cacing Hati Pada Hewan Kurban di Gunung Kidul Sedikit

Image

Hiburan

Ramzi Bagikan Uang Sebagai Ganti Daging Hewan Kurban

Image

Ekonomi

Pelni Maksimalkan Operasional Selama Periode Idul Adha

Image

Hiburan

Khawatir Corona, Ramzi Bagikan Daging Kurban ke Tiap Rumah

Image

News

Anis Matta: Mari Nyatakan Cinta kepada Allah dan Kesetiakawanan Sosial

Image

Hiburan

Cerita Syakir Daulay yang Pernah Patungan saat Pertama Kali Kurban

Image

News

Kedepankan Protokol Kesehatan, Penyembelihan Hewan Kurban di Istiqlal Dilakukan Tertutup

Image

Hiburan

Ini Makna Hari Raya Idul Adha Bagi Syakir Daulay

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Stres akibat Trauma Perang Gaza, Veteran Tentara Israel Nekat Bakar Diri

Ia mengidap stres pascatrauma sejak perang Gaza 2014

Image
News

Nelayan Gorontalo Ditemukan Tewas Usai Hilang Selama Tiga Hari

Seorang nelayan bernama Ardan Manopo (58) asal Desa Dulukapa Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, ditemukan dalam kondisi tewas

Image
News

Komplain Soal Taiwan, China Peringatkan AS 'Jangan Main-main dengan Api'

Pemerintahan Xi Jinping telah siap mengerahkan kekuatan untuk menguasai pulau tersebut

Image
News

Bibit Siklon Tropis, Kemenhub Ingatkan Nahkoda Kapal Ekstra Hati-hati dalam Berlayar

Selain masyarakat pelayaran, mereka yang tinggal di pesisir pantai di sekitar perairan Papua juga diharapkan tetap waspada.

Image
News
Ramadan 1442 H

Mesir Rayakan Ramadan dalam Suasana 'Normal', meski Kasus COVID-19 Melonjak

Warga memadati jalan dan pasar di ibu kota Kairo

Image
News
MPR RI

Syarief Hasan: Upaya Pencegahan dan Kontra Radikalisasi Jadi Kunci Pemberantasan Terorisme

Dia meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal masuknya paham radikal terorisme di tengah masyarakat.

Image
News

Kasus Korupsi Proyek GI Kiliranjao-Payakumbuh, Manager UPK 3 Bukittinggi Diperiksa Kejagung

Saksi yang diperiksa bernama inisialnya MR selaku Manager UPK 3 Bukittinggi PT. PLN (Persero) UIP Sumbagut.

Image
News
Ramadan 1442 H

11 Pedoman Ibadah Ramadan di Yogyakarta Selama Pandemi, dari Tarawih sampai Bukber

SE ini dibuat untuk mengantisipasi dan memutus rantai penularan virus corona

Image
News
MPR RI

Apresiasi Peluncuran Aplikasi SIM Online Nasional, Bamsoet: Kini Tak Perlu Lagi ke Satpas

Bamsoet menjelaskan, masyarakat hanya wajib datang ke Satpas pada saat pembuatan SIM baru, karena harus melakukan ujian praktek.

Image
News

Berhasil Tangkap 1.552 Koruptor, Ketua KPK: Masih Ada 262 Juta Warga Indonesia Lain yang Baik

Firli juga mengimbau agar pemerintah daerah memperbanyak kelompok penyuluh anti korupsi dan ahli pembangun integritas.

terpopuler

  1. Lama Diparkir, Robot Damkar Rp40 Miliar Turun Gunung Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

  2. Rugi Rp500 Triliun dalam Dua Hari, ini 5 Fakta Menarik Biliuner Bill Hwang

  3. Tembus 15 Juta, Kemenkes Ubah Strategi Vaksinasi Bagi Lansia

  4. Unggah Foto Pernikahan, Pasangan Gay Thailand Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warganet Indonesia

  5. 5 Editan Foto Lucu Victor Ahmad dengan Pesepak Bola Top, Akrab Bener

  6. Pengamat: SKPD Dibungkam Demi Pencitraan Anies Baswedan

  7. Sulit Minta Data ke Anak Buah Anies, Politisi PSI: Kita Kaya Debt Collector

  8. Doa Hari Pertama di Bulan Puasa Ramadhan

  9. 5 Ucapan Ramadan Kareem dari Klub Sepak Bola Eropa, Bikin Tersentuh

  10. Kendaraan Pribadi Boleh Mudik Asal Lengkapi Syarat Ini

tokopedia

fokus

Ramadan 1442 Hijriah
Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Tantangan Keberlanjutan Pariwisata Desa

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Ekonomi

Intip Karier Hingga Kekayaan Song Joong Ki yang Makin Gemerlap!

Image
News

5 Fakta Menarik Lia Eden, Pemimpin Sekte Takhta Kerajaan Tuhan

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia